Seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Dumai yang sedang berusaha melakukan tugasnya, diseret-seret ratusan warga di Jalan Sudirman, depan Pasar Lepin, Kelurahan Bintan, Sabtu (12/4/14) sekitar pukul 23.30 WIB.
Keterangan yang berhasil dihimpun, lebih 30 menit polisi tersebut di kepung, dimaki-maki dan digiring oleh ratusan massa yang masih ABG, sehingga itu tidak berkutik.
Polisi tersebut hanya bisa pasrah di tengah-tengah kerumuman massa. Ia sempat dipukul dan ditendang kelompok massa yang hobi otomotif itu dengan kejamnya.
Ari (23), yang berada di lokasi saat kejadian menceritakan, bahwa Polantas dengan mengendarai mobil patroli hendak mengamankan aksi balap liar. Mobil patroli Lantas Polres Dumai menghadang kumpulan anak-anak yang masih remaja itu. Tampak mobil patroli menyesak para pengendara sepeda motor bahkan melakukan rem mendadak.
"Pengendara motor mulai geram, namun belum ada reaksi. Ketika, mobil patroli berhenti di depan gerbang Pasar Lepin, seorang Polantas yang dikenal Briptu Edo turun dari mobil. Sehingga massa yang mulai geram mendekatinya," katanya.
Melihat Briptu Edo turun sendirian, ratusan massa yang hobi melakukan balap liar yang bisa membuat malapetaka tersebut pun mengepungnya. Sehingga tidak ada ruang untuk Polisi itu keluar. Sementara, mobil patroli yang dikendarai rekan Briptu Edo, pergi meninggalkan kerumuman,
"Tinggallah polisi yang turun dari mobil itu sendiri. Sedangkan di dalam mobil ada 3 orang rekannya. Tapi sayang, 3 orang rekannya itu meninggalkan dirinya yang sudah dikepung," katanya.
Saat itu, massa yang didominasi remaja 15-25 tahun itu memaki-maki Briptu Edo. Mereka menarik-narik, bahkan menggiring polisi itu hingga ke depan Ramayana. Kemudian, digiring lagi ke depan Pasar Lepin.
"Saat itu, wajah polisi itu sangat pucat, tak terlihat lagi jiwa polisinya. Sempat polisi itu memegang tiang, sementara massa menarik-nariknya. Hingga tiang itu tampak bergoyang," katanya. Bagaimana mungkin melawan orang sebanyak itu sendirian tanpa membawa senjata. Membawa senjata pun sulit, karena nantinya di anggap menganiaya warga, jadilah sang polisi itu yang dianiaya warga.
Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminalitas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 12 April 2014
Polisi Sebaiknya Juga Jaga Kesehatan Tubuh Sendiri
Pangkalpinang - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Brigjen Pol Gatot Subyaktoro melalui Kabid Humas, AKBP Riza Yulianto kembali mengingatkan seluruh personil yang bertugas dalam Pengamanan (Pam) Pemilu untuk tetap menjaga kesehatan, terlebih kondisi cuaca akan menghantui sebanyak 2.534 personil yang dikerahkan mengawal kondusifitas Pemilu.
"Kapolda mengingatkan kembali seluruh personil harus memperhatikan kondisi fisik agar tetap berstamina prima dalam melaksanakan tugas Pam Pemilu. Terutama menghadapi kondisi perubahan cuaca yang terkadang panas dan seketika hujan. Pastikan mengkonsumsi makanan secara teratur dan asupan makanan yang tepat," sebut Kabid Humas, Kamis (10/4/2014) siang.
Disamping itu, seluruh jajaran pimpinan satuan kerja pun diperintahkan Kapolda untuk memonitor bawahan secara berkala. Dikarenakan upaya pencegahan dinilai lebih baik dibandingkan pengobatan. Selain menjaga kesehatan dengan makan asupan yang baik, ketahanan personil pun ditambah dengan multivitamin, istirahat yang cukup serta berolahraga yang teratur.
"Kapolda lebih menilai mencegah sakit lebih utama. Caranya makan teratur, minum vitamin, istirahat dan olahraga yang cukup. Hal tersebut pun wajib diawasi para pimpinan masing-masing personil. Sebaiknya diterapkan pengecekan rutin terhadap personil pengamanan, sehingga bersama kita mampu mensukseskan tugas," timpal dia.
Sejauh ini Polda Babel telah mempersiapkan diri dalam Pam Pemilu 2014. Mulai dari sarana dan prasarananya yang dipastikan siap beroperasi secara keseluruhan sampai dengan jumlah sebanyak 2.534 personil andalan dan dilaksanakan setiap jajaran tingkat Kabupaten dan Kota.
Polda Babel beserta jajaran Polres dan Polsek masih melaksanakan tahapan awal pada Pam Pemilu 2014 yang sudah memasuki masa penghitungan suara dalam Pileg. Adapun beberapa tahapan Pam Pemilu yang wajib dilaksanakan pihaknya yakni mulai dari tahapan pertama ialah masa kampanye sejak 11 Januari kemudian pada 16 Maret hingga 5 April sebagai masa kampanye akbar.
Diikuti tahapan kedua yaitu masa tenang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2014. Kemudian tahapan ketiga ialah pemungutan suara pada 9 April 2014. Hasilnya kesemua tahapan tersebut diklaim Polda Babel aman dan terkendali karena tak ditemukan kericuhan pada masyarakat.
Selanjutnya tugas mereka mengamankan tahapan keempat yakni mengawal penghitungan suara hingga penetapan hasil suara mulai dari 10 April hingga 9 Mei 2014. Lalu tahapan kelima yaitu penetapan hasil Pemilu dengan periode 7 hingga 9 Mei 2014. Diteruskan tahapan keenam ialah perolehan jumlah kursi dan calon terpilih pada 11 hingga 18 Mei 2014.
Begitu juga dengan tahapan ketujuh yakni saat pengucapan janji anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Kabupaten dan Kota terpilih yang digelar Juli hingga Agustus 2014. Diakhiri tahapan kedelapan dengan pengucapan sumpah janji DPRD Provinsi yang berlangsung Agustus hingga September 2014 mendatang.
Jumat, 21 Juni 2013
Ringkus Bandit Penguras ATM
ILIR TIMUR II - Unit Reskrim Polsekta Ilir Timur (IT) II, meringkus seorang bandit penguras ATM korbannya. Adalah Devi (25), warga Pekanbaru, Riau, tersangka dimaksud. Pria yang diduga sindikat antar Provinsi ini, dibekuk saat bersama teman wanitanya Dewi (32), di kamar 302 Penginapan Taman Kenten, Kamis (20/06). Darinya disita puluhan kartu ATM
milik korbannya, serta barang bukti lainnya. Penangkapan tersangka, saat polisi menggelar razia cipta kondisi, menyambut bulan suci ramadhan. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah sering membobol dan menguras ATM di beberapa tempat diwilayah Sumatera dan Jawa, antara lain di Pekanbaru, Riau; Medan; Jakarta dan Surabaya.
‘’Aku di Palembang ini rencananya mau beraksi, tapi belum ketemu waktu yang tepat,” ungkap tersangka dengan nada meyakinkan. Tersangka mengaku baru semalam menginap di Penginapan Taman Kenten, berdua dengan teman wanitanya itu. Apesnya mereka terjaring razia polisi. Saat tasnya digeledah, ditemukan puluhan ATM beragam bank, yakni BNI; BCA; BRI; Bank SumselBabel; BII; Bank Sinarmas; lalu alat pencongkel ATM berbentuk linggis tipis, serta puluhan stiker Call Center palsu.
Dikatakan tersangka, modus yang ia lakukan dengan cara mengganjal jalan masuk kartu di mesin ATM, menggunakan sendok kayu kecil, dengan tujuan agar kartu ATM yang dimasukkan nasabah tersangkut; dan tak keluar. Setelah mengganjal, aksinya dilanjutkan kembali dengan menempel stiker call center palsu di Mesin ATM tersebut, dengan harapan nasabah yang tersangka ATM-nya menelepon di nomor yang tercantum di stiker palsu itu; dan memberikan PIN ATM. Kemudian, tersangka menarik ATM korban menggunakan alat berupa pengait, hingga saldo ATM dikuras habis oleh tersangka.
Tersangka mengatakan, aksinya itu dilakukan bersama dua temannya Heri dan Dedi (DPO), warga Tanah Abang, Jakarta, dengan tugas berbeda-beda. Ia sendiri hanya bertugas mengganjal dan menempel stiker palsu, sedang kedua temannya berpura-pura sebagai call center yang dihubungi korban. ‘’Kami ada tiga orang Pak, yang dua ada di Jakarta bertugas menjadi call center palsu. Sedang aku bertugas mengganjal mesin ATM, mengait kembali ATM dan memasang stiker call center palsu,” tambahnya.
Kapolsekta IT II Kompol Hans R Irawan SIk MH, didampingi Kanitreskrim Iptu M Sabur Sag, membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Benar kita amankan satu tersangka penguras ATM dengan modus mencantumkan stiker call center palsu dan mengganjal mesin ATM. Tersangka diduga kuat sebagai sindikat pembobol ATM antar provinsi. Kasus ini masih didalam, termasuk mengejar sindikat lainnya,” tegasnya
milik korbannya, serta barang bukti lainnya. Penangkapan tersangka, saat polisi menggelar razia cipta kondisi, menyambut bulan suci ramadhan. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah sering membobol dan menguras ATM di beberapa tempat diwilayah Sumatera dan Jawa, antara lain di Pekanbaru, Riau; Medan; Jakarta dan Surabaya.
‘’Aku di Palembang ini rencananya mau beraksi, tapi belum ketemu waktu yang tepat,” ungkap tersangka dengan nada meyakinkan. Tersangka mengaku baru semalam menginap di Penginapan Taman Kenten, berdua dengan teman wanitanya itu. Apesnya mereka terjaring razia polisi. Saat tasnya digeledah, ditemukan puluhan ATM beragam bank, yakni BNI; BCA; BRI; Bank SumselBabel; BII; Bank Sinarmas; lalu alat pencongkel ATM berbentuk linggis tipis, serta puluhan stiker Call Center palsu.
Dikatakan tersangka, modus yang ia lakukan dengan cara mengganjal jalan masuk kartu di mesin ATM, menggunakan sendok kayu kecil, dengan tujuan agar kartu ATM yang dimasukkan nasabah tersangkut; dan tak keluar. Setelah mengganjal, aksinya dilanjutkan kembali dengan menempel stiker call center palsu di Mesin ATM tersebut, dengan harapan nasabah yang tersangka ATM-nya menelepon di nomor yang tercantum di stiker palsu itu; dan memberikan PIN ATM. Kemudian, tersangka menarik ATM korban menggunakan alat berupa pengait, hingga saldo ATM dikuras habis oleh tersangka.
Tersangka mengatakan, aksinya itu dilakukan bersama dua temannya Heri dan Dedi (DPO), warga Tanah Abang, Jakarta, dengan tugas berbeda-beda. Ia sendiri hanya bertugas mengganjal dan menempel stiker palsu, sedang kedua temannya berpura-pura sebagai call center yang dihubungi korban. ‘’Kami ada tiga orang Pak, yang dua ada di Jakarta bertugas menjadi call center palsu. Sedang aku bertugas mengganjal mesin ATM, mengait kembali ATM dan memasang stiker call center palsu,” tambahnya.
Kapolsekta IT II Kompol Hans R Irawan SIk MH, didampingi Kanitreskrim Iptu M Sabur Sag, membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Benar kita amankan satu tersangka penguras ATM dengan modus mencantumkan stiker call center palsu dan mengganjal mesin ATM. Tersangka diduga kuat sebagai sindikat pembobol ATM antar provinsi. Kasus ini masih didalam, termasuk mengejar sindikat lainnya,” tegasnya
Begal Motor Tewas Dimassa
WAYSULAN – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) tewas dimassa di daerah persawahan Desa Purwodadi, Kecamatan Waysulan, Lampung Selatan, sekitar pukul 11.30 WIB kemarin. Ia adalah Suyahroni (27), warga Bungkuk, Jabung, Lampung Timur.
Sebelumnya, Suyahroni tertangkap saat membawa kabur motor Suzuki Satria FU 150 milik Ujang (50), warga Desa Karangpucung, Kecamatan Katibung, Lamsel, yang berhasil dirampasnya.
Ujang mengatakan, ketika itu ia baru pulang dari melihat pemilihan kepala Desa Margomulya. Tiba di persawahan, ia dicegat dua orang tak dikenal dan langsung merampas motornya. Ketika itu, pelaku sempat menembak hingga melukai tangan kiri Ujang.
”Setelah saya ditembak dan sepeda motor dirampas, dua orang itu kabur. Namun, kemudian massa mengejar. Lalu, pelaku terjatuh di dekat gorong-gorong dan dihakimi. Mungkin warga sudah kesal dengan ulah pelaku yang meresahkan. Seorang lagi berhasil kabur,” kata Ujang.
Pelaku tewas dengan luka di sekujur tubuh. Kepala Desa Purwodadi Nurhakim mengatakan, ketika itu ia sedang menggelar rapat di balai desa. Kemudian ia mendapat informasi ada pencuri dimassa hingga tewas. ”Mayat pelaku kemudian dibawa polisi untuk diautopsi,” kata Nurhakim.
Kapolsek Tanjungan AKP Suprayitno membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, pelaku sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Ia juga mengatakan kasus ini masih diselidiki.
Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Tanjungan Aiptu Emi Suhaimi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait dengan tewasnya pelaku. ”Kita belum mengetahui lebih jauh dan ini masih mencari keterangan dari para saksi. Kita juga masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” ungkap Emi Suhaimi
Sebelumnya, Suyahroni tertangkap saat membawa kabur motor Suzuki Satria FU 150 milik Ujang (50), warga Desa Karangpucung, Kecamatan Katibung, Lamsel, yang berhasil dirampasnya.
Ujang mengatakan, ketika itu ia baru pulang dari melihat pemilihan kepala Desa Margomulya. Tiba di persawahan, ia dicegat dua orang tak dikenal dan langsung merampas motornya. Ketika itu, pelaku sempat menembak hingga melukai tangan kiri Ujang.
”Setelah saya ditembak dan sepeda motor dirampas, dua orang itu kabur. Namun, kemudian massa mengejar. Lalu, pelaku terjatuh di dekat gorong-gorong dan dihakimi. Mungkin warga sudah kesal dengan ulah pelaku yang meresahkan. Seorang lagi berhasil kabur,” kata Ujang.
Pelaku tewas dengan luka di sekujur tubuh. Kepala Desa Purwodadi Nurhakim mengatakan, ketika itu ia sedang menggelar rapat di balai desa. Kemudian ia mendapat informasi ada pencuri dimassa hingga tewas. ”Mayat pelaku kemudian dibawa polisi untuk diautopsi,” kata Nurhakim.
Kapolsek Tanjungan AKP Suprayitno membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, pelaku sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Ia juga mengatakan kasus ini masih diselidiki.
Ditambahkan Kanitreskrim Polsek Tanjungan Aiptu Emi Suhaimi, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait dengan tewasnya pelaku. ”Kita belum mengetahui lebih jauh dan ini masih mencari keterangan dari para saksi. Kita juga masih mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” ungkap Emi Suhaimi
Bawa Rp250 Juta, Kasir Dirampok
METRO – Aksi perampokan terhadap nasabah bank terjadi di Kota Metro pukul 12.30 WIB kemarin. Akibat kejadian itu, Asen alias Susanto, pemilik pabrik tepung tapioka PT Gunungsugih, menderita kerugian Rp250 juta. Sofyan, anak Asen, menuturkan, peristiwa berawal ketika Dewi (30), kasir pada perusahaan itu, mendapat perintah untuk mengambil uang di Bank Panin yang terletak di Jl. Ryacudu, kompleks pertokoan Sumurbandung, Kota Metro. Setelah mengambil uang, Dewi langsung ke rumah Asen di Jl. Wijaya Kusuma No. 37–39, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat.
Letak rumah Asen hanya berjarak sekitar 500 meter dari Bank Panin. Namun, ketika Dewi berniat membuka pintu rumah Asen, tiba-tiba muncul dua pemuda tak dikenal yang mengendarai motor. Sebelum sempat membuka pintu gerbang, salah satu dari pemuda itu langsung merampas tas yang dibawa Dewi. Sempat terjadi tarik-menarik antara Dewi dan pelaku.
Namun, Dewi tak kuasa mempertahankan tas yang berisi uang. Bahkan, Dewi ikut terjatuh. Setelah berhasil merampas tas Dewi, pelaku langsung kabur. Pada waktu kejadian, situasi Jl. Wijaya Kusuma sedang sepi. Sehingga teriakan Dewi tidak ada yang mendengar dan pelaku berhasil kabur. ’’Kami telah melaporkan kejadian itu ke Polresta Metro,” kata Sofyan yang juga menjabat kepala bagian produksi di perusahaan ayahnya.
Sofyan menambahkan, biasanya yang bertugas mengambil uang di Bank Panin adalah kepala bagian keuangan. Namun, kemarin yang bersangkutan sedang ada tugas di Jakarta. Sehingga yang mengambil uang Dewi. ’’Setiap bulan, kami memang mengambil uang di Bank Panin untuk operasional pabrik,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsekta Metro Pusat Iptu M. Adimas membenarkan kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini sedang ditangani Polresta Metro
Letak rumah Asen hanya berjarak sekitar 500 meter dari Bank Panin. Namun, ketika Dewi berniat membuka pintu rumah Asen, tiba-tiba muncul dua pemuda tak dikenal yang mengendarai motor. Sebelum sempat membuka pintu gerbang, salah satu dari pemuda itu langsung merampas tas yang dibawa Dewi. Sempat terjadi tarik-menarik antara Dewi dan pelaku.
Namun, Dewi tak kuasa mempertahankan tas yang berisi uang. Bahkan, Dewi ikut terjatuh. Setelah berhasil merampas tas Dewi, pelaku langsung kabur. Pada waktu kejadian, situasi Jl. Wijaya Kusuma sedang sepi. Sehingga teriakan Dewi tidak ada yang mendengar dan pelaku berhasil kabur. ’’Kami telah melaporkan kejadian itu ke Polresta Metro,” kata Sofyan yang juga menjabat kepala bagian produksi di perusahaan ayahnya.
Sofyan menambahkan, biasanya yang bertugas mengambil uang di Bank Panin adalah kepala bagian keuangan. Namun, kemarin yang bersangkutan sedang ada tugas di Jakarta. Sehingga yang mengambil uang Dewi. ’’Setiap bulan, kami memang mengambil uang di Bank Panin untuk operasional pabrik,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsekta Metro Pusat Iptu M. Adimas membenarkan kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini sedang ditangani Polresta Metro
Polres Lampung Sita 740 Gram SS
KALIANDA – Lagi, jajaran Polres Lampung Selatan mendapatkan tangkapan besar. Sindikat narkoba internasional berhasil diungkap, Selasa (18/6) sekitar pukul 23.30 WIB. Polisi menggagalkan penyelundupan 740 gram sabu-sabu (SS) asal Malaysia yang akan dibawa ke Jember, Jawa Timur.
Selain SS, turut diamankan Muchdor (32), warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, yang membawa barang terlarang itu. Barang bukti lainnya adalah satu buah tas ransel warna abu-abu, satu unit ponsel Nokia tipe 1280, serta satu paspor Indonesia nomor AR 580704 atas nama Muchdor dan selembar tiket bus PT Antarlintas Sumatera (ALS) atas nama Fadly.
Kapolres Lamsel AKBP Bayu Aji mengatakan, tersangka ditangkap dalam pemeriksaan rutin Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Ketika itu, petugas memeriksa bus PT ALS BK 7367 DF jurusan Medan–Jatim.
Petugas kemudian menemukan SS yang disembunyikan di dalam ransel. SS dikemas dalam dua bungkus alumunium foil dan ditumpuk dengan pakaian tersangka.
”Barang berisi narkoba berikut tersangka sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” kata Bayu dalam ekspose di Mapolres Lamsel kemarin.
Bayu yang didampingi Kasatnarkoba AKP Aden Kristiantonomo, Kepala KSKP AKP Harto Agung, dan Waka KSKP Iptu Aris melanjutkan, tersangka membawa SS dari Selangor, Malaysia, menuju Tanjungbalai, Sumatera Utara. Ia menggunakan kapal motor dengan ongkos 700 ringgit.
”Dengan digagalkannya penyelundupan narkotika ini, berarti sebanyak 2.100 anak manusia bisa diselamatkan. Dengan asumsi, satu gram SS dikonsumsi oleh tiga orang,” papar Bayu.
Sementara tersangka mengaku baru kali pertama mengantar SS. Ayah tiga anak ini nekat menyelundupkan SS karena terlilit utang sebesar Rp12 juta. Kemudian dia ditawari oleh Hasim untuk mengatar SS.
”Saya berangkat Jumat (14/6) dengan naik kapal motor menuju Tanjungbalai,” kata tersangka.
Sebelumnya, petugas SI Pelabuhan Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan SS asal Malaysia yang akan dibawa ke Jakarta, Rabu (5/6). Turut diamankan dua tersangka, yakni Muhammad Yusuf (36), warga Desa Tambonbaroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara; dan Syarifuddin Abubakar (43), warga Desa Gampongseumirah, Kecamatan Nisamantara, Aceh Utara.
Sementara Rabu (19/6), Polres Tanggamus menangkap tiga tersangka yang diduga mengonsumsi SS. Mereka adalah Win alias Maya (20), warga Kelurahan Fajaresuk; Lela (18) yang mengontrak di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu; dan Beno (40), warga Pringadi, Kelurahan Pringsewu Utara.
Kasubbag Humas Polres Tanggamus AKP M. Daud, S.H. mengatakan, kali pertama polisi menangkap Win di sebuah hotel di Sukoharjo. Dari sini, polisi membekuk Beno dan Lela. Beno mengaku mengonsumsi SS bersama Hr dan Lela. Hr diketahui seorang warga binaan di Lapas Waygelang.
”Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap Hr. Namun, ia tidak mengaku mengisap SS bersama Beno,” ungkap Daud. (
Selain SS, turut diamankan Muchdor (32), warga Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, yang membawa barang terlarang itu. Barang bukti lainnya adalah satu buah tas ransel warna abu-abu, satu unit ponsel Nokia tipe 1280, serta satu paspor Indonesia nomor AR 580704 atas nama Muchdor dan selembar tiket bus PT Antarlintas Sumatera (ALS) atas nama Fadly.
Kapolres Lamsel AKBP Bayu Aji mengatakan, tersangka ditangkap dalam pemeriksaan rutin Seaport Interdiction (SI) Pelabuhan Bakauheni. Ketika itu, petugas memeriksa bus PT ALS BK 7367 DF jurusan Medan–Jatim.
Petugas kemudian menemukan SS yang disembunyikan di dalam ransel. SS dikemas dalam dua bungkus alumunium foil dan ditumpuk dengan pakaian tersangka.
”Barang berisi narkoba berikut tersangka sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” kata Bayu dalam ekspose di Mapolres Lamsel kemarin.
Bayu yang didampingi Kasatnarkoba AKP Aden Kristiantonomo, Kepala KSKP AKP Harto Agung, dan Waka KSKP Iptu Aris melanjutkan, tersangka membawa SS dari Selangor, Malaysia, menuju Tanjungbalai, Sumatera Utara. Ia menggunakan kapal motor dengan ongkos 700 ringgit.
”Dengan digagalkannya penyelundupan narkotika ini, berarti sebanyak 2.100 anak manusia bisa diselamatkan. Dengan asumsi, satu gram SS dikonsumsi oleh tiga orang,” papar Bayu.
Sementara tersangka mengaku baru kali pertama mengantar SS. Ayah tiga anak ini nekat menyelundupkan SS karena terlilit utang sebesar Rp12 juta. Kemudian dia ditawari oleh Hasim untuk mengatar SS.
”Saya berangkat Jumat (14/6) dengan naik kapal motor menuju Tanjungbalai,” kata tersangka.
Sebelumnya, petugas SI Pelabuhan Bakauheni berhasil menggagalkan penyelundupan SS asal Malaysia yang akan dibawa ke Jakarta, Rabu (5/6). Turut diamankan dua tersangka, yakni Muhammad Yusuf (36), warga Desa Tambonbaroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara; dan Syarifuddin Abubakar (43), warga Desa Gampongseumirah, Kecamatan Nisamantara, Aceh Utara.
Sementara Rabu (19/6), Polres Tanggamus menangkap tiga tersangka yang diduga mengonsumsi SS. Mereka adalah Win alias Maya (20), warga Kelurahan Fajaresuk; Lela (18) yang mengontrak di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu; dan Beno (40), warga Pringadi, Kelurahan Pringsewu Utara.
Kasubbag Humas Polres Tanggamus AKP M. Daud, S.H. mengatakan, kali pertama polisi menangkap Win di sebuah hotel di Sukoharjo. Dari sini, polisi membekuk Beno dan Lela. Beno mengaku mengonsumsi SS bersama Hr dan Lela. Hr diketahui seorang warga binaan di Lapas Waygelang.
”Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap Hr. Namun, ia tidak mengaku mengisap SS bersama Beno,” ungkap Daud. (
Tabrakan Maut, Enam Tewas
KATIBUNG – Dalam rentang waktu 13 jam, kecelakaan maut terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni Lampung Selatan, Tanggamus, dan Lampung Utara, kemarin (20/6). Sedikitnya enam orang tewas dan empat luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Mirisnya, tiga korban tewas di Lamsel merupakan satu keluarga yang terdiri nenek, ibu, dan cucu. Tabrakan beruntun itu terjadi pukul 07.30 di Kilometer 23/24 jalan lintas Sumatera (jalinsum) Dusun Sukabandung, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung.
Mereka adalah Masana (65), Irma Yunita (30), dan Atar yang masih berusia 1 tahun 5 bulan. Ketiganya warga Desa Tanjungagung, Kecamatan Katibung.
Informasi yang dihimpun kecelakaan dipicu truk fuso BG 8736 CG yang dikemudikan Wanti (37), warga Palembang, Sumatera Selatan, mengalami rem blong.
Truk yang mengangkut alat-alat olahraga futsal itu melaju dari arah Bakauheni menuju Bandarlampung. Di lokasi yang kondisinya turunan curam, truk langsung menghantam mobil Honda Jazz nopol 2621 YF yang berada di depannya.
Truk kian tak terkendali dan kembali menghantam Kijang LGX BE 2814 CM. Truk baru berhenti setelah menghantam Isuzu Panther BE 2251 E yang ditumpangi satu keluarga tersebut.
Kerasnya benturan membuat Isuzu Panther yang dikemudikan Irwan Artadinata (26), warga Desa Tanjungagung, terjun bebas. Hingga tadi malam, Irwan kritis dan dirawat di Rumah Sakit Graha Husada Bandarlampung.
’’Sedangkan mobil Honda Jazz dan Toyota Kijang LGX hanya ringsek pada bagian depan dan belakang,” ujar Kasatlantas Polres Lamsel AKP M. Budhi S. mewakili Kapolres AKBP Bayu Aji kepada wartawan kemarin.
Untuk menghindari amuk massa, sopir truk diamankan di Mapolres Lamsel. ’’Sudah kami tahan di polres,” tegas Budhi.
Sedangkan di Tanggamus, kecelakaan yang merenggut dua nyawa terjadi di ruas jalinbar Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka. Mobil Mitsubishi Colt Diesel nopol B 9732 NYT bermuatan kelapa terperosok ke jurang sedalam 15 meter.
Akibat kecelakaan tunggal tersebut, sopir Mitsubishi Colt Diesel Imron (40) dan kernetnya Irul (38) tewas di lokasi. Keduanya warga Desa Tempelrejo, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
’’Kecelakaan terjadi Kamis (20/6) pukul 01.00. Saat itu truk datang dari arah Bengkulu. Saat tiba di lokasi kejadian, ban depan kiri mobil pecah. Kendaraan yang membawa buah kelapa itu pun oleng dan masuk jurang, lalu terbakar. Kedua korban terpanggang,” urai Kanitlakalantas Polres Tanggamus Ipda Tajudin mewakili Kasatlantas AKP Ikrar Patowari kemarin.
Menurutnya, api timbul karena gesekan antara pelek ban dengan aspal. Dari situ timbul percikan api, lantas membakar bagian depan mobil. ’’Sebenarnya, tangki mobil tidak apa-apa dan bahan bakarnya juga tak tumpah,” ujar Tajudin.
Sementara di Lampura, lakalantas merenggut nyawa Deni (30), warga Jalan Sersan Laba Gole, Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, pukul 15.00.
Korban tewas setelah sepeda motor Supra X nopol BE 6781 JE yang dikendarainya bertabrakan dengan truk BG 8848 UN di jalan lintas tengah Sumatera (jalintengsum) Desa Bandarputih, Kotabumi Selatan.
Sedangkan rekannya, Sundar Fiyanto (28), kritis akibat luka yang dialami dan kini dirawat di Rumah Sakit Handayani Kotabumi. Pasca kecelakaan, sopir truk Komarudin (56), warga Palembang, diamankan di Mapolres Lampura.
Kasubbag Humas Polres Lampura AKP Emrosadi mengatakan, kejadian bermula saat kedua korban mengendarai motor dari arah Kotabumi menuju Bukitkemuning. Sampai di lokasi kejadian, korban hendak mendahului kendaraan, dan di saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk yang dikemudikan Komarudin yang juga hendak mendahului kendaraan.
Minggu, 16 Juni 2013
Tim Intelijen Kejati Periksa 40 Saksi
SUKADANA – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terhadap 40 staf serta pegawai kantor Inspektorat Lampung Timur kemarin. Pulbaket itu terkait dugaan pemotongan dana tunjangan dan insentif tahun anggaran 2012 sebesar Rp1,5 miliar bagi pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Inspektorat. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu dilaksanakan di ruang Kasi Intelijen Kejari Sukadana.
Kajari Sukadana Hasran H.S. mengatakan, tim dari kejati meminta tempat di kejari untuk memeriksa saksi-saksi. ”Jadi, kita sediakan tempat. Dari Kejari Sukadana tidak ada yang dilibatkan, hanya sebagai tempat pemeriksaan. Sebab, penanganannya langsung dari tim kejati,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantornya.
Tim dari Kejati Lampung, Rustandi, menuturkan, kini belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang dilakukan penyelidikan. ’’Kami belum bisa beri keterangan lebih lanjut. Sebab, sedang melakukan penyelidikan (pemeriksaan saksi-saksi, Red),” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Penyidik Kejati Lampung Ratmadi menerangkan, penyelidikan ini sifatnya masih tertutup. ’’Jadi penyelidikan terkait apa dan bagaimana hasilnya, kami belum bisa kasih tahu,” ungkap Ratmadi ketika itu.
Kajari Sukadana Hasran H.S. mengatakan, tim dari kejati meminta tempat di kejari untuk memeriksa saksi-saksi. ”Jadi, kita sediakan tempat. Dari Kejari Sukadana tidak ada yang dilibatkan, hanya sebagai tempat pemeriksaan. Sebab, penanganannya langsung dari tim kejati,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantornya.
Tim dari Kejati Lampung, Rustandi, menuturkan, kini belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena sedang dilakukan penyelidikan. ’’Kami belum bisa beri keterangan lebih lanjut. Sebab, sedang melakukan penyelidikan (pemeriksaan saksi-saksi, Red),” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Penyidik Kejati Lampung Ratmadi menerangkan, penyelidikan ini sifatnya masih tertutup. ’’Jadi penyelidikan terkait apa dan bagaimana hasilnya, kami belum bisa kasih tahu,” ungkap Ratmadi ketika itu.
Polres Melempem, Korban Lapor Polda
BANDARLAMPUNG – Melempemnya Polres Waykanan menindaklanjuti kasus dugaan melarikan anak di bawah umur akhirnya membuat keluarga korban RS (15) melaporkan kasus itu ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polda Lampung.
Bersama kedua orang tuanya, korban yang baru lulus SMP ini kemarin mendatangi mapolda dengan mengenakan baju merah sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka langsung menuju ke Unit PPA. Mereka didampingi wakil ketua Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung.
Deni, paman korban yang mendampingi, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya ke Polres Waykanan dengan nomor laporan TBL/B1-191/V/2013/LPG/RESWAK tertanggal 12 Mei 2013. Namun, hingga kini dari laporan itu sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti.
”Makanya, kami ke sini (Mapolda Lampung, Red)untuk melaporkan lagi kejadian yang menimpa keponakan saya. Karena sudah sekitar satu bulan ini kami lapor ke polres nggak ada tindak lanjutnya,” ungkap Deni saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menuturkan, kejadian itu berawal pada 11 Mei 2013 sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang warga Negeriagung, Blambanganumpu, Waykanan, mendatangi mes Eka (pelaku, Red) di PT Palem Lampung Persada (PLP) di Bahuga, Waykanan. Tiba di rumah itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya di Kampung Gunungsangkaran, Blambanganumpu.
”Di sana, korban disekap dan akan dinikahkan oleh kakak pelaku, yakni Budi, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Setelah menyadari hal itu, keponakan saya langsung mengirimkan pesan singkat yang isinya lebih baik dia (korban, Red) minum racun daripada harus menikah dengan Budi. Makanya, kami langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Waykanan,” ujarnya.
Menanggapi laporan itu, kata Deni, Satreskrim Polres Waykanan pernah mendatangi kediaman Eka untuk menjemput korban. Namun, kedatangan polisi disambut perlawanan dan akan dikeroyok oleh massa. Akhirnya, aparat mengambil kesimpulan untuk mundur dan kembali ke mapolres.
”Sejak kejadian itu, kasusnya seperti tidak ada perkembangan lagi. Kami berinisiatif sendiri untuk mengambil korban pada Kamis (13/6) sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan pengaduan itu. ”Kami sudah menerima mereka dan akan ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polda Lampung,”ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Waykanan AKBP Yulias, S.I.K., S.H. menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan proses hukum positif terhadap kasus itu. Sejauh ini, tahapannya masih pemeriksaan saksi-saksi. Selama proses hukum berjalan, kata Kapolres, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi bersama.
Bersama kedua orang tuanya, korban yang baru lulus SMP ini kemarin mendatangi mapolda dengan mengenakan baju merah sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka langsung menuju ke Unit PPA. Mereka didampingi wakil ketua Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Lampung.
Deni, paman korban yang mendampingi, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya ke Polres Waykanan dengan nomor laporan TBL/B1-191/V/2013/LPG/RESWAK tertanggal 12 Mei 2013. Namun, hingga kini dari laporan itu sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti.
”Makanya, kami ke sini (Mapolda Lampung, Red)untuk melaporkan lagi kejadian yang menimpa keponakan saya. Karena sudah sekitar satu bulan ini kami lapor ke polres nggak ada tindak lanjutnya,” ungkap Deni saat ditemui di Mapolda Lampung kemarin.
Dia menuturkan, kejadian itu berawal pada 11 Mei 2013 sekitar pukul 10.00 WIB. Korban yang warga Negeriagung, Blambanganumpu, Waykanan, mendatangi mes Eka (pelaku, Red) di PT Palem Lampung Persada (PLP) di Bahuga, Waykanan. Tiba di rumah itu, pelaku mengajak korban ke rumahnya di Kampung Gunungsangkaran, Blambanganumpu.
”Di sana, korban disekap dan akan dinikahkan oleh kakak pelaku, yakni Budi, yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan. Setelah menyadari hal itu, keponakan saya langsung mengirimkan pesan singkat yang isinya lebih baik dia (korban, Red) minum racun daripada harus menikah dengan Budi. Makanya, kami langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Waykanan,” ujarnya.
Menanggapi laporan itu, kata Deni, Satreskrim Polres Waykanan pernah mendatangi kediaman Eka untuk menjemput korban. Namun, kedatangan polisi disambut perlawanan dan akan dikeroyok oleh massa. Akhirnya, aparat mengambil kesimpulan untuk mundur dan kembali ke mapolres.
”Sejak kejadian itu, kasusnya seperti tidak ada perkembangan lagi. Kami berinisiatif sendiri untuk mengambil korban pada Kamis (13/6) sekitar pukul 13.00 WIB,” katanya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih membenarkan pengaduan itu. ”Kami sudah menerima mereka dan akan ditindaklanjuti oleh Unit PPA Polda Lampung,”ungkapnya.
Sebelumnya, Kapolres Waykanan AKBP Yulias, S.I.K., S.H. menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan proses hukum positif terhadap kasus itu. Sejauh ini, tahapannya masih pemeriksaan saksi-saksi. Selama proses hukum berjalan, kata Kapolres, pihaknya juga menggandeng tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan mediasi bersama.
Bapak Gauli Anak Kandung
SUKADANA – Kelakuan seorang bapak di Desa Cempakanuban, Kecamatan Batangharinuban, Lampung Timur, ini sungguh bejat. Entah apa yang ada di benak Nyamin (48) hingga ia tega menggauli anak kandungnya sendiri, SR. Akibat kebejatannya itu, SR kini hamil 6 bulan.
Perbuatan itu terbongkar setelah sang istri memergoki tersangka sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Polisi berhasil meringkus tersangka yang bersembunyi di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.
Dari pengakuan tersangka terungkap, awalnya peristiwa itu terjadi pada 2004. Ketika itu, korban yang masih berusia 7 tahun baru selesai mandi. Korban yang baru kelas 2 SD itu masuk kamar hendak ganti baju. Ketika itulah, muncul pikiran bejat tersangka dan menggauli darah dagingnya sendiri. “Saya khilaf ketika itu. Saya menyesal,” kata tersangka.
Namun, perbuatan keji itu berlanjut. Bahkan hingga korban berusia 16 tahun atau sekitar Februari 2013. Perbuatan itu terus berulang ketika rumah sepi karena istrinya ke sawah. Selama kurun waktu 9 tahun itu, tersangka berulang kali merudapaksa korban. Hingga akhirnya, korban diketahui hamil 6 bulan.
Terbongkarnya perbuatan tersangka setelah sang istri memergoki sedang menyetubuhi korban. Sang istri pun melapor ke Polsek Batangharinuban. Namun, tersangka langsung kabur saat mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi.
“Setelah mendapat laporan istri tersangka, kami terus melacak keberadaan tersangka. Hingga akhirnya, kami berhasil meringkus tersangka di Kecamatan Punggur,” ungkap Kapolsek Batangharinuban AKP Rusdi kemarin.
Kapolsek menambahkan, kini tersangka ditahan di Mapolsek Batangharinuban. Tersangka akan dijerat pasal 81 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.
Anggota DPRD Prabumulih Temui Warga Payuputat
PRABUMULIH-Pasca terjadinya aksi amuk massa terhadap Prana Desta SIP (39) yang merupakan mantan Lurah Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dan seorang pengusaha bernama Eka Samindra SH (48) warga Desa Lembak Kabupaten Muara Enim, beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan mengunjungi warga Payuputat, pada Rabu (29/5/2013).
Kedatangan rombongan dewan ini untuk memastikan situasi terakhir pasca amuk massa serta untuk meredam terjadinya aksi anarkis susulan dari warga. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD Prabumulih H Erwansyah, wakil ketua II Ahmad Palo SE, Ketua Komisi II Habib Essilahuddin, serta beberapa anggota dewan lainnya.
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE ketika ditemui Sripo, Kamis (30/5) mengatakan pihaknya berusaha turun langsung ke lokasi kejadian untuk tatap muka dengan warga, selain itu untuk mengetahui kondisi terakhir pasca kejadian amuk massa.
“Sehari usai kejadian kami langsung datang, awalnya kami sempat khawatir untuk datang karena takut warga masih anarkis, tapi begitu sampai ke lokasi ternyata keadaanya tenang-tenang saja seperti tidak ada peristiwa,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya disambut hangat oleh beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Palo, setelah melakukan dialog dengan warga tenyata diketahui jika warga juga tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi, bahkan warga menyatakan siap memberikan keterangan jika diperlukan pihak kepolisian setempat.
“Warga Payuputat saat kita kunjungi telah tenang, mereka menyesalkan perbuatan itu terjadi. Sebagian warga juga mengatakan siap diminta keterangan jika polisi meminta secara baik-baik,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya isu jika warga Payuputat akan melakukan penyerbuan jika satu diantara warga dilakukan penangkapan, politisi dari PPP ini mengatakan tidak benar adanya isu tersebut. Jikapun ada itu disinyalir disampaikan beberapa warga saja, sementara mayoritas warga lain berharap situasi kembali kondusif.
“Intinya warga menginginkan kondisi kondusif, jika kepolisian ingin melakukan pemeriksaan terhadap warga, mereka siap diperiksa asal dengan cara baik-baik,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (28/5/2013) mantan lurah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Prana Desta SIP dan seorang warga bernama Eka Samindra SH (48) warga Dusun I Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diamuk massa akibat melakukan pencaplokan tanah warga.(SP/TS)
Kedatangan rombongan dewan ini untuk memastikan situasi terakhir pasca amuk massa serta untuk meredam terjadinya aksi anarkis susulan dari warga. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD Prabumulih H Erwansyah, wakil ketua II Ahmad Palo SE, Ketua Komisi II Habib Essilahuddin, serta beberapa anggota dewan lainnya.
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE ketika ditemui Sripo, Kamis (30/5) mengatakan pihaknya berusaha turun langsung ke lokasi kejadian untuk tatap muka dengan warga, selain itu untuk mengetahui kondisi terakhir pasca kejadian amuk massa.
“Sehari usai kejadian kami langsung datang, awalnya kami sempat khawatir untuk datang karena takut warga masih anarkis, tapi begitu sampai ke lokasi ternyata keadaanya tenang-tenang saja seperti tidak ada peristiwa,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya disambut hangat oleh beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Palo, setelah melakukan dialog dengan warga tenyata diketahui jika warga juga tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi, bahkan warga menyatakan siap memberikan keterangan jika diperlukan pihak kepolisian setempat.
“Warga Payuputat saat kita kunjungi telah tenang, mereka menyesalkan perbuatan itu terjadi. Sebagian warga juga mengatakan siap diminta keterangan jika polisi meminta secara baik-baik,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya isu jika warga Payuputat akan melakukan penyerbuan jika satu diantara warga dilakukan penangkapan, politisi dari PPP ini mengatakan tidak benar adanya isu tersebut. Jikapun ada itu disinyalir disampaikan beberapa warga saja, sementara mayoritas warga lain berharap situasi kembali kondusif.
“Intinya warga menginginkan kondisi kondusif, jika kepolisian ingin melakukan pemeriksaan terhadap warga, mereka siap diperiksa asal dengan cara baik-baik,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (28/5/2013) mantan lurah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Prana Desta SIP dan seorang warga bernama Eka Samindra SH (48) warga Dusun I Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diamuk massa akibat melakukan pencaplokan tanah warga.(SP/TS)
Kondisi di Kelurahan Payuputat Berangsur Kondusif
PRABUMULIH - Kondisi terakhir di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, Jumat (31/5/2013), berangsur kondusif dan aman.
Tidak ada aktivitas kerumunan massa di sekitar kantor Kelurahan maupun di rumah-rumah warga, namun meski demikian para tokoh terus melakukan pergerakan.
Bahkan, menurut beberapa yang enggan disebutkan nama, beberapa tokoh masyarakat setiap malam dan setiap ada kesempatan selalu melakukan pertemuan membahas langkah apa yang akan dilakukan jika ada salah satu warga yang ditangkap.
"Kondisi sudah kondusif, namun tokoh-tokoh masih terus berkumpul untuk melakukan langkah selanjutnya," ujar warga yang enggan disebutkan namanya ketika dimintai keterangan.
Tidak ada aktivitas kerumunan massa di sekitar kantor Kelurahan maupun di rumah-rumah warga, namun meski demikian para tokoh terus melakukan pergerakan.
Bahkan, menurut beberapa yang enggan disebutkan nama, beberapa tokoh masyarakat setiap malam dan setiap ada kesempatan selalu melakukan pertemuan membahas langkah apa yang akan dilakukan jika ada salah satu warga yang ditangkap.
"Kondisi sudah kondusif, namun tokoh-tokoh masih terus berkumpul untuk melakukan langkah selanjutnya," ujar warga yang enggan disebutkan namanya ketika dimintai keterangan.
Eka Minta Wartawan tidak Singgung Kapolres Prabumulih
PRABUMULIH - Satu diantara korban aksi amuk massa di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih, Eka Samindra SH meminta sejumlah wartawan untuk tidak membahas dugaan keterlibatan Kapolres Prabumulih, AKBP Yerri Oskag SIK dalam proses jual beli lahan di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat hingga berbuntut amuk massa beberapa waktu lalu tersebut.
"Masalah keterlibatan Kapolres jangan dibahas lagi lah, dia tidak terlibat. Dalam masalah ini beliau (Yerri Oskag-red) hanya sebagai penengah," tegas Eka Samindra ketika dibincangi di ruang VVIP rumah sakit Pertamina, Jumat (31/5/2013).
Menurut Eka, Kapolres dalam hal itu sebagai orang yang ditunjuk dirinya untuk menengahi masalah dan tidak sebagai pembeli atau apapun, untuk itu dirinya meminta kapolres agar jangan disinggung-singgung.
"Saya yang punya tanah, jadi terserah saya mau memberi atau menunjuk siapa sebagai penegah, sementara total uang itu juga cuman syarat. Artinya nama serta surat hanya syarat saja untuk mengambil ke bank," katanya.
"Masalah keterlibatan Kapolres jangan dibahas lagi lah, dia tidak terlibat. Dalam masalah ini beliau (Yerri Oskag-red) hanya sebagai penengah," tegas Eka Samindra ketika dibincangi di ruang VVIP rumah sakit Pertamina, Jumat (31/5/2013).
Menurut Eka, Kapolres dalam hal itu sebagai orang yang ditunjuk dirinya untuk menengahi masalah dan tidak sebagai pembeli atau apapun, untuk itu dirinya meminta kapolres agar jangan disinggung-singgung.
"Saya yang punya tanah, jadi terserah saya mau memberi atau menunjuk siapa sebagai penegah, sementara total uang itu juga cuman syarat. Artinya nama serta surat hanya syarat saja untuk mengambil ke bank," katanya.
Cek Cok Mulut Berujung Bakar Diri
PALEMBANG - Nasib tragis dialami Sulastri (27). Diduga berlatar belakang cek-cok mulut dengan Suparman (29) suaminya, ibu satu anak ini nekat membakar tubuhnya sendiri dengan minyak tanah, Senin (22/4/2013) sekitar pukul 10.00.
Berdasarkan pengakuan Suparman dihadapan petugas kepolisian, sebelum kejadian, pasangan ini perang mulut di kebun karet yang berada di Desa Pauh Kecamatan Bayunglincir, Muba. Hal itu berawal saat Sulastri yang menemani suaminya menyadap karet melakukan hal yang salah karena mengambil getah karet jatuh ke tanah.
Dari situ keduanya bertengkar perang mulut di kebun yang kemudian berlanjut di rumah. Keributan kian memanas. Sulasti akhirnya nekat menyiram tubuhnya dengan minyak tanah dan tetap tidak diperdulikan.
Karena tidak diperdulikan suaminya, Sulastri pun nekat membakar diri di dapur rumahnya. Saat api sudah melalap tubuh korban ia berteriak kepanasan.
"Nah saat istri aku teriak, aku kedengaran dan langsung menolong istri aku pak," ucap Suparman saat diperiksa petugas Jatanras di Polda Sumsel.
Berdasarkan pengakuan Suparman dihadapan petugas kepolisian, sebelum kejadian, pasangan ini perang mulut di kebun karet yang berada di Desa Pauh Kecamatan Bayunglincir, Muba. Hal itu berawal saat Sulastri yang menemani suaminya menyadap karet melakukan hal yang salah karena mengambil getah karet jatuh ke tanah.
Dari situ keduanya bertengkar perang mulut di kebun yang kemudian berlanjut di rumah. Keributan kian memanas. Sulasti akhirnya nekat menyiram tubuhnya dengan minyak tanah dan tetap tidak diperdulikan.
Karena tidak diperdulikan suaminya, Sulastri pun nekat membakar diri di dapur rumahnya. Saat api sudah melalap tubuh korban ia berteriak kepanasan.
"Nah saat istri aku teriak, aku kedengaran dan langsung menolong istri aku pak," ucap Suparman saat diperiksa petugas Jatanras di Polda Sumsel.
Bahu Lurah Pagar Tengah Luka Disabet Sajam
TEBINGTINGGI - Lurah Pagar Tengah, Suwansi bersama tiga rekannya diserang sekelompok orang, Jumat (14/6/2013) sekitar pukul 22.30. Akibat peristiwa yang terjadi di Desa Gunung Meraksa Baru Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang itu, Suwansi dibawa ke Puskesmas Pendopo karena luka parah.
Tindakan penyerangan tersebut membuat gempar masyarakat khususnya masyarakat Pendopo. Hal ini juga membuat resah, dikhawatirkan hal ini merupakan buntut dari Pilkada Empatlawang yang sempat memanas.
Informasi yang dihimpun, kejadian tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan tersebut diduga dilakukan oleh orang berinisial KA bersama rekan-rekannya.
Akibat serangan yang mendadak tersebut, Suwansi mengalami luka bacok di bahu kanan belakang. Sementara rekannya, Aguscik mengalami luka bacok di tangan sebelah kiri, Ahmad Tankuswawi mengalami luka bacok di kepala, dan Sugianto mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan.
Sesaat sebelum kejadian, keempat korban sedang berbincang-bincang di sekitar jalan lintas provinsi Pagaralam-Bengkulu karena ada hajatan persedekahan di desa setempat. Namun, karena mereka berkumpul sedikit jauh dengan tempat persedekahan dan ditempat yang agak gelap. Saat itulah datang sekelompok orang dengan menggunakan mobil jenis pickup yang langsung melakukan penyerangan.
Mendapat serangan yang tiba-tiba Suwansi dan rekannya tidak sempat menyelamatkan diri. Pelaku dengan membabi buta menggunakan senjata tajam menyerang korban. Setelah kejadian tersebut, pelaku yang belum diketahui pasti jumlahnya langsung melarikan diri.
Kapolsek Pendopo, Aipda Yusuf Solihat membenarkan kejadian tersebut. Namun menurutnya kepolisian belum menerima laporan dari korban. Pihak kepolisian setelah mendapat informasi adanya penyerangan tersebut langsung menuju ke tempat kejadian perkara. Hanya saja saat tibu para pelaku telah melarikan diri.
"Pihak kepolisian tengah mendalami insiden ini. Untuk sementara modus penyerangan diduga akibat pengaruh minuman keras," ungkapnya.
Dikatakannya, dari hasil penyelidikan sementara diduga penyerangan dilakukan oleh pria berinisial KA dan rekannya. Pihaknya akan memintai keterangan terlebih dahulu. "Yang jelas pihak kepolisian akan bekerja keras untuk mengungkap pelaku dan modus penyerangan ini. Pelaku bisa dikenakan sanksi pasal penganiayaan dengan pemberatan," tegasnya.
Tindakan penyerangan tersebut membuat gempar masyarakat khususnya masyarakat Pendopo. Hal ini juga membuat resah, dikhawatirkan hal ini merupakan buntut dari Pilkada Empatlawang yang sempat memanas.
Informasi yang dihimpun, kejadian tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan tersebut diduga dilakukan oleh orang berinisial KA bersama rekan-rekannya.
Akibat serangan yang mendadak tersebut, Suwansi mengalami luka bacok di bahu kanan belakang. Sementara rekannya, Aguscik mengalami luka bacok di tangan sebelah kiri, Ahmad Tankuswawi mengalami luka bacok di kepala, dan Sugianto mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan.
Sesaat sebelum kejadian, keempat korban sedang berbincang-bincang di sekitar jalan lintas provinsi Pagaralam-Bengkulu karena ada hajatan persedekahan di desa setempat. Namun, karena mereka berkumpul sedikit jauh dengan tempat persedekahan dan ditempat yang agak gelap. Saat itulah datang sekelompok orang dengan menggunakan mobil jenis pickup yang langsung melakukan penyerangan.
Mendapat serangan yang tiba-tiba Suwansi dan rekannya tidak sempat menyelamatkan diri. Pelaku dengan membabi buta menggunakan senjata tajam menyerang korban. Setelah kejadian tersebut, pelaku yang belum diketahui pasti jumlahnya langsung melarikan diri.
Kapolsek Pendopo, Aipda Yusuf Solihat membenarkan kejadian tersebut. Namun menurutnya kepolisian belum menerima laporan dari korban. Pihak kepolisian setelah mendapat informasi adanya penyerangan tersebut langsung menuju ke tempat kejadian perkara. Hanya saja saat tibu para pelaku telah melarikan diri.
"Pihak kepolisian tengah mendalami insiden ini. Untuk sementara modus penyerangan diduga akibat pengaruh minuman keras," ungkapnya.
Dikatakannya, dari hasil penyelidikan sementara diduga penyerangan dilakukan oleh pria berinisial KA dan rekannya. Pihaknya akan memintai keterangan terlebih dahulu. "Yang jelas pihak kepolisian akan bekerja keras untuk mengungkap pelaku dan modus penyerangan ini. Pelaku bisa dikenakan sanksi pasal penganiayaan dengan pemberatan," tegasnya.
Penebangan Liar di Kawasan TNKS Sumsel Marak
MUSIRAWAS - Praktek penebangan kayu liar di kawasan hutan Taman Nasional Krinci Seblat di Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, saat ini tetap berlanjut dan makin marak, kata Damari, warga Desa Kota Tanjung, Jumat (14/6/2013).
Menurut dia, kayu-kayu kualitas ekspor itu setiap hari diangkut menggunakan truk dan dum truk ke lokasi pengolahan kayu (sawmill) pengusaha di daerah itu mencapai ratusan meter kubik.
Ia mengatakan, kayu-kayu jenis meranti merah, tenam dan merbau diambil dari dalam kawasan hutan setempat dan mereka tidak mengetahui wilayah itu masuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kami sekedar pekerja pak, dibayar hanya cukup untuk makan dan kalau tidak menebang kayu di hutan hutang makin menumpuk," ujarnya.
Pengambilan kayu sudah biasa dilakukan sebelum jalan darat ke Kecamatan Ulu Rawas dibangun, mereka mengangkut menggunakan jalur sungai hingga ke pangkalan penumpukan kayu di bagian hilir sungai itu.
Pengambilan kayu-kayu itu sudah jauh masuk hutan dan dibuat dalam bentuk empat persegi atau balok kaleng, kemudian diangkut ke tepi sungai atau jalan raya, ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kamis (13/6), lokasi pembalakan kayu itu jaraknya sekitar 170 kilometer dari Kota Lubuklinggau dan ditemukan beberapa truk tengah mengangkut kayu dari lokasi penumpukan dalam wilayah Kecamatan Ulu Rawas.
Modus pengangkutan kayu dalam bentuk balok kaleng itu menggunakan dum truk dengan tujuan mengelabui petugas dan bahkan ada juga terang-terangan menggunakan truk bak panjang terbuka.
Camat Ulu Rawas M Daud ketika dikonfirmasikan tidak berada di tempat dan ketika dihubungi telepon selulernya tidak aktif, namun masyarakat daerah itu mengatakan, pengangkutan kayu setiap hari dilakukan untuk diolah pada usaha pengolahan kayu di Kecamatan Rawas Ulu dekat jalan lintas Sumatera.
Berdasarkan peta tata ruang Dinas Kehutanan setempat menyebutkan wilayah Kecamatan Ulu Rawas sebagian besar masuk kawasan Hutan TNKS dan sangat dekat dengan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
Menurut dia, kayu-kayu kualitas ekspor itu setiap hari diangkut menggunakan truk dan dum truk ke lokasi pengolahan kayu (sawmill) pengusaha di daerah itu mencapai ratusan meter kubik.
Ia mengatakan, kayu-kayu jenis meranti merah, tenam dan merbau diambil dari dalam kawasan hutan setempat dan mereka tidak mengetahui wilayah itu masuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kami sekedar pekerja pak, dibayar hanya cukup untuk makan dan kalau tidak menebang kayu di hutan hutang makin menumpuk," ujarnya.
Pengambilan kayu sudah biasa dilakukan sebelum jalan darat ke Kecamatan Ulu Rawas dibangun, mereka mengangkut menggunakan jalur sungai hingga ke pangkalan penumpukan kayu di bagian hilir sungai itu.
Pengambilan kayu-kayu itu sudah jauh masuk hutan dan dibuat dalam bentuk empat persegi atau balok kaleng, kemudian diangkut ke tepi sungai atau jalan raya, ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Kamis (13/6), lokasi pembalakan kayu itu jaraknya sekitar 170 kilometer dari Kota Lubuklinggau dan ditemukan beberapa truk tengah mengangkut kayu dari lokasi penumpukan dalam wilayah Kecamatan Ulu Rawas.
Modus pengangkutan kayu dalam bentuk balok kaleng itu menggunakan dum truk dengan tujuan mengelabui petugas dan bahkan ada juga terang-terangan menggunakan truk bak panjang terbuka.
Camat Ulu Rawas M Daud ketika dikonfirmasikan tidak berada di tempat dan ketika dihubungi telepon selulernya tidak aktif, namun masyarakat daerah itu mengatakan, pengangkutan kayu setiap hari dilakukan untuk diolah pada usaha pengolahan kayu di Kecamatan Rawas Ulu dekat jalan lintas Sumatera.
Berdasarkan peta tata ruang Dinas Kehutanan setempat menyebutkan wilayah Kecamatan Ulu Rawas sebagian besar masuk kawasan Hutan TNKS dan sangat dekat dengan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.
Truk Batubara Pilih Konvoi di Malam Hari
Truk yang mengangkut batubara kembali marak melintasi jalan lintas. Padahal, dalam peraturan Gubernur Sumsel telah melarang truk bermuatan batubara untuk melintas di jalan tersebut. Namun kenyataannya, kini truk bermuatan batubara bebas berkonvoi malam hari.
Lewat penelusuran dalam beberapa hari terakhir, terlihat jelas truk bermuatan batubara melintas lenggang tanpa adanya hambatan di jalan raya hingga menuju Palembang. Truk-truk tersebut melintas dengan berkonvoi.
Truk batubara yang dapat dilihat dengan ciri-ciri bak yang tertutup rapi menggunakan terpal itu, melintas pada malam hari. Bila siang hari, truk-truk tersebut singgah terlebih dahulu di tempat-tempat warung makan atau tempat pengsian bahan bakar minyak. Bila malam menjelang, barulah truk-truk tersebut mulai melintas di Jalan Lintas dengan berkonvoi.
Ketika truk batubara melintas di Terminal Timbangan pun, petugas Dishub Ogan Ilir tidak melarang truk tersebut untuk melintas. Mereka hanya melihat semacam surat-surat dan kemudian mempersilahkan truk untuk kembali melintas.
Truk juga tidak selalu melintas pada malam hari, terkadang pada siang hari. Beberapa hari yang lalu, terdapat sebuah truk bermuatan batubara terguling di Jalintim. Menurut warga, tergulingnya truk tersebut cepat dievakuasi sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.
Seorang warga yang tinggal tepat di depan sebuah rumah makan di Indralaya, juga mengatakan banyak sekali truk bermuatan batubara singgah di rumah makan tersebut. Truk-truk batubara itu akan melintas lagi, pada malam hari untuk menuju arah Palembang.
"Saya tidak tahu kalau ada peraturan yang melarang truk batubara melintas. Karena, disini banyak sekali truk batubara yang singgah. Tapi, setahu saya, mereka itu melintas pada malam hari," kata seorang warga tersebut ketika ditemui.
Menanggapi truk bermuatan batubara yang kembali melintas lenggang di Jalan Lintas, Kasatlantas Polres Ogan Ilir, AKP Haris Batara mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengetahui adanya truk yang mengangkut batubara melintas di jalan lintas tersebut. Dirinya malah mempertanyakan petugas awalnya (Lahat), mengapa truk bermuatan batubara bisa melintas.
Pihaknya sangat setuju apabila perturan Gubernur mengenai larangan melintas itu ditegakkan. Pasalnya, truk batubara sering membuat kemacetan jalan.
"Kami masih koordinasi dengan pihak Prabumulih, kok bisa lewat. Itu yang saya bingungkan. Padahal kan sudah ada larangan tentang pelarangan truk yang mengangkut batubara untuk melintas. Kalau memang ini ditindak, ya ditindak bersama-sama terutama dari pangkalnya jangan dibolehkan melintas. Saya mendukung itu," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (16/6/2013).
Terpisah, Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Mustarsyah juga mengetahui adanya truk batubara yang melintas. Namun pihaknya tidak berani bertindak melakukan pengamanan sebab akan menjadi permasalahan baru.
"Memang dari Hulunya sudah dilepas, jadi kami dak biso muter baliknyo. Kalau disini kito amankan, biso bahaya. Pasti ribut dengan batubara, gak sanggup kita," ujarnya.
Ia menyarankan, apabila peraturan Gubernur itu ditegakkan, harusnya dari awalnya atau hulunya dalam hal ini Lahat/Muaraenim, tidak diperbolehkan melintas.
"Kalau dak boleh, harusnya dari hulu jangan melepas. Jika perlu, diadakan razia terpadu," sarannya.
Lewat penelusuran dalam beberapa hari terakhir, terlihat jelas truk bermuatan batubara melintas lenggang tanpa adanya hambatan di jalan raya hingga menuju Palembang. Truk-truk tersebut melintas dengan berkonvoi.
Truk batubara yang dapat dilihat dengan ciri-ciri bak yang tertutup rapi menggunakan terpal itu, melintas pada malam hari. Bila siang hari, truk-truk tersebut singgah terlebih dahulu di tempat-tempat warung makan atau tempat pengsian bahan bakar minyak. Bila malam menjelang, barulah truk-truk tersebut mulai melintas di Jalan Lintas dengan berkonvoi.
Ketika truk batubara melintas di Terminal Timbangan pun, petugas Dishub Ogan Ilir tidak melarang truk tersebut untuk melintas. Mereka hanya melihat semacam surat-surat dan kemudian mempersilahkan truk untuk kembali melintas.
Truk juga tidak selalu melintas pada malam hari, terkadang pada siang hari. Beberapa hari yang lalu, terdapat sebuah truk bermuatan batubara terguling di Jalintim. Menurut warga, tergulingnya truk tersebut cepat dievakuasi sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.
Seorang warga yang tinggal tepat di depan sebuah rumah makan di Indralaya, juga mengatakan banyak sekali truk bermuatan batubara singgah di rumah makan tersebut. Truk-truk batubara itu akan melintas lagi, pada malam hari untuk menuju arah Palembang.
"Saya tidak tahu kalau ada peraturan yang melarang truk batubara melintas. Karena, disini banyak sekali truk batubara yang singgah. Tapi, setahu saya, mereka itu melintas pada malam hari," kata seorang warga tersebut ketika ditemui.
Menanggapi truk bermuatan batubara yang kembali melintas lenggang di Jalan Lintas, Kasatlantas Polres Ogan Ilir, AKP Haris Batara mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengetahui adanya truk yang mengangkut batubara melintas di jalan lintas tersebut. Dirinya malah mempertanyakan petugas awalnya (Lahat), mengapa truk bermuatan batubara bisa melintas.
Pihaknya sangat setuju apabila perturan Gubernur mengenai larangan melintas itu ditegakkan. Pasalnya, truk batubara sering membuat kemacetan jalan.
"Kami masih koordinasi dengan pihak Prabumulih, kok bisa lewat. Itu yang saya bingungkan. Padahal kan sudah ada larangan tentang pelarangan truk yang mengangkut batubara untuk melintas. Kalau memang ini ditindak, ya ditindak bersama-sama terutama dari pangkalnya jangan dibolehkan melintas. Saya mendukung itu," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (16/6/2013).
Terpisah, Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir, Mustarsyah juga mengetahui adanya truk batubara yang melintas. Namun pihaknya tidak berani bertindak melakukan pengamanan sebab akan menjadi permasalahan baru.
"Memang dari Hulunya sudah dilepas, jadi kami dak biso muter baliknyo. Kalau disini kito amankan, biso bahaya. Pasti ribut dengan batubara, gak sanggup kita," ujarnya.
Ia menyarankan, apabila peraturan Gubernur itu ditegakkan, harusnya dari awalnya atau hulunya dalam hal ini Lahat/Muaraenim, tidak diperbolehkan melintas.
"Kalau dak boleh, harusnya dari hulu jangan melepas. Jika perlu, diadakan razia terpadu," sarannya.
Minus Polisi, BNN Pagaralam Sulit Tangkap Pelaku Narkoba
PAGARALAM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pagaralam saat ini belum bisa melakukan berbagai tindakan penangkapan kepada masyarakat yang menjadi pengguna Narkoba. Pasalnya meskipun sudah berusia 2 tahun, namun sampai saat ini BNN Pagaralam belum memiliki anggota dari Kepolisian.
Padahal anggota kepolisian sangat diperlukan di BBN saat akan melakukan penindakan dan penangkapan terhadap pengguna Narkoba. Pihak BNN sudah mengajukan ke Pihak Polda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penempatan anggota Polisi di BNN Pagaralam.
Kepala BNN Kota Pagaralam, Sudran Gafar, Minggu (16/6/2013) mengatakan, saampai saat ini BNN Kota Pagaralam belum memiliki petugas dari pihak Kepolisian. Padahal pihak BNN sudah meminta Polda Sumsel untuk menempatkan anggotanya di BNN.
"Kita belum memiliki anggota yang berasal dari kepolisian. Untuk itu BNN kita belum bisa secara optimal melakukan tugas sesuai dengan Undang-Undang," jelasnya Gafar.
Pihak BNN mengajukan penempatan anggota Polisi sebanyak 5 orang untuk dapat ditempatkan di BNN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasaannya.
"Saat ini kita hanya bisa melakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan saja ke masyarakat. Untuk fungsi penindakan belum dilakukan karena kurangnya anggota dari pihak Kepolisian," ujarnya
Padahal anggota kepolisian sangat diperlukan di BBN saat akan melakukan penindakan dan penangkapan terhadap pengguna Narkoba. Pihak BNN sudah mengajukan ke Pihak Polda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk penempatan anggota Polisi di BNN Pagaralam.
Kepala BNN Kota Pagaralam, Sudran Gafar, Minggu (16/6/2013) mengatakan, saampai saat ini BNN Kota Pagaralam belum memiliki petugas dari pihak Kepolisian. Padahal pihak BNN sudah meminta Polda Sumsel untuk menempatkan anggotanya di BNN.
"Kita belum memiliki anggota yang berasal dari kepolisian. Untuk itu BNN kita belum bisa secara optimal melakukan tugas sesuai dengan Undang-Undang," jelasnya Gafar.
Pihak BNN mengajukan penempatan anggota Polisi sebanyak 5 orang untuk dapat ditempatkan di BNN. Namun sampai saat ini belum ada kejelasaannya.
"Saat ini kita hanya bisa melakukan kegiatan sosialisasi dan pembinaan saja ke masyarakat. Untuk fungsi penindakan belum dilakukan karena kurangnya anggota dari pihak Kepolisian," ujarnya
Perampok Umbar Tembakan di Kalangan Desa
Perampok berhasil menggasak 80 suku emas dan uang tunai Rp 20 juta dari tangan Setiaman alias Muji bin Raden Hasan (50), pedagang emas keliling yang merupakan warga Desa Sumbu Sari Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Tidak hanya itu, ia mengalami luka tembak di bagian bahu serta betis kaki kiri dan kanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah.
Menurut informasi, peristiwa terjadi pada Minggu (16/6/2013) pukul 07.00 di pasar kalangan Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji. Seperti biasa, korban bersama istrinya berangkat dari rumah dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampai di pasar, Setiaman mulai membuka emas dagangannya.
Namun betapa terkejutnya yang datang pagi itu bukannya orang yang hendak membeli emas, malahan para perampok yang mengicar emas dan uang yang tersimpan dalam tas cangking dari tangan sang istri.
Setelah berhasil menarik tas berisikan emas itu, keempat kawanan perampok yang masing-masing membawa senjata api itu langsung mengarahkan laras pendeknya kearah Setiaman sehingga ia terkena tembak di bagian betis dan kaki kiri dan kananya.
Pagi itu, pasar mingguan gempar setelah mendengar letusan senjata api yang disertai teriakan minta tolong. Sedangkan, kawanan perampok berhasil melarikan diri dari pasar mingguan yang telah tersusun dengan petakan los.
Perampok tadi setelah berhasil merengut tas yang berisikan emas dan duit itu langsung kabur dengan mengendarai dua buah sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna merah dan motor Trill ban kecil k earah jalan kebun sawit.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH SIk didampingi Kasubsektor Polsek Mesuji Raya, Aiptu Zulkarnai membenarkan atas kejadian tersebut. Saat ini pelakunya sedang kita kejar, mudah-mudahan pelakunya berhasil kita ringkus. “Benar Pak ada peristiwa tersebut,” ujar Surachman.
Tidak hanya itu, ia mengalami luka tembak di bagian bahu serta betis kaki kiri dan kanan sehingga harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah.
Menurut informasi, peristiwa terjadi pada Minggu (16/6/2013) pukul 07.00 di pasar kalangan Desa Kemang Indah Kecamatan Mesuji. Seperti biasa, korban bersama istrinya berangkat dari rumah dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampai di pasar, Setiaman mulai membuka emas dagangannya.
Namun betapa terkejutnya yang datang pagi itu bukannya orang yang hendak membeli emas, malahan para perampok yang mengicar emas dan uang yang tersimpan dalam tas cangking dari tangan sang istri.
Setelah berhasil menarik tas berisikan emas itu, keempat kawanan perampok yang masing-masing membawa senjata api itu langsung mengarahkan laras pendeknya kearah Setiaman sehingga ia terkena tembak di bagian betis dan kaki kiri dan kananya.
Pagi itu, pasar mingguan gempar setelah mendengar letusan senjata api yang disertai teriakan minta tolong. Sedangkan, kawanan perampok berhasil melarikan diri dari pasar mingguan yang telah tersusun dengan petakan los.
Perampok tadi setelah berhasil merengut tas yang berisikan emas dan duit itu langsung kabur dengan mengendarai dua buah sepeda motor jenis Honda Mega Pro warna merah dan motor Trill ban kecil k earah jalan kebun sawit.
Kapolres OKI AKBP Agus F SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP H Surachman SH SIk didampingi Kasubsektor Polsek Mesuji Raya, Aiptu Zulkarnai membenarkan atas kejadian tersebut. Saat ini pelakunya sedang kita kejar, mudah-mudahan pelakunya berhasil kita ringkus. “Benar Pak ada peristiwa tersebut,” ujar Surachman.
Jumat, 24 Mei 2013
Kejari Menggala Segera Panggil 3 Staf Panwaslu Mesuji
Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala terus menelusuri dugaan korupsi dana hibah Panwaslu Mesuji tahun 2011 senilai Rp 1,5 miliar.
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Mesuji, dana hibah yang digelontorkan Pemkab Mesuji untuk Panwas, terindikasi terdapat unsur kerugian negara senilai Rp 332 juta.
Kasi Intelijen Kejari Menggala M Nursaityas memastikan, temuan Inspektorat Mesuji atas dugaan korupsi dana hibah itu saat ini sudah masuk tahap penyelidikan di kejaksaan.
Menurut dia, dalam waktu dekat, penyidik Kejaksaan Menggala akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait aliran dana hibah itu.
Saksi yang akan dipanggil itu, menurut dia, berasal dari staf Panwaslu Mesuji.
"Kalau pulbaket kita sudah, dalam waktu dekat ini kita akan minta keterangan dari staf Panwas. Rencananya tiga orang. Mereka diperiksa sebagai saksi," ungkap M Nursaityas kepadaTribunlampung.co.id, Jumat (24/5/2013).
Untuk saat ini, pihak kejaksaan tengah menelaah dan mengumpulkan barang bukti terkait adanya laporan dari pihak Inspektorat Mesuji.
”Kita masih menelaah. Yang jelas kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kejaksaan," tandasnya.
Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Mesuji, dana hibah yang digelontorkan Pemkab Mesuji untuk Panwas, terindikasi terdapat unsur kerugian negara senilai Rp 332 juta.
Kasi Intelijen Kejari Menggala M Nursaityas memastikan, temuan Inspektorat Mesuji atas dugaan korupsi dana hibah itu saat ini sudah masuk tahap penyelidikan di kejaksaan.
Menurut dia, dalam waktu dekat, penyidik Kejaksaan Menggala akan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan terkait aliran dana hibah itu.
Saksi yang akan dipanggil itu, menurut dia, berasal dari staf Panwaslu Mesuji.
"Kalau pulbaket kita sudah, dalam waktu dekat ini kita akan minta keterangan dari staf Panwas. Rencananya tiga orang. Mereka diperiksa sebagai saksi," ungkap M Nursaityas kepadaTribunlampung.co.id, Jumat (24/5/2013).
Untuk saat ini, pihak kejaksaan tengah menelaah dan mengumpulkan barang bukti terkait adanya laporan dari pihak Inspektorat Mesuji.
”Kita masih menelaah. Yang jelas kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kejaksaan," tandasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)