MUARADUA - Meski ratusan tong sampah sudah disebar ke rumah masyarakat di Kecamatan Muaradua OKU Selatan, namun tumpukan sampah masih terlihat di beberapa tepi jalan yang ada di desa di Kecamatan Muaradua. Akibatnya, bau tak sedap dan potensi datangnya penyakit masih menjadi ancaman sejumlah masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Salah satu lokasi yang dijadikan tempat pembuangan sampah adalah Jl Desa Sukamaju Muaradua. Parahnya, kawasan ini berada tak jauh dari bangunan SD Negeri 15 Muaradua. Mereka yang melintas di area ini tak jarang menutup hodung karena aroma dari sampah yang kian membusuk.
"Sampah di sini tak pernah diangkut oleh dinas. Akibatnya, jumlahnya terus banyak dan baunya kian menyengat," kata salah satu warga setempat, Tuti, Minggu (16/6/2013).
Diungkapkan Tuti, kawasan yang kini tengah dipadati sampah tersebut memang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Dahulunya, sampah yang ada di sana rutin diangkut oleh truk pengangkut sampah dari Dinas PU OKU Selatan. Namun, beberapa hari terakhir, pengangkutan sampah sering terlambat hingga sampah keburu banyak dan menghadirkan aroma yang tak sedap.
Pantauan, tempat yang dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah ini sama sekali tak ada bak sampahnya. Sepintas, lokasi ini lebih tepat disebut sebagai selokan ketimbang tempat pembuangan sampah. Dengan jumlah yang semakin banyak, sampah-sampah ini sudah masuk ke tubuh jalan. Akibatnya, jalan yang sudah sempit semakin terlihat sempit.
Kepala Dinas PU OKU Selatan, Ir Sudirman, melalui Kabid Kebersihan dan Tata Indah Kota OKU Selatan, Erlan Fadilah ST mengakui kapasitas pelayanan dalam pengangkutan sampah yang ada memang masih kurang. Gambarannya, untuk jumlah kendaraan angkutan sampah, hanya ada sembilan mobil pengangkut sampah yang terbagi untuk empat kecamatan yaitu Kecamatan Banding Agung, Kecamatan BPRT (Simpang Sender), Kecamatan Simpang Martapura, dan Kecamatan Muaradua.
"Bahkan, ada beberapa yang sudah tak bisa difungsikan karena sudah rusak. Selain itu, masyarakt sering terlambat membayar retribusi sampah," katanya.
Ditambahkannya, dalam layanan untuk pengangkut sampah, Dinas PU OKU Selatan sudah memberikan dan menawarkan kepada masyrakat tempat sampah. Dengan adanya kotak sampah di depan rumah, sampah bisa dikumpulkan sebelum diangkut oleh truk sampah. Untuk pemasangan kotaksampah ini, masyarakat membayar uang lima belas ribu per bulan sebai bentuk retribusi sampah.
"Dengan layanan yang sudah kami lakukan terkadang masyarakat ini masih saja menyalahkan pemerintah karna masalah seperti ini sangat perlu kesadaran masyarakat itu sendiri dalam membuang sampah itu agar dapat membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar