METRO – Aksi perampokan terhadap nasabah bank terjadi di Kota Metro pukul 12.30 WIB kemarin. Akibat kejadian itu, Asen alias Susanto, pemilik pabrik tepung tapioka PT Gunungsugih, menderita kerugian Rp250 juta. Sofyan, anak Asen, menuturkan, peristiwa berawal ketika Dewi (30), kasir pada perusahaan itu, mendapat perintah untuk mengambil uang di Bank Panin yang terletak di Jl. Ryacudu, kompleks pertokoan Sumurbandung, Kota Metro. Setelah mengambil uang, Dewi langsung ke rumah Asen di Jl. Wijaya Kusuma No. 37–39, Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat.
Letak rumah Asen hanya berjarak sekitar 500 meter dari Bank Panin. Namun, ketika Dewi berniat membuka pintu rumah Asen, tiba-tiba muncul dua pemuda tak dikenal yang mengendarai motor. Sebelum sempat membuka pintu gerbang, salah satu dari pemuda itu langsung merampas tas yang dibawa Dewi. Sempat terjadi tarik-menarik antara Dewi dan pelaku.
Namun, Dewi tak kuasa mempertahankan tas yang berisi uang. Bahkan, Dewi ikut terjatuh. Setelah berhasil merampas tas Dewi, pelaku langsung kabur. Pada waktu kejadian, situasi Jl. Wijaya Kusuma sedang sepi. Sehingga teriakan Dewi tidak ada yang mendengar dan pelaku berhasil kabur. ’’Kami telah melaporkan kejadian itu ke Polresta Metro,” kata Sofyan yang juga menjabat kepala bagian produksi di perusahaan ayahnya.
Sofyan menambahkan, biasanya yang bertugas mengambil uang di Bank Panin adalah kepala bagian keuangan. Namun, kemarin yang bersangkutan sedang ada tugas di Jakarta. Sehingga yang mengambil uang Dewi. ’’Setiap bulan, kami memang mengambil uang di Bank Panin untuk operasional pabrik,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsekta Metro Pusat Iptu M. Adimas membenarkan kejadian itu. Menurutnya, peristiwa ini sedang ditangani Polresta Metro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar