Jumat, 24 Mei 2013

Jari Siswa Dipukul Guru hingga Berdarah

Darti (43), seorang wali murid SD Negeri 3 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mendatangi sekolah karena anaknya yang bernama Chandra Irawan (9) menangis usai pulang sekolah lantaran jari kelingkingnya memar dan berdarah,Jumat (24/5/2013).

Diduga siswa kelas dua SD Negeri 3 itu dipukul dengan penggaris oleh gurunya, Yun. "Saya langsung ke sekolah, karena anak saya pulang menangis dan jari kelingking kanannya memar hitam kebiruan," ungkap Darti kepada wartawan, hari ini.

Menurut dia, peristiwa itu bermula saat sang guru memeriksa kuku jari siswa. Ketika itu jam pulang sekolah, sehingga satu per satu saat siswa keluar ruangan guru tersebut memeriksa kuku siswanya.
"Chandra saat gurunya mau memukul diam saja, sehingga mengenai tangannya," katanya.

Kepala SD Negeri 3 Tambahrejo Sopan Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya permasalah itu. Tapi, lanjut dia, persoalannya sudah diselesaikan secara musyawarah di sekolah.

Menurut dia, Yun, oknum guru yang melakukan tindakan tersebut, sudah minta maaf kepada orangtua Chandra.

"Kebetulan ibu anak tersebut saat rapat datang, sekalian guru yang bersangutkan minta maaf dengan orangtuanya. Jadi masalah sudah selesai," ungkapnya.

Sopan mengaku langsung melakukan pembinaan kepada semua guru di sekolahnya, supaya persoalan yang sama tidak terulang kembali.




Yun, oknum guru di SD Negeri 3 Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, telah menyesali perbuatannya memukul jari kelingking Chandra Irawan (9) hingga berdarah, Jumat (24/5/2013).

Bahkan, dia sudah meminta maaf langsung ke Chandra Irawan dan orang tuanya.

"Tadi saya pertemukan di ruangan khusus, guru yang bersangkutan sudah minta maaf langsung. Sampai nangis-nangis menyesali perbuatannya," ungkap Kepala SD Negeri 3 Tambahrejo Sopian Irawan.

Menurut dia, saat itu Chandra dan orang tuanya sudah memaafkan, sehingga tidak ada persoalan yang perlu dipermasalahkan lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar