Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Tidak Ada Air Bersih dan Listrik

Palembang, Lantaran instaliasi listrik dan air yang belum rampung dan masih dalam tahap pengerjaan, pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) yang berlokasi di kawasan Kertapati, hingga saat ini belum bisa dibuka untuk dihuni.

Diungkapkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) dan Perumahan, Anna Heriyana melalui Kabid Perumahan, Albert mengatakan, kondisi rusunawa Kertapati secara fisik sudah selesai dibangun. Namun, belum bisa dihuni karena belum dilengkapi fasilitas seperti listrik, PDAM, dan fasilitas umum lainnya.

“Sekarang masih dalam tahap pemeliharaan dan juga pemasangan instalasi listrik dan PDAM. Kami targetkan baru dibuka November nanti. Jika sudah siap maka akan segera meminta rekomendasi izin operasional dari Kementerian PU,” terangnya.

Dana untuk instalasi listrik tersebut lanjutnya, membutuhkan dana sekitar Rp 400 juta yang dianggarkan di APBD Induk, dan untuk instalasi PDAM Tirta Musi sekitar Rp500 juta dianggarkan pada APBD Perubahan.

“Fasilitas umum di Rusunawa ini sudah kita lakukan, hanya tinggal melakukan pemasangan instalasi listrik dan PDAM,” bebernya.

Rusunawa Kertapati memiliki tiga twin blok, atau sekitar 300 unit kamar. Pembangunan Rusunawa ini dibantu oleh Kementerian PU Dirjen Cipta Karya dan rampung tahun lalu, dengan dana satu twin sekitar Rp 15 miliar. Nanti, Rusunawa ini akan dikelola oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya.

Ditambahkan Albert, rusunawa ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di Kertapati yang belum mempunyai hunian rumah, sehingga harapannya pemukiman di kawasan tersebut dapat tertata dengan baik.

“Selain rusunawa ini, 2015 nanti akan dilakukan pembangunan rusunawa di 5 Ulu dengan pagu anggaran sebesar Rp 15 miliar yang diusulkan kepada pemerintah pusat. Lahannya dari pemkot sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) Marwan Hasmen saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dan pemberitahunan mengenai pelimpahan operasional gedung rusunawa dari PUCK.

“Yang saya tahu belum sampai saat ini belum ada pelimpahan, tapi yang pasti kalau memang itu diamanahkan kepada SP2J kami siap mengoperasionalkan,” tukasnya

Sabtu, 12 April 2014

Polisi Sebaiknya Juga Jaga Kesehatan Tubuh Sendiri


Pangkalpinang - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Gatot Subyaktoro melalui Kabid Humas, AKBP Riza Yulianto kembali mengingatkan seluruh personil yang bertugas dalam Pengamanan (Pam) Pemilu untuk tetap menjaga kesehatan, terlebih kondisi cuaca akan menghantui sebanyak 2.534 personil yang dikerahkan mengawal kondusifitas Pemilu.


"Kapolda mengingatkan kembali seluruh personil harus memperhatikan kondisi fisik agar tetap berstamina prima dalam melaksanakan tugas Pam Pemilu. Terutama menghadapi kondisi perubahan cuaca yang terkadang panas dan seketika hujan. Pastikan mengkonsumsi makanan secara teratur dan asupan makanan yang tepat," sebut Kabid Humas, Kamis (10/4/2014) siang.


Disamping itu, seluruh jajaran pimpinan satuan kerja pun diperintahkan Kapolda untuk memonitor bawahan secara berkala. Dikarenakan upaya pencegahan dinilai lebih baik dibandingkan pengobatan. Selain menjaga kesehatan dengan makan asupan yang baik, ketahanan personil pun ditambah dengan multivitamin, istirahat yang cukup serta berolahraga yang teratur.


"Kapolda lebih menilai mencegah sakit lebih utama. Caranya makan teratur, minum vitamin, istirahat dan olahraga yang cukup. Hal tersebut pun wajib diawasi para pimpinan masing-masing personil. Sebaiknya diterapkan pengecekan rutin terhadap personil pengamanan, sehingga bersama kita mampu mensukseskan tugas," timpal dia.


Sejauh ini Polda Babel telah mempersiapkan diri dalam Pam Pemilu 2014. Mulai dari sarana dan prasarananya yang dipastikan siap beroperasi secara keseluruhan sampai dengan jumlah sebanyak 2.534 personil andalan dan dilaksanakan setiap jajaran tingkat Kabupaten dan Kota.


Polda Babel beserta jajaran Polres dan Polsek masih melaksanakan tahapan awal pada Pam Pemilu 2014 yang sudah memasuki masa penghitungan suara dalam Pileg. Adapun beberapa tahapan Pam Pemilu yang wajib dilaksanakan pihaknya yakni mulai dari tahapan pertama ialah masa kampanye sejak 11 Januari kemudian pada 16 Maret hingga 5 April sebagai masa kampanye akbar.


Diikuti tahapan kedua yaitu masa tenang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2014. Kemudian tahapan ketiga ialah pemungutan suara pada 9 April 2014. Hasilnya kesemua tahapan tersebut diklaim Polda Babel aman dan terkendali karena tak ditemukan kericuhan pada masyarakat.


Selanjutnya tugas mereka mengamankan tahapan keempat yakni mengawal penghitungan suara hingga penetapan hasil suara mulai dari 10 April hingga 9 Mei 2014. Lalu tahapan kelima yaitu penetapan hasil Pemilu dengan periode 7 hingga 9 Mei 2014. Diteruskan tahapan keenam ialah perolehan jumlah kursi dan calon terpilih pada 11 hingga 18 Mei 2014.


Begitu juga dengan tahapan ketujuh yakni saat pengucapan janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Kabupaten dan Kota terpilih yang digelar Juli hingga Agustus 2014. Diakhiri tahapan kedelapan dengan pengucapan sumpah janji DPRD Provinsi yang berlangsung Agustus hingga September 2014 mendatang.

Jumat, 21 Juni 2013

Bongkar Malapraktik

LAHAT - Masih ingat dengan kasus dugaan malapraktik yang menimpa Muhammad Rifqi (18)? Walaupun Siswa kelas XI SMK Negeri 2 Lahat itu telah meninggal dunia 11 Oktober 2012 lalu, upaya hukum terus diperjuangkan keluarga Rifki. Bahkan, orang tua Rifki telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, serta Komnas HAM, hingga kasus ini terus bergulir.

Sebagai tidak lanjut dari upaya pihak keluarga untuk mencari keadilan, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) turun melakukan pemeriksaan. Proses persidangan oleh MKDKI pun dilakukan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, dengan majelis Prof Dr Med Ali Baazid dr Sp OG (k), Dr Hargianti Dini Iwandari drg MM, dan Akhiar Salmi SH MH. Dalam sidang pertama yang digelar secara tertutup ini, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kedua orang tua Rifqi, didampingi pangacaranya Yustinus Joni SH.

Pantauan Palembang Pos, proses persidangan untuk mengetahui persoalan dugaan malapraktik ini dilakukan dengan dihadiri pihak keluarga Rifqi dan pihak RSUD Lahat sebagai terlapor. Hanya sidang berlangsung secara tertutup, hingga belum diketahui apa saja poin dari keterangan kedua orang tua Rifqi, dengan status sebagai saksi. Sampai berita ini ditulis, persidangan masih berlangsung.

Sedangkan MKDKI sendiri belum memberikan keterangan resmi. Hanya saja, salah seorang staf MKDKI yang enggan indentitasnya disebutkan, mengaku agenda sidang perdana hanya meminta keterangan dari keluarga Rifqi. Sidang akan dilanjutkan kambali hari ini, guna mendengarkan keterangan dari pihak RSUD Lahat. “Setelah selesai sidang, kita menunggu pemeriksaan tenaga ahli. Selanjutnya putusan, tapi waktunya masih panjang untuk sampai kepada putusan,” katanya.

Sementara keterangan dari M Alfian (46), orang tua Rifqi, pihaknya telah menyurati beberapa institusi negara yang dinilai dapat memberikan keadilan terhadap putra mereka. Sebab berbagai upaya hukum telah dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil. “Mungkin sidang dari MKDKI ini sebagai tindak lanjut dari surat kami kepada Menteri Kesehatan. Kami cuma meminta keadilan atas anak kami, kami meminta itikad baik dari RSUD Lahat,” tegasnya.

Sementara Ketua IDI Sumsel dr Alsen, mengaku semuanya akan sesuai dengan kode etik kedokteran, apabila secara hukum dokter yang bersangkutan memang benar melakukan pelanggaran praktik atau malapraktik. ‘’Pencabutan masa tugas atau dimana dia bertugas,” jelasnya.

Tentunya, lanjut dr Alsen, akan dipastikan ketika kasus persidangan memang membenarkan dokter bersangkutan bersalah. Sanksi yang diberikan untuk dapat memberikan efek ketelitian kepada dokter-dokter yang tengah bertugas. “Sesuai dengan janji dokter, akan memberikan pelayanan medik sesuai dengan kasus pasien,” tegasnya.

Kasus ini berawal saat Rifqi berobat di RSUD Lahat tanggal 26 Mei 2010 lalu. Tim medis RSUD Lahat melakukan pemeriksaan golongan darah Rifqi untuk melakukan transfusi darah, yang menyatakan golongan darah Rifqi AB. Proses transfusi darah AB pun dilakukan, padahal golongan darah Rifqi sebenarnya B. Akibatnya penyakit Rifqi makin menjadi, hingga meninggal dunia

Cari PNS Dokter Paru



Dokter spesialis paru diyakini memiliki peran penting terhadap masalah kesehatan masyarakat. Keberadaan dokter paru menjadi alternatif utama untuk mengatasi masalah pernapasan. Ironisnya, tenaga dokter paru Lampung sangat minim. Provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota dan menjadi pintu gerbang Sumatera ini hanya memiliki 9 dokter paru!


’’Kita harus tambah. Meskipun sebetulnya, bukan Lampung saja yang mengalaminya. Sebab yang saya tahu, Jakarta saja masih belum tercukupi,” kata Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang usai membuka Kongres Nasional XIV Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Hotel Novotel Lampung kemarin.

Berlian mengatakan, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan pernapasan masyarakat, tenaga spesialis paru perlu ditambah. Mengingat jumlah masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan paru per tahunnya mengalami peningkatan.

Terkait hal itu, dengan ditunjuknya Lampung menjadi tuan rumah Kongres Kerja Nasional PDPI, ia berharap momen ini dapat memberikan solusi terhadap peningkatan kualitas maupun kuantitas dokter spesialis paru.

Selain itu, Berlian berharap PDPI turut men-support pembentukan program spesialis paru. Salah satunya dengan bekerja sama perguruan tinggi. Dengan begitu, ada kemudahan bagi dokter yang baru tamat untuk mengambil program spesialis paru tersebut. ’’Kami juga akan usahakan dari CPNS tahun ini,” ujarnya.

BUPATI LAMPUNG TIMUR BUKA BAKTI SOSIAL OPERASI KATARAK DI RSUD SUKADANA

Sukadana - Bupati Lampung Timur buka secara resmi bakti sosial Operasi Katarak di Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana (18/04), hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Lamtim I Wayan Sutarja, SH, MM, Kepala Satker dilingkungan pemkab Lampung Timur.

Pada saat diwawancarai senin (29/04) Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, SH, MH menyampaikan ucapan terimakasih khususnya kepada Perdami, Ketua Tim PKK Kabupaten Lampung Timur, PT. Sido Muncul atas prakarsa sehingga terselenggarannya Kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak di Kabupaten Lampung Timur, Bakti sosial yang juga merupakan rangkaian acara HUT Kartini ke 134 dan HUT Kabupaten Lampung Timur ke 14 sangat memberikan makna bagi perkembangan kesehatan khususnya penderita Katarak di Kabupaten Lampung Timur, kegiatan yang sangat mulia ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat Kabupaten Lampung Timur hal ini terbukti dengan banyaknya peserta operasi namun karena keterbatasan waktu dan anggaran maka peserta pada tahun 2013 berjumlah 200 orang penderita katarak yang bersal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lampung Timur, jelasnya

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Bakti Sosial dan berupaya terus menjalin kermitraan dengan pihak swasta khususnya PT. Sidomuncul untuk membebaskan masyarakat dari penyakit katarak seperti halnya yang terjadi hari ini. Pada masa yang akan datang diharapkan satker dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur untuk terus dapat mengupayakan kemitraan dengan berbagai perusahaan swasta dan tidak terbatas pada bidang kesehatan namun seperti bidang pertanian, pendidikan dan bidang-bidang lain yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Lampung Timur. Mudah-mudahan kegiatan yang sangat mulia ini merupakan ibadah kita semua khususnya Tim Dokter mata karna kegiatan ini memberikan manfaat yang sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat khusunya di Kabupaten Lampung Timur. Harap erwin

Lebih lanjut disampaikan memontum HUT Kartini ke 134 dan HUT Lamtim ke 14 ini agar dapat dimaknai sebagai langkah mempersatukan seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur dan steakholder untuk dapat lebih memberikan peran aktif dalam proses Pembangunan di Kabupaten Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus akan memfasilitasi baik dari segi pendanaan maupun pelaksanaan pembangunan diharapkan masyarakat untuk terus memberikan dukungan agar pelaksaan pembangunan yang bertujuan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat dapat terwujud di Bumei Tuwah Bepadan, berbagai program telah dilakukan untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur salah satunya “GERBANG INDAH BUMEI TUWAH BEPADAN”( Gerakan Pembangunan Infrastruktur Daerah Bumei Tuwah Bepadan) program ini dimaksudkan untuk memacu masyarakat berkiprah dalam proses pembangunan yang diawali dari tingkat desa di seluruh Kabupaten Lampung Timur, selamat kepada masyarakat yang mendapat kesempatan semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses juga disampaikan kepada seluruh Tenaga medis yang terlibat dalam Bakti Sosial Operasi Katarak ini untuk dapat memberikan pelayanan yang baik, hal ini merupakan tugas dan ibadah bagi kita semua” demikian Erwin mengakhisi Sambutannya.

Minggu, 16 Juni 2013

Bapak Gauli Anak Kandung



SUKADANA – Kelakuan seorang bapak di Desa Cempakanuban, Kecamatan Batangharinuban, Lampung Timur, ini sungguh bejat. Entah apa yang ada di benak Nyamin (48) hingga ia tega menggauli anak kandungnya sendiri, SR. Akibat kebejatannya itu, SR kini hamil 6 bulan.


Perbuatan itu terbongkar setelah sang istri memergoki tersangka sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Polisi berhasil meringkus tersangka yang bersembunyi di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Dari pengakuan tersangka terungkap, awalnya peristiwa itu terjadi pada 2004. Ketika itu, korban yang masih berusia 7 tahun baru selesai mandi. Korban yang baru kelas 2 SD itu masuk kamar hendak ganti baju. Ketika itulah, muncul pikiran bejat tersangka dan menggauli darah dagingnya sendiri. “Saya khilaf ketika itu. Saya menyesal,” kata tersangka.

Namun, perbuatan keji itu berlanjut. Bahkan hingga korban berusia 16 tahun atau sekitar Februari 2013. Perbuatan itu terus berulang ketika rumah sepi karena istrinya ke sawah. Selama kurun waktu 9 tahun itu, tersangka berulang kali merudapaksa korban. Hingga akhirnya, korban diketahui hamil 6 bulan.

Terbongkarnya perbuatan tersangka setelah sang istri memergoki sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Namun, tersangka langsung kabur saat mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi.

“Setelah mendapat laporan istri tersangka, kami terus melacak keberadaan tersangka. Hingga akhirnya, kami berhasil meringkus tersangka di Kecamatan Punggur,” ungkap Kapolsek Batangharinuban AKP Rusdi kemarin.

Kapolsek menambahkan, kini tersangka ditahan di Mapolsek Batangharinuban. Tersangka akan dijerat pasal 81 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Tugu Adipura Jadi Lautan Manusia

65 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat Kota

BANDARLAMPUNG – Tugu Adipura hari ini (16/6) menjadi lautan manusia. Sebanyak 65 ribu masyarakat tumpah ruah di sana untuk memperingati HUT Ke-331 Kota Bandarlampung. Tak hanya mengajak sehat. Pemkot Bandarlampung juga mempersembahkan hadiah menggiurkan. Bayangkan saja, 1 unit Toyota Avanza bakal dibawa pulang peserta yang beruntung.


Sekretaris Kota Bandarlampung Badri Tamam kemarin menuturkan, even kali ini memang beda. Jika dulu hanya untuk warga kota, sekarang seluruh masyarakat Lampung boleh ikut.

”65 ribu kupon kita cetak dan habis. Untuk perwakilan dari seluruh kabupaten di Lampung sekitar 500–1.000 kupon. 

Untuk diketahui,kebagian 14 ribu kupon. Sebanyak 12 ribu kupon ludes dalam tempo sepekan. Sisanya 2 ribu, langsung habis seluruhnya kemarin.

Tak pelak, Graha Pena Lampung   pada Sabtu (15/6) sesak. Sejak dibuka pukul 08.00 WIB, tak henti-hentinya warga berdatangan.

Divisi event organizer yang digawangi Liris Vawina sampai kewalahan. Hanya dalam tempo tiga jam, persis pukul 11.00 WIB, dua ribu kupon ludes.

”Kita sampai membuat aturan, satu kupon satu pendaftar. Tadinya kan pembagiannya berdasarkan kepala keluarga (KK). Karena melihat antusias peserta, terpaksa kita buat aturan itu,” kata Liris yang juga pemimpin perusahaan  

Selain mobil, pemkot juga memberikan berbagai hadiah menarik lainnya. Antara lain, 20 unit sepeda motor, 50 unit sepeda, 20 unit kulkas, 20 unit TV, 20 unit mesin cuci, rice cooker, minicompo, dan VCD Player. ”Acara juga dimeriahkan artis ibu kota Doni Kesuma,” promosi Badri.

Doni, pria kelahiran 6 Juni 1968 diketahui artis multitalenta. Tak hanya piawai di depan kamera, ia juga tercatat sebagai atlet softball nasional.

Lebih lanjut Badri menerangkan, peserta jalan sehat akan start dari Tugu Adipura menuju Jalan Kartini, Jalan Jenderal Katamso, kemudian ke Jalan Raden Intan. Lalu, berbelok ke Jalan Sriwijaya, Jalan Majapahit, dan finis di Lapangan Saburai.

Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. berharap rangkaian melalui even ini, ia dapat mengajak seluruh masyarakat hidup sehat. ”Kita olahragakan masyarakat sekaligus memasyarakatkan olahraga,” ungkapnya.

Harga Telur Ayam di Baturaja Naik Jadi Rp 18.000/Kg

BATURAJA - Harga telur ayam terus bergerak naik dari Rp 15 ribu/kg naik menjadi Rp 16.000/kg dan hari ini Jumat (14/6/2013) sudah naik menjadi Rp 18.000/kg.

Selain harga telur harga cabai merah juga naik, sebelumnya hanya Rp 20 ribu/kg kini naik menjadi Rp 36 ribu kg.

Sebaliknya iharga ikan sungai jenis seluang sedang banjir bahkan harga ikan seluang yang biasanya Rp 50.000/kg turun menjadi Rp 30 ribu/kg.

Paling murah harganya adalah jenis ikan kecil racukan hanya Rp 6.000/kg hingga Rp 8.000/kg

Sampah Masih Membanjiri Muaradua

MUARADUA - Meski ratusan tong sampah sudah disebar ke rumah masyarakat di Kecamatan Muaradua OKU Selatan, namun tumpukan sampah masih terlihat di beberapa tepi jalan yang ada di desa di Kecamatan Muaradua. Akibatnya, bau tak sedap dan potensi datangnya penyakit masih menjadi ancaman sejumlah masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

Salah satu lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah adalah Jl Desa Sukamaju Muaradua. Parahnya, kawasan ini berada tak jauh dari bangunan SD Negeri 15 Muaradua. Mereka yang melintas di area ini tak jarang menutup hodung karena aroma dari sampah yang kian membusuk.

"Sampah di sini tak pernah diangkut oleh dinas. Akibatnya, jumlahnya terus banyak dan baunya kian menyengat," kata salah satu warga setempat, Tuti, Minggu (16/6/2013).

Diungkapkan Tuti, kawasan yang kini tengah dipadati sampah tersebut memang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Dahulunya, sampah yang ada di sana rutin diangkut oleh truk pengangkut sampah dari Dinas PU OKU Selatan. Namun, beberapa hari terakhir, pengangkutan sampah sering terlambat hingga sampah keburu banyak dan menghadirkan aroma yang tak sedap.

Pantauan, tempat yang dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah ini sama sekali tak ada bak sampahnya. Sepintas, lokasi ini lebih tepat disebut sebagai selokan ketimbang tempat pembuangan sampah. Dengan jumlah yang semakin banyak, sampah-sampah ini sudah masuk ke tubuh jalan. Akibatnya, jalan yang sudah sempit semakin terlihat sempit.

Kepala Dinas PU OKU Selatan, Ir Sudirman, melalui Kabid Kebersihan dan Tata Indah Kota OKU Selatan, Erlan Fadilah ST mengakui kapasitas pelayanan dalam pengangkutan sampah yang ada memang masih kurang. Gambarannya, untuk jumlah kendaraan angkutan sampah, hanya ada sembilan mobil pengangkut sampah yang terbagi untuk empat kecamatan yaitu Kecamatan Banding Agung, Kecamatan BPRT (Simpang Sender), Kecamatan Simpang Martapura, dan Kecamatan Muaradua.

"Bahkan, ada beberapa yang sudah tak bisa difungsikan karena sudah rusak. Selain itu, masyarakt sering terlambat membayar retribusi sampah," katanya.

Ditambahkannya, dalam layanan untuk pengangkut sampah, Dinas PU OKU Selatan sudah memberikan dan menawarkan kepada masyrakat tempat sampah. Dengan adanya kotak sampah di depan rumah, sampah bisa dikumpulkan sebelum diangkut oleh truk sampah. Untuk pemasangan kotaksampah ini, masyarakat membayar uang lima belas ribu per bulan sebai bentuk retribusi sampah.

"Dengan layanan yang sudah kami lakukan terkadang masyarakat ini masih saja menyalahkan pemerintah karna masalah seperti ini sangat perlu kesadaran masyarakat itu sendiri dalam membuang sampah itu agar dapat membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.

Minus Polisi, BNN Pagaralam Sulit Tangkap Pelaku Narkoba

PAGARALAM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam saat ini belum bisa melakukan berbagai tindakan penangkapan kepada masyarakat yang menjadi pengguna Narkoba. Pasalnya meskipun sudah berusia 2 tahun, namun sampai saat ini BNN Pagaralam belum memiliki anggota dari Kepolisian.


Padahal anggota kepolisian sangat diperlukan di BBN saat akan melakukan penindakan dan penangkapan terhadap pengguna Narkoba. Pihak BNN sudah mengajukan ke Pihak Polda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penempatan anggota Polisi di BNN Pagaralam.


Kepala BNN Kota Pagaralam, Sudran Gafar, Minggu (16/6/2013) mengatakan, saampai saat ini BNN Kota Pagaralam belum memiliki petugas dari pihak Kepolisian. Padahal pihak BNN sudah meminta Polda Sumsel untuk menempatkan anggotanya di BNN.


"Kita belum memiliki anggota yang berasal dari kepolisian. Untuk itu BNN kita belum bisa secara optimal melakukan tugas sesuai dengan Undang-Undang," jelasnya Gafar.


Pihak BNN mengajukan penempatan anggota Polisi sebanyak 5 orang untuk dapat ditempatkan di BNN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasaannya.


"Saat ini kita hanya bisa melakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan saja ke masyarakat. Untuk fungsi penindakan belum dilakukan karena kurangnya anggota dari pihak Kepolisian," ujarnya

PNS di Lahat Dilarang Merokok di Kantor

LAHAT - Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat berencana mengajukan peraturan daerah (Perda), yang mengatur kawasan bebas asap rokok. Saat ini usulan tersebut masih dirancang sebelum diajukan ke Pemerintah Kabupaten Lahat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat. Jika disetujui nanti para perokok tidak akan bebas melakukan aktivitasnya, termasuk di kantor pemerintahan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat Dr H Muzakir Mkes menjelaskan, pihaknya memang sedang merencang aturan kawasan bebas asap rokok di Kabupaten Lahat. Aturan tersebut nantinya akan dibuat peraturan daerah (Perda), sehingga bersifat mengikat dan harus dijalankan. Sebab tujuannya untuk kebagiakn bersama, terutama perokok pasif yang selama ini menjadi imbas dari para perokok aktif.


Namun ia menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, serta anggota DPRD Kabupaten Lahat yang akan membahas rencana perda tersebut. Sebab meskipun mereka sudah merancang sebaik mungkin, tanpa ada persetujuan tetap akan percuma.


"Target saya rancangan Perda sudah selesai akhir 2014, dan bisa diserahkan ke Pemkab dan DPRD Kabupeten Lahat," ujar Muzakir, Minggu (16/6/2013).


Tambahnya, dalam kerangka rancangan perda yang mereka ajukan, terdapat larangan merokok di tempat umum. Seperti rumah sakit serta pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), yang ada di Kabupaten Lahat. Termasuk semua perkantoran dan instansi pemerintahan Kabupaten Lahat, tanpa terkecuali.


Pimpinan kantor atau pun intansi pemerintahan, diminta membuat tempat khusus untuk merokok. Sehingga para perokok aktif tetap bisa menyalurkan kegiatannya, tanpa harus menggangu kesehatan orang lain. Sebab selama ini perokok pasif selalu menjadi korban, akibat pengaruh para perokok aktif.


"Tidak boleh merokok di sembarang tempat, harus ada tempat khusus. Kami mencoba melindungi perokok pasif, yang selama ini harus ikut menderita akibat para perokok aktif," tegas Muzakir.

Jumat, 24 Mei 2013

Kejari Menggala Segera Panggil 3 Staf Panwaslu Mesuji

Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala terus menelusuri dugaan korupsi dana hibah Panwaslu Mesuji tahun 2011 senilai Rp 1,5 miliar.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Mesuji, dana hibah yang digelontorkan Pemkab Mesuji untuk Panwas, terindikasi terdapat unsur kerugian negara senilai Rp 332 juta.

Kasi Intelijen Kejari Menggala M Nursaityas memastikan, temuan Inspektorat Mesuji atas dugaan korupsi dana hibah itu saat ini sudah masuk tahap penyelidikan di kejaksaan.

Menurut dia, dalam waktu dekat, penyidik Kejaksaan Menggala akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait aliran dana hibah itu.

Saksi yang akan dipanggil itu, menurut dia, berasal dari staf Panwaslu Mesuji.

"Kalau pulbaket kita sudah, dalam waktu dekat ini kita akan minta keterangan dari staf Panwas. Rencananya tiga orang. Mereka diperiksa sebagai saksi," ungkap M Nursaityas kepadaTribunlampung.co.id, Jumat (24/5/2013).

Untuk saat ini, pihak kejaksaan tengah menelaah dan mengumpulkan barang bukti terkait adanya laporan dari pihak Inspektorat Mesuji.

”Kita masih menelaah. Yang jelas kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kejaksaan," tandasnya.

Jari Siswa Dipukul Guru hingga Berdarah

Darti (43), seorang wali murid SD Negeri 3 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mendatangi sekolah karena anaknya yang bernama Chandra Irawan (9) menangis usai pulang sekolah lantaran jari kelingkingnya memar dan berdarah,Jumat (24/5/2013).

Diduga siswa kelas dua SD Negeri 3 itu dipukul dengan penggaris oleh gurunya, Yun. "Saya langsung ke sekolah, karena anak saya pulang menangis dan jari kelingking kanannya memar hitam kebiruan," ungkap Darti kepada wartawan, hari ini.

Menurut dia, peristiwa itu bermula saat sang guru memeriksa kuku jari siswa. Ketika itu jam pulang sekolah, sehingga satu per satu saat siswa keluar ruangan guru tersebut memeriksa kuku siswanya.
"Chandra saat gurunya mau memukul diam saja, sehingga mengenai tangannya," katanya.

Kepala SD Negeri 3 Tambahrejo Sopan Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya permasalah itu. Tapi, lanjut dia, persoalannya sudah diselesaikan secara musyawarah di sekolah.

Menurut dia, Yun, oknum guru yang melakukan tindakan tersebut, sudah minta maaf kepada orangtua Chandra.

"Kebetulan ibu anak tersebut saat rapat datang, sekalian guru yang bersangutkan minta maaf dengan orangtuanya. Jadi masalah sudah selesai," ungkapnya.

Sopan mengaku langsung melakukan pembinaan kepada semua guru di sekolahnya, supaya persoalan yang sama tidak terulang kembali.




Yun, oknum guru di SD Negeri 3 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, telah menyesali perbuatannya memukul jari kelingking Chandra Irawan (9) hingga berdarah, Jumat (24/5/2013).

Bahkan, dia sudah meminta maaf langsung ke Chandra Irawan dan orang tuanya.

"Tadi saya pertemukan di ruangan khusus, guru yang bersangkutan sudah minta maaf langsung. Sampai nangis-nangis menyesali perbuatannya," ungkap Kepala SD Negeri 3 Tambahrejo Sopian Irawan.

Menurut dia, saat itu Chandra dan orang tuanya sudah memaafkan, sehingga tidak ada persoalan yang perlu dipermasalahkan lagi

Manusia Tertinggi Di Indonesia Meriahkan Tapis Karnival



Bandarlampung - Suparwono, manusia tertinggi di Indonesia yang jugga duta wisata Provinsi Lampung turut memeriahkan Tapis Karnival pada rangkaian kegiatan Festival Krakatau XXI tahun 2011.


Dari pantauan, di Bandarlampung, seluruh gerak gerik orang terjangkung yang berasal dari Kabupaten Tulangbawang Barat itu selalu menjadi perhatian, sebagian besar masyarakat daerah itu juga menjadikan pria tersebut sebagai objek foto bersama.


Setelah dinobatkan sebagai duta wisata Lampung, Suparwono yang memiliki tinggi badan 2,42 meter itu menyatakan dirinya selalu siap untuk membawa daerah yang dipimpin Gubernur Sjahroedin ZP itu dikenal hingga ke mancanegara.


"Sektor pariwisata di Lampung cukup banyak jadi sebagai masyarakat yang baik maka tugas untuk memajukannya adalah tugas bersama," ujarnya.


Ia juga berharap seluruh masyarakat di daerah itu dapat terus menjaga kelestarian budaya dan seni khas Lampung serta turut mendukung pengembangannya sehingga dapat dikenal ke seluruh dunia.


"Mudah mudahan ke depan dunia pariwisata dan kebudayaan daerah Lampung dapat lebih maju lagi," ujar Suparwono.

Rabu, 15 Mei 2013

CCAI Ajak Semua Kalangan Donor Darah

BANDARLAMPUNG - Ketersediaan darah di Unit Donor darah (UDD) PMI cabang Lampung dalam sepekan ini mulai menipis. Bahkan, persediaan darah di beberapa kabupaten juga mulai minim. Padahal, permintaan darah setiap hari semakin tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan akan darah tersebut, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) Southern Sumatera bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengajak semua kalangan mengikuti donor darah di Head Office Southern Sumatera (Plant Lampung, Tanjungbintang, Lampung Selatan) kemarin (14/5). Ajakan ini direspons positif. Mulai jajaran Kecamatan Tanjungbintang, polsek, koramil, dan karyawan CCAI Southern Sumatera bersama-sama mengikuti program donor darah.

Media Relation Manager National Office CCAI Evanggita In Putri menuturkan, program donor darah CCAI merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan di bawah koordinasi OHS departemen melibatkan masyarakat sekitar zona 1 pabrik CCAI beroperasi.

’’Kami bangga sebagai bagian dari masyarakat industri. Karena dalam diri setiap karyawan kami telah tumbuh kesadaran untuk terus membantu program pemerintah. Khususnya PMI dan Dinas Kesehatan, dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat yang aktif melalui donor darah secara rutin dan teratur,” paparnya.

Camat Tanjungbintang Laila Soraya mengapresiasi inisiatif warga industri seperti halnya CCAI untuk menyinergikan para pihak dalam membantu memecahkan masalah persediaan stok darah PMI di Kabupaten Lampung Selatan.

’’Saya dukung penuh program donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang aktif untuk terus disosialisasikan kepada semua warga di Lampung,” ujarnya.

Kegiatan donor darah CCAI yang rutin diselenggarakan rata-rata berhasil mengumpulkan 80 kantong darah.

Pemprov Gelontorkan Rp94 Miliar untuk Bandarlampung

BANDARLAMPUNG – Kinerja Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N. dalam membangun kota ini menuai apresiasi dari Pemprov Lampung. Kinerja tersebut di antaranya pembangunan fly over, perbaikan infrastruktur jalan, dan penempatan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di ruas jalan protokol dalam membantu tugas kepolisian.

Karenanya pada kunjungan kerja (kunker) Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. ke Pemkot Bandarlampung yang direncanakan berlangsung hari ini, pemprov akan menyerahkan bantuan sebesar Rp94 miliar.

’’Alhamdulillah, beberapa program kerja itu diadopsi beberapa kota besar di Indonesia. Di antaranya Manado. Dalam pembangunan, Pak Gubernur menginginkan kepala daerah memiliki program kerja yang jelas dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Masri Yahya kemarin.

Dia menyebutkan, total bantuan dana yang diserahkan kepada Pemkot Bandarlampung mencapai Rp94 miliar lebih yang meliputi 17 bidang pembangunan.

’’Dalam penyerahannya, volume anggaran masing-masing bidang tidak sama besarnya. Hal ini didasarkan pada skala prioritas program pembangunan Kota Bandarlampung. Fokus bantuan dana pembangunan yang diberikan ini bersentuhan langsung dengan kepentingan publik dan pelayanan masyarakat, serta pemberdayaan perekonomian masyarakat, yang diharapkan dapat mewujudkan kemandirian masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, bantuan yang diserahkan itu tentu tidak dimaksudkan untuk mengurangi anggaran pada bidang tertentu yang diberikan bantuan. Melainkan merupakan stimulan dan percepatan untuk mendukung sekaligus memperkuat program yang sudah dianggarkan dalam APBD Bandarlampung.

’’Pemberian bantuan ini merupakan wujud pembinaan Pemprov Lampung dalam mewujudkan dan mengakselerasikan pembangunan Bandarlampung. Sehingga secara nyata dapat meningkatkan pelayanan kepada publik dan kemandirian bagi masyarakat,” tandasnya.

Dia menambahkan, bantuan diharapkan sesuai asas administrasi pemerintahan yang tepat, baik, benar, serta berpegang pada asas tepat aturan, anggaran, sasaran, serta tepat waktu dan mutu.

’’Ini dikarenakan Bandarlampung sebagai ibu kota Lampung yang merupakan etalase dari semua kabupaten/kota. Serta sebagai kota perdagangan-jasa, industri, wisata, dan pusat pendidikan tinggi memerlukan percepatan pembangunan terutama di bidang sosial ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Pertanyakan Jumlah Pasien Jamkesda

BANDARLAMPUNG – Kepastian kapan waktu pemanggilan manajemen Rumah Sakit (RS) Graha Husada oleh Komis D DPRD Bandarlampung akhirnya diketahui. Rencananya, komisi yang salah satu tugasnya membidangi kesehatan itu menyatakan akan memanggil manajemen RS yang berlokasi di Jl. Gadjah Mada, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), itu pekan depan.

’’Ya, pekan depan kami panggil manajemen RS Graha Husada. Nanti kami jadwalkan waktu yang cocok untuk mereka agar bisa hadir memenuhi panggilan kami,” ujar anggota Komisi D Ernita kemarin.

Selain meminta keterangan terhadap pelayanan, lanjut dia, pihaknya juga akan mempertanyakan jumah pasien yang berobat di RS tersebut menggunakan fasilitas jamkesda (jaminan kesehatan daerah).

Menurut politisi muda asal Partai Demokrat ini, data pasien jamkesda ditanyakan untuk melihat pelayanan dari RS tersebut. Sebab semakin sedikit jumlahnya, berarti pelayanan RS itu rendah.

’’Asumsinya, kalau pelayanan RS itu buruk, masyarakat tidak mau berobat di sana, karena mereka mendapatkan pelayanan yang kurang menyenangkan. Tetapi kalau pasien dengan fasilitas jamkesda banyak, berarti tingkat kepuasan pasien dalam berobat di sana memuaskan. Makanya kami akan lihat data jamkesda, termasuk jamkesmasnya,” jelas dia.

Ernita menambahkan, pihaknya juga meminta kepada Badan Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPPLH) Bandarlampung bertindak tegas terhadap limbah yang diduga telah mencemarkan Way Balau yang ada di belakang RS tersebut.

’’Karena jika memang benar RS itu membuang limbah ke Way Balau, dampaknya bukan hanya kepada warga sekitar, tetapi juga pasien yang berobat di RS tersebut. Karena jika pasien menghirup limbah, berarti akan menambah penyakit. Bukannya jadi lebih baik, malah tambah parah,” tandasnya.

Senin, 29 April 2013

Dewan Ancam Bongkar

BANDARLAMPUNG – Sikap manajemen Rumah Sakit (RS) Graha Husada yang tidak menanggapi undangan DPRD Bandarlampung untuk rapat dengar pendapat (hearing) pada Kamis (25/4) lalu membuat lembaga legislatif tersebut berang.

Ketua Komisi C DPRD Bandarlampung Barlian Mansyur mengatakan, dengan ketidakhadiran manajemen RS yang berlokasi di Jl. Gadjah Mada, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), itu mengindikasikan bangunan RS tersebut telah melanggar garis sempadan sungai (GSS) dan mencemari sungai.

Karenanya, politisi asal Partai Golkar itu memastikan pihaknya kembali melayangkan surat panggilan kepada manajemen RS tersebut. ’’Ya, kami akan kirimkan lagi surat panggilannya. Mungkin Senin (29/4) kami kirimkan surat supaya mereka datang ke DPRD pada Selasa (30/4) untuk menjelaskan duduk persoalan bangunan dan limbahnya,” ujar dia kemarin (26/4).

Jika manajemen RS tersebut tidak dapat menghadiri panggilan, sambung Barlian, pihaknya akan membuat rekomendasi kepada Pemkot Bandarlampung untuk membongkar bangunan yang telah melanggar GSS dan menghentikan operasional RS tersebut.

’’Jika diundang tidak hadir, itu biasanya karena bersalah. Sebab kalau mereka tidak bersalah, seharusnya hadir dan menjelaskan apa yang kami tanya. Jika mereka tak hadir lagi, nanti kami buat rekomendasi supaya RS itu operasionalnya dihentikan dan bangunan yang melanggar dibongkar,” tegasnya.

Barlian menambahkan, dalam panggilan tersebut, pihaknya akan menanyakan bagaimana upaya pengelolaan lingkungan hidup-upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL-UKL) RS itu sehingga limbah yang dikeluarkan tak mencemarkan sungai yang dapat membahayakan masyarakat.’’Dalam pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan, setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup, mencegah serta menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Jadi, RS itu berkewajiban memelihara fungsi lingkungan!” tandasnya.

Minggu, 21 April 2013

PALEMBANG – Kecakapan dan kecerdasan merupakan kunci utama pengembangan diri mahasiswa. Ini perlu ketika mahasiswa telah menyelesaikan studi dan mengabdi kepada masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerjemahkan bagaimana bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja integritas. “Program pengembangan diri sebenarnya adalah bagaimana mengambil sebuah penyimpulan sesuai dengan apa yang harus dikerjakan mahasiswa setelah lulus,” ungkap Direktur PT ABCo Sugesti Motivatindo,


Aris Ahmad Jaya, ketika menjadi trainer di hadapan mahasiswa Magister Management Universitas Tridinanti Palembang (MM UTP) dalam seminar Personality Development Programe (PDP) atau Program Pengembangan Diri, di Hotel Aston Palembang, minggu (21/4). (may/afi). B

Bakrie Life Cuma Sanggup Bayar Separuh Tunggakan


PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) mulai bernegosiasi dengan nasabahnya untuk melakukan pembayaran dana. Namun, Bakrie Life hanya sanggup membayar separuh dari total dana tunggakan nasabah.

Permohonan tersebut terungkap dalam pertemuan perwakilan nasabah pada 4 April lalu di Kuningan, Jakarta. Pihak Bakrie Life diwakili Timoer Sutanto, Budi Santoso, serta salah seorang legal konsultan. Sementara perwakilan nasabah yang hadir yaitu Freddy Koeshariyono beserta tiga nasabah lain. Pertemuan itu turut dihadiri seorang saksi.

Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Bakrie Life menawarkan skema pembayaran baru, yaitu siap membayar tunai, tetapi pembayarannya hanya diberikan separuh dari total dana tunggakan. Hingga saat ini, total tunggakan dana nasabah produk investasi Diamond Investa mencapai Rp 260 miliar.

"Jika ini terealisasi, maka tunggakan yang bisa cair sekitar Rp 130 miliar. Sisanya dianggap hangus atau diikhlaskan," kata Freddy di Jakarta akhir pekan lalu.

Freddy mengatakan, manajemen mengaku kesulitan dana sehingga hanya mampu membayar setengah dari total dana tunggakan. Pihak manajemen juga memberi syarat lain kepada nasabah, yaitu minimal harus 80 persen nasabah yang masih memiliki tunggakan dari Bakrie Life harus memberikan surat pernyataan.
Sisanya dianggap hangus atau diikhlaskan.

Isi surat pernyataan tersebut yaitu nasabah setuju pemberian skema pembayaran berupa 50 persen dari total tunggakan. Alasannya, surat pernyataan ini akan menjadi landasan hukum agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

"Jika kami setuju dengan tawaran itu, dana tunggakan nasabah akan segera dicairkan. Namun, Bakrie Life tidak menyebutkan sumber dana pembayaran tersebut," tambahnya.

Saat ini, manajemen Bakrie Life memang menawarkan pencairan aset dari sebidang tanah di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, sampai sekarang tanah tersebut juga belum laku dijual.

Atas pertemuan tersebut, Freddy yang merupakan perwakilan dari nasabah mengaku belum mengambil sikap. Keputusan baru akan diambil setelah diskusi dengan nasabah lain. Selain itu, ada keinginan memastikan bahwa Bakrie Life benar-benar tidak mampu membayar tunggakan dana nasabah, bukan sekadar alasan supaya dipercaya.

"Makanya, dalam waktu dekat nasabah akan bersurat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya difasilitasi pertemuan dengan Bakrie Life. Kami sekarang belum percaya seratus persen, harus dipastikan dulu," tambahnya.

Freddy juga mengaku bahwa sebenarnya tawaran ini cukup menarik dibanding nasabah tidak mendapat kepastian pembayaran selama empat tahun terakhir. Namun, tawaran manajemen dianggap terlalu murah karena sebelumnya manajemen ingin membayarkan dana nasabah sekitar 70-80 persen dari total dana tunggakan.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama Bakrie Life Timoer Sutanto mengakui adanya skema kelonggaran pembayaran dana nasabah, tetapi tidak mengakui permintaan membayar setengah saja.

Timoer pun tidak menyebutkan alasan meminta keringanan. Begitu juga sumber dana pembayaran tersebut dan tidak menyinggung sedikit pun tentang status tanah di Makassar yang sempat dijanjikan. "Kami sedang negosiasi dan memang memohon keringanan," jelasnya singkat.