PRABUMULIH-Pasca terjadinya aksi amuk massa terhadap Prana Desta SIP (39) yang merupakan mantan Lurah Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih dan seorang pengusaha bernama Eka Samindra SH (48) warga Desa Lembak Kabupaten Muara Enim, beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Prabumulih langsung mengambil langkah cepat dengan mengunjungi warga Payuputat, pada Rabu (29/5/2013).
Kedatangan rombongan dewan ini untuk memastikan situasi terakhir pasca amuk massa serta untuk meredam terjadinya aksi anarkis susulan dari warga. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh wakil ketua I DPRD Prabumulih H Erwansyah, wakil ketua II Ahmad Palo SE, Ketua Komisi II Habib Essilahuddin, serta beberapa anggota dewan lainnya.
Wakil Ketua II DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE ketika ditemui Sripo, Kamis (30/5) mengatakan pihaknya berusaha turun langsung ke lokasi kejadian untuk tatap muka dengan warga, selain itu untuk mengetahui kondisi terakhir pasca kejadian amuk massa.
“Sehari usai kejadian kami langsung datang, awalnya kami sempat khawatir untuk datang karena takut warga masih anarkis, tapi begitu sampai ke lokasi ternyata keadaanya tenang-tenang saja seperti tidak ada peristiwa,” ujarnya seraya mengatakan pihaknya disambut hangat oleh beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat.
Menurut Palo, setelah melakukan dialog dengan warga tenyata diketahui jika warga juga tidak menginginkan kejadian tersebut terjadi, bahkan warga menyatakan siap memberikan keterangan jika diperlukan pihak kepolisian setempat.
“Warga Payuputat saat kita kunjungi telah tenang, mereka menyesalkan perbuatan itu terjadi. Sebagian warga juga mengatakan siap diminta keterangan jika polisi meminta secara baik-baik,” jelasnya.
Ditanya mengenai adanya isu jika warga Payuputat akan melakukan penyerbuan jika satu diantara warga dilakukan penangkapan, politisi dari PPP ini mengatakan tidak benar adanya isu tersebut. Jikapun ada itu disinyalir disampaikan beberapa warga saja, sementara mayoritas warga lain berharap situasi kembali kondusif.
“Intinya warga menginginkan kondisi kondusif, jika kepolisian ingin melakukan pemeriksaan terhadap warga, mereka siap diperiksa asal dengan cara baik-baik,” ungkapnya.
Seperti diketahui, pada Rabu (28/5/2013) mantan lurah Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Prana Desta SIP dan seorang warga bernama Eka Samindra SH (48) warga Dusun I Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, diamuk massa akibat melakukan pencaplokan tanah warga.(SP/TS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar