Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Taman Wisata Punti Kayu Disesaki Ribuan Orang

Liburan lebaran tahun ini Taman Wisata Alam yang ada di Palembang yaitu Punti Kayu, banyak dikunjungi masyarakat dari dalam maupun luar Palembang untuk berrekreasi saat liburan lebaran. Pengunjung tempat tersebut diprediksi mulai lebaran pertama sampai hari Minggu (11/8/2013) mencapai ribuan orang.

Humas Taman Wisata Alam Punti Kayu, Antoni Puspo saat ditemui  mengatakan, hari Minggu ini diprediksi jumlah pengunjung yang memadati Taman Wisata Alam ramai dan mencapai 1.000 orang.

“Hari ini libur lebaran dan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai sehingga saya berharap ada peningkatan dan mencapai 1.000 pengunjung apalagi didukung oleh cuaca yang baik seperti ini,” ujar Antoni.

Ia mengatakan, kalau hari-hari biasa seperti Senin-Jumat pengunjung hanya 200-an orang, sedangkan weekend seperti Sabtu-Minggu mencapai 700-800 orang. Sedangkan pada saat puasa terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu hanya 10-20 orang saja.

“Nah, dibandingkan dengan hari-hari biasa maka libur lebaran ini terjadi peningkatan drastis 60 persen. Bahkan kami memprediksi hari ini (11/08/2013) bisa lebih ramai asalkan cuaca juga mendukung,” katanya.

Minggu, 16 Juni 2013

Pemkot Persiapkan Visit Linggau 2015

Wali Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Prana Putra Sohe bersama jajarannya tengah mempersiapkan sarana untuk menyambut visit Linggau 2015.

"Kami terus bersiap dintaranya melakukan beberapa ujicoba kejuaraan sepeda gunung Asia yang akan `dilaunching` saat HUT Kota Lubuklinggau 17 Oktober 2013," kata Prana di Lubuklinggau, Minggu (16/6/2013).

Ia mengatakan, ajang lomba sepeda gunung pada 2014 itu akan mengundang seluruh provinsi dan beberapa negara di Asia, sehingga acara tersebut betul-betul meriah dan pertama kali digelar di wilayah itu.

Pada launching HUT Kota Lubuklinggau 17 Oktober 2013 akan menghadirkan beberapa artis nasional yaitu Manohara dan kawan-kawan yang pernah syuting di objek wisata daerah itu beberapaa waktu lalu.

Sebelumnya pihaknya bersama beberapa jajaranya sudah melakukan survey ke beberapa lokasi objek wisata, salah satunya objek wisata Bukit Sulap di Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Pengembangan objek wisata di Kota Lubuklinggau itu bertujuan untuk memberikan kenyamanan berwisata bagi masyarakat dan para wisatawan lainnya.

Selain itu, mengembangkan objek wisata bukit sulap, objek wisata Watervang dan Air Terjun Temam, ketiga objek wisata tengah disiapkan Detail Enggineering Design oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.

Untuk objek wisata bukit sulap Pemerintah Kota Lubuklinggau telah menyiapkan design pengembangan di antaranya gantung, pasar jajanan, open stage,restaurant,souvenirshop, security guard,outbond, taman kota, kafe dan perbaikan infrastruktur menuju Bukit Sulap.

Hal ini dilakukan agar pengembangan masing-masing destinasi dapat terencana dan berkelanjutan dan yang tak kalah penting disiapkan sebagai tahapan perencanaan mewujudkan goes to visit linggau 2014.

Pengembangan objek wisata Bukit Sulap juga dilakukan untuk mempersiapkan tempat rekreasi masyarakat yang baru karena tahun ini Pemerintah Kota Lubuklinggau akan menyatukan antara Masjid Agung As-Salam dengan Lapangan Merdeka Kota Lubuklinggau.

Pada pengembangan objek wisata ini Pemerintah Kota Lubukliggau menyiapkan anggaran lebih kurang Rp 3 Miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja daerah (APBD) 2013.

Ia juga merencanakan melakukan perbaikan dan penambahan alat bermain di lapangan tembak perbakin Kelurahan Kayu Ara, disamping tempat-tempat bermain anak-anak, olah raga nanti bisa di Lapangan Perbakin atau di Bukit Sulap. Untuk konser-konser juga bisa dialihkan ke Bukit Sulap, karena sudah kita buat stage tersendiri untuk konser, ujarnya.

Tetap Jagokan Menu Lokal

PALEMBANG-Managamen Hotel Grandzuri tetap menjagokan menu-menu Indonesia kepada para tamu. Tak heran hampir 35 persen menu dihotel ini adalah menu lokal khas Palembang.

Hal itu diungkapkan General Manager Hotel Grand Zuri Palembang, Rizki Darmawan di sela-sela pelaksanaan media Corner, Sabtu (15/6). Diakui, saat ini memang pihaknya menyediakan beberapa menu western, atau asing diantaranya menu khas Eropa, Asia dan beberapa negara Vietnam. Namun yang jadi jagoannya tetap menu Indonesia.

"Karena menu itu memang yang paling favorit, meski tamu yang datang banyak juga dari luar, mereka justru lebih suka menu Indonesia," kata Riski.

Jika diprosentase, kata dia, hampir 35 persen adalah menu lokal, seperti pindang patin, pindang daging, soto, semur dan sop buntut.

Makanya, kata dia, dalam waktu dekat Grand Zuri bersiap mengeluarkan hampir 50 menu terbaru yang dipadu dalam menu ala Carte, mulai dari Salad, Appetizer, Soup, Main Course dan dessert. Harganya pun sanga variatif, mulai dari Rp 29 ribu. "Inilah sensasi kuliner terbaru yang mewarnai perkembangan kuliner lifestyle di Palembang," katanya.

Menu Ala Carte terbaru ini akan dikeluarkan Juli, mendatang di Cerenti Restoran dan Zuri Launge. Diakui 50 menu tersebut disiapkan melalui proses analisa pasar dan selera masyarakat kota Palembang, lalu di modifikasi dengan standar tinggi, termasuk melalui seleksi sangat ketat, dalam pengolahan dan pengemasan yang menyesuaikan standar hotel bintang lima.

"Paling tidak kita ingin membuat menu-menu Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri,"kata dia. Seperti sop buntut, masih menjadi andalan Grand Zuri, ada pula sop conro, gerobokan makasar, Gurami Bumi Sriwijaya dan segala jenis pindang, baik itu pindang daging, ikan hingga tulang. Selebihnya baru menu-menu Eropa, Cina dan menu-menu International.

Menu ini, lanjut dia, disiapkan selama 24 jam. Selain itu, Grand Zuri tetap menghadirkan gebrak pasar yang hadir satu minggu sekali.

"Menu ini sangat diminati, dan akan kita teruskan sampai Ramadhan nanti," katanya.

Saat ini, untuk ocupansi di Grand Zuri capai 85 persen. Namun kondisi tersebut tidak akan lama karena masuk Ramadhan, biasanya akan turun hampir 50 persen. "Makanya semua mnu baru itu kita siapkan juga jelang Ramadhan, tapi tetap saja konsep menu Ramdahannya akan kita lengkapi dan kita kemas lebih menarik lagi," katanya.

Jumat, 24 Mei 2013

Ikan Lumba Lumba Muncul Di Kelumbayan

Kelumbayan   - Puluhan ekor ikan lumba-lumba berbagai ukuran kecil, sedang dan besar tampil memukau bermunculan di perairan laut Pantai Harapan, Desa Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, sekitar 100 km Barat Daya Kota Bandarlampung, Sabtu pagi.

Kemunculan sekitar 40-50 ekor binatang laut yang makin langka itu disaksikan dan diabadikan langsung oleh rombongan sekitar 20 orang Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Provinsi Lampung, Pejabat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Lampung, serta aparat Pekon (desa) Penyandingan, Kelumbayan.

Rombongan yang menumpang perahu itu berlayar dari Pantai Harapan Pekon Penyandingan sekitar pukul 09.00 WIB, dan dalam perjalanan menuju tengah laut, hanya dalam waktu sekitar 20 hingga 25 menit langsung bisa menyaksikan atraksi hewan liar itu dengan berbagai gayanya secara alami.

Pemandangan menarik itu langsung disaksikan dan diabadikan baik lewat jepretan berbagai jenis kamera digital, serta camera video, baik dari para jurnalis maupun dari media elektronik, di antaranya TVRI Stasiun Lampung.

Rombongan itu dapat menyaksikan langsung penampilan lumba-lumba di alam lautan bebas sekitar 25 hingga 30 menit, atau antara pukul 09.25 hingga 09.55 WIB.

Perahu motor dengan dua awak, ditupangi sekitar 22 orang termasuk dua awak perahu berjalan perlahan sambil berputar-putar di saat rombongan lumba-lumba itu mulai bermunculan, baik dari arah depan, sisi kanan dan kiri maupun dari arah belakang kapal.

Ikan-ikan itu selain ada yang melompat sendiri-sendiri, juga ada yang sekali muncul berdua, bahkan sesekali juga dalam jumlah banyak sekaligus, sementara di atasnya terdapat beberapa ekor burung camar, burung laut, yang seakan juga sedang bercengkerama dengan lumab-lumba di permukaan air laut itu.

Sorak-sorai dan teriakan histeris anggota rombongan Wartawan dan pejabat Dinas Pariwisata serta aparat desa pun terjadi seakan memberikan aplaus begitu kawanan ikan langka itu muncul, sambil menahan guncangan perahu oleh ombak laut dan tiupan angin dalam cuaca yang cerah itu.

Penampilan puluhan ekor lumba-lumba di pantai Kelumbayan itu juga semakin melengkapi bahkan kian membuktikan bahwa kawasan itu merupakan potensi pariwisata andalan baik lokal, nasional, bahkan internasional yang harus terus dijaga kelestariannya, dikembangkan serta dipasarkan, juga bukti bahwa di sana ada ikan lumba-lumba itu.

"Ini membuktikan bahwa potensi ikan lumba-lumba yang bisa dinikmati para wisatawan ini tidak hanya ada di Teluk Kiluan Tanggamus, tapi juga di Pantai Kelumbayan, yang jaraknya cukup dekat dengan pantai," kata Kepala Pekon (Desa) Penyandingan, Kelumbayan, Zubaidi.

Butuh Infrastruktur
Rombongan Wartawan yang mengunjungi pantai Kelumbayan dan menyaksikan atraksi lumba-lumba secara alami itu merupakan mereka yang tergabung dalam "Tim Penyelamat Hutan Kelumbayan Tanggamus", yang dipimpin oleh Heri Burmeli.

Tim yang bergabaug dengan pejabat Dinas Kehutanan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung itu juga mengadakan pertemuan, dialog serta tanya jawab dengan ratusan warga dari delapan pekon (desa) di Kecamatan Kelumbayan, dipimpin oleh Camat Kelumbayan, S. Ginting SPd, dan Sekretaris Kecamatan, Mansur Wahab.

Hadir dalam pertemuan di Pekon Penyandingan pada Jumat malam (19/8/11) itu Kepala Pekon Penyandingan, Zubaidi, Sekretaris Desa (Sekdes), Asadin, Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa, Tamlihan, serta Kepala Bidang (Kabid) Perlidungan dan Penyuluhan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir Barton Simamarta.

Hadir pula pejabat yang mewakili Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, yang menagani kawasan hutan wilayah Selatan Lampung, serta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung diwakili Kepala Bidang (Kabid) Destinasi, Yaman Azis, serta Kepala Komisi Informasi Provinsi (KIP) Lampung, Juniardi.

Para wartawan, aparat desa, dan dari Dinas Pariwisata seusai menyaksikan kemunculan lumba-lumba itu merasa terpukau dan sangat kagum, karena sebagian dari mereka jika selama ini hanya mendengar cerita dari orang, teman, atau dari media massa, tapi kali ini sudah bisa melihat dan membuktikannya sendiri.

"Ini merupakan pengalaman dan potensi yang luar biasa, dan ke depan bisa menjadi objek wisata yang bisa diandalkan bagi daerah Lampung," kata Wartawan Koran Lampung, Prasetio Sudewo.

Sementara Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Lampung, Juniardi mengatakan, setelah potensi itu benar-benar nyata adanya, maka tugas semua pihak terkait di Lampung, baik di tingkat masyarakat, pekon, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Provinsi dan Pers di Lampung harus bahu-membahu ikut mengembangkan kawasan ini.

"Ini merupakan potensi yang luar biasa, karena itu infrastruktur pendukung baik fasilitas umum, jalan, jembatan, listrik, dan sarana komunikasi harus segera dibangun," katanya.

Harapan senada juga disampaikan oleh Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Yaman Azis, bahwa sudah waktunya Dinas Bina Marga (PU) Lampung segera membangun jalan raya menuju Kelumbayan ini, untuk menindaklanjuti pembukaan jalan tanah dan jalan batu yang baru saja menembus kawasan itu.

"Kawasan ini selain memiliki banyak keunggulan, pantai, laut, lumba-lumma, dan hutan, juga masih meyimpan banyak potensi wisata sejarah yang bisa digali, dikembangkan dan dipasarkan, karena juga memiliki nilai sejarah perdagangan di masa lalu sebagai daerah penghasil tanaman perkebunan seperti lada dan cengkih," katanya.

Kepala Desa Penyandingan, Kelumbayan, Zubaidi mengharapkan Dinas Kehutanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta kalangan Pers yang sudah melihat langsung situasi, kondisi, dan potensi daerah itu dapat membantu mengembangkan kawasan tersebut sehingga agar selain tidak lagi terisolasi, juga bisa segera dilengkapi infrastruktur, baik berupa jalan, jembatan, listrik, sarana komunikasi, dan sarana pendukung lainnya.

Upaya Lampung Selatan Jadi Daerah Tujuan Wisata

Kalianda - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya menjadikan daerah setempat menjadi tujuan wisata karena besarnya potensi pariwisata di wilayah itu.

"Kita punya Gunung Anak Krakatau yang fenomenal dan terkenal di dunia, punya Pelabuhan Bakauheni, dan sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera," kata Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP melalui Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Sutono, di Kalianda, Lampung Selatana, Senin.

Ia menyebutkan, Lampung Selatan memiliki puluhan objek wisata pantai, wisata gunung, wisata budaya didukung kelancaran transportasi dengan keberadaan jalan lintas Sumatera.

"Dengan keberadaan puluhan objek wisata, daerah ini sangat potensial untuk menjadi daerah tujuan wisata dengan penambahan berbagai fasilitas pendukung agar dapat menarik wisatawan," katanya saat dihubungi dari Sukadana, Lampung Timur.

Selanjutnya, lanjut dia, semua itu akan didukung dengan rencana proyek nasional pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dan terminal agribisnis di Kecamatan Penengahan sebagai pusat pemasaran hasil bumi se-Sumatera.

Ia menjelaskan, Kabupaten Lampung Selatan memiliki letak geografis yang sangat strategis untuk dikembangkan, di bagian ujung selatan terdapat Pelabuhan Bakauheni dan jalan lintas Sumatera menuju Kota Bandalampung dan kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatera.

"Lampung Selatan menyimpan berbagai keindahan panorama alam dan budaya dan membutuhkan pengelolaan optimal," katanya.

Ia menjelaskan, Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu daya tarik utama sekaligus lokomotif kemajuan wisata di daerah itu bersama puluhan objek wisata alam lainnya.

Kemudian, kalangan wisatawan berdatangan ingin melihat dari dekat bukti kedahsyatan letusan Gunung Krakatau yang kini menyisakan Gunung Anak Krakatau yang terus meninggi itu.

Ia menambahkan, pengembangan tersebut juga membutuhkan campur tangan investor atau pihak ke tiga yang berminat menanamkan modalnya untuk berpartisipasi memajukan sektor wisata di daerah tersebut.

Selain itu, wisata alam lain yang akan dikembangkan adalah pemandian air panas Way Belerang Kecamatan Kalianda, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku yang menjadi satu paket tempat wisata bersama Gunung Anak Krakatau.

Kemudian, wisata pantai yakni Pantai Wartawan, Canti, Merak Belatung dan Pantai Marina di Kecamatan Kalianda serta Pantai Pulau Prajurit, Kahai, dan Pantai Onar Kecamatan Penengahan.

Ia menambahkan, pengembangan juga akan dilakukan makam Pahlawan Nasional Raden Intan II dan makam kuno di Kecamatan Palas, dan tempat wisata tirta berupa air terjun Way Kalam Kecamatan Penengahan.

Pembangunan Tol Sumatera Tunggu Revisi PP

Pemerintah memastikan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera tetap terlaksana, namun masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 15/2005 tentang Jalan Tol, termasuk Perpres penugasan BUMN PT Hutama Karya sebagai wakil pemerintah untuk membangun jalan tol tersebut.

"Sudah disepakati bahwa pembangunan jalan Tol Trans Sumatera menunggu selesainya penyempurnaan PP," kata Dahlan, usai mengikuti Rapat Koordinasi Jalan Tol Sumatera dengan Menko Perekonomian di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis.

Selain Menko Perekomomian Hatta Rajasa dan Dahlan Iskan, juga hadir Menteri PU Djoko Kirmanto, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Priatna, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Achmad Ghani Ghazaly.

Menurut Dahlan, revisi PP meliputi aturan yang memungkinkan BUMN dapat ditunjuk untuk melaksanakan pembangunan jalan tol di tempat-tempat yang secara finansial sulit dibangun oleh swasta.

"Revisi juga untuk memastikan BUMN yang membangun proyek tersebut harus 100 persen sahamnya milik pemerintah," kata Dahlan.

Diketahui, pemerintah sudah menyiapkan PT Hutama Karya sebagai pihak yang membangun proyek jalan tol sepanjang 2.700 kilometer tersebut.

"Hutama Karya belum ditunjuk, namun akan diajukan kepada Presiden, karena merupakan satu-satunya BUMN Karya yang paling siap dan sahamnya masih 100 persen milik pemerintah. BUMN yang sudah merupakan perusahaan publik tidak diperbolehkan," ujar Dahlan.


Meski demikian ia menambahkan, dalam mengerjakan pembangunan jalan Tol Trans Sumatera tersebut HK dimungkinkan untuk membangun sendiri, dapat menggandeng perusahaan lain, dapat bekerjasama dengan membentuk konsorsium.


Ruas tol Trans Sumatera yang akan dibangun pemerintah melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ini, terbagi menjadi empat koridor utama dan tiga koridor prioritas jaringan jalan tol di Pulau Sumatera.


Keempat koridor utama jaringan jalan tol itu melalui Lampung-Palembang sepanjang 358 kilometer (km), Palembang-Pekanbaru (610 km), Pekanbaru-Medan (548 km), dan Medan-Banda Aceh (460 km).


Adapun perkiraan investasi pengerjaan empat koridor jalan tol itu mencapai sekitar Rp298 triliun.


Tiga koridor prioritas pembangunan, antara lain jalan Palembang-Bengkulu (303 km), Pekanbaru-Padang (242 km) dan Medan-Sibolga (175 km).


Terkait usulan Hutama Karya yang meminta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun untuk menambah pembiayaan pembangunan proyek tersebut, Dahlan mengatakan masih menunggu persetujuan pemerintah.


"Diusulkan sebesar Rp3 triliun, namun diharapkan mendapat persetujuan dalam pembahasan APBN-P," ujar Dahlan.


Ia pun berharap bahwa revisi PP dan persetujuan PNM Hutama Karya dapat diselesaikan secara bersamaan sehingga pembangunan proyek jalan Tol Trans Sumatera tersebut segera dapat dilaksanakan.


"Semua orang ingin jalan tol tersebut cepat-cepat dibangun. Apalagi yang kita tunggu, karena semuanya sesungguhnya sudah siap," ujar Dahlan.

Rabu, 15 Mei 2013

Jangan Pasang Alat Peraga di Jalur Hijau!

KOTAAGUNG – Satpol PP Tanggamus menertibkan spanduk dan banner yang terpasang di sepanjang jalur hijau. Hal ini dilakukan karena alat peraga tidak diperbolehkan dipasang di kawasan itu. Kasatpol PP Tanggamus Razi Azanisyah, S.H. mengatakan, jalur hijau yakni sepanjang jalan lintas barat (jalinbar) mulai dari Pugung sampai Semaka harus bersih dari segala atribut. Baik berupa promosi maupun sosialisasi dari pihak tertentu. Penertiban itu sesuai dengan Perda No. 8/2006 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

”Pada pasal 4 ayat 3 diatur soal larangan memasang, menempel, dan menggantungkan benda-benda apa pun di sarana serta pohon pelindung yang ada di jalur hijau atau taman kota dan tempat umum, kecuali atas izin bupati atau pejabat berwenang,” kata Razi Azanisyah kemarin.

Razi menambahkan, penertiban akan dilakukan sampai jalur hijau itu benar-benar bersih dari segala atribut. ”Dimulai dari Gisting sampai Pugung dahulu. Kemudian besok (hari ini) dari Kotaagung sampai Semaka,” paparnya

Lebih jauh Razi mengatakan, pemasangan spanduk ataupun banner boleh dilakukan di halaman rumah, gedung perkantoran, atau sekolahan. ”Pemasangan boleh-boleh saja dilakukan asal di tempat yang semestinya. Terserah dibuat modelnya seperti apa. Kalau melintang di jalinbar atau di pohon, terpaksa kami turunkan,” tegasnya.

Razi juga mengimbau badan, perorangan, atau kalangan pengusaha untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam perda itu. ”Harapan kami, masyarakat ataupun pengusaha dapat mematuhi. Kan sosialisasi sudah dilakukan. Tugas kami hanya menertibkan. Jika satu-dua kali ditertibkan masih juga membandel, ya terpaksa kami berikan sanksi,’’ ujarnya.

Sanksi itu mulai dari administratif sampai pidana dengan melibatkan aparat kepolisian. ”Untuk pidana, hukumannya paling lama enam bulan penjara atau denda paling banyak Rp5 juta,” ucapnya.Sementara Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan mengatakan, pemkab masih memberikan opsi tempat pemasangan spanduk atau banner di lokasi yang telah disediakan. "Kita akan memberikan tempat khusus untuk tempat pemasangan spanduk atau baliho. Asal tidak di sepanjang jalinbar,” ungkapnya

Pemprov Gelontorkan Rp94 Miliar untuk Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Kinerja Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N. dalam membangun kota ini menuai apresiasi dari Pemprov Lampung. Kinerja tersebut di antaranya pembangunan fly over, perbaikan infrastruktur jalan, dan penempatan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di ruas jalan protokol dalam membantu tugas kepolisian.

Karenanya pada kunjungan kerja (kunker) Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. ke Pemkot Bandarlampung yang direncanakan berlangsung hari ini, pemprov akan menyerahkan bantuan sebesar Rp94 miliar.

’’Alhamdulillah, beberapa program kerja itu diadopsi beberapa kota besar di Indonesia. Di antaranya Manado. Dalam pembangunan, Pak Gubernur menginginkan kepala daerah memiliki program kerja yang jelas dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Masri Yahya kemarin.

Dia menyebutkan, total bantuan dana yang diserahkan kepada Pemkot Bandarlampung mencapai Rp94 miliar lebih yang meliputi 17 bidang pembangunan.

’’Dalam penyerahannya, volume anggaran masing-masing bidang tidak sama besarnya. Hal ini didasarkan pada skala prioritas program pembangunan Kota Bandarlampung. Fokus bantuan dana pembangunan yang diberikan ini bersentuhan langsung dengan kepentingan publik dan pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan perekonomian masyarakat, yang diharapkan dapat mewujudkan kemandirian masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, bantuan yang diserahkan itu tentu tidak dimaksudkan untuk mengurangi anggaran pada bidang tertentu yang diberikan bantuan. Melainkan merupakan stimulan dan percepatan untuk mendukung sekaligus memperkuat program yang sudah dianggarkan dalam APBD Bandarlampung.

’’Pemberian bantuan ini merupakan wujud pembinaan Pemprov Lampung dalam mewujudkan dan mengakselerasikan pembangunan Bandarlampung. Sehingga secara nyata dapat meningkatkan pelayanan kepada publik dan kemandirian bagi masyarakat,” tandasnya.

Dia menambahkan, bantuan diharapkan sesuai asas administrasi pemerintahan yang tepat, baik, benar, serta berpegang pada asas tepat aturan, anggaran, sasaran, serta tepat waktu dan mutu.

’’Ini dikarenakan Bandarlampung sebagai ibu kota Lampung yang merupakan etalase dari semua kabupaten/kota. Serta sebagai kota perdagangan-jasa, industri, wisata, dan pusat pendidikan tinggi memerlukan percepatan pembangunan terutama di bidang sosial ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Senin, 29 April 2013

Emban Tugas Duta Pariwisata

PARA finalis Muli-Mekhanai Bandarlampung 2013 nantinya mengemban tugas untuk menjadi Duta Budaya dan Pariwisata. Karena itulah, para peserta workshop mendapatkan pembekalan tentang kepariwisataan kemarin. Pembekalan langsung diberikan oleh pengelola tempat pariwisata unggulan di Lampung.


Mereka adalah pemilik sekaligus pengelola Pantai Mutun, Caroline Mochtar; serta pemilik dan pengelola Wira Garden, Rizaldi Adrian Rahmat. Dalam kesempatan kemarin, Caroline mengatakan, objek pariwisata yang ada merupakan wajah dari suatu kota maupun provinsi.

”Karena itu, sebelum mengelola objek wisata, kita harus bisa melihat jeli tentang prospek pariwisata ke depan. Jika usaha pariwisata terus berkembang, daerah itu akan didatangi banyak orang. Para duta berperan dalam mengembangkan itu,” kata Caroline saat memberikan pembekalan.

Sementara Rizaldi Adrian Rahmat menyatakan, selama ini muli-mekhanai memang sangat berperan dalam membantu mengembangkan kepariwisataan Bandarlampung. Tugas yang diembannya mulai dari memperkenalkan objek wisata hingga pelayanan jasa pariwisata.”Dengan adanya muli-mekhanai, kita dapat berjaya pada saat menghadapi perekonomian bebas nantinya,” ungkapnya

Mengenal Elliott Bakker, Warga Prancis yang Berkeliling Dunia

Kagumi Wisata Lampung, Pilih Tempuh Rute Darat
Karena hobi, apa pun bisa terjadi. Seperti yang dilakukan Elliott Bakker (25), warga Rue De Clery, Paris, Prancis. Lantaran hobi adventure-nya, pria yang hendak melanjutkan S2 ke Graduate Institute of International and Development Studies, Jenewa, Swiss, ini memilih menempuh rute darat daripada udara. Alhasil, satu per satu negara disinggahinya. Seperti apa?

HAWA dingin yang menusuk tulang membangunkan Elliott sekitar pukul 05.00 WIB. Dari dalam sebuah bak truk, ia mengintip sebuah hamparan hutan yang sangat luas di sepanjang jalan yang terlihat sepi. Jarang menikmati hal tersebut, ia pun memilih untuk tidak lagi menutup kelopak matanya.

Ya, semalam suntuk ia tidur di dalam sebuh bak truk terbuka yang melaju dari Bandung menuju Lampung. Sama sekali tidak ada rasa mengeluh dalam dirinya walau harus tidur seorang diri di bak belakang. Hal itu didapatinya bukan lantaran tak mendapat izin duduk berdampingan dengan sopir dan kernet bus tersebut. Namun, itu murni pilihan hatinya.

Sekitar satu jam berselang, sampailah ia di pusat Kota Bandarlampung. ’’Sudah sampai di Bandarlampung, Om. Mungkin saya hanya bisa mengantar sampai di sini,” ujar sopir truk kepadanya.

Akhirnya, ia turun dari tumpangannya tersebut dan lantas melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Dari situ, satu nama terpikir olehnya. Orang itu adalah Dedi Suseno, warga Jatiagung, Lampung Selatan.

’’Saya sempat menyimpan nomor ponselnya dan langsung saya hubungi untuk menjemput saya,” ujarnya dengan bahasa Indonesia yang sedikit belepotan saat berkunjung ke Graha Pena Lampung kemarin.

Menunggu sekitar 45 menit, Dedi datang menjemput Elliott dan langsung beristirahat sejenak di rumah Dedi. Memang dasar sang petualang, belum lama beristirahat, ia pun lantas mengajak Dedi keliling Lampung. Meski sedikit kaget, mau tidak mau Dedi mengiyakannya.

Dedi lantas menawarkannya untuk pergi berboncengan dengan sepeda motor. Namun, Elliott menolaknya. ’’Saya tetap dengan kebiasaan saya. Menumpang sebuah truk untuk menuju sebuah tempat,” ujarnya seraya mengatakan hendak berada di Lampung sekitar dua pekan terhitung sejak 15 Maret lalu.

Dengan modal tampilan bulenya, ia dengan mudah menebeng sebuah truk. ’’Kalau di luar Indonesia, 50 truk saya setop, baru satu yang mau berhenti,” katanya.

Dedi tahu pasti kalau Elliott menyenangi pantai. Karenanya, dia pun mengajak Elliott ke pantai yang ada di sekitar Kecamatan Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Rasa capek, lelah selama perjalanan kurang lebih empat jam terbayar lunas dengan melihat pantai di sana.

’’Pantainya sangat indah. Saya bahkan tak percaya bisa berada di tempat seindah itu. Tidak kalah dengan pantai yang ada di Bali,” ungkapnya.

Pesona eksotis berupa hamparan pasir putih yang luas baginya begitu menawan. Sesekali langit sekitar diselingi awan yang menggantung memberikan kesejukan dan rasa damai di hati. ’’Karena sangat menikmatinya, sore hari terasa cepat. Kami pun lantas pulang ke rumah Dedi,” tuturnya.

Keesokan harinya, ia kembali mengajak Dedi berkeliling. Dibawalah ia ke Way Kambas. Ia pun mengaku terpukau.

Dalam perjalanan pulang, tanpa sengaja ia bertemu mobil patroli polisi. Dia lantas ditawari untuk menebeng dan diajak mampir ke kantor polisi. Di sana, ia sempat ditanya banyak hal. ’’Saya kembali diajak berkeliling oleh polisi,” terangnya.

Selain cerita tersebut, banyak hal yang ia nikmati dari Lampung. Mulai tarian tradisional serta berbagai makanan khas Lampung. ’’Saya juga senang dengan tradisi kenduri di rumah Dedi,” kata bule yang ternyata merupakan anak pengusaha garmen di Provinsi Bali tersebut.

Menurutnya, pada Minggu (28/4), ia akan melanjutkan perjalanannya menuju Dumai untuk langsung ke Malaysia. Sebab selain Indonesia, masih ada belasan negara yang hendak dikunjunginya untuk dapat mencapai Swiss. Masing-masing Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Tiongkok, Pakistan, Iran, Turki, Yunani, Italia, hingga akhirnya finis di Swiss. Dengan jujur, ia sedikit khawatir untuk menghampiri negara lainnya. Sebab, selain bahasa Inggris dan Prancis, hanya bahasa Indonesia yang dikuasainya. ’’Semoga saja saya di sana bisa terbantu dan berharap orang-orangnya ramah seperti di Lampung ini,” harapnya.

Sabtu, 26 Januari 2013

Palembang Siapkan 50 Menu Masakan


PALEMBANG - Menyambut perayaan Imlek, Hotel Aryaduta Palembang memberikan promo terbaru berupa jamuan makan malam dengan menu yang disajikan berupa steamboat and grill. “Kalau tahun lalu (2012, red) Kami menyediakan konsep makan malam dengan menu dimsum dan ciatok,” ujar Director of Sales Hotel Aryaduta Palembang, Yasser Arafat, kemarin.

Yasser didampingi Executive Chef Abdul Gani dan Pastry Chef Ibnu Santoso, mengatakan, promo jamuan tersebut dijadwalkan digelar pada 9 Februari mendatang mulai pukul 18.00 WIB. Ada lebih dari 50 menu yang akan sajikan baik masakan oriental dan menu istimewa lainnya.

Dijelaskan, steamboat and grill merupakan kombinasi konsep set menu dan makan sepuasnya. Akan ada sekitar 15-20 meja dengan kapasitas 150 kursi. “Di setiap meja akan dihidangkan steamboat dengan aneka daging dan seafood,” tuturnya. Tamu juga bisa menikmati set menu lainnya seperti salad, sup, makanan utama hingga makanan penutup yang telah disediakan.

Pihaknya juga menyediakan menu pondokan dan live cooking dengan menu khas Palembang seperti martabak telor, pempek, laksan, pangsit, tekwan dan lain sebagainya. Acara jamuan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai, live music dan lucky angpau.

“Kami menyusun angpau di pohon Sinchia, di dalam angpau itu ada beberapa kupon keberuntungan di antaranya berisi voucher menginap di Hotel Aryaduta Palembang hingga tiket pesawat PP Palembang-Singapura dengan Garuda Indonesia,” jelas Yasser.

Untuk ambil bagian dalam promo tersebut, tamu cukup membayar Rp228.000++ per orang untuk dewasa dan Rp118.000++ untuk anak-anak berusia 2-10 tahun. Bagi mereka yang melakukan reservasi paling lambat 31 Januari akan mendapat diskon 15 persen.

Pihaknya juga menyiapkan menu take away yang dikhususkan bagi konsumen yang ingin merayakan makan malam di rumah denga harga mulai Rp75.000++ hingga Rp900.000++ per sajian. “Menu take away ini dapat dipilih terlebih dahulu dan akan disiapkan dengan piringnya. Ada juga jasa pengiriman ke rumah dengan biaya antar Rp50 ribu untuk area Palembang,” tutupnya. 

Minggu, 18 November 2012

Tiket Kereta Ludes

BANDARLAMPUNG - Libur panjang pekan ini berdampak pada penjualan tiket kereta api. Hingga tadi malam, tiket untuk kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi tujuan Tanjungkarang-Kertapati hingga Minggu (18/11) sudah ludes terjual. ’’Kita tidak punya tiket lagi sampai hari Minggu. Semuanya terjual. Terutama yang di agen-agen resmi ya,” kata Humas PT KAI Subdivre III.2 Tanjungkarang Zakaria kemarin (16/11). Jack –sapaan akrabnya– menyatakan, pada musim liburan ini PT KAI juga mengoperasikan gerbong eksekutif milik KA Argo Anggrek yang telah diserahkan ke PT KAI Subdivre III.2. ’’Beruntung kita dapat tambahan gerbong dari KA Argo Anggrek. Jadi untuk gerbong eksekutif kita gunakan dahulu yang milik Argo Anggrek. Sementara gerbong eksekutif lama kita grounded (dicadangkan, Red),” jelas Jack. Tak hanya itu, adanya libur panjang akhir pekan membuat kapasitas gerbong seluruhnya terisi 100 persen.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Minggu malam. ’’Yang jelas, toleransi untuk penumpang berdiri sudah tak diperkenankan lagi di kereta. Ini untuk kenyamanan,” katanya. Dan untuk keamanan serta kenyamanan, tiket yang dimiliki calon penumpang haruslah sama dengan identitas diri yang bersangkutan. Terpisah, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry cabang Bakauheni juga telah menyiapkan langkah antisipatif terkait kemungkinan adanya lonjakan penumpang akhir pekan ini. Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Heru Purwanto menyatakan, ada 29 kapal roll on-roll off (ro-ro) yang siap beroperasi.

Seluruh kapal itu bisa dikerahkan jika memang dibutuhkan. Namun untuk saat ini, jumlah kapal yang disiapkan di Selat Sunda masih berkisar 24 unit. ’’Kita siapkan minimal 24 unit dan maksimal 28 unit kapal,” jelas dia saat dihubungi Radar Lampung. Heru memperkirakan lonjakan penumpang yang melintasi Selat Sunda akan terjadi pada Minggu (18/11). Meski demikian, sejak Jumat (16/11), penumpang dan kendaraan yang menyeberang di Selat Sunda menggunakan kapal feri meningkat drastis.

Kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan mencapai 20 persen. Tercatat pada Jumat subuh, pihaknya telah mengoperasikan 26 unit kapal feri (ro-ro) dengan lebih dari 90 trip. ’’Peningkatan terjadi pada kendaraan pribadi. Peningkatan berkisar 10 hingga 20 persen,” kata Heru. Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan tertinggi dari Pelabuhan Merak, Banten. Arus penumpang dan kendaraan saat keluar dari kapal di dermaga Pelabuhan Bakauheni terjadi lonjakan.

’’Sejauh ini belum terjadi penumpukan kendaraan pribadi dan truk akibat padatnya jumlah penumpang dan kendaraan pribadi,” ujarnya. Peningkatan penumpang pada libur panjang pekan ini juga dirasakan jalur udara seperti PT Garuda Indonesia. Manager Marketing and Sales Basuki Sutiyono mengatakan, untuk arus balik hari Minggu (18/11) sudah penuh atau rata-rata penumpang 95 persen. ’’Sedangkan untuk H-1 atau tanggal 14 November rata-rata seat load factor sebanyak 87 persen,’’ kata Basuki via BlackBerry Messenger tadi malam. Sementara, District Manager Sriwijaya Air Lampung Hendrico Fernando, baru-baru ini menuturkan kondisi penerbangan berjalan normal karena masyarakat lebih cenderung pada transportasi darat dan laut.

Kondisi libur panjang masih normal. ’’Jalur udara malah terjadi kenaikan justru di luar liburan. Sebab, penumpang pesawat rata-rata pebisnis atau pengusaha yang ingin lebih cepat. Pesawat lebih sering digunakan oleh pebinis sehingga kenaikan pun terjadi pada hari biasa,’’ katanya.

Padang Panjang Adakan Festival 1 Muharram

Setelah pada hari sebelumnya mengadakan Tabligh Akbar di mesjid Jihad, masyarakat Padang Panjang melanjutkan perayaaan tahun baru Hijriyah di GOR Khatib Sulaeman, Bancah Laweh, hari ini (15/11). Festival 1 Muharram ini dihadiri oleh seluruh majelis taklim Padang Panjang, unsur Muspida, Walikota Padang Panjang serta dimeriahkan oleh tausiyah dari Ustad Reza dan penampilan artis religius Opik. "Acara ini akan digelar hingga malam dengan berbagai acara. Lomba MTQ, DAI cilik, gambus, festival musik dan tari-tarian Minang. Pada hari sebelumnya juga telah dilaksanakan tabligh akbar dengan enam muadzin dan shalat berjamaah di mesjid Jihad, acara puncak hingga nanti malam," tutur Trisna Mulyadi, Dinas Porbudpar bidang kebudayaan sekaligus panitia acara, Kamis (15/11). Walikota Padang Panjang, Syuir Syam, dalam pidatonya menyampaikan gembira dengan antusias masyarakat merayakan Festival 1 Muharram ini. "Momen tahun baru 1434 Hijriyah mengingatkan kita untuk menjaga dan menjunjung tinggi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah kita sebagai orang Minang" ujar Syuir Syam. Oleh karena itu, dengan adanya acara festival ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi sesama muslim dan juga dapat dijadikan sebagai sarana instropeksi diri dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1434 H.

Selasa, 26 Juni 2012

TATA KOTA (Habis) : Silakan Membangun, Tapi Kantongi Izin

BANDAR LAMPUNG—Untuk pembangunan restoran di kawasan Bukit Kunyit, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan menerapkan aturan yang berlaku. Antara lain pembangunan harus sesuai analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan memiliki izin sah dari pemerintah setempat.

Hal itu juga berlaku bagi pemilik tanah di sepanjang pesisir Teluk Lampung yang berada di garis teritorial Pemerintah Kota Bandar Lampung. "Silakan saja membangun di sini (pesisir pantai, red), tapi harus mengantongi izin," kata Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N.


Dengan rencana pengembangan Gunung Kunyit menjadi pusat wisata, gunung di Bandar Lampung semakin minim. Menurut Surat Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 33 Tahun 1996, ada sebelas bukit dan gunung yang telah ditetapkan sebagai daerah konservasi, yaitu Gunung Sulah, Gunung Banten, Gunungsari, Gunung Kunyit, Gunung Kucing, Gunung Perahu, Bukit Sukamenanti, Bukit Klutum, Bukit Randu, Bukit Camang, dan Bukit Kapuk. 


Namun, dari data itu hanya beberapa gunung yang masih cukup terjaga, yakni Gunung Banten, Gunung Kucing, dan Gunung Sulah. Selain berencana melakukan peralihan fungsi Gunung Kunyit, saat peninjauan pesisir Teluk Lampung, Wali Kota juga memantau kebersihan laut. Sebelumnya Pemkot telah memberikan bantuan berupa jaring kepada mahasiswa Unila yang melakukan KKN di pesisir Teluk Lampung. 
"Kami memberikan jaring kepada mahasiswa Unila yang sedang KKN di pesisir. Jaring tersebut akan digunakan untuk membersihkan sampah di pantai dan laut di sepanjang pesisir. Pembersihan itu juga akan dilakukan bersama masyarakat sekitar," kata dia.


Peninjauan yang dilakukan Wali Kota dilakukan dengan menyisir pesisir Teluk Lampung dengan menggunakan kapal kecil. Penyisiran dimulai dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, Kecamatan Telukbetung Barat, hingga Pelabuhan Panjang, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Bayi Badak Langka Sumatera "Andatu" Memasuki Tahap Adaptasi


WAYKAMBAS (Lampost.com): Bayi badak jantan yang lahir beberapa hari lalu di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung, sekarang sedang memasuki proses adaptasi.

"Tidak banyak perlakuan kami terhadap anak badak itu, dalam rangka menjaga perilaku induk badak yang dikhawatirkan tidak mau menyentuh anaknya jika sudah disentuh makhluk lainnyan" kata Koordinator Suaka Rhino Sumatera (SRS) TNWK Lampung, Dedi Chandra, di Lampung Timur, Selasa.

Menurutnya, saat ini bayi badak Ratu sedang masa menyusui dan belum diberi asupan gizi lainnya.

Sementara itu, kondisi kesehatan bayi tersebut setiap hari semakin baik.

"Bobot berat badan bayi badak itu diperkirakan 30 kilogram, dan saat ini masih mendekat bersama induknya," ujarnya. 

Senin, 11 April 2011

Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Hutan Lindung Bukit Daum

BENGKULU, - Satu bunga Raflesia Arnoldi kembali mekar di Hutan Lindung Bukit Daun register 5 Desa Tebat Monok, Kecamatan Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Senin.

Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Holidin mengatakan, ukuran bunga mekar tersebut merupakan yang terbesar dibanding tiga bunga yang ditemukan mekar sebelumnya di lokasi tersebut. "Diameternya mencapai satu meter," katanya.

Sebelumnya, kelompok ini juga menemukan tiga bunga raflesia mekar di Hutan Lindung Bukit Daun namun diameter yang mekar saat ini merupakan yang terbesar.

Holidin mengatakan, seperti biasanya, kelompok tersebut memberi pagar pengaman terhadap bunga tersebut untuk menghindari gangguan dari manusia atau satwa liar.

Anggota kelompok itu juga sudah membuat papan bertuliskan "bunga raflesia mekar" di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang, lokasi bunga mekar tersebut.

"Kami juga sudah membuat pondok penjagaan di pinggir jalan dan sudah ada jalan setapak menuju lokasi bunga, sekitar 200 meter dari badan jalan raya," tambahnya.

Selain satu bunga mekar tersebut, kelompok yang dibentuk sejak 10 tahun lalu itu juga menemukan 22 bonggol atau calon bunga raflesia dalam radius satu kilometer di dalam Hutan Lindung Bukit Daun tersebut.

Ia memperkirakan, hingga akhir 2011 akan ada bunga raflesia mekar di HL tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati keunikannya.

"Tahun ini memang yang terbanyak mekar, masih ada 22 bonggol yang kami temukan, mudah-mudahan bisa mekar sempurna," tambahnya.

Perjuangan Candi Muarojambi untuk Dunia

JAMBI, — Masyarakat peduli Candi Muarojambi (The Society of Muarojambi Temple/The SOMT) akan terus memperjuangkan agar situs Candi Muarojambi di Kabupaten Muarojambi dapat dikenal sekaligus menjadi warisan dunia.

"Sampai sekarang, The SOMT terus memperjuangkan Candi Muarojambi agar bisa dikenal di mancanegara melalui berbagai kegiatan dan publikasi serta mengupayakan sampai ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO)," kata salah seorang pengurus The SOMT, M Romy, di Jambi, Rabu.
Masyarakat peduli Candi Muarojambi sudah melakukan kegiatan pengenalan situs candi tersebut sejak satu tahun lalu melalui program yang sudah disusun dan terencana.

The SOMT juga telah menjalani kerja sama dengan pemerintah daerah dan provinsi melalui dinas kebudayaan dan pariwisata setempat untuk bersama-sama memperjuangkan Candi Muarojambi bisa lebih dikenal dunia dan diakui sebagai salah satu warisan dunia.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan di antaranya menjalin kerja sama dengan Pemerintah India, khususnya wilayah Nelanda yang memiliki kesamaan, sebab di sana ada prasasti tentang ajaran agama Buddha yang juga terdapat di situs Candi Muarojambi tersebut.

Jalinan kerja sama tersebut sudah mulai berjalan. Kedua belah pihak sudah melakukan saling kunjungan ke negara masing-masing, termasuk ke Nelanda, India, beberapa waktu lalu.
Di kawasan situs percandian Muarojambi terdapat Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedaton, dan Candi Koto Mahligai. Dilihat dari arsitekturnya, bangunan tersebut merupakan peninggalan kebudayaan Buddha pada abad IV dan V Masehi.

Di kompleks percandian Muarojambi juga terdapat Candi Kembar Batu. Letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya, dan di sana juga pernah ditemukan Gong Cina oleh para arkeolog.
Sampai awal abad XXI, di situs percandian Muarojambi telah teridentifikasi lebih kurang  terdapat 110 bangunan candi yang terdiri atas 39 kelompok candi.

Bangunan candi tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Melayu hingga Kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan Melayu Budhis dan diperkirakan candi-candi tersebut mulai dibangun sejak abad IV M. Salah satu di antara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung.

Kopi Lampung Jatuh

Liwa,  Produktivitas tanaman kopi di Lampung Barat menjelang musim panen raya pada Mei mendatang merosot hingga 40 persen. Kelembaban tinggi yang dipicu tingginya curah hujan mengakibatkan tanaman sulit berbuah, dan munculnya penyakit tanaman.


Teguh Setioso, Wakil Manajer Pusat Penyuluhan dan Pengembangan Kopi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung Barat (Lambar), Sabtu (9/4), mengatakan, turunnya produktivitas kopi saat ini tidak terlepas dari buruknya cuaca sepanjang akhir tahun lalu.


”Di saat tanaman kopi mulai berbunga, hujan terus-menerus datang sehingga bunga-bunga rontok, gagal berbuah. Akibatnya, saat ini rata-rata sedikit buah yang yang muncul di tanaman kopi. Produktivitas turun bisa mencapai 30-40 persen,” tuturnya.


Ia menggambarkan, tiap hektar tanaman kopi dengan pola intensif kini rata-rata ditaksir hanya menghasilkan 1,2 ton biji kopi. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, hasilnya bisa mencapai 2 ton. Kopi adalah tanaman musiman setahun sekali. Di Lambar, musim panen kopi biasanya terjadi pada kurun Mei – Juli.


Selain rendahnya produktivitas kopi, Teguh juga menyayangkan banyaknya petani di Lambar yang masih belum memahami cara memproduksi yang baik. ”Beberapa petani masih ada yang asal menjemurnya di tanah dan di pinggir jalan. Akibatnya, kualitasnya kurang,” tutur dia.


Akibatnya, dalam setahun terakhir volume dan nilai ekspor kopi Lampung turun drastis. Nilai ekspor kopi per Januari 2011 di Lampung berdasar data AEKI, turun 32 persen dibanding bulan sebelumnya. Volume ekspor kopi di Januari 2011 adalah 17.957 ton, sementara di Desember 2010 sebanyak 26.385 ton.


Bahkan, sepanjang 2010, volume kopi asal Lampung yang diekspor hanya 261.969 ton. Sementara, total volume ekspor 2009 mencapai 342.313 ton. Lambar adalah salah satu sentra penghasil kopi di Lampung. Kopi asal Lampung telah diekspor ke sejumlah negara, antara lain Jerman, Italia, Inggris, Mesir, Denmark, dan Jepang.


Curah hujan


Tingginya curah hujan, seperti dikeluhkan sejumlah petani kopi, juga memunculkan penyakit pada tanaman kopi.


Menurut Nazori (30), petani kopi di Pekon Kembahang, Kecamatan Batubrak, Lambar, jamur mengakibatkan buah kopi hampa dan mudah membusuk, sehingga produktivitas kopi yang ditanamnya anjlok 25 persen beberapa bulan terakhir ini.


Untuk mencegah kerugian lebih besar, buah-buah kopi selang (di luar panen raya) di daerahnya dijual ke produsen kopi luwak. Kopi macam ini dihargai dua kali lipat dari harga biasa, yaitu Rp 15.000 per kg.

Selasa, 14 Desember 2010

Wisata Air Terjun Sumatra Selatan Mulai Digarap

Palembang, Pemerintah Kota Pagar Alam akhirnya mulai membenahi lokasi-lokasi pariwisata alam yang selama ini hanya menjadi kekayaan tersembunyi karena tak pernah digarap serius. Kesadaran dan tekad pemerintah itu salah satunya diwujudkan melalui pengalokasian dana sebesar Rp 51 miliar untuk membangun kawasan wisata alam terpadu seluas 21 hektar yang didukung panorama air terjun, fasilitas arung jeram, jelajah alam, dan pengenalan flora-fauna.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Kota Pagar Alam Syafrudin saat dikonfirmasi dari Palembang, Sabtu (4/12). Menurut dia, Pemkot Pagar Alam sedang gencar membangun kawasan pariwisata alam, khususnya wisata air terjun.
Seiring dengan itu, selama tahun 2010 ini dinas pariwisata setempat juga melaksanakan survei dan penelitian tentang potensi wisata alam di Pagar Alam. Hasilnya, diperoleh data bahwa kota itu memiliki 34 lokasi wisata air terjun yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Dempo Selatan (8 lokasi), Pagar Alam Utara (5 lokasi), Dempo Utara (7 lokasi), Pagar Alam Selatan (8 lokasi), dan Dempo Tengah (6 lokasi).
Dari semua tempat wisata tersebut, saat ini baru tiga lokasi yang sudah tergarap dengan cukup baik, yakni air terjun Lematang, Curup Mangkok, dan Curup Embun. Ketiganya selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, terutama saat libur sekolah dan pergantian tahun.
Berdasarkan data dinas pariwisata, angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kota Pagar Alam pada 2009 mencapai 30.000 orang. Sementara realisasi kunjungan wisatawan hingga Oktober 2010 sekitar 35.000 orang dari target 40.000 orang.
”Karena melihat grafik kunjungan wisatawan yang terus meningkat inilah pemerintah memutuskan untuk menggarap dan membuka lokasi-lokasi wisata air terjun baru, terutama di Kecamatan Dempo Selatan dan Dempo Tengah,” kata Syafrudin.
Di dua kecamatan itu ada tiga obyek wisata air terjun yang akan digarap sebagai tempat wisata terpadu, yakni Besemah, Mandian Putri, dan Batu Harimau. Saat ini ketiga tempat wisata itu belum banyak diketahui dan dikunjungi wisatawan.
Menurut Syafrudin, hal terpenting yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun jalan setapak ke lokasi terkait. Namun, pembangunan jalan itu butuh waktu lama serta biaya mahal karena kendala geografis. Kendala itu meliputi akses jalan melalui jurang terjal, tebing rawan longsor, dan menembus hutan belantara. Maka, keamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama pemerintah