PALEMBANG - Sebanyak 5.274 remaja usia 16 hingga 18 tahun di Kabupaten OKU Selatan tak melanjutkan sekolah. Selain faktor ekonomi, faktor penyebab lainnya adalah tak terdapatnya bangunan sekolah di empat kecamatan OKU Selatan.
Dikatakan Kepala Dinas OKU Selatan, Badozen Hanan Spd Msi, empat kecamatan di OKU Selatan yang belum memiliki bangunan sekolah tingkat SMA dan sederajat adalah Kecamatan Tiga Dihaji, Kecamatan Kisam Ilir, Kecamatan Sindang Danau, dan Kecamatan Muaradua Kisam. Akibatnya, cukup banyak remaja yang tak bisa melanjutkan sekolah begitu lulus dari tingkat SMP.
"Mereka yang punya uang bisa sekolah di luar kecamatan tersebut. Namun, yang tak cukup banyak uang, terpaksa putus sekolah," kata Badozen belum lama ini.
Badozen melanjutkan, bisa jadi uang sewa kosan, ongkos, serta biaya hidup sehari-hari yang semakin melangit membuat beberapa orangtua di empat kecamatan itu tak bisa membiayai putra putrinya melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.
Tak tanggung, jumlah mereka yang putus sekolah dari empat kecamatan itu mencapai 5.000-an. Dengan kata lain, jumlah itu 37 persen dari seluruh remaja yang ada di OKU Selatan.
Untuk itu, Badozen berjanji untuk sebisa mungkin membangun gedung SMA di empat kecamatan tersebut. Namun, dengan dana operasional yan gminim di Dinas Pendidikan OKU Selatan, ia mengaku cukup kesulitan. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ikut membantu mengatasi masalah ini.
"Akan kita sampaikan permasalahan ini ke Pemkab OKU Selatan. Harapan kami, bisa tersampaikan ke Pemprov Sumsel untuk bersama-sama mengatasi masalah ini," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar