Palembang, Lantaran instaliasi listrik dan air yang belum rampung dan masih dalam tahap pengerjaan, pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) yang berlokasi di kawasan Kertapati, hingga saat ini belum bisa dibuka untuk dihuni.
Diungkapkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK) dan Perumahan, Anna Heriyana melalui Kabid Perumahan, Albert mengatakan, kondisi rusunawa Kertapati secara fisik sudah selesai dibangun. Namun, belum bisa dihuni karena belum dilengkapi fasilitas seperti listrik, PDAM, dan fasilitas umum lainnya.
“Sekarang masih dalam tahap pemeliharaan dan juga pemasangan instalasi listrik dan PDAM. Kami targetkan baru dibuka November nanti. Jika sudah siap maka akan segera meminta rekomendasi izin operasional dari Kementerian PU,” terangnya.
Dana untuk instalasi listrik tersebut lanjutnya, membutuhkan dana sekitar Rp 400 juta yang dianggarkan di APBD Induk, dan untuk instalasi PDAM Tirta Musi sekitar Rp500 juta dianggarkan pada APBD Perubahan.
“Fasilitas umum di Rusunawa ini sudah kita lakukan, hanya tinggal melakukan pemasangan instalasi listrik dan PDAM,” bebernya.
Rusunawa Kertapati memiliki tiga twin blok, atau sekitar 300 unit kamar. Pembangunan Rusunawa ini dibantu oleh Kementerian PU Dirjen Cipta Karya dan rampung tahun lalu, dengan dana satu twin sekitar Rp 15 miliar. Nanti, Rusunawa ini akan dikelola oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya.
Ditambahkan Albert, rusunawa ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di Kertapati yang belum mempunyai hunian rumah, sehingga harapannya pemukiman di kawasan tersebut dapat tertata dengan baik.
“Selain rusunawa ini, 2015 nanti akan dilakukan pembangunan rusunawa di 5 Ulu dengan pagu anggaran sebesar Rp 15 miliar yang diusulkan kepada pemerintah pusat. Lahannya dari pemkot sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) Marwan Hasmen saat dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan rekomendasi dan pemberitahunan mengenai pelimpahan operasional gedung rusunawa dari PUCK.
“Yang saya tahu belum sampai saat ini belum ada pelimpahan, tapi yang pasti kalau memang itu diamanahkan kepada SP2J kami siap mengoperasionalkan,” tukasnya
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumatera Selatan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 April 2014
Empat Rumah Ludes Terbakar Muara Dua
Empat rumah warga Desa Pulau Beringin Utara, Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan, Kamis (10/4), rata dengan tanah, setelah dilalap sijago merah. Meksi tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugain ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Soalnya, seluruh harta benda keempat korban, tak satupun sempat diselamatkan. Api baru bias dikuasai dua jam kemudian, setelah warga bahu-membahu memadamkannya.
Camat Pulau Beringin Hisdan Kadis SIp mengatakan, empat rumah yang terbakar, yakni milik Darsuki, Supirman, Cik Umar, dan Unimah atau Aprian. Empat rumah ini rata dengan tanah tanpa menyisakan satu barang pun. Sedang tiga rumah lainnya terbakar bagian belakangnya, yakni milik Abrar, Aftahulah, dan Sri.
Informasinya, api diduga dari dapur atau dari pembakaran misal kompor gas atau kayu bakar. Bahkan, sempat mengeluarkan asap tebal, serta terdengar ledakan tabung gas. “Kalau yang kita tangkap dilapangan, katanya api dari dapur. Awalnya berasap dan tak lama terdengar bunyi ledakan tabung gas, sehingga api dengan cepat membakar rumah,” tutur Hisdan.
Karena rumah disekitar berupa rumah panggung dari papan, maka api tak bisa dikendalikan, dan baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Namun dampaknya, selain empat rumah ludes, tiga rumah warga lainnya ikut terbakar dibagian belakang.
“Selain empat rumah rata, ada tiga rumah dibagian belakang atau dapur juga ikut terbakar,” terang Hisdan. Sementara lanjutnya, mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan dari Kecamatan Kisam Ilir, baru tiba sekitar pukul 12.00 WIB, setelah api bisa dikuasi 90 persen. ‘’Mobil baru sampe, api la sudah dikuasai 90 persen,” kata Hisdan.
Dikatakan Hisdan, jika di dalam empat rumah yang terbakar terdapat 7 kepala keluarga (KK). Saat ini 7 kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya. “Kita juga sudah melapor ke asisten I dan BPBD, serta membuat posko peduli bencana kebakaran untuk para korban,” kata Hisdan.
Ditambahkannya, jika empat rumah tersebut merupakan toko yang menjual berbagai peralatan dan perabotan rumah tangga. Akibat kebakaran, tak satupun barang dibagian bawah rumah panggung itu bisa diselamatkan. “Seluruhnya terbakar tanpa sisa,” tukas Hisdan.
Camat Pulau Beringin Hisdan Kadis SIp mengatakan, empat rumah yang terbakar, yakni milik Darsuki, Supirman, Cik Umar, dan Unimah atau Aprian. Empat rumah ini rata dengan tanah tanpa menyisakan satu barang pun. Sedang tiga rumah lainnya terbakar bagian belakangnya, yakni milik Abrar, Aftahulah, dan Sri.
Informasinya, api diduga dari dapur atau dari pembakaran misal kompor gas atau kayu bakar. Bahkan, sempat mengeluarkan asap tebal, serta terdengar ledakan tabung gas. “Kalau yang kita tangkap dilapangan, katanya api dari dapur. Awalnya berasap dan tak lama terdengar bunyi ledakan tabung gas, sehingga api dengan cepat membakar rumah,” tutur Hisdan.
Karena rumah disekitar berupa rumah panggung dari papan, maka api tak bisa dikendalikan, dan baru bisa dipadamkan dua jam kemudian. Namun dampaknya, selain empat rumah ludes, tiga rumah warga lainnya ikut terbakar dibagian belakang.
“Selain empat rumah rata, ada tiga rumah dibagian belakang atau dapur juga ikut terbakar,” terang Hisdan. Sementara lanjutnya, mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan dari Kecamatan Kisam Ilir, baru tiba sekitar pukul 12.00 WIB, setelah api bisa dikuasi 90 persen. ‘’Mobil baru sampe, api la sudah dikuasai 90 persen,” kata Hisdan.
Dikatakan Hisdan, jika di dalam empat rumah yang terbakar terdapat 7 kepala keluarga (KK). Saat ini 7 kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabatnya. “Kita juga sudah melapor ke asisten I dan BPBD, serta membuat posko peduli bencana kebakaran untuk para korban,” kata Hisdan.
Ditambahkannya, jika empat rumah tersebut merupakan toko yang menjual berbagai peralatan dan perabotan rumah tangga. Akibat kebakaran, tak satupun barang dibagian bawah rumah panggung itu bisa diselamatkan. “Seluruhnya terbakar tanpa sisa,” tukas Hisdan.
Senin, 12 Agustus 2013
Penjual Kembang Kuburan Mengais Rezeki di Hari Lebaran
Hari raya Idul Fitri atau berlebaran, menjadi berkah bagi penjual kembang kuburan yang biasa menjajahkan barang dagangannya di Tempat Pemakaman Umum (TPU). Salah satunya bagi Cik Iyu (62), salah satu penjual kembang kuburan bagi warga yang datang untuk berziarah di TPU KambojaPalembang.
"Cuma hari lebaran ini kembang kami laku banyak. Alhamdulillah lebaran pertama dapat duit Rp 400 ribu dan modalnya Rp150 ribu. Biasanya saya jualan tiap hari Jumat cuma dapat paling banyak Rp30 ribu," ujar Cik Iyu, ketika dibincangi Sripoku.com saat menjajakan kembang di pinggiran jalan TPU Kamboja Palembang, Jumat (9/8/2013).
Diakui janda lima anak yang sudah memiliki 20 cucu dan tiga cicit ini, profesi penjual kembang kuburan sudah dilakoninya 30 tahun lebih. Bahkan separuh umur hidupnya ini bergantung sebagai penjual kembang kuburan semenjak ditinggal suaminya yang meninggal dunia.
"Dana BLSM saya tidak dapat, jadi jual kembang inilah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lebaran ini, anak-anak yang sanjo di kuburan tempat saya jualan. Sejak tahun 1980 saya sudah jualan kembang kuburan dan cuma lebaran yang ramai pembelinya. Jualannya dari jam setengah enam pagi sampai jam enam sore," ujar wanita tua yang tercatat sebagai warga Jalan Kamboja Lorong Sehat RT 21 RW 08 Kelurahan 20 Ilir Kecamatan IT I Palembang.
"Cuma hari lebaran ini kembang kami laku banyak. Alhamdulillah lebaran pertama dapat duit Rp 400 ribu dan modalnya Rp150 ribu. Biasanya saya jualan tiap hari Jumat cuma dapat paling banyak Rp30 ribu," ujar Cik Iyu, ketika dibincangi Sripoku.com saat menjajakan kembang di pinggiran jalan TPU Kamboja Palembang, Jumat (9/8/2013).
Diakui janda lima anak yang sudah memiliki 20 cucu dan tiga cicit ini, profesi penjual kembang kuburan sudah dilakoninya 30 tahun lebih. Bahkan separuh umur hidupnya ini bergantung sebagai penjual kembang kuburan semenjak ditinggal suaminya yang meninggal dunia.
"Dana BLSM saya tidak dapat, jadi jual kembang inilah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Lebaran ini, anak-anak yang sanjo di kuburan tempat saya jualan. Sejak tahun 1980 saya sudah jualan kembang kuburan dan cuma lebaran yang ramai pembelinya. Jualannya dari jam setengah enam pagi sampai jam enam sore," ujar wanita tua yang tercatat sebagai warga Jalan Kamboja Lorong Sehat RT 21 RW 08 Kelurahan 20 Ilir Kecamatan IT I Palembang.
Arus Balik dengan Jetfoil Meningkat Bandara Masih Sepi
Arus balik yang menggunakan jasa penyeberangan kapal cepat di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sabtu (10/8/2013), menunjukan peningkatan.
Dari pantauan, sejumlah penumpang naik Kapal Cepat Express Bahari 3E yang baru tiba disusul Sumber Bangka 6 di Pelabuhan Jetfoil Boombaru.
Di H+1 arus balik mengalami peningkatan. Untuk kapal Express Bahari 3E jumlah penumpang sebanyak 419, untuk Kapal Sumber Bangka 6, sebanyak 345 penumpang.
Adi (37) salah seorang pemudik yang terpaksa sudah harus balik ke kota tempatnya bekerja di Batam pada H+1 lebaran Idul Fitri 1434 H, Jumat (9/8/2013).
"Sebetulnya liburnya kan sampai dengan hari minggu. Tapi kan mau ngepaskan tanggal dengan tiket yang kita dapat gak bisa. Jadi mau nggak mau sehari sesudah lebaran kayak ini kembali ke Batam," kata Adi.
Arus balik lebaran nampaknya tidak akan begitu terlihat lonjakannya, sama halnya seperti dengan arus mudik yang tidak begitu kentara. Peningkatan arus mudik justru terjadi pada H-5 dan H-6. Padahal sebelumnya diperkirakan H-3 dan H-2 akan terjadi lonjakan seperti lebaran tahun lalu, ternyata tidak.
"Tapi cukuplah libur bersama tahun ini. Jadi tidak perlu harus cuti," kata Adi yang membawa oleh-oleh bungkusan kerupuk.
Suasana di terminal Bandara Internasional SMB II Palembang terlihat normal, bahkan agak sepi.
Sementara Kadiv Ops PTAP2 Palembang, Syamsudin SSIT mengatakan untuk arus mudik sendiri pada hari H lebaran ini masih sepi penumpang.
"Diperkirakan untuk arus balik pada H+3 hari Senin," kata Syamsudin.
Dari pantauan, sejumlah penumpang naik Kapal Cepat Express Bahari 3E yang baru tiba disusul Sumber Bangka 6 di Pelabuhan Jetfoil Boombaru.
Di H+1 arus balik mengalami peningkatan. Untuk kapal Express Bahari 3E jumlah penumpang sebanyak 419, untuk Kapal Sumber Bangka 6, sebanyak 345 penumpang.
Adi (37) salah seorang pemudik yang terpaksa sudah harus balik ke kota tempatnya bekerja di Batam pada H+1 lebaran Idul Fitri 1434 H, Jumat (9/8/2013).
"Sebetulnya liburnya kan sampai dengan hari minggu. Tapi kan mau ngepaskan tanggal dengan tiket yang kita dapat gak bisa. Jadi mau nggak mau sehari sesudah lebaran kayak ini kembali ke Batam," kata Adi.
Arus balik lebaran nampaknya tidak akan begitu terlihat lonjakannya, sama halnya seperti dengan arus mudik yang tidak begitu kentara. Peningkatan arus mudik justru terjadi pada H-5 dan H-6. Padahal sebelumnya diperkirakan H-3 dan H-2 akan terjadi lonjakan seperti lebaran tahun lalu, ternyata tidak.
"Tapi cukuplah libur bersama tahun ini. Jadi tidak perlu harus cuti," kata Adi yang membawa oleh-oleh bungkusan kerupuk.
Suasana di terminal Bandara Internasional SMB II Palembang terlihat normal, bahkan agak sepi.
Sementara Kadiv Ops PTAP2 Palembang, Syamsudin SSIT mengatakan untuk arus mudik sendiri pada hari H lebaran ini masih sepi penumpang.
"Diperkirakan untuk arus balik pada H+3 hari Senin," kata Syamsudin.
Sekolah di OKU Selatan Mulai Aktivitas Kembali
MUARADUA - Usai sudah liburan panjang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebagian aktivitas pun akan dimulai seperti biasa terhitung sejak Senin (12/8/2013) besok. Namun, bagi siswa di OKU Selatan, berpeluang menambah libur satu hari dikarenakan sekolah baru dimulai Selasa (13/8/2013) nanti.
Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Bhadozen Manan membenarkan seluruh perangkat sekolah di OKU Selatan belum akan memulai kegiatannya pada Senin (12/8/2013) nanti. Dengan demikian, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswanya masih bisa menambah jatah libur lebaran sebanyak satu hari.
"Sekolah di OKU Selatan baru akan dimulai Selasa (13/8/2013) nanti. Itu berlaku untuk seluruh tingkatan sekolah, yakni mulai dari TK hingga SMA atau SMK," kata Bhadozen, melalui pembicaraan via telepon seluler, Minggu (11/8/2013) sore.
Dijelaskan Bhadozen, kebijakan memulai sekolah di Selasa (13/8/2013) nanti adalah kebijakan khusus dari Dinas Pendidikan OKU Selatan. Pertimbangan ini dilakukan dengan berdasarkan kalender sekolah yang sudah disusun oleh Dinas Pendidikan OKU Selatan. Boleh jadi, sekolah
yang ada di Palembang atau kabupaten lain di Sumatera Selatan tidak melakukan hal yang sama.
Sebab itu, lanjut pria berkacamata ini, seluruh perangkat sekolah tidak ada alasan lagi untuk menambah jatah libur lebaran tahun ini. Ia merasa, waktu libur lebaran sudah cukup lama dan sudah seharusnya memulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa sejak sekolah kembali
beroperasi.
"Kami akan mendatangi seluruh sekolah di OKU Selatan untuk memantau kalau-kalau masih ada yang menambah jatah libur. Seluruh yang kedapatan menambah jatah libur akan dikenakan teguran tertulis," tegas Bhadozen.
Mereka yang terkena teguran tertulis, jelas Bhadozen, akan terancam tertunda menerima gaji. Ini dilakukan supaya kepala sekolah dan guru bisa menjalani kewajiban mereka begitu sekolah kembali dimulai. Jika nantinya masih banyak siswa yang belum masuk, Bhadozen meminta kepada guru untuk memberikan sanksi yang tegas.
Peraturan untuk memulai kegiatan di sekolah sejak Selasa (13/8/2013) tidak berlaku untuk seluruh pegawai di Dinas Pendidikan OKU Selatan. Ditegaskan Bhadozen, baik PNS maupun honor, sudah harus mulai kerja sejak Senin (12/8/2013). Nantinya, ia akan membuat daftar absen untuk PNS dan honorer yang tidak masuk kerja alias menambah libur lebaran.
"Jika tidak ada alasan tepat, akan dikenakan teguran tertulis. Mereka yang kena teguran tertulis bisa ditunda menerima gaji bulan depan," pungkas Bhadozen.
Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Bhadozen Manan membenarkan seluruh perangkat sekolah di OKU Selatan belum akan memulai kegiatannya pada Senin (12/8/2013) nanti. Dengan demikian, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga para siswanya masih bisa menambah jatah libur lebaran sebanyak satu hari.
"Sekolah di OKU Selatan baru akan dimulai Selasa (13/8/2013) nanti. Itu berlaku untuk seluruh tingkatan sekolah, yakni mulai dari TK hingga SMA atau SMK," kata Bhadozen, melalui pembicaraan via telepon seluler, Minggu (11/8/2013) sore.
Dijelaskan Bhadozen, kebijakan memulai sekolah di Selasa (13/8/2013) nanti adalah kebijakan khusus dari Dinas Pendidikan OKU Selatan. Pertimbangan ini dilakukan dengan berdasarkan kalender sekolah yang sudah disusun oleh Dinas Pendidikan OKU Selatan. Boleh jadi, sekolah
yang ada di Palembang atau kabupaten lain di Sumatera Selatan tidak melakukan hal yang sama.
Sebab itu, lanjut pria berkacamata ini, seluruh perangkat sekolah tidak ada alasan lagi untuk menambah jatah libur lebaran tahun ini. Ia merasa, waktu libur lebaran sudah cukup lama dan sudah seharusnya memulai kegiatan belajar mengajar seperti biasa sejak sekolah kembali
beroperasi.
"Kami akan mendatangi seluruh sekolah di OKU Selatan untuk memantau kalau-kalau masih ada yang menambah jatah libur. Seluruh yang kedapatan menambah jatah libur akan dikenakan teguran tertulis," tegas Bhadozen.
Mereka yang terkena teguran tertulis, jelas Bhadozen, akan terancam tertunda menerima gaji. Ini dilakukan supaya kepala sekolah dan guru bisa menjalani kewajiban mereka begitu sekolah kembali dimulai. Jika nantinya masih banyak siswa yang belum masuk, Bhadozen meminta kepada guru untuk memberikan sanksi yang tegas.
Peraturan untuk memulai kegiatan di sekolah sejak Selasa (13/8/2013) tidak berlaku untuk seluruh pegawai di Dinas Pendidikan OKU Selatan. Ditegaskan Bhadozen, baik PNS maupun honor, sudah harus mulai kerja sejak Senin (12/8/2013). Nantinya, ia akan membuat daftar absen untuk PNS dan honorer yang tidak masuk kerja alias menambah libur lebaran.
"Jika tidak ada alasan tepat, akan dikenakan teguran tertulis. Mereka yang kena teguran tertulis bisa ditunda menerima gaji bulan depan," pungkas Bhadozen.
Taman Wisata Punti Kayu Disesaki Ribuan Orang
Liburan lebaran tahun ini Taman Wisata Alam yang ada di Palembang yaitu Punti Kayu, banyak dikunjungi masyarakat dari dalam maupun luar Palembang untuk berrekreasi saat liburan lebaran. Pengunjung tempat tersebut diprediksi mulai lebaran pertama sampai hari Minggu (11/8/2013) mencapai ribuan orang.
Humas Taman Wisata Alam Punti Kayu, Antoni Puspo saat ditemui mengatakan, hari Minggu ini diprediksi jumlah pengunjung yang memadati Taman Wisata Alam ramai dan mencapai 1.000 orang.
“Hari ini libur lebaran dan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai sehingga saya berharap ada peningkatan dan mencapai 1.000 pengunjung apalagi didukung oleh cuaca yang baik seperti ini,” ujar Antoni.
Ia mengatakan, kalau hari-hari biasa seperti Senin-Jumat pengunjung hanya 200-an orang, sedangkan weekend seperti Sabtu-Minggu mencapai 700-800 orang. Sedangkan pada saat puasa terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu hanya 10-20 orang saja.
“Nah, dibandingkan dengan hari-hari biasa maka libur lebaran ini terjadi peningkatan drastis 60 persen. Bahkan kami memprediksi hari ini (11/08/2013) bisa lebih ramai asalkan cuaca juga mendukung,” katanya.
Humas Taman Wisata Alam Punti Kayu, Antoni Puspo saat ditemui mengatakan, hari Minggu ini diprediksi jumlah pengunjung yang memadati Taman Wisata Alam ramai dan mencapai 1.000 orang.
“Hari ini libur lebaran dan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai sehingga saya berharap ada peningkatan dan mencapai 1.000 pengunjung apalagi didukung oleh cuaca yang baik seperti ini,” ujar Antoni.
Ia mengatakan, kalau hari-hari biasa seperti Senin-Jumat pengunjung hanya 200-an orang, sedangkan weekend seperti Sabtu-Minggu mencapai 700-800 orang. Sedangkan pada saat puasa terjadi penurunan yang cukup signifikan yaitu hanya 10-20 orang saja.
“Nah, dibandingkan dengan hari-hari biasa maka libur lebaran ini terjadi peningkatan drastis 60 persen. Bahkan kami memprediksi hari ini (11/08/2013) bisa lebih ramai asalkan cuaca juga mendukung,” katanya.
Pedagang Telok Abang Hadir Kembali di Palembang
Selain dipenuhi pedagang bendera merah putih, pedagang perahu telok abang mulai ramai beroperasi di Kota Palembang. Perahu yang dijajakan secara tergantung ini seperti melayang di tengah hiruk pikuk kota pempek.
Pantauan Minggu (11/8/2013) siang, kawasan yang sudah dipenuhi pedagang perahu telok abang adalah Jl Merdeka, mulai dari depan kantor Walikota Palembang hingga kawasan Pasar 26 Ilir. Aneka warna yang melekat di tubuh perahu membuat warga yang melintas rela menghentikan kendaraan untuk sekedar melihat perahu telok abang dari dekat.
"Anak saya yang minta melihat perahunya dari dekat. Ia tertarik melihat bentuk dan warnanya," kata salah satu ibu rumah tangga.
Mereka yang tertarik melihat perahu telok abang tidak hanya dari golongan anak-anak. Ada beberapa remaja putra dan putri yang tertarik melihat perahu telok abang dari dekat. Mereka yang mulanya hendak menuju mall rela berhenti sejenak untuk melihat mainan perahu telok abang dari dekat.
Dikatakan salah satu pedagang perahu telok abang yang dijumpai di depan Kantor Bappeda Palembang, Rasyid, ia sudah membuat mainan perahu telok abang sejak Januari 2013 silam. Per harinya, ia dan kerabat mampu memproduksi perahu telok abang sebanyak dua hingga tiga unit.
"Ini sudah turun temurun dari orangtua saya. Kalau sudah mendekati HUT RI, kami mulai berdagang perahub yang sudah dibuat sejak awal tahun," kata Rasyid, yang juga berdagang telok ikan ini.
Harga perahu yang didagangkan, jelas Rasyid, beraneka ragam karena disesuaikan dengan ukuran perahunya. Untuk perahu berukuran kecil, harganya Rp 15 ribu jika memakai telor. Namun, jika tidak ingin menggunakan telor, harganya Rp 12 ribu. Sedangkan harga perahu yang berukuran besar bisa mencapai Rp 50 ribu.
Pantauan Minggu (11/8/2013) siang, kawasan yang sudah dipenuhi pedagang perahu telok abang adalah Jl Merdeka, mulai dari depan kantor Walikota Palembang hingga kawasan Pasar 26 Ilir. Aneka warna yang melekat di tubuh perahu membuat warga yang melintas rela menghentikan kendaraan untuk sekedar melihat perahu telok abang dari dekat.
"Anak saya yang minta melihat perahunya dari dekat. Ia tertarik melihat bentuk dan warnanya," kata salah satu ibu rumah tangga.
Mereka yang tertarik melihat perahu telok abang tidak hanya dari golongan anak-anak. Ada beberapa remaja putra dan putri yang tertarik melihat perahu telok abang dari dekat. Mereka yang mulanya hendak menuju mall rela berhenti sejenak untuk melihat mainan perahu telok abang dari dekat.
Dikatakan salah satu pedagang perahu telok abang yang dijumpai di depan Kantor Bappeda Palembang, Rasyid, ia sudah membuat mainan perahu telok abang sejak Januari 2013 silam. Per harinya, ia dan kerabat mampu memproduksi perahu telok abang sebanyak dua hingga tiga unit.
"Ini sudah turun temurun dari orangtua saya. Kalau sudah mendekati HUT RI, kami mulai berdagang perahub yang sudah dibuat sejak awal tahun," kata Rasyid, yang juga berdagang telok ikan ini.
Harga perahu yang didagangkan, jelas Rasyid, beraneka ragam karena disesuaikan dengan ukuran perahunya. Untuk perahu berukuran kecil, harganya Rp 15 ribu jika memakai telor. Namun, jika tidak ingin menggunakan telor, harganya Rp 12 ribu. Sedangkan harga perahu yang berukuran besar bisa mencapai Rp 50 ribu.
ESP Optimis Menang di Pilgub Ulang
Pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) dan anisa Djuita Suharyanto tetap akan maju tanpa koalisi dalam Pemilihan Ulang, 4 September mendatang.
Pihaknya optimis tetap memenangkan pertarungan karena tiga daerah, Prabumulih, Palembang dan Oku Timur dari total lima daerah yang diulang adalah basis suaranya.
Hal itu diungkapkan ESP dalam jumpa pers di kediamannya, Senin (12/8).
ESP langsung didampingi Wiwik Tatung serta fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumsel. Dikatakan total suara yang akan diperebutkan empat calon pasangan dalam pilgub ulang sebesar 2,1 juta. Pihaknya optimis dengan mengantongi minimal 13 hingga 14 persen suara saja maka bisa langsung menang.
"Total suara yang tidak diulang sebesar 2,7 juta dan yang diulang Sebanyak 2,1 juta, kami optimis bisa mengantongi 13-14 persen saja maka bisa menang,"kata Eddy.
Pasangan calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra dan calon Wagub Anisja Djuita Supriyanto, menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlaku jujur dalam pemungutan suara ulang (PSU) Gubernur Sumsel. Jangan sampai KPU Sumsel dan kabupaten melakukan kecurangan. Karena itu pelanggaran Undang-Undang Pemilu.
"Kami akan maju sendiri, tidak ada kata berkoalisi dengan calon lain. Bagi kami, ini pertarungan kehormatan partai," kata Eddy Santana Putra, Senin (12/08/2013) di hadapan wartawan di Palembang.
"Jadi kalau ada yang mengatakan ESP-Win akan mendukung calon lain. Kalau ada yang bilang seperti itu, itu bohong. Apalagi kalau ada calon lain yang mengatakan demikian," katanya.
Menurut Eddy Santana, keempat harus dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam PSU.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan ESP-Win, MA Gantada, menegaskan bahwa ESP-Win tetap punya peluang untuk memenangkan pemilihan ulang.
"Peluang ESP tetap besar. Secara matematis, pengulangan di lima kabupaten kota membukan peluang semua calon bertarung secara sehat," katanya.
Menurut Gantada, pertemuan ESP-Win dengan media untuk menegaskan bahwa pasangan ini siap bertarung dalam pemilihan ulang tanggal 4 Septembber mendatang.
Keputusan Mahkamah Konstitusi, memerintahkan Pilgub Sumsel diulang di lima (dari 16) kabupaten kota di Sumsel.
Pemilihan ulang dilakukan disemua tempat pemungutan suara (TPS) di kota Palembang dan Prabumulih, serta Kabupaten OKU-Timur dan OKU. Serta di semua TPS di Kecamatan Warkuk, OKU Selatan.
Menurut Gantada, jumlah mata pilih di lokasi pemungutan ulang sekitar 2 juta pemilih. "Ini hampir separuh dari seluruh mata pilih Sumsel," kata Gantada.
Pihaknya optimis tetap memenangkan pertarungan karena tiga daerah, Prabumulih, Palembang dan Oku Timur dari total lima daerah yang diulang adalah basis suaranya.
Hal itu diungkapkan ESP dalam jumpa pers di kediamannya, Senin (12/8).
ESP langsung didampingi Wiwik Tatung serta fungsionaris DPD PDI Perjuangan Sumsel. Dikatakan total suara yang akan diperebutkan empat calon pasangan dalam pilgub ulang sebesar 2,1 juta. Pihaknya optimis dengan mengantongi minimal 13 hingga 14 persen suara saja maka bisa langsung menang.
"Total suara yang tidak diulang sebesar 2,7 juta dan yang diulang Sebanyak 2,1 juta, kami optimis bisa mengantongi 13-14 persen saja maka bisa menang,"kata Eddy.
Pasangan calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra dan calon Wagub Anisja Djuita Supriyanto, menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlaku jujur dalam pemungutan suara ulang (PSU) Gubernur Sumsel. Jangan sampai KPU Sumsel dan kabupaten melakukan kecurangan. Karena itu pelanggaran Undang-Undang Pemilu.
"Kami akan maju sendiri, tidak ada kata berkoalisi dengan calon lain. Bagi kami, ini pertarungan kehormatan partai," kata Eddy Santana Putra, Senin (12/08/2013) di hadapan wartawan di Palembang.
"Jadi kalau ada yang mengatakan ESP-Win akan mendukung calon lain. Kalau ada yang bilang seperti itu, itu bohong. Apalagi kalau ada calon lain yang mengatakan demikian," katanya.
Menurut Eddy Santana, keempat harus dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam PSU.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan ESP-Win, MA Gantada, menegaskan bahwa ESP-Win tetap punya peluang untuk memenangkan pemilihan ulang.
"Peluang ESP tetap besar. Secara matematis, pengulangan di lima kabupaten kota membukan peluang semua calon bertarung secara sehat," katanya.
Menurut Gantada, pertemuan ESP-Win dengan media untuk menegaskan bahwa pasangan ini siap bertarung dalam pemilihan ulang tanggal 4 Septembber mendatang.
Keputusan Mahkamah Konstitusi, memerintahkan Pilgub Sumsel diulang di lima (dari 16) kabupaten kota di Sumsel.
Pemilihan ulang dilakukan disemua tempat pemungutan suara (TPS) di kota Palembang dan Prabumulih, serta Kabupaten OKU-Timur dan OKU. Serta di semua TPS di Kecamatan Warkuk, OKU Selatan.
Menurut Gantada, jumlah mata pilih di lokasi pemungutan ulang sekitar 2 juta pemilih. "Ini hampir separuh dari seluruh mata pilih Sumsel," kata Gantada.
Jumat, 21 Juni 2013
Puluhan Pejabat Pemkot Eksodus
MERDEKA - Menjelang pelantikan Wali Kota - Wakil Wali Kota Palembang baru, pada 21 Juli mendatang, suasana di Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, terlihat kurang kondusif. Puluhan pejabat ramai-ramai memilih mundur dan mengajukan pindah (eksodus). Hingga kemarin tercatat ada sekitar 83 pejabat baik eselon II hingga eselon IV, yang mengajukan
pengunduran diri dari jabatannya dan pindah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Palembang Pos, sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajukan mundur dan pindah adalah partisan salah satu calon wali kota Palembang yang tidak terpilih.
Beberapa pejabat yang mengajukan mutasi diantaranya, Tabrani SE (Kadin Pariwisata dan Kebudayaan Palembang), dr Hj Gema Asiani Mkes (Kepala Dinkes Palembang), Lukman (Staf Ahli Setda Palembang), Yunan Helmi (Camat Plaju). Di Kecamatan Plaju ini saat Pilkada lalu, pasangan Romi-Harno kalah dengan 15.784 suara dan Sarimuda-Nelly unggul dengan 17.584 suara.
Kemudian, Sobirin (Kabag Keuangan Setda Pemkot Palembang), Pathi Ridwan (Kabid Wasdalops Dishub Palembang), Lisma Peni (Kabag Tata Pemerintahan), Eka Juarsa (Kabag Sosmas Setda Palembang), Marta Edison (Kabag Pembangunan Setda Kota Palembang), serta beberapa lurah di Kota Palembang.
Para pejabat ini mengajukan pindah ke berbagai tempat. Diantaranya, ke Pemprov Sumsel, ke Pemkab OKU Timur, ada juga yang ke Pemkab Musi Banyuasin. "Awalnya ada 24 orang yang mengajukan pindah. Hari ini (kemarin, red) ada 59 orang yang minta pindah. Total ada 83 orang yang pindah," kata salah seorang pejabat Pemkot Palembang yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, pengajuan mutasi tersebut tidak sesuai prosedur karena belum diajukan ke Badan Kepegawaian Daerah dan Kota Palembang. Pantauan Palembang Pos, para pejabat ini mendatangi kediaman Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT, di Jalan Kapten A Rivai. Namun sayang tidak satupun dari mereka yang bersedia memberikan komentar. Wartawan yang datang juga dilarang masuk.
Kabag Pembangunan Setda Kota Palembang, Marta Edison ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. “Aduh, no comment. Yang jelas saya tetap cinta Palembang,” katanya. Sedangkan Kepala BKD dan Diklat Kota Palembang, Agus Kelana saat dikonfirmasi juga enggan berkomentar banyak. "Yang pasti kami memang dengar ada yang mau pindah, tapi memang belum sesuai prosedur. Saya masih umroh," kata Agus.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang ditemui meminta agar persoalan ini tidak terlalu dibesar-besarkan. “Itu biasa saja, orang mau pindah kerja kemanapun itu hak mereka. Pegawai juga punya hak untuk pindah,” jelasnya .
Eddy menegaskan, pengajuan pindah ini sudah sesuai prosedur. Karena menurutnya, untuk memberikan setuju atau tidak jika ada pegawai yang akan pindah, itu hak wali kota. “Kalau wali kota sudah menyetujui, BKD harus melaksanakan. Karena BKD itu kan yang mengangkatnya wali kota. Saya juga masih wali kota, sampai Juli nanti,” tegas dia.
Eddy meminta hal ini tidak dikait-kaitkan dengan politik. “Kasihan mereka, kan masih ingin bekerja dan bekarya. Jadi tidak ada hubungannya dengan politik,” bebernya. Sedang salah seorang pejabat Pemkot Palembang yang enggan disebutkan namanya mengaku, akan tetap bekerja sampai selesai dan tidak mengajukan pengunduran diri. “Saya hanya ingin tunjukkan kerja saya. Kecuali kalau memang sudah tidak dipakai lagi, ya tidak apa-apa. Mudah-mudahan, wali kota baru nanti akan melihat berdasarkan kinerja, bukan karena alasan politik,” tukasnya.
#Akan Tetap Berdayakan
Menanggapi itu, Wali Kota terpilih H Romi Herton mengaku tidak akan melakukan reshuffle (perombakan) jabatan dalam waktu dekat. Pihaknya akan melihat program kerja kepala SKPD dalam mewujudkan Palembang Emas 2018. ‘’Perombakan tidak akan dilakukan dalam waktu cepat. Saya akan lihat program kerja SKPD. Bukan tidak mungkin juga tidak diganti, kalau sudah pensiun bagaimana, nanti tergantung kebutuhan organisasi,” terang Romi Herton, kepada koran ini beberapa waktu lalu saat mencuat adanya banyak pejabat yang akan pindah. Romi Herton sendiri saat ini masih melakukan umrah, bersama rombongan dan sejumlah pejabat.
Waktu itu dia menjelaskan, pihaknya sudah meminta seluruh SKPD untuk mempersiapkan visi dan misi dan selanjutnya akan dipaparkan. “Semuanya akan diberdayakan, saya akan lihat visi dan misi SKPD untuk mewujudkan Palembang Emas,” jelasnya.
Romi juga mengajak agar semua kepala SKPD untuk meninggalkan hal yang berbau perbedaan. “Kita semua satu, tidak ada lagi perbedaan. Semua stakeholders pemerintah saya harapkan bisa satu misi, visi dan one gold untuk kesejahteraan rakyat. Semua itu teman-teman saya,” ucapnya.
pengunduran diri dari jabatannya dan pindah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Palembang Pos, sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajukan mundur dan pindah adalah partisan salah satu calon wali kota Palembang yang tidak terpilih.
Beberapa pejabat yang mengajukan mutasi diantaranya, Tabrani SE (Kadin Pariwisata dan Kebudayaan Palembang), dr Hj Gema Asiani Mkes (Kepala Dinkes Palembang), Lukman (Staf Ahli Setda Palembang), Yunan Helmi (Camat Plaju). Di Kecamatan Plaju ini saat Pilkada lalu, pasangan Romi-Harno kalah dengan 15.784 suara dan Sarimuda-Nelly unggul dengan 17.584 suara.
Kemudian, Sobirin (Kabag Keuangan Setda Pemkot Palembang), Pathi Ridwan (Kabid Wasdalops Dishub Palembang), Lisma Peni (Kabag Tata Pemerintahan), Eka Juarsa (Kabag Sosmas Setda Palembang), Marta Edison (Kabag Pembangunan Setda Kota Palembang), serta beberapa lurah di Kota Palembang.
Para pejabat ini mengajukan pindah ke berbagai tempat. Diantaranya, ke Pemprov Sumsel, ke Pemkab OKU Timur, ada juga yang ke Pemkab Musi Banyuasin. "Awalnya ada 24 orang yang mengajukan pindah. Hari ini (kemarin, red) ada 59 orang yang minta pindah. Total ada 83 orang yang pindah," kata salah seorang pejabat Pemkot Palembang yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, pengajuan mutasi tersebut tidak sesuai prosedur karena belum diajukan ke Badan Kepegawaian Daerah dan Kota Palembang. Pantauan Palembang Pos, para pejabat ini mendatangi kediaman Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT, di Jalan Kapten A Rivai. Namun sayang tidak satupun dari mereka yang bersedia memberikan komentar. Wartawan yang datang juga dilarang masuk.
Kabag Pembangunan Setda Kota Palembang, Marta Edison ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. “Aduh, no comment. Yang jelas saya tetap cinta Palembang,” katanya. Sedangkan Kepala BKD dan Diklat Kota Palembang, Agus Kelana saat dikonfirmasi juga enggan berkomentar banyak. "Yang pasti kami memang dengar ada yang mau pindah, tapi memang belum sesuai prosedur. Saya masih umroh," kata Agus.
Sebelumnya Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang ditemui meminta agar persoalan ini tidak terlalu dibesar-besarkan. “Itu biasa saja, orang mau pindah kerja kemanapun itu hak mereka. Pegawai juga punya hak untuk pindah,” jelasnya .
Eddy menegaskan, pengajuan pindah ini sudah sesuai prosedur. Karena menurutnya, untuk memberikan setuju atau tidak jika ada pegawai yang akan pindah, itu hak wali kota. “Kalau wali kota sudah menyetujui, BKD harus melaksanakan. Karena BKD itu kan yang mengangkatnya wali kota. Saya juga masih wali kota, sampai Juli nanti,” tegas dia.
Eddy meminta hal ini tidak dikait-kaitkan dengan politik. “Kasihan mereka, kan masih ingin bekerja dan bekarya. Jadi tidak ada hubungannya dengan politik,” bebernya. Sedang salah seorang pejabat Pemkot Palembang yang enggan disebutkan namanya mengaku, akan tetap bekerja sampai selesai dan tidak mengajukan pengunduran diri. “Saya hanya ingin tunjukkan kerja saya. Kecuali kalau memang sudah tidak dipakai lagi, ya tidak apa-apa. Mudah-mudahan, wali kota baru nanti akan melihat berdasarkan kinerja, bukan karena alasan politik,” tukasnya.
#Akan Tetap Berdayakan
Menanggapi itu, Wali Kota terpilih H Romi Herton mengaku tidak akan melakukan reshuffle (perombakan) jabatan dalam waktu dekat. Pihaknya akan melihat program kerja kepala SKPD dalam mewujudkan Palembang Emas 2018. ‘’Perombakan tidak akan dilakukan dalam waktu cepat. Saya akan lihat program kerja SKPD. Bukan tidak mungkin juga tidak diganti, kalau sudah pensiun bagaimana, nanti tergantung kebutuhan organisasi,” terang Romi Herton, kepada koran ini beberapa waktu lalu saat mencuat adanya banyak pejabat yang akan pindah. Romi Herton sendiri saat ini masih melakukan umrah, bersama rombongan dan sejumlah pejabat.
Waktu itu dia menjelaskan, pihaknya sudah meminta seluruh SKPD untuk mempersiapkan visi dan misi dan selanjutnya akan dipaparkan. “Semuanya akan diberdayakan, saya akan lihat visi dan misi SKPD untuk mewujudkan Palembang Emas,” jelasnya.
Romi juga mengajak agar semua kepala SKPD untuk meninggalkan hal yang berbau perbedaan. “Kita semua satu, tidak ada lagi perbedaan. Semua stakeholders pemerintah saya harapkan bisa satu misi, visi dan one gold untuk kesejahteraan rakyat. Semua itu teman-teman saya,” ucapnya.
Tumpahan Bensin Ludeskan 4 Rumah 14 Bedeng
ILIR BARAT I - Kebakaran hebat kembali terjadi di Jalan Radial, Lorong Melati II, RT 19/06, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecl, Rabu (19/06), pukul 13.45 WIB. Karena kejadian itu, sedikitnya empat rumah dan 14 bedeng ludes dilalap sijago merah. Belum diketahui pasti asal api. Namun, kuat dugaan dari bensin yang tumpah di parit dan mengikuti arah air, hingga menimbulkan api dan membakar rumah dan bedeng warga. Api mulai membesar dan terlihat warga tak jauh dari rumah panggung dan bedeng milik Muhammad alias Abah.
Menurut warga sekitar, api tiba-tiba muncul dari parit yang tak jauh dari rumah Muhammad. ‘’Api itu tiba-tiba muncul, ado bau bensinnyo, api cepat besar, laju kami inisiatif dewek nyiram dengan air pake ember, tapi api terlalu besar, dak biso kami atasi,” jelas warga ini.
Akibatnya, satu rumah panggung dan 6 bedeng milik Muhammad. Bedeng sendiri ditempati Diding, Wawan, Eha, Lastri dan Hengki. Kemudian, satu rumah dan 5 bedeng milik Surip, namun bedeng ditempati Eko, Kuswo, Adi, Safii, dan Ridho. Lalu, rumah dan dua bedeng milik Yuni; terakhir rumah dan bedeng milik Paulina. Dari kejadian ini, setidaknya 15 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Saksi Lestari (30) mengatakan, seisi rumah ludes dilalap api. ‘’Waktu api besar, aku langsung berusaha mengeluarkan barang yang bisa diselamatkan. Sedang penghuninya lagi kosong, karena sidang ini biasanya sedang sibuk kerja. Kendaraan seperti motor sudah bisa diselamatkan, seperti perabotan rumah dan pakaian selama bertahun-tahun kami cari habis terbakar. Ini yang bisa kami selamatkan,” ungkap Lestari yang masih terlihat syok.
Sedangkan saat kejadian, Wawan pemilik rumah, Ita istri Wawan, tidak berada dilokasi, karena Wawan saat kejadian langsung membawa istrinya, ke rumah sakit, akibat terkena luka bakar dibagian kaki kanan. Menurut tetangga korban, sesaat sebelum kejadian itu yang berada di rumah hanya istri Wawan, yang sedang menuangkan bensin. Namun, diduga ada yang tumpah, hingga masuk ke parit.
Karena kejadian ini, api menghanguskan 4 rumah dan 14 bedeng. Api baru berhasil dipadamkan, setelah 12 unit mobil petugas BPBPK datang ke lokasi, sekitar 14.33 WIB. Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, melalui Kapolsekta IB I Kompol Budi Santoso SIk, didampingi Kanit Reskrim Ipda Sukono SH mengungkapkan, saat ini kita belum mengetahui pasti kejadian ini, karena sedang diidentifikasi. ‘’Semuanya sedang diselidiki. Untuk kerugian belum bisa ditaksir dan sementara hanya satu orang luka bakar,” katanya.
Sedangkan Ketua RT 19 Sumarno mengungkapkan, saat ini korban kebakaran sementara mengungsi di tempat sana saudara mereka. ‘’Kita akan lakukan pendataan dahulu, sementara kita hanya meminta sumbangan kepada para tetangga dan pengguna jalan yang melintas, untuk membantu para korban kebakaran,” tegasnya
Menurut warga sekitar, api tiba-tiba muncul dari parit yang tak jauh dari rumah Muhammad. ‘’Api itu tiba-tiba muncul, ado bau bensinnyo, api cepat besar, laju kami inisiatif dewek nyiram dengan air pake ember, tapi api terlalu besar, dak biso kami atasi,” jelas warga ini.
Akibatnya, satu rumah panggung dan 6 bedeng milik Muhammad. Bedeng sendiri ditempati Diding, Wawan, Eha, Lastri dan Hengki. Kemudian, satu rumah dan 5 bedeng milik Surip, namun bedeng ditempati Eko, Kuswo, Adi, Safii, dan Ridho. Lalu, rumah dan dua bedeng milik Yuni; terakhir rumah dan bedeng milik Paulina. Dari kejadian ini, setidaknya 15 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.
Saksi Lestari (30) mengatakan, seisi rumah ludes dilalap api. ‘’Waktu api besar, aku langsung berusaha mengeluarkan barang yang bisa diselamatkan. Sedang penghuninya lagi kosong, karena sidang ini biasanya sedang sibuk kerja. Kendaraan seperti motor sudah bisa diselamatkan, seperti perabotan rumah dan pakaian selama bertahun-tahun kami cari habis terbakar. Ini yang bisa kami selamatkan,” ungkap Lestari yang masih terlihat syok.
Sedangkan saat kejadian, Wawan pemilik rumah, Ita istri Wawan, tidak berada dilokasi, karena Wawan saat kejadian langsung membawa istrinya, ke rumah sakit, akibat terkena luka bakar dibagian kaki kanan. Menurut tetangga korban, sesaat sebelum kejadian itu yang berada di rumah hanya istri Wawan, yang sedang menuangkan bensin. Namun, diduga ada yang tumpah, hingga masuk ke parit.
Karena kejadian ini, api menghanguskan 4 rumah dan 14 bedeng. Api baru berhasil dipadamkan, setelah 12 unit mobil petugas BPBPK datang ke lokasi, sekitar 14.33 WIB. Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk MSi, melalui Kapolsekta IB I Kompol Budi Santoso SIk, didampingi Kanit Reskrim Ipda Sukono SH mengungkapkan, saat ini kita belum mengetahui pasti kejadian ini, karena sedang diidentifikasi. ‘’Semuanya sedang diselidiki. Untuk kerugian belum bisa ditaksir dan sementara hanya satu orang luka bakar,” katanya.
Sedangkan Ketua RT 19 Sumarno mengungkapkan, saat ini korban kebakaran sementara mengungsi di tempat sana saudara mereka. ‘’Kita akan lakukan pendataan dahulu, sementara kita hanya meminta sumbangan kepada para tetangga dan pengguna jalan yang melintas, untuk membantu para korban kebakaran,” tegasnya
Bongkar Malapraktik
LAHAT - Masih ingat dengan kasus dugaan malapraktik yang menimpa Muhammad Rifqi (18)? Walaupun Siswa kelas XI SMK Negeri 2 Lahat itu telah meninggal dunia 11 Oktober 2012 lalu, upaya hukum terus diperjuangkan keluarga Rifki. Bahkan, orang tua Rifki telah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, serta Komnas HAM, hingga kasus ini terus bergulir.
Sebagai tidak lanjut dari upaya pihak keluarga untuk mencari keadilan, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) turun melakukan pemeriksaan. Proses persidangan oleh MKDKI pun dilakukan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, dengan majelis Prof Dr Med Ali Baazid dr Sp OG (k), Dr Hargianti Dini Iwandari drg MM, dan Akhiar Salmi SH MH. Dalam sidang pertama yang digelar secara tertutup ini, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kedua orang tua Rifqi, didampingi pangacaranya Yustinus Joni SH.
Pantauan Palembang Pos, proses persidangan untuk mengetahui persoalan dugaan malapraktik ini dilakukan dengan dihadiri pihak keluarga Rifqi dan pihak RSUD Lahat sebagai terlapor. Hanya sidang berlangsung secara tertutup, hingga belum diketahui apa saja poin dari keterangan kedua orang tua Rifqi, dengan status sebagai saksi. Sampai berita ini ditulis, persidangan masih berlangsung.
Sedangkan MKDKI sendiri belum memberikan keterangan resmi. Hanya saja, salah seorang staf MKDKI yang enggan indentitasnya disebutkan, mengaku agenda sidang perdana hanya meminta keterangan dari keluarga Rifqi. Sidang akan dilanjutkan kambali hari ini, guna mendengarkan keterangan dari pihak RSUD Lahat. “Setelah selesai sidang, kita menunggu pemeriksaan tenaga ahli. Selanjutnya putusan, tapi waktunya masih panjang untuk sampai kepada putusan,” katanya.
Sementara keterangan dari M Alfian (46), orang tua Rifqi, pihaknya telah menyurati beberapa institusi negara yang dinilai dapat memberikan keadilan terhadap putra mereka. Sebab berbagai upaya hukum telah dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil. “Mungkin sidang dari MKDKI ini sebagai tindak lanjut dari surat kami kepada Menteri Kesehatan. Kami cuma meminta keadilan atas anak kami, kami meminta itikad baik dari RSUD Lahat,” tegasnya.
Sementara Ketua IDI Sumsel dr Alsen, mengaku semuanya akan sesuai dengan kode etik kedokteran, apabila secara hukum dokter yang bersangkutan memang benar melakukan pelanggaran praktik atau malapraktik. ‘’Pencabutan masa tugas atau dimana dia bertugas,” jelasnya.
Tentunya, lanjut dr Alsen, akan dipastikan ketika kasus persidangan memang membenarkan dokter bersangkutan bersalah. Sanksi yang diberikan untuk dapat memberikan efek ketelitian kepada dokter-dokter yang tengah bertugas. “Sesuai dengan janji dokter, akan memberikan pelayanan medik sesuai dengan kasus pasien,” tegasnya.
Kasus ini berawal saat Rifqi berobat di RSUD Lahat tanggal 26 Mei 2010 lalu. Tim medis RSUD Lahat melakukan pemeriksaan golongan darah Rifqi untuk melakukan transfusi darah, yang menyatakan golongan darah Rifqi AB. Proses transfusi darah AB pun dilakukan, padahal golongan darah Rifqi sebenarnya B. Akibatnya penyakit Rifqi makin menjadi, hingga meninggal dunia
Sebagai tidak lanjut dari upaya pihak keluarga untuk mencari keadilan, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) turun melakukan pemeriksaan. Proses persidangan oleh MKDKI pun dilakukan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, dengan majelis Prof Dr Med Ali Baazid dr Sp OG (k), Dr Hargianti Dini Iwandari drg MM, dan Akhiar Salmi SH MH. Dalam sidang pertama yang digelar secara tertutup ini, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kedua orang tua Rifqi, didampingi pangacaranya Yustinus Joni SH.
Pantauan Palembang Pos, proses persidangan untuk mengetahui persoalan dugaan malapraktik ini dilakukan dengan dihadiri pihak keluarga Rifqi dan pihak RSUD Lahat sebagai terlapor. Hanya sidang berlangsung secara tertutup, hingga belum diketahui apa saja poin dari keterangan kedua orang tua Rifqi, dengan status sebagai saksi. Sampai berita ini ditulis, persidangan masih berlangsung.
Sedangkan MKDKI sendiri belum memberikan keterangan resmi. Hanya saja, salah seorang staf MKDKI yang enggan indentitasnya disebutkan, mengaku agenda sidang perdana hanya meminta keterangan dari keluarga Rifqi. Sidang akan dilanjutkan kambali hari ini, guna mendengarkan keterangan dari pihak RSUD Lahat. “Setelah selesai sidang, kita menunggu pemeriksaan tenaga ahli. Selanjutnya putusan, tapi waktunya masih panjang untuk sampai kepada putusan,” katanya.
Sementara keterangan dari M Alfian (46), orang tua Rifqi, pihaknya telah menyurati beberapa institusi negara yang dinilai dapat memberikan keadilan terhadap putra mereka. Sebab berbagai upaya hukum telah dilakukan, tapi tidak membuahkan hasil. “Mungkin sidang dari MKDKI ini sebagai tindak lanjut dari surat kami kepada Menteri Kesehatan. Kami cuma meminta keadilan atas anak kami, kami meminta itikad baik dari RSUD Lahat,” tegasnya.
Sementara Ketua IDI Sumsel dr Alsen, mengaku semuanya akan sesuai dengan kode etik kedokteran, apabila secara hukum dokter yang bersangkutan memang benar melakukan pelanggaran praktik atau malapraktik. ‘’Pencabutan masa tugas atau dimana dia bertugas,” jelasnya.
Tentunya, lanjut dr Alsen, akan dipastikan ketika kasus persidangan memang membenarkan dokter bersangkutan bersalah. Sanksi yang diberikan untuk dapat memberikan efek ketelitian kepada dokter-dokter yang tengah bertugas. “Sesuai dengan janji dokter, akan memberikan pelayanan medik sesuai dengan kasus pasien,” tegasnya.
Kasus ini berawal saat Rifqi berobat di RSUD Lahat tanggal 26 Mei 2010 lalu. Tim medis RSUD Lahat melakukan pemeriksaan golongan darah Rifqi untuk melakukan transfusi darah, yang menyatakan golongan darah Rifqi AB. Proses transfusi darah AB pun dilakukan, padahal golongan darah Rifqi sebenarnya B. Akibatnya penyakit Rifqi makin menjadi, hingga meninggal dunia
PNS Distanak Ditahan
BANYUASIN - Penanganan kasus dugaan korupsi cetak sawah di Banyuasin memasuki babak baru. Penyidik Unit Pidkor Polres Banyuasin, menyeret oknum PNS Distanak berinisial H, sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan, Kamis (20/06). Kapolres Banyuasin AKBP Ahmad Ikhsan mengatakan, PNS Distanak berinisial H ditetapkan sebagai
tersangka, berdasarkan hasil pemeriksaan 34 saksi, diantaranya dari gabungan kelompok tani, PNS Distanak, BPKP, Kementerian Pertanian pusat, Kementerian keuangan dan tiga saksi ahli.
Hasilnya memang mengarah adanya dugaan merugikan negara yang melibatkan tersangka. "Berdasarkan audit BPKP, negara dirugikan Rp 3,32 M dan tersangka diduga ikut terlibat dalam kasus ini. Setelah diperiksa tersangka akan langsung kita tahan," jelas Ikhsan, didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rajikin SH MH, kemarin.
Tersangka terancam pasal pasal 2, 3, 8, dan 12e UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun pihak kepolisian enggan menjelaskan kepada wartawan, apa peran tersangka hingga diseret sebagai tersangka. "Yang jelas, tersangka diduga terlibat, tapi kami tidak bisa menjelaskan secara detil apa peran dia, takutnya menghambat penyidikan," katanya.
Kasus dugaan korupsi Cetak Sawah ini telah masuk tahap penyidikan Tipikor Polres Banyuasin sejak Maret lalu. Namun baru ada tersangka, setelah maraknya demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang mendesak polisi segera menuntaskan kasus pencurian uang rakyat itu. "Penetapan sebagai tersangka tidak ada hubungannya dengan tuntuan demonstrasi. Polisi bertindak berdasarkan prosedur yang mengacu pada hasil penyidikan. Polisi tidak bertindak di bawah intervensi pihak manapun," tegasnya.
Berdasarkan pantauan koran ini, tersangka dicecar sejumlah pertanyaan selama sembilan jam, dari pukul 09.00 WIB - 18.00 WIB. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) di Distanak Banyuasin, diduga disunat dan tidak sesuai dengan peruntukan. Anggaran proyek ini berasal dari APBN program Bansos tahun anggaran 2012 sebesar Rp 18 Miliar, yang digunakan untuk cetak sawah di sembilan desa dalam Kecamatan Pulau Rimau, dengan luas 1.800 hektar.
tersangka, berdasarkan hasil pemeriksaan 34 saksi, diantaranya dari gabungan kelompok tani, PNS Distanak, BPKP, Kementerian Pertanian pusat, Kementerian keuangan dan tiga saksi ahli.
Hasilnya memang mengarah adanya dugaan merugikan negara yang melibatkan tersangka. "Berdasarkan audit BPKP, negara dirugikan Rp 3,32 M dan tersangka diduga ikut terlibat dalam kasus ini. Setelah diperiksa tersangka akan langsung kita tahan," jelas Ikhsan, didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rajikin SH MH, kemarin.
Tersangka terancam pasal pasal 2, 3, 8, dan 12e UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah menjadi UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi. Namun pihak kepolisian enggan menjelaskan kepada wartawan, apa peran tersangka hingga diseret sebagai tersangka. "Yang jelas, tersangka diduga terlibat, tapi kami tidak bisa menjelaskan secara detil apa peran dia, takutnya menghambat penyidikan," katanya.
Kasus dugaan korupsi Cetak Sawah ini telah masuk tahap penyidikan Tipikor Polres Banyuasin sejak Maret lalu. Namun baru ada tersangka, setelah maraknya demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang mendesak polisi segera menuntaskan kasus pencurian uang rakyat itu. "Penetapan sebagai tersangka tidak ada hubungannya dengan tuntuan demonstrasi. Polisi bertindak berdasarkan prosedur yang mengacu pada hasil penyidikan. Polisi tidak bertindak di bawah intervensi pihak manapun," tegasnya.
Berdasarkan pantauan koran ini, tersangka dicecar sejumlah pertanyaan selama sembilan jam, dari pukul 09.00 WIB - 18.00 WIB. Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, anggaran proyek perluasan areal tanaman pangan (cetak sawah baru) di Distanak Banyuasin, diduga disunat dan tidak sesuai dengan peruntukan. Anggaran proyek ini berasal dari APBN program Bansos tahun anggaran 2012 sebesar Rp 18 Miliar, yang digunakan untuk cetak sawah di sembilan desa dalam Kecamatan Pulau Rimau, dengan luas 1.800 hektar.
Ringkus Bandit Penguras ATM
ILIR TIMUR II - Unit Reskrim Polsekta Ilir Timur (IT) II, meringkus seorang bandit penguras ATM korbannya. Adalah Devi (25), warga Pekanbaru, Riau, tersangka dimaksud. Pria yang diduga sindikat antar Provinsi ini, dibekuk saat bersama teman wanitanya Dewi (32), di kamar 302 Penginapan Taman Kenten, Kamis (20/06). Darinya disita puluhan kartu ATM
milik korbannya, serta barang bukti lainnya. Penangkapan tersangka, saat polisi menggelar razia cipta kondisi, menyambut bulan suci ramadhan. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah sering membobol dan menguras ATM di beberapa tempat diwilayah Sumatera dan Jawa, antara lain di Pekanbaru, Riau; Medan; Jakarta dan Surabaya.
‘’Aku di Palembang ini rencananya mau beraksi, tapi belum ketemu waktu yang tepat,” ungkap tersangka dengan nada meyakinkan. Tersangka mengaku baru semalam menginap di Penginapan Taman Kenten, berdua dengan teman wanitanya itu. Apesnya mereka terjaring razia polisi. Saat tasnya digeledah, ditemukan puluhan ATM beragam bank, yakni BNI; BCA; BRI; Bank SumselBabel; BII; Bank Sinarmas; lalu alat pencongkel ATM berbentuk linggis tipis, serta puluhan stiker Call Center palsu.
Dikatakan tersangka, modus yang ia lakukan dengan cara mengganjal jalan masuk kartu di mesin ATM, menggunakan sendok kayu kecil, dengan tujuan agar kartu ATM yang dimasukkan nasabah tersangkut; dan tak keluar. Setelah mengganjal, aksinya dilanjutkan kembali dengan menempel stiker call center palsu di Mesin ATM tersebut, dengan harapan nasabah yang tersangka ATM-nya menelepon di nomor yang tercantum di stiker palsu itu; dan memberikan PIN ATM. Kemudian, tersangka menarik ATM korban menggunakan alat berupa pengait, hingga saldo ATM dikuras habis oleh tersangka.
Tersangka mengatakan, aksinya itu dilakukan bersama dua temannya Heri dan Dedi (DPO), warga Tanah Abang, Jakarta, dengan tugas berbeda-beda. Ia sendiri hanya bertugas mengganjal dan menempel stiker palsu, sedang kedua temannya berpura-pura sebagai call center yang dihubungi korban. ‘’Kami ada tiga orang Pak, yang dua ada di Jakarta bertugas menjadi call center palsu. Sedang aku bertugas mengganjal mesin ATM, mengait kembali ATM dan memasang stiker call center palsu,” tambahnya.
Kapolsekta IT II Kompol Hans R Irawan SIk MH, didampingi Kanitreskrim Iptu M Sabur Sag, membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Benar kita amankan satu tersangka penguras ATM dengan modus mencantumkan stiker call center palsu dan mengganjal mesin ATM. Tersangka diduga kuat sebagai sindikat pembobol ATM antar provinsi. Kasus ini masih didalam, termasuk mengejar sindikat lainnya,” tegasnya
milik korbannya, serta barang bukti lainnya. Penangkapan tersangka, saat polisi menggelar razia cipta kondisi, menyambut bulan suci ramadhan. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah sering membobol dan menguras ATM di beberapa tempat diwilayah Sumatera dan Jawa, antara lain di Pekanbaru, Riau; Medan; Jakarta dan Surabaya.
‘’Aku di Palembang ini rencananya mau beraksi, tapi belum ketemu waktu yang tepat,” ungkap tersangka dengan nada meyakinkan. Tersangka mengaku baru semalam menginap di Penginapan Taman Kenten, berdua dengan teman wanitanya itu. Apesnya mereka terjaring razia polisi. Saat tasnya digeledah, ditemukan puluhan ATM beragam bank, yakni BNI; BCA; BRI; Bank SumselBabel; BII; Bank Sinarmas; lalu alat pencongkel ATM berbentuk linggis tipis, serta puluhan stiker Call Center palsu.
Dikatakan tersangka, modus yang ia lakukan dengan cara mengganjal jalan masuk kartu di mesin ATM, menggunakan sendok kayu kecil, dengan tujuan agar kartu ATM yang dimasukkan nasabah tersangkut; dan tak keluar. Setelah mengganjal, aksinya dilanjutkan kembali dengan menempel stiker call center palsu di Mesin ATM tersebut, dengan harapan nasabah yang tersangka ATM-nya menelepon di nomor yang tercantum di stiker palsu itu; dan memberikan PIN ATM. Kemudian, tersangka menarik ATM korban menggunakan alat berupa pengait, hingga saldo ATM dikuras habis oleh tersangka.
Tersangka mengatakan, aksinya itu dilakukan bersama dua temannya Heri dan Dedi (DPO), warga Tanah Abang, Jakarta, dengan tugas berbeda-beda. Ia sendiri hanya bertugas mengganjal dan menempel stiker palsu, sedang kedua temannya berpura-pura sebagai call center yang dihubungi korban. ‘’Kami ada tiga orang Pak, yang dua ada di Jakarta bertugas menjadi call center palsu. Sedang aku bertugas mengganjal mesin ATM, mengait kembali ATM dan memasang stiker call center palsu,” tambahnya.
Kapolsekta IT II Kompol Hans R Irawan SIk MH, didampingi Kanitreskrim Iptu M Sabur Sag, membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Benar kita amankan satu tersangka penguras ATM dengan modus mencantumkan stiker call center palsu dan mengganjal mesin ATM. Tersangka diduga kuat sebagai sindikat pembobol ATM antar provinsi. Kasus ini masih didalam, termasuk mengejar sindikat lainnya,” tegasnya
Guru Desak Copot Oknum Pejabat Kejari
BATURAJA - Kapala Bidang (Kabid) Dikdasmen Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Komering Ulu (OKU) Paranto, bersuara lantang menuding Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU, memeras guru di wilayah Bumi Sebimbing Sekundang. Hal ini diungkapkannya saat ribuan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKSG) OKU, kemarin (20/06), menggelar aksi damai ke Kejari Baturaja, untuk menuntut agar Kepala Kejaksaan
Negeri (Kajari) Baturaja Suharto, Kasi Intel Andy Suryadi, serta Kasi Pidsus Mursidi, dikeluarkan dari Kejaksaan yang ada di Bumi Sebimbing Sekundang.
"Andy itu meminta uang dengan anak buah saya sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah itu, baru Rp 20 juta yang sudah dikembalikan Andy ke saya. Di Kejaksaan ini, ada pelaku oknum pemeras. Saya tidak tahu uang itu untuk apa. Yang jelas informasi yang saya terima, uang tersebut diberikan gara-gara ada surat kaleng yang masuk ke Kejasaan, menyangkut anak buah saya," kata Paranto kepada wartawan.
Tindakan oknum kejaksaan yang semena-mena untuk menegakan hukum, membuat gerah para guru. Sebab kata Paranto, oknum kejaksaan ini dalam melakukan aksinya, bekerja sama dengan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di OKU. "Jadi mereka itu bekerjasama dengan oknum LSM," tuding Paranto.
Juru bicara aksi demo Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKSG) OKU Hendri mengatakan, tuntutan aksi ini meminta agar pihak kejaksaan menjalankan tugas untuk penegakan hukum sebenar-benarnya. "Yang salah katakan salah, dan yang benar katakan benar. Jangan menakut-nakuti guru dengan melakukan intimidasi dan pemerasan yang dilakukan oknum Kejaksaan dan oknum LSM," tegasnya.
"Kami ini bagaikan ATM saja. Kami ini hanya seorang guru, tidak ada uang. Makan saja kami kurang dan kerap ngutang ke sana-sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya lagi.
Untuk itu, kata dia, atas kejadian ini FKSG OKU mengecam tindakan oknum kejaksaan dan LSM yang semena-mena. "Kami menuntut agar Kajari Baturaja Suharto, Kasi Intel Andy Suryadi, serta Kasi Pidsus Mursidi diberhentikan dan dipindahkan dari Kejaksaan Baturaja. Mereka ini sudah semena-mena terhadap kami. Jika tidak dipindahkan, kami akan mogok mengajar dan menyerahkan kunci ke Kejari. Biarkan mereka yang mengajar siswa-siswi yang ada di sini. Kami tidak mau jadi ATM mereka," tegasnya.
Kajari Baturaja Suharto, melalui Kasi Intel Andy Suryadi mengatakan, semua yang dituduhkan terhadapnya tidak benar. "Semua yang dituduhkan itu tidak benar. Kami tidak pernah menerima uang tersebut," bantah Andi.
Mengenai tuntutan pendemo meminta agar Kajari Baturaja, Kasi Pidsud dan dirinya yang menjabat Kasi Intel untuk dipindahkan dari Kejari Baturaja, menurut dia, hal itu sah-sah saja, namun semua itu ada prosesnya. "Semua akan kita sampaikan ke Kajari. Kajari bukannya lari dari pendemo, beliau tidak ada di Baturaja, karena berangkat ke Jakarta untuk rapat pimpinan," tegas Andi.
Disamping itu kata Andi, pihaknya saat ini sedang menangani kasus dugaan korupsi mark up bangunan rehap rangka baja di 16 Sekolah Dasar (SD) di Baturaja dengan kerugian negara sebesar Rp 400 juta. "Beberapa waktu lalu kita sudah menetapkan dua tersangka di lingkup Disdik OKU. Dalam waktu dekat ini, berkasnya akan kita serahkan ke pengadilan Tipikor," katanya.
#Kadisdik OKU Pasang Badan
Menyikapi aksi demo ribuan guru tergabung dalam Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKSG) OKU yang mendemo Kejari Baturaja, Kepala Dinas Pendidikan OKU H Mahyudin Helmi, mengaku siap pasang badan dan dipecat.
Ia mengaku, siap dipecat dari jabatannya untuk memperjuangkan aspirasi dan kenyamanan guru dalam mengajar. "Saya siap dipecat untuk memperjuangkan para guru. Saya tidak bisa terima kalau bawahan atau anak-anak saya ini diperlakukan seperti ini. Kalau anak-anak saya salah, mereka akan dipecat. Namun kalau anak-anak saya ditindas, maka saya akan memperjuangkan kebenaran mereka, walau jabatan yang diemban hilang," tegasnya.
Dia menilai, untuk apa jabatan kalau tidak bisa dijalankan dengan baik. "Ibu Ketua DPRD dan bapak wakil Ketua DPRD OKU, saya siap dipecat untuk kebenaran dan memperjuangkan kebenaran," katanya dihadapan Ketua DPRD OKU Tina Malinda, Wakil DPRD Johan Anuar, Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH, guru-guru pendemo dan pihak Kejaksaan OKU.
Perkataan Kadisdik OKU ini sontak dijawab pelaku aksi siap untuk mengundurkan diri dari PNS. "Kalau pak kadin dipecat, maka kami juga akan mundur. Kami kepala sekolah juga siap memulangkan SK kami," teriak pendemo.
Mahyudin mengakui, memang mengizinkan bawahannya untuk melakukan aksi demo, namun dengan catatan damai, tidak anarkis. "Para guru ini bekerja untuk memberikan pelajaran kepada siswa. Kalau diganggu terus, bagaimana mereka bisa mengajar tentram dan damai. Lagian saya kerap menerima laporan, jika pihak kejaksaan memanggil bawahan saya hanya melalui SMS dan Telepon saja. Ini kan tidak benar. Seharusnya pakai surat resmi," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD OKU Johan Anwar mengaku siap membackup tuntutan para pendemo. "Saya akan kawal terus tuntutan ini sampai direalisasikan. Saya ini juga guru. Saya siap digantung kalau tidak memenuhi komitmen ini," tegas Ketua DPC Partai Golkar OKU itu.
Johan mengatakan, ikut merasa risih dengan adanya aksi pemerasan yang dilakukan oknum Kejaksaan Negeri Baturaja tersebut. Namun para pendemo diharapkan tidak mogok mengajar. "Kasihan dengan anak-anak, kalau ditelantarkan. Mereka kan tidak tahu apa-apa," pungkasnya.
"Andy itu meminta uang dengan anak buah saya sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah itu, baru Rp 20 juta yang sudah dikembalikan Andy ke saya. Di Kejaksaan ini, ada pelaku oknum pemeras. Saya tidak tahu uang itu untuk apa. Yang jelas informasi yang saya terima, uang tersebut diberikan gara-gara ada surat kaleng yang masuk ke Kejasaan, menyangkut anak buah saya," kata Paranto kepada wartawan.
Tindakan oknum kejaksaan yang semena-mena untuk menegakan hukum, membuat gerah para guru. Sebab kata Paranto, oknum kejaksaan ini dalam melakukan aksinya, bekerja sama dengan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di OKU. "Jadi mereka itu bekerjasama dengan oknum LSM," tuding Paranto.
Juru bicara aksi demo Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKSG) OKU Hendri mengatakan, tuntutan aksi ini meminta agar pihak kejaksaan menjalankan tugas untuk penegakan hukum sebenar-benarnya. "Yang salah katakan salah, dan yang benar katakan benar. Jangan menakut-nakuti guru dengan melakukan intimidasi dan pemerasan yang dilakukan oknum Kejaksaan dan oknum LSM," tegasnya.
"Kami ini bagaikan ATM saja. Kami ini hanya seorang guru, tidak ada uang. Makan saja kami kurang dan kerap ngutang ke sana-sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya lagi.
Untuk itu, kata dia, atas kejadian ini FKSG OKU mengecam tindakan oknum kejaksaan dan LSM yang semena-mena. "Kami menuntut agar Kajari Baturaja Suharto, Kasi Intel Andy Suryadi, serta Kasi Pidsus Mursidi diberhentikan dan dipindahkan dari Kejaksaan Baturaja. Mereka ini sudah semena-mena terhadap kami. Jika tidak dipindahkan, kami akan mogok mengajar dan menyerahkan kunci ke Kejari. Biarkan mereka yang mengajar siswa-siswi yang ada di sini. Kami tidak mau jadi ATM mereka," tegasnya.
Kajari Baturaja Suharto, melalui Kasi Intel Andy Suryadi mengatakan, semua yang dituduhkan terhadapnya tidak benar. "Semua yang dituduhkan itu tidak benar. Kami tidak pernah menerima uang tersebut," bantah Andi.
Mengenai tuntutan pendemo meminta agar Kajari Baturaja, Kasi Pidsud dan dirinya yang menjabat Kasi Intel untuk dipindahkan dari Kejari Baturaja, menurut dia, hal itu sah-sah saja, namun semua itu ada prosesnya. "Semua akan kita sampaikan ke Kajari. Kajari bukannya lari dari pendemo, beliau tidak ada di Baturaja, karena berangkat ke Jakarta untuk rapat pimpinan," tegas Andi.
Disamping itu kata Andi, pihaknya saat ini sedang menangani kasus dugaan korupsi mark up bangunan rehap rangka baja di 16 Sekolah Dasar (SD) di Baturaja dengan kerugian negara sebesar Rp 400 juta. "Beberapa waktu lalu kita sudah menetapkan dua tersangka di lingkup Disdik OKU. Dalam waktu dekat ini, berkasnya akan kita serahkan ke pengadilan Tipikor," katanya.
#Kadisdik OKU Pasang Badan
Menyikapi aksi demo ribuan guru tergabung dalam Forum Komunikasi dan Solidaritas Guru (FKSG) OKU yang mendemo Kejari Baturaja, Kepala Dinas Pendidikan OKU H Mahyudin Helmi, mengaku siap pasang badan dan dipecat.
Ia mengaku, siap dipecat dari jabatannya untuk memperjuangkan aspirasi dan kenyamanan guru dalam mengajar. "Saya siap dipecat untuk memperjuangkan para guru. Saya tidak bisa terima kalau bawahan atau anak-anak saya ini diperlakukan seperti ini. Kalau anak-anak saya salah, mereka akan dipecat. Namun kalau anak-anak saya ditindas, maka saya akan memperjuangkan kebenaran mereka, walau jabatan yang diemban hilang," tegasnya.
Dia menilai, untuk apa jabatan kalau tidak bisa dijalankan dengan baik. "Ibu Ketua DPRD dan bapak wakil Ketua DPRD OKU, saya siap dipecat untuk kebenaran dan memperjuangkan kebenaran," katanya dihadapan Ketua DPRD OKU Tina Malinda, Wakil DPRD Johan Anuar, Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH, guru-guru pendemo dan pihak Kejaksaan OKU.
Perkataan Kadisdik OKU ini sontak dijawab pelaku aksi siap untuk mengundurkan diri dari PNS. "Kalau pak kadin dipecat, maka kami juga akan mundur. Kami kepala sekolah juga siap memulangkan SK kami," teriak pendemo.
Mahyudin mengakui, memang mengizinkan bawahannya untuk melakukan aksi demo, namun dengan catatan damai, tidak anarkis. "Para guru ini bekerja untuk memberikan pelajaran kepada siswa. Kalau diganggu terus, bagaimana mereka bisa mengajar tentram dan damai. Lagian saya kerap menerima laporan, jika pihak kejaksaan memanggil bawahan saya hanya melalui SMS dan Telepon saja. Ini kan tidak benar. Seharusnya pakai surat resmi," katanya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD OKU Johan Anwar mengaku siap membackup tuntutan para pendemo. "Saya akan kawal terus tuntutan ini sampai direalisasikan. Saya ini juga guru. Saya siap digantung kalau tidak memenuhi komitmen ini," tegas Ketua DPC Partai Golkar OKU itu.
Johan mengatakan, ikut merasa risih dengan adanya aksi pemerasan yang dilakukan oknum Kejaksaan Negeri Baturaja tersebut. Namun para pendemo diharapkan tidak mogok mengajar. "Kasihan dengan anak-anak, kalau ditelantarkan. Mereka kan tidak tahu apa-apa," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)