BANDARLAMPUNG - Libur panjang pekan ini berdampak pada penjualan tiket kereta api. Hingga tadi malam, tiket untuk kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi tujuan Tanjungkarang-Kertapati hingga Minggu (18/11) sudah ludes terjual.
’’Kita tidak punya tiket lagi sampai hari Minggu. Semuanya terjual. Terutama yang di agen-agen resmi ya,” kata Humas PT KAI Subdivre III.2 Tanjungkarang Zakaria kemarin (16/11).
Jack –sapaan akrabnya– menyatakan, pada musim liburan ini PT KAI juga mengoperasikan gerbong eksekutif milik KA Argo Anggrek yang telah diserahkan ke PT KAI Subdivre III.2.
’’Beruntung kita dapat tambahan gerbong dari KA Argo Anggrek. Jadi untuk gerbong eksekutif kita gunakan dahulu yang milik Argo Anggrek. Sementara gerbong eksekutif lama kita grounded (dicadangkan, Red),” jelas Jack.
Tak hanya itu, adanya libur panjang akhir pekan membuat kapasitas gerbong seluruhnya terisi 100 persen.
Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Minggu malam. ’’Yang jelas, toleransi untuk penumpang berdiri sudah tak diperkenankan lagi di kereta. Ini untuk kenyamanan,” katanya. Dan untuk keamanan serta kenyamanan, tiket yang dimiliki calon penumpang haruslah sama dengan identitas diri yang bersangkutan.
Terpisah, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry cabang Bakauheni juga telah menyiapkan langkah antisipatif terkait kemungkinan adanya lonjakan penumpang akhir pekan ini.
Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Heru Purwanto menyatakan, ada 29 kapal roll on-roll off (ro-ro) yang siap beroperasi.
Seluruh kapal itu bisa dikerahkan jika memang dibutuhkan.
Namun untuk saat ini, jumlah kapal yang disiapkan di Selat Sunda masih berkisar 24 unit. ’’Kita siapkan minimal 24 unit dan maksimal 28 unit kapal,” jelas dia saat dihubungi Radar Lampung.
Heru memperkirakan lonjakan penumpang yang melintasi Selat Sunda akan terjadi pada Minggu (18/11). Meski demikian, sejak Jumat (16/11), penumpang dan kendaraan yang menyeberang di Selat Sunda menggunakan kapal feri meningkat drastis.
Kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan mencapai 20 persen.
Tercatat pada Jumat subuh, pihaknya telah mengoperasikan 26 unit kapal feri (ro-ro) dengan lebih dari 90 trip. ’’Peningkatan terjadi pada kendaraan pribadi. Peningkatan berkisar 10 hingga 20 persen,” kata Heru.
Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan tertinggi dari Pelabuhan Merak, Banten. Arus penumpang dan kendaraan saat keluar dari kapal di dermaga Pelabuhan Bakauheni terjadi lonjakan.
’’Sejauh ini belum terjadi penumpukan kendaraan pribadi dan truk akibat padatnya jumlah penumpang dan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Peningkatan penumpang pada libur panjang pekan ini juga dirasakan jalur udara seperti PT Garuda Indonesia. Manager Marketing and Sales Basuki Sutiyono mengatakan, untuk arus balik hari Minggu (18/11) sudah penuh atau rata-rata penumpang 95 persen. ’’Sedangkan untuk H-1 atau tanggal 14 November rata-rata seat load factor sebanyak 87 persen,’’ kata Basuki via BlackBerry Messenger tadi malam.
Sementara, District Manager Sriwijaya Air Lampung Hendrico Fernando, baru-baru ini menuturkan kondisi penerbangan berjalan normal karena masyarakat lebih cenderung pada transportasi darat dan laut.
Kondisi libur panjang masih normal.
’’Jalur udara malah terjadi kenaikan justru di luar liburan. Sebab, penumpang pesawat rata-rata pebisnis atau pengusaha yang ingin lebih cepat. Pesawat lebih sering digunakan oleh pebinis sehingga kenaikan pun terjadi pada hari biasa,’’ katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar