Seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Dumai yang sedang berusaha melakukan tugasnya, diseret-seret ratusan warga di Jalan Sudirman, depan Pasar Lepin, Kelurahan Bintan, Sabtu (12/4/14) sekitar pukul 23.30 WIB.
Keterangan yang berhasil dihimpun, lebih 30 menit polisi tersebut di kepung, dimaki-maki dan digiring oleh ratusan massa yang masih ABG, sehingga itu tidak berkutik.
Polisi tersebut hanya bisa pasrah di tengah-tengah kerumuman massa. Ia sempat dipukul dan ditendang kelompok massa yang hobi otomotif itu dengan kejamnya.
Ari (23), yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan, bahwa Polantas dengan mengendarai mobil patroli hendak mengamankan aksi balap liar. Mobil patroli Lantas Polres Dumai menghadang kumpulan anak-anak yang masih remaja itu. Tampak mobil patroli menyesak para pengendara sepeda motor bahkan melakukan rem mendadak.
"Pengendara motor mulai geram, namun belum ada reaksi. Ketika, mobil patroli berhenti di depan gerbang Pasar Lepin, seorang Polantas yang dikenal Briptu Edo turun dari mobil. Sehingga massa yang mulai geram mendekatinya," katanya.
Melihat Briptu Edo turun sendirian, ratusan massa yang hobi melakukan balap liar yang bisa membuat malapetaka tersebut pun mengepungnya. Sehingga tidak ada ruang untuk Polisi itu keluar. Sementara, mobil patroli yang dikendarai rekan Briptu Edo, pergi meninggalkan kerumuman,
"Tinggallah polisi yang turun dari mobil itu sendiri. Sedangkan di dalam mobil ada 3 orang rekannya. Tapi sayang, 3 orang rekannya itu meninggalkan dirinya yang sudah dikepung," katanya.
Saat itu, massa yang didominasi remaja 15-25 tahun itu memaki-maki Briptu Edo. Mereka menarik-narik, bahkan menggiring polisi itu hingga ke depan Ramayana. Kemudian, digiring lagi ke depan Pasar Lepin.
"Saat itu, wajah polisi itu sangat pucat, tak terlihat lagi jiwa polisinya. Sempat polisi itu memegang tiang, sementara massa menarik-nariknya. Hingga tiang itu tampak bergoyang," katanya. Bagaimana mungkin melawan orang sebanyak itu sendirian tanpa membawa senjata. Membawa senjata pun sulit, karena nantinya di anggap menganiaya warga, jadilah sang polisi itu yang dianiaya warga.
Tampilkan postingan dengan label Keadilan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keadilan Sosial. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 April 2014
Jumat, 21 Juni 2013
Prioritaskan Warga Tanggamus untuk KIM
KOTAAGUNG – Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan menegaskan, pembangunan Kawasan Industri Maritim (KIM) di Batubalai tetap berjalan. Meskipun, ada penolakan dari petani penggarap. Menurut Bambang, pembangunan KIM demi kepentingan rakyat Tanggamus karena dapat menyerap ribuan tenaga kerja. ”Rencana KIM itu penting. Alasannya, Tanggamus dan kabupaten lain ke depan menghadapi masalah yang sama. Yakni lapangan kerja. KIM jadi solusi tersedianya lapangan kerja untuk kabupaten ini,” kata Bambang kemarin.
Bambang mengungkapkan, masyarakat Tanggamus akan diprioritaskan untuk dapat bekerja di KIM. Dengan catatan, memiliki skill dan kemampuan yang diperlukan. Karena itu, Bambang berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar adanya rekrutmen tenaga kerja dari luar.
”Jika sekarang di sana ada kegiatan, itu belum operasional. Tapi, baru land clearing untuk menegaskan lahan yang akan digunakan. Tahapannya land clearing dahulu, pencanangan pembangunan, dan baru membuka tenaga kerja. Jadi sekarang ini belum penerimaan tenaga kerja,” tegas Bambang.
Dilanjutkan, KIM nantinya merupakan kawasan pembuatan kapal. Di sana bukan hanya ada satu, namun banyak perusahaan. Perusahaan-perusahaan itu bakal merekrut ribuan tenaga kerja.
”KIM adalah industri padat modal, padat teknologi, dan padat karya. Dari skala itu, maka penghasilan pekerjanya akan di atas rata-rata upah minimum regional (UMR),” ujarnya.
Lebih jauh Bambang mengatakan, jika ada pihak-pihak yang merasa tidak puas, dapat mengajukan tuntutan hukum. Nantinya bakal ada pertemuan antara PT Pertamina, pihak yang mengklaim pemilik lahan, dan aparat keamanan.
”Di sana nanti dibeberkan lokasi mana saja milik PT Pertamina dan yang bukan. Apabila itu merupakan lahan sah PT Pertamina namun diklaim oleh pihak-pihak tertentu tanpa ada bukti, silakan berurusan dengan hukum,” ungkap Bambang.
Sebelumnya, sejumlah warga yang mengatasnamakan Petani Batubalai Bersatu (PBB) ke Kantor Bupati Tanggamus. Mereka datang untuk menyampaikan pernyataan sikapnya terkait rencana pembangunan KIM. Warga berharap pembangunan KIM transparan dan berbasiskan masyarakat.
Bambang mengungkapkan, masyarakat Tanggamus akan diprioritaskan untuk dapat bekerja di KIM. Dengan catatan, memiliki skill dan kemampuan yang diperlukan. Karena itu, Bambang berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan kabar adanya rekrutmen tenaga kerja dari luar.
”Jika sekarang di sana ada kegiatan, itu belum operasional. Tapi, baru land clearing untuk menegaskan lahan yang akan digunakan. Tahapannya land clearing dahulu, pencanangan pembangunan, dan baru membuka tenaga kerja. Jadi sekarang ini belum penerimaan tenaga kerja,” tegas Bambang.
Dilanjutkan, KIM nantinya merupakan kawasan pembuatan kapal. Di sana bukan hanya ada satu, namun banyak perusahaan. Perusahaan-perusahaan itu bakal merekrut ribuan tenaga kerja.
”KIM adalah industri padat modal, padat teknologi, dan padat karya. Dari skala itu, maka penghasilan pekerjanya akan di atas rata-rata upah minimum regional (UMR),” ujarnya.
Lebih jauh Bambang mengatakan, jika ada pihak-pihak yang merasa tidak puas, dapat mengajukan tuntutan hukum. Nantinya bakal ada pertemuan antara PT Pertamina, pihak yang mengklaim pemilik lahan, dan aparat keamanan.
”Di sana nanti dibeberkan lokasi mana saja milik PT Pertamina dan yang bukan. Apabila itu merupakan lahan sah PT Pertamina namun diklaim oleh pihak-pihak tertentu tanpa ada bukti, silakan berurusan dengan hukum,” ungkap Bambang.
Sebelumnya, sejumlah warga yang mengatasnamakan Petani Batubalai Bersatu (PBB) ke Kantor Bupati Tanggamus. Mereka datang untuk menyampaikan pernyataan sikapnya terkait rencana pembangunan KIM. Warga berharap pembangunan KIM transparan dan berbasiskan masyarakat.
Begal Motor Tewas Dimassa
WAYSULAN – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) tewas dimassa di daerah persawahan Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan, Lampung Selatan, sekitar pukul 11.30 WIB kemarin. Ia adalah Suyahroni (27), warga Bungkuk, Jabung, Lampung Timur.
Sebelumnya, Suyahroni tertangkap saat membawa kabur motor Suzuki Satria FU 150 milik Ujang (50), warga Desa Karangpucung, Kecamatan Katibung, Lamsel, yang berhasil dirampasnya.
Ujang mengatakan, ketika itu ia baru pulang dari melihat pemilihan kepala Desa Margomulya. Tiba di persawahan, ia dicegat dua orang tak dikenal dan langsung merampas motornya. Ketika itu, pelaku sempat menembak hingga melukai tangan kiri Ujang.
”Setelah saya ditembak dan sepeda motor dirampas, dua orang itu kabur. Namun, kemudian massa mengejar. Lalu, pelaku terjatuh di dekat gorong-gorong dan dihakimi. Mungkin warga sudah kesal dengan ulah pelaku yang meresahkan. Seorang lagi berhasil kabur,” kata Ujang.
Pelaku tewas dengan luka di sekujur tubuh. Kepala Desa Purwodadi Nurhakim mengatakan, ketika itu ia sedang menggelar rapat di balai desa. Kemudian ia mendapat informasi ada pencuri dimassa hingga tewas. ”Mayat pelaku kemudian dibawa polisi untuk diautopsi,” kata Nurhakim.
Kapolsek Tanjungan AKP Suprayitno membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, pelaku sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Ia juga mengatakan kasus ini masih diselidiki.
Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Tanjungan Aiptu Emi Suhaimi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait dengan tewasnya pelaku. ”Kita belum mengetahui lebih jauh dan ini masih mencari keterangan dari para saksi. Kita juga masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” ungkap Emi Suhaimi
Sebelumnya, Suyahroni tertangkap saat membawa kabur motor Suzuki Satria FU 150 milik Ujang (50), warga Desa Karangpucung, Kecamatan Katibung, Lamsel, yang berhasil dirampasnya.
Ujang mengatakan, ketika itu ia baru pulang dari melihat pemilihan kepala Desa Margomulya. Tiba di persawahan, ia dicegat dua orang tak dikenal dan langsung merampas motornya. Ketika itu, pelaku sempat menembak hingga melukai tangan kiri Ujang.
”Setelah saya ditembak dan sepeda motor dirampas, dua orang itu kabur. Namun, kemudian massa mengejar. Lalu, pelaku terjatuh di dekat gorong-gorong dan dihakimi. Mungkin warga sudah kesal dengan ulah pelaku yang meresahkan. Seorang lagi berhasil kabur,” kata Ujang.
Pelaku tewas dengan luka di sekujur tubuh. Kepala Desa Purwodadi Nurhakim mengatakan, ketika itu ia sedang menggelar rapat di balai desa. Kemudian ia mendapat informasi ada pencuri dimassa hingga tewas. ”Mayat pelaku kemudian dibawa polisi untuk diautopsi,” kata Nurhakim.
Kapolsek Tanjungan AKP Suprayitno membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, pelaku sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Ia juga mengatakan kasus ini masih diselidiki.
Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Tanjungan Aiptu Emi Suhaimi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait dengan tewasnya pelaku. ”Kita belum mengetahui lebih jauh dan ini masih mencari keterangan dari para saksi. Kita juga masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” ungkap Emi Suhaimi
Nelayan Kelaparan, Polda Bersikeras
BANDARLAMPUNG – Penangkapan dan penahanan terhadap koordinator pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk nelayan Kualapenet, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, Ma (36) dan AG (32), mulai berdampak serius terhadap keberlangsungan hidup ratusan keluarga nelayan di wilayah itu. Kini mereka terancam kelaparan lantaran sudah lima hari terakhir nelayan tak bisa melaut.
Ketua DPD HNSI Lampung Marzuki Yazid mengungkapkan, kini para nelayan hanya menyandarkan kapal-kapal mereka. ’’Ya, mereka tak bisa melaut karena tak ada pasokan solar yang bisa dikirim oleh Ma. Kasihan keluarga mereka. Jika terus berlarut-larut, jelas mereka akan kelaparan karena hanya menggantungkan hidup dari hasil melaut,” kata Marzuki di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menyesalkan sikap Polda Lampung yang hingga kemarin belum juga memberikan izin penangguhan penahanan terhadap Ma. Padahal, dia sudah menjadikan dirinya sebagai penjamin. ’’Saya sudah mengajukan diri sebagai jaminan sejak Senin (17/6) malam, tapi sampai kemarin tak juga ditangguhkan,” ujarnya.
Marzuki juga mengaku heran dengan sikap polda yang bersikeras meneruskan masalah ini. Sebab, Ma mengantongi perizinan lengkap. Selain itu, surat-surat susulan yang diminta penyidik krimsus polda juga selalu dipenuhi. ’’Yang terbaru adalah pernyataan dari DPC HSNI Lamtim dan pihak SPBN Labuhanmaringgai yang menyatakan kuota BBM tidak cukup sehingga terpaksa nelayan melakukan pembelian ke SPBU. Itu jelas sah karena ada surat resmi dari Pertamina,” ungkap Marzuki.
Marzuki memaparkan, sesuai aturan dan syarat dari Pertamina, pembelian BBM bagi nelayan yang lokasinya lebih dari 15 km dari SPBU serta tidak ada SPBN (satuan pengisian bahan bakar nelayan), maka diperbolehkan nelayan membeli solar ke SPBU dengan menggunakan jeriken. Asalkan nelayan itu mendapatkan rekomendasi dari SKPD setempat dan SPBN sekitar kuotanya tidak mampu memenuhi kebutuhan nelayan.
Dia memaparkan, perizinan yang dikantongi Ma sendiri cukup jelas. Yakni surat rekomendasi pembelian BBM jenis tertentu No. 207/15/25.12.2012/2013 yang isinya memberi izin kepada Ma, warga Desa Margasari, Labuhanmaringgai, untuk memenuhi kebutuhan pengguna kapal motor laut dan pengecer di wilayah itu. Caranya, membeli hingga 400 liter premium dan 6.000 liter solar/hari di SPBU 24.341.10 di jalan raya lintas timur Labuhanmaringgai.
Surat itu ditandatangani pada 14 Januari 2013 oleh Kades Margasari Nyoto Suswoyo, Koramil Labuhanmaringgai Pelda Lagimin, Camat Ub Kasubbag Keuangan Sukimin, Kapolsek/Panit Intelkam Brigpol Atma Wijaya, dan Kadis Perikanan/Kpd Labuhanmaringgai Johan, A.Md. Juga didukung surat pernyataan 85 nelayan Desa Margasari dan Sukorahayu yang memercayakan pembelian BBM kepada Ma.
Terpisah, Wakil Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung AKBP Bahagia Dachi bersikeras pihaknya melakukan penanganan kasus sesuai prosedur. Bahkan, dia kembali menyebutkan jika surat yang dimiliki Ma barulah sebatas surat permohonan, bukan surat penunjukan dari Pertamina. ’’Tidak ada yang membolehkan membeli BBM dari SPBU untuk nelayan,” tulisnya via SMS.
Ketua DPD HNSI Lampung Marzuki Yazid mengungkapkan, kini para nelayan hanya menyandarkan kapal-kapal mereka. ’’Ya, mereka tak bisa melaut karena tak ada pasokan solar yang bisa dikirim oleh Ma. Kasihan keluarga mereka. Jika terus berlarut-larut, jelas mereka akan kelaparan karena hanya menggantungkan hidup dari hasil melaut,” kata Marzuki di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menyesalkan sikap Polda Lampung yang hingga kemarin belum juga memberikan izin penangguhan penahanan terhadap Ma. Padahal, dia sudah menjadikan dirinya sebagai penjamin. ’’Saya sudah mengajukan diri sebagai jaminan sejak Senin (17/6) malam, tapi sampai kemarin tak juga ditangguhkan,” ujarnya.
Marzuki juga mengaku heran dengan sikap polda yang bersikeras meneruskan masalah ini. Sebab, Ma mengantongi perizinan lengkap. Selain itu, surat-surat susulan yang diminta penyidik krimsus polda juga selalu dipenuhi. ’’Yang terbaru adalah pernyataan dari DPC HSNI Lamtim dan pihak SPBN Labuhanmaringgai yang menyatakan kuota BBM tidak cukup sehingga terpaksa nelayan melakukan pembelian ke SPBU. Itu jelas sah karena ada surat resmi dari Pertamina,” ungkap Marzuki.
Marzuki memaparkan, sesuai aturan dan syarat dari Pertamina, pembelian BBM bagi nelayan yang lokasinya lebih dari 15 km dari SPBU serta tidak ada SPBN (satuan pengisian bahan bakar nelayan), maka diperbolehkan nelayan membeli solar ke SPBU dengan menggunakan jeriken. Asalkan nelayan itu mendapatkan rekomendasi dari SKPD setempat dan SPBN sekitar kuotanya tidak mampu memenuhi kebutuhan nelayan.
Dia memaparkan, perizinan yang dikantongi Ma sendiri cukup jelas. Yakni surat rekomendasi pembelian BBM jenis tertentu No. 207/15/25.12.2012/2013 yang isinya memberi izin kepada Ma, warga Desa Margasari, Labuhanmaringgai, untuk memenuhi kebutuhan pengguna kapal motor laut dan pengecer di wilayah itu. Caranya, membeli hingga 400 liter premium dan 6.000 liter solar/hari di SPBU 24.341.10 di jalan raya lintas timur Labuhanmaringgai.
Surat itu ditandatangani pada 14 Januari 2013 oleh Kades Margasari Nyoto Suswoyo, Koramil Labuhanmaringgai Pelda Lagimin, Camat Ub Kasubbag Keuangan Sukimin, Kapolsek/Panit Intelkam Brigpol Atma Wijaya, dan Kadis Perikanan/Kpd Labuhanmaringgai Johan, A.Md. Juga didukung surat pernyataan 85 nelayan Desa Margasari dan Sukorahayu yang memercayakan pembelian BBM kepada Ma.
Terpisah, Wakil Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung AKBP Bahagia Dachi bersikeras pihaknya melakukan penanganan kasus sesuai prosedur. Bahkan, dia kembali menyebutkan jika surat yang dimiliki Ma barulah sebatas surat permohonan, bukan surat penunjukan dari Pertamina. ’’Tidak ada yang membolehkan membeli BBM dari SPBU untuk nelayan,” tulisnya via SMS.
BUPATI LAMPUNG TIMUR BUKA BAKTI SOSIAL OPERASI KATARAK DI RSUD SUKADANA
Sukadana - Bupati Lampung Timur buka secara resmi bakti sosial Operasi Katarak di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana (18/04), hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lamtim I Wayan Sutarja, SH, MM, Kepala Satker dilingkungan pemkab Lampung Timur.
Pada saat diwawancarai senin (29/04) Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, SH, MH menyampaikan ucapan terimakasih khususnya kepada Perdami, Ketua Tim PKK Kabupaten Lampung Timur, PT. Sido Muncul atas prakarsa sehingga terselenggarannya Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Kabupaten Lampung Timur, Bakti sosial yang juga merupakan rangkaian acara HUT Kartini ke 134 dan HUT Kabupaten Lampung Timur ke 14 sangat memberikan makna bagi perkembangan kesehatan khususnya penderita Katarak di Kabupaten Lampung Timur, kegiatan yang sangat mulia ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat Kabupaten Lampung Timur hal ini terbukti dengan banyaknya peserta operasi namun karena keterbatasan waktu dan anggaran maka peserta pada tahun 2013 berjumlah 200 orang penderita katarak yang bersal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, jelasnya
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Bakti Sosial dan berupaya terus menjalin kermitraan dengan pihak swasta khususnya PT. Sidomuncul untuk membebaskan masyarakat dari penyakit katarak seperti halnya yang terjadi hari ini. Pada masa yang akan datang diharapkan satker dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur untuk terus dapat mengupayakan kemitraan dengan berbagai perusahaan swasta dan tidak terbatas pada bidang kesehatan namun seperti bidang pertanian, pendidikan dan bidang-bidang lain yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Lampung Timur. Mudah-mudahan kegiatan yang sangat mulia ini merupakan ibadah kita semua khususnya Tim Dokter mata karna kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat khusunya di Kabupaten Lampung Timur. Harap erwin
Lebih lanjut disampaikan memontum HUT Kartini ke 134 dan HUT Lamtim ke 14 ini agar dapat dimaknai sebagai langkah mempersatukan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur dan steakholder untuk dapat lebih memberikan peran aktif dalam proses Pembangunan di Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus akan memfasilitasi baik dari segi pendanaan maupun pelaksanaan pembangunan diharapkan masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar pelaksaan pembangunan yang bertujuan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat dapat terwujud di Bumei Tuwah Bepadan, berbagai program telah dilakukan untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur salah satunya “GERBANG INDAH BUMEI TUWAH BEPADAN”( Gerakan Pembangunan Infrastruktur Daerah Bumei Tuwah Bepadan) program ini dimaksudkan untuk memacu masyarakat berkiprah dalam proses pembangunan yang diawali dari tingkat desa di seluruh Kabupaten Lampung Timur, selamat kepada masyarakat yang mendapat kesempatan semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses juga disampaikan kepada seluruh Tenaga medis yang terlibat dalam Bakti Sosial Operasi Katarak ini untuk dapat memberikan pelayanan yang baik, hal ini merupakan tugas dan ibadah bagi kita semua” demikian Erwin mengakhisi Sambutannya.
Pada saat diwawancarai senin (29/04) Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, SH, MH menyampaikan ucapan terimakasih khususnya kepada Perdami, Ketua Tim PKK Kabupaten Lampung Timur, PT. Sido Muncul atas prakarsa sehingga terselenggarannya Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Kabupaten Lampung Timur, Bakti sosial yang juga merupakan rangkaian acara HUT Kartini ke 134 dan HUT Kabupaten Lampung Timur ke 14 sangat memberikan makna bagi perkembangan kesehatan khususnya penderita Katarak di Kabupaten Lampung Timur, kegiatan yang sangat mulia ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat Kabupaten Lampung Timur hal ini terbukti dengan banyaknya peserta operasi namun karena keterbatasan waktu dan anggaran maka peserta pada tahun 2013 berjumlah 200 orang penderita katarak yang bersal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, jelasnya
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Bakti Sosial dan berupaya terus menjalin kermitraan dengan pihak swasta khususnya PT. Sidomuncul untuk membebaskan masyarakat dari penyakit katarak seperti halnya yang terjadi hari ini. Pada masa yang akan datang diharapkan satker dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur untuk terus dapat mengupayakan kemitraan dengan berbagai perusahaan swasta dan tidak terbatas pada bidang kesehatan namun seperti bidang pertanian, pendidikan dan bidang-bidang lain yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Lampung Timur. Mudah-mudahan kegiatan yang sangat mulia ini merupakan ibadah kita semua khususnya Tim Dokter mata karna kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat khusunya di Kabupaten Lampung Timur. Harap erwin
Lebih lanjut disampaikan memontum HUT Kartini ke 134 dan HUT Lamtim ke 14 ini agar dapat dimaknai sebagai langkah mempersatukan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur dan steakholder untuk dapat lebih memberikan peran aktif dalam proses Pembangunan di Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus akan memfasilitasi baik dari segi pendanaan maupun pelaksanaan pembangunan diharapkan masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar pelaksaan pembangunan yang bertujuan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat dapat terwujud di Bumei Tuwah Bepadan, berbagai program telah dilakukan untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur salah satunya “GERBANG INDAH BUMEI TUWAH BEPADAN”( Gerakan Pembangunan Infrastruktur Daerah Bumei Tuwah Bepadan) program ini dimaksudkan untuk memacu masyarakat berkiprah dalam proses pembangunan yang diawali dari tingkat desa di seluruh Kabupaten Lampung Timur, selamat kepada masyarakat yang mendapat kesempatan semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses juga disampaikan kepada seluruh Tenaga medis yang terlibat dalam Bakti Sosial Operasi Katarak ini untuk dapat memberikan pelayanan yang baik, hal ini merupakan tugas dan ibadah bagi kita semua” demikian Erwin mengakhisi Sambutannya.
Ikatan Mahasiswa Lampung Timur (Ikam Lamtim) Menggelar Pengabdian Masyarakat Lampung Timur
Bertempat di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah, Ikatan Mahasiswa Lampung Timur (Ikam Lamtim) memulai pelaksanaan Pengabdian Sosial Masyarakat Daerah (PERSADA) IV 2013 dengan tema “Bergerak untuk Bangsa Memajukan Lampung Timur” sebagai ungkapan syukur delapan tahun usia Ikam Lamtim. Kegiatan ini dibuka pada 25-26 Mei 2013 dan berkesinambungan selama tiga bulan ke depan. Melalui kegiatan PERSADA (Pengabdian Masyarakat Lampung Timur) atau lebih dikenal dengan sebutan Desa Binaan yang baru-baru ini digelar ini diharapakan akan semakin mendorong semangat seluruh mahasiswa yang tergabung di dalamnya untuk terus melakukan perubahan.
Terdapat berbagai rangkaian agenda pada kegiatan ini, antara lain dialog masyarakat dan kepemudaan, penyuluhan dan tes kesehatan, tabligh akbar dan jalan sehat. Selanjutnya digelar pula kids fair seperti lomba tilawah Alquran, lomba adzan, lomba baca puisi dan lomba mewarnai untuk siswa tingkat TK, SD dan SMP. Selain itu, digelar pula pelatihan kewirausahaan, gotong royong serta rangkaian agenda lainnya yang mengisi kegiatan Ikam Lamtim ini.
Trian Hermawan selaku ketua umum Ikam Lamtim mengungkapkan kegiatan PERSADA ini adalah salah satu wujud komitmen IKAM LAMTIM dalam mengabdikan diri kepada masyarakat di daerah. Sesuai visi IKAM LAMTIM yaitu BISA, Bermasyarakat, Intelektual, Solid dan mAndiri. Dalam hal bermasyarakat, Ikam Lamtim belajar untuk berkomitmen membangun Bumei Tuwah Bepadan serta memfasilitasi keluhan masyarakat. “Setidaknya ada tiga sektor yang dapat membangun daerah, yaitu sektor privat, sektor publik dan sektor sosial. Dan saat ini kami mencoba merangkumnya dalam agenda ini” tandasnya.
Pada tahun sebelumnya, agenda serupa sempat digelar di Desa Mulyo Asri, Kecamatan Bumi Agung. Sedangkan tahun ini, kegiatan ini merupakan kali keempat diadakan Ikam Lamtim dan terbilang sukses. Masyarakat setempat pun menyambut baik agenda ini dengan berperan aktif mengikuti rangkaian agenda. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PERSADA kali ini bekerjasama dengan BEM Fakultas Kedokteran Unila dalam hal melaksanakan penyuluhan kesehatan dan tes kesehatan gratis. “Harapannya dengan diadakan kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan kemampuan dan keilmuannya dengan maksimal. Sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat yang lebih dari kegiatan ini,” ujar Isnaini Rahmadi selaku Kepala Departemen Kominfo Ikam Lamtim .
Terdapat berbagai rangkaian agenda pada kegiatan ini, antara lain dialog masyarakat dan kepemudaan, penyuluhan dan tes kesehatan, tabligh akbar dan jalan sehat. Selanjutnya digelar pula kids fair seperti lomba tilawah Alquran, lomba adzan, lomba baca puisi dan lomba mewarnai untuk siswa tingkat TK, SD dan SMP. Selain itu, digelar pula pelatihan kewirausahaan, gotong royong serta rangkaian agenda lainnya yang mengisi kegiatan Ikam Lamtim ini.
Trian Hermawan selaku ketua umum Ikam Lamtim mengungkapkan kegiatan PERSADA ini adalah salah satu wujud komitmen IKAM LAMTIM dalam mengabdikan diri kepada masyarakat di daerah. Sesuai visi IKAM LAMTIM yaitu BISA, Bermasyarakat, Intelektual, Solid dan mAndiri. Dalam hal bermasyarakat, Ikam Lamtim belajar untuk berkomitmen membangun Bumei Tuwah Bepadan serta memfasilitasi keluhan masyarakat. “Setidaknya ada tiga sektor yang dapat membangun daerah, yaitu sektor privat, sektor publik dan sektor sosial. Dan saat ini kami mencoba merangkumnya dalam agenda ini” tandasnya.
Pada tahun sebelumnya, agenda serupa sempat digelar di Desa Mulyo Asri, Kecamatan Bumi Agung. Sedangkan tahun ini, kegiatan ini merupakan kali keempat diadakan Ikam Lamtim dan terbilang sukses. Masyarakat setempat pun menyambut baik agenda ini dengan berperan aktif mengikuti rangkaian agenda. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PERSADA kali ini bekerjasama dengan BEM Fakultas Kedokteran Unila dalam hal melaksanakan penyuluhan kesehatan dan tes kesehatan gratis. “Harapannya dengan diadakan kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan kemampuan dan keilmuannya dengan maksimal. Sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat yang lebih dari kegiatan ini,” ujar Isnaini Rahmadi selaku Kepala Departemen Kominfo Ikam Lamtim .
Minggu, 16 Juni 2013
Nominal Jaminan Reklamasi Dihapus
SUKADANA – Pemkab Lampung Timur bakal merevisi peraturan bupati (perbup) soal perizinan tambang pasir. Soalnya, dana untuk jaminan reklamasi dan pascatambang dalam perbup tercantum senilai Rp60 juta/hektare bagi pengusaha yang membuat izin baru atau memperpanjang izin usaha penambang (IUP), baik perusahaan besar maupun tambang rakyat.
’’Jadi kita tidak sebutkan nominalnya, sebab jaminan reklamasi Rp60 juta/hektare dalam perbup tersebut. Jangan sebut angka begitulah, karena dalam aturannya tidak disebutkan angka. Kalau angka itu kan relatif karena semakin ke depan semakin kecil. Biar mereka sendiri yang buat perkiraannya, lalu kita kaji dan putuskan. Makanya perbup itu akan kita perbaiki, sebab jangan sampai kita yang ketumpuan,” kata Asisten II Pemkab Lamtim Iwan Nurdaya di kantor Bappeda kemarin.
Menurut dia, perbup tersebut berlaku untuk izin tambang pasir ke depan. Bila bicara soal kerusakan lingkungan yang disebabkan penambang pasir, maka para pengusaha besar dan rakyat yang harus bertanggung jawab melaksanakan reklamasi dan pascatambang sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2010.
’’Kalau ke belakang itu tanggung jawab perusahaan karena ada UKL dan UPL serta wajib melakukan pemeliharaan lingkungan. Juga harus konsisten dan tidak boleh ditinggalkan,” kata dia.
Atas kerusakan lingkungan yang disebabkan para penambang pasir itu membuat bupati gerah. Pemkab belum lama ini memanggil satuan kerja terkait untuk menyikapi masalah tersebut.
Ia mengakui bahwa pemkab terkendala dengan Surat Edaran (SE) No. 8/2009 dari Dirjen Mineral dan Batu Bara. Yakni bahwa kabupaten/kota se-Indonesia menunda permohonan izin baru pertambangan. Ia mengaku Lamtim menjadi salah satu dari 35 kabupaten/kota yang disetujui dispensasinya oleh menteri ESDM.
’’Meski WP (wilayah pertambangan) masih digodok DPR RI, kita juga lagi jemput ke ESDM. Kalau dispensasi itu keluar, kita bisa mengeluarkan izin baru, dan dispensasinya seperti WP. Dalam menerbitkan izin kita juga hati-hati. Satu saja regulasi ada yang macet, maka tidak akan lanjut proses perizinannya, dan kita sudah ada tenaga teknis. Jangan jalan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menerangkan, pemkab memiliki kebijakan dalam menyikapi kerusakan lingkungan yang disebabkan para penambang pasir.
’’Kalau membahayakan, semestinya kita tutup investasi tambang pasir. Sebetulnya bukan dua kecamatan (Pasirsakti dan Labuhanmaringgai, Red). Tetapi kalau memang lingkungan hidupnya membahayakan dan kita jenuh, itu bisa ditutup karena kebijakannya ada pada bupati sehingga daerah tidak dirugikan,” tandasnya.
’’Jadi kita tidak sebutkan nominalnya, sebab jaminan reklamasi Rp60 juta/hektare dalam perbup tersebut. Jangan sebut angka begitulah, karena dalam aturannya tidak disebutkan angka. Kalau angka itu kan relatif karena semakin ke depan semakin kecil. Biar mereka sendiri yang buat perkiraannya, lalu kita kaji dan putuskan. Makanya perbup itu akan kita perbaiki, sebab jangan sampai kita yang ketumpuan,” kata Asisten II Pemkab Lamtim Iwan Nurdaya di kantor Bappeda kemarin.
Menurut dia, perbup tersebut berlaku untuk izin tambang pasir ke depan. Bila bicara soal kerusakan lingkungan yang disebabkan penambang pasir, maka para pengusaha besar dan rakyat yang harus bertanggung jawab melaksanakan reklamasi dan pascatambang sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2010.
’’Kalau ke belakang itu tanggung jawab perusahaan karena ada UKL dan UPL serta wajib melakukan pemeliharaan lingkungan. Juga harus konsisten dan tidak boleh ditinggalkan,” kata dia.
Atas kerusakan lingkungan yang disebabkan para penambang pasir itu membuat bupati gerah. Pemkab belum lama ini memanggil satuan kerja terkait untuk menyikapi masalah tersebut.
Ia mengakui bahwa pemkab terkendala dengan Surat Edaran (SE) No. 8/2009 dari Dirjen Mineral dan Batu Bara. Yakni bahwa kabupaten/kota se-Indonesia menunda permohonan izin baru pertambangan. Ia mengaku Lamtim menjadi salah satu dari 35 kabupaten/kota yang disetujui dispensasinya oleh menteri ESDM.
’’Meski WP (wilayah pertambangan) masih digodok DPR RI, kita juga lagi jemput ke ESDM. Kalau dispensasi itu keluar, kita bisa mengeluarkan izin baru, dan dispensasinya seperti WP. Dalam menerbitkan izin kita juga hati-hati. Satu saja regulasi ada yang macet, maka tidak akan lanjut proses perizinannya, dan kita sudah ada tenaga teknis. Jangan jalan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menerangkan, pemkab memiliki kebijakan dalam menyikapi kerusakan lingkungan yang disebabkan para penambang pasir.
’’Kalau membahayakan, semestinya kita tutup investasi tambang pasir. Sebetulnya bukan dua kecamatan (Pasirsakti dan Labuhanmaringgai, Red). Tetapi kalau memang lingkungan hidupnya membahayakan dan kita jenuh, itu bisa ditutup karena kebijakannya ada pada bupati sehingga daerah tidak dirugikan,” tandasnya.
Bentuk DP, Lamsel Tentukan UMK
KALIANDA – Mulai tahun depan, upah pekerja di Lampung Selatan tidak lagi mengacu pada upah minimum provinsi (UMP). Menyusul dibentuknya Dewan Pengupahan (DP), kabupaten ini sudah bisa menentukan upah minimum kabupaten (UMK) sendiri.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Lamsel Zubaidi, S.H. mengatakan, dengan pembentukan DP, diharapkan UMK di Lamsel akan meningkat.
”Ini bisa terjadi karena upah ditentukan berdasar survei kebutuhan hidup layak (KHL) oleh DP. Dalam hal ini, kami akan mengacu pada harga rata-rata tertinggi kebutuhan pokok yang berada di pasaran,” ungkap Zubaidi.
Mantan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) ini menjelaskan, ada 13 anggota DP yang terdiri atas Dissosnakertrans; Diskoperindag; pertanian dan hortikultura; akademisi; Dishub; SPSI; SBSI; SPMI; serta Apindo. Penunjukan perwakilan elemen itu berdasar Keputusan Bupati Lamsel No. B/202/III.05/HK/2013 tentang DP Lamsel tertanggal 9 Januari 2013.
Terpisah, anggota DP Lampung dari unsur pemerintah, Henny S. Mumpun, mengatakan bahwa survei KHL harus segera dilaksanakan secepatnya. Sebab, dasar survei itulah yang nantinya menentukan upah atau gaji para karyawan swasta yang ada di Lamsel. (
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dissosnakertrans) Lamsel Zubaidi, S.H. mengatakan, dengan pembentukan DP, diharapkan UMK di Lamsel akan meningkat.
”Ini bisa terjadi karena upah ditentukan berdasar survei kebutuhan hidup layak (KHL) oleh DP. Dalam hal ini, kami akan mengacu pada harga rata-rata tertinggi kebutuhan pokok yang berada di pasaran,” ungkap Zubaidi.
Mantan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) ini menjelaskan, ada 13 anggota DP yang terdiri atas Dissosnakertrans; Diskoperindag; pertanian dan hortikultura; akademisi; Dishub; SPSI; SBSI; SPMI; serta Apindo. Penunjukan perwakilan elemen itu berdasar Keputusan Bupati Lamsel No. B/202/III.05/HK/2013 tentang DP Lamsel tertanggal 9 Januari 2013.
Terpisah, anggota DP Lampung dari unsur pemerintah, Henny S. Mumpun, mengatakan bahwa survei KHL harus segera dilaksanakan secepatnya. Sebab, dasar survei itulah yang nantinya menentukan upah atau gaji para karyawan swasta yang ada di Lamsel. (
Polres Melempem, Korban Lapor Polda
BANDARLAMPUNG – Melempemnya Polres Waykanan menindaklanjuti kasus dugaan melarikan anak di bawah umur akhirnya membuat keluarga korban RS (15) melaporkan kasus itu ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polda Lampung.
Bersama kedua orang tuanya, korban yang baru lulus SMP ini kemarin mendatangi mapolda dengan mengenakan baju merah sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka langsung menuju ke Unit PPA. Mereka didampingi wakil ketua Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung.
Deni, paman korban yang mendampingi, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya ke Polres Waykanan dengan nomor laporan TBL/B1-191/V/2013/LPG/RESWAK tertanggal 12 Mei 2013. Namun, hingga kini dari laporan itu sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti.
”Makanya, kami ke sini (Mapolda Lampung, Red)untuk melaporkan lagi kejadian yang menimpa keponakan saya. Karena sudah sekitar satu bulan ini kami lapor ke polres nggak ada tindak lanjutnya,” ungkap Deni saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menuturkan, kejadian itu berawal pada 11 Mei 2013 sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang warga Negeriagung, Blambanganumpu, Waykanan, mendatangi mes Eka (pelaku, Red) di PT Palem Lampung Persada (PLP) di Bahuga, Waykanan. Tiba di rumah itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya di Kampung Gunungsangkaran, Blambanganumpu.
”Di sana, korban disekap dan akan dinikahkan oleh kakak pelaku, yakni Budi, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Setelah menyadari hal itu, keponakan saya langsung mengirimkan pesan singkat yang isinya lebih baik dia (korban, Red) minum racun daripada harus menikah dengan Budi. Makanya, kami langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Waykanan,” ujarnya.
Menanggapi laporan itu, kata Deni, Satreskrim Polres Waykanan pernah mendatangi kediaman Eka untuk menjemput korban. Namun, kedatangan polisi disambut perlawanan dan akan dikeroyok oleh massa. Akhirnya, aparat mengambil kesimpulan untuk mundur dan kembali ke mapolres.
”Sejak kejadian itu, kasusnya seperti tidak ada perkembangan lagi. Kami berinisiatif sendiri untuk mengambil korban pada Kamis (13/6) sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan pengaduan itu. ”Kami sudah menerima mereka dan akan ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polda Lampung,”ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Waykanan AKBP Yulias, S.I.K., S.H. menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan proses hukum positif terhadap kasus itu. Sejauh ini, tahapannya masih pemeriksaan saksi-saksi. Selama proses hukum berjalan, kata Kapolres, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi bersama.
Bersama kedua orang tuanya, korban yang baru lulus SMP ini kemarin mendatangi mapolda dengan mengenakan baju merah sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka langsung menuju ke Unit PPA. Mereka didampingi wakil ketua Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung.
Deni, paman korban yang mendampingi, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya ke Polres Waykanan dengan nomor laporan TBL/B1-191/V/2013/LPG/RESWAK tertanggal 12 Mei 2013. Namun, hingga kini dari laporan itu sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti.
”Makanya, kami ke sini (Mapolda Lampung, Red)untuk melaporkan lagi kejadian yang menimpa keponakan saya. Karena sudah sekitar satu bulan ini kami lapor ke polres nggak ada tindak lanjutnya,” ungkap Deni saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menuturkan, kejadian itu berawal pada 11 Mei 2013 sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang warga Negeriagung, Blambanganumpu, Waykanan, mendatangi mes Eka (pelaku, Red) di PT Palem Lampung Persada (PLP) di Bahuga, Waykanan. Tiba di rumah itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya di Kampung Gunungsangkaran, Blambanganumpu.
”Di sana, korban disekap dan akan dinikahkan oleh kakak pelaku, yakni Budi, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Setelah menyadari hal itu, keponakan saya langsung mengirimkan pesan singkat yang isinya lebih baik dia (korban, Red) minum racun daripada harus menikah dengan Budi. Makanya, kami langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Waykanan,” ujarnya.
Menanggapi laporan itu, kata Deni, Satreskrim Polres Waykanan pernah mendatangi kediaman Eka untuk menjemput korban. Namun, kedatangan polisi disambut perlawanan dan akan dikeroyok oleh massa. Akhirnya, aparat mengambil kesimpulan untuk mundur dan kembali ke mapolres.
”Sejak kejadian itu, kasusnya seperti tidak ada perkembangan lagi. Kami berinisiatif sendiri untuk mengambil korban pada Kamis (13/6) sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan pengaduan itu. ”Kami sudah menerima mereka dan akan ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polda Lampung,”ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Waykanan AKBP Yulias, S.I.K., S.H. menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan proses hukum positif terhadap kasus itu. Sejauh ini, tahapannya masih pemeriksaan saksi-saksi. Selama proses hukum berjalan, kata Kapolres, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi bersama.
Bapak Gauli Anak Kandung
SUKADANA – Kelakuan seorang bapak di Desa Cempakanuban, Kecamatan Batangharinuban, Lampung Timur, ini sungguh bejat. Entah apa yang ada di benak Nyamin (48) hingga ia tega menggauli anak kandungnya sendiri, SR. Akibat kebejatannya itu, SR kini hamil 6 bulan.
Perbuatan itu terbongkar setelah sang istri memergoki tersangka sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Polisi berhasil meringkus tersangka yang bersembunyi di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.
Dari pengakuan tersangka terungkap, awalnya peristiwa itu terjadi pada 2004. Ketika itu, korban yang masih berusia 7 tahun baru selesai mandi. Korban yang baru kelas 2 SD itu masuk kamar hendak ganti baju. Ketika itulah, muncul pikiran bejat tersangka dan menggauli darah dagingnya sendiri. “Saya khilaf ketika itu. Saya menyesal,” kata tersangka.
Namun, perbuatan keji itu berlanjut. Bahkan hingga korban berusia 16 tahun atau sekitar Februari 2013. Perbuatan itu terus berulang ketika rumah sepi karena istrinya ke sawah. Selama kurun waktu 9 tahun itu, tersangka berulang kali merudapaksa korban. Hingga akhirnya, korban diketahui hamil 6 bulan.
Terbongkarnya perbuatan tersangka setelah sang istri memergoki sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Namun, tersangka langsung kabur saat mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi.
“Setelah mendapat laporan istri tersangka, kami terus melacak keberadaan tersangka. Hingga akhirnya, kami berhasil meringkus tersangka di Kecamatan Punggur,” ungkap Kapolsek Batangharinuban AKP Rusdi kemarin.
Kapolsek menambahkan, kini tersangka ditahan di Mapolsek Batangharinuban. Tersangka akan dijerat pasal 81 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Anggota DPRD Prabumulih Temui Warga Payuputat
PRABUMULIH-Pasca terjadinya aksi amuk massa terhadap Prana Desta SIP (39) yang merupakan mantan Lurah Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dan seorang pengusaha bernama Eka Samindra SH (48) warga Desa Lembak Kabupaten Muara Enim, beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan mengunjungi warga Payuputat, pada Rabu (29/5/2013).
Kedatangan rombongan dewan ini untuk memastikan situasi terakhir pasca amuk massa serta untuk meredam terjadinya aksi anarkis susulan dari warga. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD Prabumulih H Erwansyah, wakil ketua II Ahmad Palo SE, Ketua Komisi II Habib Essilahuddin, serta beberapa anggota dewan lainnya.
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE ketika ditemui Sripo, Kamis (30/5) mengatakan pihaknya berusaha turun langsung ke lokasi kejadian untuk tatap muka dengan warga, selain itu untuk mengetahui kondisi terakhir pasca kejadian amuk massa.
“Sehari usai kejadian kami langsung datang, awalnya kami sempat khawatir untuk datang karena takut warga masih anarkis, tapi begitu sampai ke lokasi ternyata keadaanya tenang-tenang saja seperti tidak ada peristiwa,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya disambut hangat oleh beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Palo, setelah melakukan dialog dengan warga tenyata diketahui jika warga juga tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi, bahkan warga menyatakan siap memberikan keterangan jika diperlukan pihak kepolisian setempat.
“Warga Payuputat saat kita kunjungi telah tenang, mereka menyesalkan perbuatan itu terjadi. Sebagian warga juga mengatakan siap diminta keterangan jika polisi meminta secara baik-baik,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya isu jika warga Payuputat akan melakukan penyerbuan jika satu diantara warga dilakukan penangkapan, politisi dari PPP ini mengatakan tidak benar adanya isu tersebut. Jikapun ada itu disinyalir disampaikan beberapa warga saja, sementara mayoritas warga lain berharap situasi kembali kondusif.
“Intinya warga menginginkan kondisi kondusif, jika kepolisian ingin melakukan pemeriksaan terhadap warga, mereka siap diperiksa asal dengan cara baik-baik,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (28/5/2013) mantan lurah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Prana Desta SIP dan seorang warga bernama Eka Samindra SH (48) warga Dusun I Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diamuk massa akibat melakukan pencaplokan tanah warga.(SP/TS)
Kedatangan rombongan dewan ini untuk memastikan situasi terakhir pasca amuk massa serta untuk meredam terjadinya aksi anarkis susulan dari warga. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD Prabumulih H Erwansyah, wakil ketua II Ahmad Palo SE, Ketua Komisi II Habib Essilahuddin, serta beberapa anggota dewan lainnya.
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE ketika ditemui Sripo, Kamis (30/5) mengatakan pihaknya berusaha turun langsung ke lokasi kejadian untuk tatap muka dengan warga, selain itu untuk mengetahui kondisi terakhir pasca kejadian amuk massa.
“Sehari usai kejadian kami langsung datang, awalnya kami sempat khawatir untuk datang karena takut warga masih anarkis, tapi begitu sampai ke lokasi ternyata keadaanya tenang-tenang saja seperti tidak ada peristiwa,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya disambut hangat oleh beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Palo, setelah melakukan dialog dengan warga tenyata diketahui jika warga juga tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi, bahkan warga menyatakan siap memberikan keterangan jika diperlukan pihak kepolisian setempat.
“Warga Payuputat saat kita kunjungi telah tenang, mereka menyesalkan perbuatan itu terjadi. Sebagian warga juga mengatakan siap diminta keterangan jika polisi meminta secara baik-baik,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya isu jika warga Payuputat akan melakukan penyerbuan jika satu diantara warga dilakukan penangkapan, politisi dari PPP ini mengatakan tidak benar adanya isu tersebut. Jikapun ada itu disinyalir disampaikan beberapa warga saja, sementara mayoritas warga lain berharap situasi kembali kondusif.
“Intinya warga menginginkan kondisi kondusif, jika kepolisian ingin melakukan pemeriksaan terhadap warga, mereka siap diperiksa asal dengan cara baik-baik,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (28/5/2013) mantan lurah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Prana Desta SIP dan seorang warga bernama Eka Samindra SH (48) warga Dusun I Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diamuk massa akibat melakukan pencaplokan tanah warga.(SP/TS)
Eka Minta Wartawan tidak Singgung Kapolres Prabumulih
PRABUMULIH - Satu diantara korban aksi amuk massa di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, Eka Samindra SH meminta sejumlah wartawan untuk tidak membahas dugaan keterlibatan Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskag SIK dalam proses jual beli lahan di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat hingga berbuntut amuk massa beberapa waktu lalu tersebut.
"Masalah keterlibatan Kapolres jangan dibahas lagi lah, dia tidak terlibat. Dalam masalah ini beliau (Yerri Oskag-red) hanya sebagai penengah," tegas Eka Samindra ketika dibincangi di ruang VVIP rumah sakit Pertamina, Jumat (31/5/2013).
Menurut Eka, Kapolres dalam hal itu sebagai orang yang ditunjuk dirinya untuk menengahi masalah dan tidak sebagai pembeli atau apapun, untuk itu dirinya meminta kapolres agar jangan disinggung-singgung.
"Saya yang punya tanah, jadi terserah saya mau memberi atau menunjuk siapa sebagai penegah, sementara total uang itu juga cuman syarat. Artinya nama serta surat hanya syarat saja untuk mengambil ke bank," katanya.
"Masalah keterlibatan Kapolres jangan dibahas lagi lah, dia tidak terlibat. Dalam masalah ini beliau (Yerri Oskag-red) hanya sebagai penengah," tegas Eka Samindra ketika dibincangi di ruang VVIP rumah sakit Pertamina, Jumat (31/5/2013).
Menurut Eka, Kapolres dalam hal itu sebagai orang yang ditunjuk dirinya untuk menengahi masalah dan tidak sebagai pembeli atau apapun, untuk itu dirinya meminta kapolres agar jangan disinggung-singgung.
"Saya yang punya tanah, jadi terserah saya mau memberi atau menunjuk siapa sebagai penegah, sementara total uang itu juga cuman syarat. Artinya nama serta surat hanya syarat saja untuk mengambil ke bank," katanya.
Harga Telur Ayam di Baturaja Naik Jadi Rp 18.000/Kg
BATURAJA - Harga telur ayam terus bergerak naik dari Rp 15 ribu/kg naik menjadi Rp 16.000/kg dan hari ini Jumat (14/6/2013) sudah naik menjadi Rp 18.000/kg.
Selain harga telur harga cabai merah juga naik, sebelumnya hanya Rp 20 ribu/kg kini naik menjadi Rp 36 ribu kg.
Sebaliknya iharga ikan sungai jenis seluang sedang banjir bahkan harga ikan seluang yang biasanya Rp 50.000/kg turun menjadi Rp 30 ribu/kg.
Paling murah harganya adalah jenis ikan kecil racukan hanya Rp 6.000/kg hingga Rp 8.000/kg
Selain harga telur harga cabai merah juga naik, sebelumnya hanya Rp 20 ribu/kg kini naik menjadi Rp 36 ribu kg.
Sebaliknya iharga ikan sungai jenis seluang sedang banjir bahkan harga ikan seluang yang biasanya Rp 50.000/kg turun menjadi Rp 30 ribu/kg.
Paling murah harganya adalah jenis ikan kecil racukan hanya Rp 6.000/kg hingga Rp 8.000/kg
Pengecer BBM di Baturaja Menghilang
Para pedagang eceran bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya menjamur di Kota Baturaja dan disekitar SPBU kini menghilang. Tidak terlihat lagi botol-botol berisi premium yang dipajang.
Dari pantauan, di sepanjang jalan dekat SPBU hanya terlihat rak-rak kosong. Botol-botol yang biasanya ditata rapi berisi premium kini sudah menghilang. Hal tersebut karena sejumlah pedagang pengecer bahan bakar minyak sudah mendapat informasi rencana penertiban yang segera dilakukan oleh tim terpadu.
Sebelumnya telah dibuatnya aturan bersama pihak terkait Pertamina, Disperindagkop, Pertambangan dan Energi, Pol PP , Polri, Kodim dan pihak-pihak terkait. Aturan itu melarang penjualan bahan bakar minyak secara eceran.
Kabid Perdagangan Disprindagkop Kabupaten OKU Husnizar menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk pedagang pengecer BBM. Alasannya hal tersebut karena melanggar aturan soal penjualan bahan bakar minyak sehingga tidak akan pernah ada izin yang dikeluarkan.
Dari pantauan, di sepanjang jalan dekat SPBU hanya terlihat rak-rak kosong. Botol-botol yang biasanya ditata rapi berisi premium kini sudah menghilang. Hal tersebut karena sejumlah pedagang pengecer bahan bakar minyak sudah mendapat informasi rencana penertiban yang segera dilakukan oleh tim terpadu.
Sebelumnya telah dibuatnya aturan bersama pihak terkait Pertamina, Disperindagkop, Pertambangan dan Energi, Pol PP , Polri, Kodim dan pihak-pihak terkait. Aturan itu melarang penjualan bahan bakar minyak secara eceran.
Kabid Perdagangan Disprindagkop Kabupaten OKU Husnizar menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk pedagang pengecer BBM. Alasannya hal tersebut karena melanggar aturan soal penjualan bahan bakar minyak sehingga tidak akan pernah ada izin yang dikeluarkan.
Hujan Sampai Pagi, Jl Kol H Barlian KM 7 Terendam
PALEMBANG - Hujan lebat mengguyur Kota Palembang sejak Minggu (16/6/2013) pukul 22.40 hingga Senin (17/6/2013) pagi membuat genangan air disekitar cekungan (daerah yang rendah) di depan Salon Mobil Jl Kolonel H Barlian KM 7 samping Diskotek Darma Agung.
Kondisi tersebut membuat kemacetan panjang, Senin (17/6/2013) pukul 08.00. Kendaraan yang melintas, khususnya motor harus ekstra hati-hati saat menerobos genangan air di badan jalan.
Dari pantauan, tidak sedikit pengendara motor terpaksa mendorong dan memarkirkan motornya yang mogok kemasukan air ke mesin dan knalpot motor saat menerobos banjir.
Kondisi tersebut membuat kemacetan panjang, Senin (17/6/2013) pukul 08.00. Kendaraan yang melintas, khususnya motor harus ekstra hati-hati saat menerobos genangan air di badan jalan.
Dari pantauan, tidak sedikit pengendara motor terpaksa mendorong dan memarkirkan motornya yang mogok kemasukan air ke mesin dan knalpot motor saat menerobos banjir.
Listrik Byar Pet Terus Tapi Tagihan Tinggi
TEBINGTINGGI - Seringnya pemadaman listrik (byar pet, red) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Tebingtinggi di Kabupaten Empatlawang, khususnya Kecamatan Tebingtinggi seringkali dikeluhkan warga. Karena banyak aktivitas warga terganggu apalagi sering tidak ada informasi pemadaman dari PLN.
Sejumlah masyarakat menyesalkan juga permasalahan naiknya pembayaran langganan KWH yang digunakan setiap bulannya, padahal pemakaiannya tidak ada penambahan. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pihak PLN lebih profesional dalam melayani masyarakat selaku perusahaan pelayanan publik.
“Sudah tidak terhitung lagi lampu padam seharian ini. Diharapkan pembangunan Gardu Induk (GI) yang katanya sebagai solusi pemadaman cepat selesai, karena masyarakat sudah bosan dengan sering terjadinya byarpet ini,” ungkap Efredi, warga Talangbanyu, Kelurahan Tanjungkupang, Kecamatan Tebingtinggi.
Dia mengatakan, selama ini pelayanan PLN sudah sangat sering dikeluhkan oleh masyarakat Tebingtinggi. Ditambah lagi dengan serinya terjadi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. "PLN harus lebih profesional dalam melayani masyarakat. Jika ada pemadaman seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, bukannya main padam saja," cetusnya.
Menurutnya juga, dengan sering terjadinya pemadaman listrik ini, tentu saja membuat ia kerepotan. Bahkan banyak alat-alat elektronik yang rusak akibat dampak dari pemadaman tersebut.
“Selain arus listrik yang tidak stabil. Ditambah seringnya terjadi pemadaman mendadak, komputer saya jadi rusak. Bukan itu saja, terkadang begitu aliran listrik PLN hidup, tegangannya langsung tinggi, akibatnya bola lampu di rumah saya sering putus dan barang elektronik lainnya rusak,” terangnya.
Ditambahkan Rizal, warga Desa Aurgading, permasalahan naiknya biaya beban KWH perbulannya juga dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, semakin hari biaya kian meningkat hingga tidak wajar dan tidak sesuai dengan pemakaiannya.
“Biasanya bayarannya tidak lebih dari 100 ribu rupiah, hanya berkisaran Rp 80-90 ribu perbulannya. Sementara bulan ini biaya tagihan 180 ribu rupiah, sedangkan pemakaian itu-itu saja, tidak ada penambahan,” ungkapnya.
Ia berharap agar adanya tindakan dari pihak terkait, setidaknya memperbaiki sistem pencatatan meteran. Karena selama ini dinilai tidak profesional, pencatat meteran main tembak saja dan tidak turun ke lapangan.
“Mereka main tembak di atas kuda saja, sehingga pemakaiannya hanya dikira-kira saja. Nah, ini mesti diperhatikan oleh instansi terkait, jangan terus berlarut,” terangnya.
Sejumlah masyarakat menyesalkan juga permasalahan naiknya pembayaran langganan KWH yang digunakan setiap bulannya, padahal pemakaiannya tidak ada penambahan. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar pihak PLN lebih profesional dalam melayani masyarakat selaku perusahaan pelayanan publik.
“Sudah tidak terhitung lagi lampu padam seharian ini. Diharapkan pembangunan Gardu Induk (GI) yang katanya sebagai solusi pemadaman cepat selesai, karena masyarakat sudah bosan dengan sering terjadinya byarpet ini,” ungkap Efredi, warga Talangbanyu, Kelurahan Tanjungkupang, Kecamatan Tebingtinggi.
Dia mengatakan, selama ini pelayanan PLN sudah sangat sering dikeluhkan oleh masyarakat Tebingtinggi. Ditambah lagi dengan serinya terjadi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. "PLN harus lebih profesional dalam melayani masyarakat. Jika ada pemadaman seharusnya ada pemberitahuan terlebih dahulu, bukannya main padam saja," cetusnya.
Menurutnya juga, dengan sering terjadinya pemadaman listrik ini, tentu saja membuat ia kerepotan. Bahkan banyak alat-alat elektronik yang rusak akibat dampak dari pemadaman tersebut.
“Selain arus listrik yang tidak stabil. Ditambah seringnya terjadi pemadaman mendadak, komputer saya jadi rusak. Bukan itu saja, terkadang begitu aliran listrik PLN hidup, tegangannya langsung tinggi, akibatnya bola lampu di rumah saya sering putus dan barang elektronik lainnya rusak,” terangnya.
Ditambahkan Rizal, warga Desa Aurgading, permasalahan naiknya biaya beban KWH perbulannya juga dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, semakin hari biaya kian meningkat hingga tidak wajar dan tidak sesuai dengan pemakaiannya.
“Biasanya bayarannya tidak lebih dari 100 ribu rupiah, hanya berkisaran Rp 80-90 ribu perbulannya. Sementara bulan ini biaya tagihan 180 ribu rupiah, sedangkan pemakaian itu-itu saja, tidak ada penambahan,” ungkapnya.
Ia berharap agar adanya tindakan dari pihak terkait, setidaknya memperbaiki sistem pencatatan meteran. Karena selama ini dinilai tidak profesional, pencatat meteran main tembak saja dan tidak turun ke lapangan.
“Mereka main tembak di atas kuda saja, sehingga pemakaiannya hanya dikira-kira saja. Nah, ini mesti diperhatikan oleh instansi terkait, jangan terus berlarut,” terangnya.
Perampok Umbar Tembakan di Kalangan Desa
Perampok berhasil menggasak 80 suku emas dan uang tunai Rp 20 juta dari tangan Setiaman alias Muji bin Raden Hasan (50), pedagang emas keliling yang merupakan warga Desa Sumbu Sari Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Tidak hanya itu, ia mengalami luka tembak di bagian bahu serta betis kaki kiri dan kanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah.
Menurut informasi, peristiwa terjadi pada Minggu (16/6/2013) pukul 07.00 di pasar kalangan Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji. Seperti biasa, korban bersama istrinya berangkat dari rumah dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampai di pasar, Setiaman mulai membuka emas dagangannya.
Namun betapa terkejutnya yang datang pagi itu bukannya orang yang hendak membeli emas, malahan para perampok yang mengicar emas dan uang yang tersimpan dalam tas cangking dari tangan sang istri.
Setelah berhasil menarik tas berisikan emas itu, keempat kawanan perampok yang masing-masing membawa senjata api itu langsung mengarahkan laras pendeknya kearah Setiaman sehingga ia terkena tembak di bagian betis dan kaki kiri dan kananya.
Pagi itu, pasar mingguan gempar setelah mendengar letusan senjata api yang disertai teriakan minta tolong. Sedangkan, kawanan perampok berhasil melarikan diri dari pasar mingguan yang telah tersusun dengan petakan los.
Perampok tadi setelah berhasil merengut tas yang berisikan emas dan duit itu langsung kabur dengan mengendarai dua buah sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna merah dan motor Trill ban kecil k earah jalan kebun sawit.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH SIk didampingi Kasubsektor Polsek Mesuji Raya, Aiptu Zulkarnai membenarkan atas kejadian tersebut. Saat ini pelakunya sedang kita kejar, mudah-mudahan pelakunya berhasil kita ringkus. “Benar Pak ada peristiwa tersebut,” ujar Surachman.
Tidak hanya itu, ia mengalami luka tembak di bagian bahu serta betis kaki kiri dan kanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah.
Menurut informasi, peristiwa terjadi pada Minggu (16/6/2013) pukul 07.00 di pasar kalangan Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji. Seperti biasa, korban bersama istrinya berangkat dari rumah dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampai di pasar, Setiaman mulai membuka emas dagangannya.
Namun betapa terkejutnya yang datang pagi itu bukannya orang yang hendak membeli emas, malahan para perampok yang mengicar emas dan uang yang tersimpan dalam tas cangking dari tangan sang istri.
Setelah berhasil menarik tas berisikan emas itu, keempat kawanan perampok yang masing-masing membawa senjata api itu langsung mengarahkan laras pendeknya kearah Setiaman sehingga ia terkena tembak di bagian betis dan kaki kiri dan kananya.
Pagi itu, pasar mingguan gempar setelah mendengar letusan senjata api yang disertai teriakan minta tolong. Sedangkan, kawanan perampok berhasil melarikan diri dari pasar mingguan yang telah tersusun dengan petakan los.
Perampok tadi setelah berhasil merengut tas yang berisikan emas dan duit itu langsung kabur dengan mengendarai dua buah sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna merah dan motor Trill ban kecil k earah jalan kebun sawit.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH SIk didampingi Kasubsektor Polsek Mesuji Raya, Aiptu Zulkarnai membenarkan atas kejadian tersebut. Saat ini pelakunya sedang kita kejar, mudah-mudahan pelakunya berhasil kita ringkus. “Benar Pak ada peristiwa tersebut,” ujar Surachman.
Jumat, 24 Mei 2013
Warga Mulai Gunakan Arang karena Elpiji Langka
Sejumlah warga Pesawaran menyatakan mulai beralih menggunakan kayu bakar dan arang untuk memasak, karena makin sulit mendapatkan elpiji dalam tabung isi tiga kilogram.
"Sudah sebulan ini di desa kami sulit untuk mendapatkan gas isi tiga kilogram, terpaksa kami pakai kayu bakar untuk memasak," kata Tumirem, di Desa Harapan Jaya, Pesawaran, Jumat (17/5).
Dia mengatakan kesulitan mendapatkan gas dalam tabung isi 3 kg tersebut tidak hanya dirasakan dia dan sejumlah warga desanya, tetapi juga dialami warga desa tetangganya.
"Beberapa ibu-ibu ada yang mencari tabung gas sampai ke desa kami, padahal kami juga merasakan kesulitan mendapatkan elpiji itu," katanya.
Sedangkan Siti (62), warga Bandarlampung merasakan kesulitan mencari tabung yang berisi gas ukuran 3 kg sejak tiga hari terakhir.
"Sebelumnya memang sudah sulit mendapatkannya, dan harganya juga mahal, tapi ya masih ada yang menjualnya. Tapi sudah tiga hari ini saya tidak memasak karena gas habis dan sulit mendapatkannya lagi," kata dia pula.
Siti berusaha menggunakan bahan bakar alternatif lainnya seperti arang, namun ia mengaku kesulitan juga mendapatkan minyak tanah.
"Sudah sebulan ini di desa kami sulit untuk mendapatkan gas isi tiga kilogram, terpaksa kami pakai kayu bakar untuk memasak," kata Tumirem, di Desa Harapan Jaya, Pesawaran, Jumat (17/5).
Dia mengatakan kesulitan mendapatkan gas dalam tabung isi 3 kg tersebut tidak hanya dirasakan dia dan sejumlah warga desanya, tetapi juga dialami warga desa tetangganya.
"Beberapa ibu-ibu ada yang mencari tabung gas sampai ke desa kami, padahal kami juga merasakan kesulitan mendapatkan elpiji itu," katanya.
Sedangkan Siti (62), warga Bandarlampung merasakan kesulitan mencari tabung yang berisi gas ukuran 3 kg sejak tiga hari terakhir.
"Sebelumnya memang sudah sulit mendapatkannya, dan harganya juga mahal, tapi ya masih ada yang menjualnya. Tapi sudah tiga hari ini saya tidak memasak karena gas habis dan sulit mendapatkannya lagi," kata dia pula.
Siti berusaha menggunakan bahan bakar alternatif lainnya seperti arang, namun ia mengaku kesulitan juga mendapatkan minyak tanah.
Rabu, 15 Mei 2013
Bagi Hasil Tinggi Setara Deposito
BANDARLAMPUNG – Tabungan iB Muamalat Prima adalah salah satu produk PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. yang menawarkan banyak keuntungan bagi nasabah. Produk tabungan yang resmi diluncurkan pada 13 Juli 2012 ini merupakan bentuk dari komitmen Bank Muamalat untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan produk-produk yang inovatif.
Tabungan Muamalat Prima merupakan tabungan prioritas yang didesain bagi nasabah yang ingin mendapatkan bagi hasil yang tinggi bahkan setara dengan deposito. Selain itu, Tabungan iB Muamalat Prima juga memberikan banyak benefit.
Di antaranya memberikan keuntungan yang tinggi. Lalu, fleksibel karena dapat ditarik dan dimanfaatkan saldonya untuk bertransaksi setiap waktu dibutuhkan. Benefit lain, yakni aman karena Tabungan Muamalat Prima telah didesain secara sistem dan prosedur. Sehingga keamanan dana nasabah memiliki tingkat jaminan keamanan yang lebih tinggi.
’’Benefit lain, yakni nyaman. Sebab, tersedia fasilitas tarik tunai di ATM non-Muamalat, jaringan kantor yang luas, ditambah keberadaan SOPP (system online payment point) di Kantor Pos, merchant VISA, serta terdapat fasilitas Phone Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking. Juga kemudahan. Syarat saldo pembukaan rekening yang relatif rendah dan biaya administrasi terjangkau,” papar Branch Manager BMI Cabang Bandarlampung Budi Sulaksana melalui Marketing Head Funding Budiman kemarin.
Untuk meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Muamalat terus mengampanyekan Tabungan Muamalat Prima sebagai salah satu produk tabungan yang memberikan banyak keuntungan bagi nasabah.
’’Tabungan ini cukup menarik. Sebab, nasabah bisa menikmati bagi hasil tinggi bahkan setara dengan deposito. Promo Tabungan Muamalat Prima kita lanjutkan hingga Juni 2013. Sebab, sambutan warga Lampung bagus. Tabungan ini berhasil menghimpun DPK Rp15 miliar–Rp20 miliar. Selanjutnya, triwulan ketiga kemarin berhasil tembus Rp50 miliar,” beber Budiman.
Hingga akhir 2013, ditargetkan DPK bisa tembus Rp1 triliun. ’’Ya, kalau target sih sebanyak-banyaknya. Tapi, hingga akhir 2013, kami upayakan bisa tembus Rp1 triliun,” sebutnya.
Dia menyebutkan, Tabungan Muamalat Prima merupakan inovasi produk yang memberi kemudahan di tengah kebutuhan transaksi yang makin tinggi. Terutama dunia usaha. Kegiatan itu membutuhkan pengelolaan tabungan dari biaya atau pemasukan yang didapat.
’’Artinya, produk ini didesain dengan berbagai keuntungan kompetitif dibandingkan tabungan lain. Salah satunya berupa bagi hasil yang lebih besar setara deposito. Tak hanya itu. Produk ini juga menguntungkan karena nasabah bisa mengikuti program reward bagi hasil tambahan >9% bagi setiap nasabah dengan saldo rata-rata>Rp100 juta,” ucapnya.
Misalnya, Anda memiliki saldo Rp100 juta–Rp250 juta, maka bisa memperoleh bagi hasil 48%. Sedangkan untuk nasabah dengan tabungan di atas Rp250 juta mendapat bagi hasil 52%.
’’Bagi hasil yang kami tawarkan dalam Tabungan Muamalat Prima ini sesuai dengan jumlah deposito yang dimiliki masing-masing nasabah,” katanya.
Jika Anda tertarik memiliki tabungan itu, syaratnya sangat mudah dan ringan. Karena bisa dimanfaatkan oleh perorangan atau non-perorangan (CV, PT, atau koperasi). Di mana, setoran awal perorangan hanya Rp5 juta. Sedangkan non-perorangan Rp25 juta.
’’Non-perorangan harus atas nama instansi atau perusahaan,” ujarnya.
Bahkan, nasabah juga bisa mendapatkan keuntungan lainnya. Karena nasabah yang menyimpan dananya ke Tabungan Muamalat Prima juga diikutkan dalam program Muamalat Berbagi Rezeki. ’’Tentunya secara otomatis nasabah yang menabung di Tabungan Muamalat Prima akan diikutkan dalam program Muamalat Berbagi Rezeki. Tapi, minimal saldonya rata-rata >Rp3 juta,” ungkapnya.
Tabungan Muamalat Prima merupakan tabungan prioritas yang didesain bagi nasabah yang ingin mendapatkan bagi hasil yang tinggi bahkan setara dengan deposito. Selain itu, Tabungan iB Muamalat Prima juga memberikan banyak benefit.
Di antaranya memberikan keuntungan yang tinggi. Lalu, fleksibel karena dapat ditarik dan dimanfaatkan saldonya untuk bertransaksi setiap waktu dibutuhkan. Benefit lain, yakni aman karena Tabungan Muamalat Prima telah didesain secara sistem dan prosedur. Sehingga keamanan dana nasabah memiliki tingkat jaminan keamanan yang lebih tinggi.
’’Benefit lain, yakni nyaman. Sebab, tersedia fasilitas tarik tunai di ATM non-Muamalat, jaringan kantor yang luas, ditambah keberadaan SOPP (system online payment point) di Kantor Pos, merchant VISA, serta terdapat fasilitas Phone Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking. Juga kemudahan. Syarat saldo pembukaan rekening yang relatif rendah dan biaya administrasi terjangkau,” papar Branch Manager BMI Cabang Bandarlampung Budi Sulaksana melalui Marketing Head Funding Budiman kemarin.
Untuk meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Muamalat terus mengampanyekan Tabungan Muamalat Prima sebagai salah satu produk tabungan yang memberikan banyak keuntungan bagi nasabah.
’’Tabungan ini cukup menarik. Sebab, nasabah bisa menikmati bagi hasil tinggi bahkan setara dengan deposito. Promo Tabungan Muamalat Prima kita lanjutkan hingga Juni 2013. Sebab, sambutan warga Lampung bagus. Tabungan ini berhasil menghimpun DPK Rp15 miliar–Rp20 miliar. Selanjutnya, triwulan ketiga kemarin berhasil tembus Rp50 miliar,” beber Budiman.
Hingga akhir 2013, ditargetkan DPK bisa tembus Rp1 triliun. ’’Ya, kalau target sih sebanyak-banyaknya. Tapi, hingga akhir 2013, kami upayakan bisa tembus Rp1 triliun,” sebutnya.
Dia menyebutkan, Tabungan Muamalat Prima merupakan inovasi produk yang memberi kemudahan di tengah kebutuhan transaksi yang makin tinggi. Terutama dunia usaha. Kegiatan itu membutuhkan pengelolaan tabungan dari biaya atau pemasukan yang didapat.
’’Artinya, produk ini didesain dengan berbagai keuntungan kompetitif dibandingkan tabungan lain. Salah satunya berupa bagi hasil yang lebih besar setara deposito. Tak hanya itu. Produk ini juga menguntungkan karena nasabah bisa mengikuti program reward bagi hasil tambahan >9% bagi setiap nasabah dengan saldo rata-rata>Rp100 juta,” ucapnya.
Misalnya, Anda memiliki saldo Rp100 juta–Rp250 juta, maka bisa memperoleh bagi hasil 48%. Sedangkan untuk nasabah dengan tabungan di atas Rp250 juta mendapat bagi hasil 52%.
’’Bagi hasil yang kami tawarkan dalam Tabungan Muamalat Prima ini sesuai dengan jumlah deposito yang dimiliki masing-masing nasabah,” katanya.
Jika Anda tertarik memiliki tabungan itu, syaratnya sangat mudah dan ringan. Karena bisa dimanfaatkan oleh perorangan atau non-perorangan (CV, PT, atau koperasi). Di mana, setoran awal perorangan hanya Rp5 juta. Sedangkan non-perorangan Rp25 juta.
’’Non-perorangan harus atas nama instansi atau perusahaan,” ujarnya.
Bahkan, nasabah juga bisa mendapatkan keuntungan lainnya. Karena nasabah yang menyimpan dananya ke Tabungan Muamalat Prima juga diikutkan dalam program Muamalat Berbagi Rezeki. ’’Tentunya secara otomatis nasabah yang menabung di Tabungan Muamalat Prima akan diikutkan dalam program Muamalat Berbagi Rezeki. Tapi, minimal saldonya rata-rata >Rp3 juta,” ungkapnya.
CCAI Ajak Semua Kalangan Donor Darah
BANDARLAMPUNG - Ketersediaan darah di Unit Donor darah (UDD) PMI cabang Lampung dalam sepekan ini mulai menipis. Bahkan, persediaan darah di beberapa kabupaten juga mulai minim. Padahal, permintaan darah setiap hari semakin tinggi.
Untuk memenuhi kebutuhan akan darah tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Southern Sumatera bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak semua kalangan mengikuti donor darah di Head Office Southern Sumatera (Plant Lampung, Tanjungbintang, Lampung Selatan) kemarin (14/5). Ajakan ini direspons positif. Mulai jajaran Kecamatan Tanjungbintang, polsek, koramil, dan karyawan CCAI Southern Sumatera bersama-sama mengikuti program donor darah.
Media Relation Manager National Office CCAI Evanggita In Putri menuturkan, program donor darah CCAI merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan di bawah koordinasi OHS departemen melibatkan masyarakat sekitar zona 1 pabrik CCAI beroperasi.
’’Kami bangga sebagai bagian dari masyarakat industri. Karena dalam diri setiap karyawan kami telah tumbuh kesadaran untuk terus membantu program pemerintah. Khususnya PMI dan Dinas Kesehatan, dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat yang aktif melalui donor darah secara rutin dan teratur,” paparnya.
Camat Tanjungbintang Laila Soraya mengapresiasi inisiatif warga industri seperti halnya CCAI untuk menyinergikan para pihak dalam membantu memecahkan masalah persediaan stok darah PMI di Kabupaten Lampung Selatan.
’’Saya dukung penuh program donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang aktif untuk terus disosialisasikan kepada semua warga di Lampung,” ujarnya.
Kegiatan donor darah CCAI yang rutin diselenggarakan rata-rata berhasil mengumpulkan 80 kantong darah.
Untuk memenuhi kebutuhan akan darah tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Southern Sumatera bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak semua kalangan mengikuti donor darah di Head Office Southern Sumatera (Plant Lampung, Tanjungbintang, Lampung Selatan) kemarin (14/5). Ajakan ini direspons positif. Mulai jajaran Kecamatan Tanjungbintang, polsek, koramil, dan karyawan CCAI Southern Sumatera bersama-sama mengikuti program donor darah.
Media Relation Manager National Office CCAI Evanggita In Putri menuturkan, program donor darah CCAI merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan di bawah koordinasi OHS departemen melibatkan masyarakat sekitar zona 1 pabrik CCAI beroperasi.
’’Kami bangga sebagai bagian dari masyarakat industri. Karena dalam diri setiap karyawan kami telah tumbuh kesadaran untuk terus membantu program pemerintah. Khususnya PMI dan Dinas Kesehatan, dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat yang aktif melalui donor darah secara rutin dan teratur,” paparnya.
Camat Tanjungbintang Laila Soraya mengapresiasi inisiatif warga industri seperti halnya CCAI untuk menyinergikan para pihak dalam membantu memecahkan masalah persediaan stok darah PMI di Kabupaten Lampung Selatan.
’’Saya dukung penuh program donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang aktif untuk terus disosialisasikan kepada semua warga di Lampung,” ujarnya.
Kegiatan donor darah CCAI yang rutin diselenggarakan rata-rata berhasil mengumpulkan 80 kantong darah.
Langganan:
Postingan (Atom)