Jumat, 24 Mei 2013

Ikan Lumba Lumba Muncul Di Kelumbayan

Kelumbayan   - Puluhan ekor ikan lumba-lumba berbagai ukuran kecil, sedang dan besar tampil memukau bermunculan di perairan laut Pantai Harapan, Desa Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, sekitar 100 km Barat Daya Kota Bandarlampung, Sabtu pagi.

Kemunculan sekitar 40-50 ekor binatang laut yang makin langka itu disaksikan dan diabadikan langsung oleh rombongan sekitar 20 orang Wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Provinsi Lampung, Pejabat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Lampung, serta aparat Pekon (desa) Penyandingan, Kelumbayan.

Rombongan yang menumpang perahu itu berlayar dari Pantai Harapan Pekon Penyandingan sekitar pukul 09.00 WIB, dan dalam perjalanan menuju tengah laut, hanya dalam waktu sekitar 20 hingga 25 menit langsung bisa menyaksikan atraksi hewan liar itu dengan berbagai gayanya secara alami.

Pemandangan menarik itu langsung disaksikan dan diabadikan baik lewat jepretan berbagai jenis kamera digital, serta camera video, baik dari para jurnalis maupun dari media elektronik, di antaranya TVRI Stasiun Lampung.

Rombongan itu dapat menyaksikan langsung penampilan lumba-lumba di alam lautan bebas sekitar 25 hingga 30 menit, atau antara pukul 09.25 hingga 09.55 WIB.

Perahu motor dengan dua awak, ditupangi sekitar 22 orang termasuk dua awak perahu berjalan perlahan sambil berputar-putar di saat rombongan lumba-lumba itu mulai bermunculan, baik dari arah depan, sisi kanan dan kiri maupun dari arah belakang kapal.

Ikan-ikan itu selain ada yang melompat sendiri-sendiri, juga ada yang sekali muncul berdua, bahkan sesekali juga dalam jumlah banyak sekaligus, sementara di atasnya terdapat beberapa ekor burung camar, burung laut, yang seakan juga sedang bercengkerama dengan lumab-lumba di permukaan air laut itu.

Sorak-sorai dan teriakan histeris anggota rombongan Wartawan dan pejabat Dinas Pariwisata serta aparat desa pun terjadi seakan memberikan aplaus begitu kawanan ikan langka itu muncul, sambil menahan guncangan perahu oleh ombak laut dan tiupan angin dalam cuaca yang cerah itu.

Penampilan puluhan ekor lumba-lumba di pantai Kelumbayan itu juga semakin melengkapi bahkan kian membuktikan bahwa kawasan itu merupakan potensi pariwisata andalan baik lokal, nasional, bahkan internasional yang harus terus dijaga kelestariannya, dikembangkan serta dipasarkan, juga bukti bahwa di sana ada ikan lumba-lumba itu.

"Ini membuktikan bahwa potensi ikan lumba-lumba yang bisa dinikmati para wisatawan ini tidak hanya ada di Teluk Kiluan Tanggamus, tapi juga di Pantai Kelumbayan, yang jaraknya cukup dekat dengan pantai," kata Kepala Pekon (Desa) Penyandingan, Kelumbayan, Zubaidi.

Butuh Infrastruktur
Rombongan Wartawan yang mengunjungi pantai Kelumbayan dan menyaksikan atraksi lumba-lumba secara alami itu merupakan mereka yang tergabung dalam "Tim Penyelamat Hutan Kelumbayan Tanggamus", yang dipimpin oleh Heri Burmeli.

Tim yang bergabaug dengan pejabat Dinas Kehutanan serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung itu juga mengadakan pertemuan, dialog serta tanya jawab dengan ratusan warga dari delapan pekon (desa) di Kecamatan Kelumbayan, dipimpin oleh Camat Kelumbayan, S. Ginting SPd, dan Sekretaris Kecamatan, Mansur Wahab.

Hadir dalam pertemuan di Pekon Penyandingan pada Jumat malam (19/8/11) itu Kepala Pekon Penyandingan, Zubaidi, Sekretaris Desa (Sekdes), Asadin, Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa, Tamlihan, serta Kepala Bidang (Kabid) Perlidungan dan Penyuluhan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir Barton Simamarta.

Hadir pula pejabat yang mewakili Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, yang menagani kawasan hutan wilayah Selatan Lampung, serta dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung diwakili Kepala Bidang (Kabid) Destinasi, Yaman Azis, serta Kepala Komisi Informasi Provinsi (KIP) Lampung, Juniardi.

Para wartawan, aparat desa, dan dari Dinas Pariwisata seusai menyaksikan kemunculan lumba-lumba itu merasa terpukau dan sangat kagum, karena sebagian dari mereka jika selama ini hanya mendengar cerita dari orang, teman, atau dari media massa, tapi kali ini sudah bisa melihat dan membuktikannya sendiri.

"Ini merupakan pengalaman dan potensi yang luar biasa, dan ke depan bisa menjadi objek wisata yang bisa diandalkan bagi daerah Lampung," kata Wartawan Koran Lampung, Prasetio Sudewo.

Sementara Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Lampung, Juniardi mengatakan, setelah potensi itu benar-benar nyata adanya, maka tugas semua pihak terkait di Lampung, baik di tingkat masyarakat, pekon, kecamatan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Provinsi dan Pers di Lampung harus bahu-membahu ikut mengembangkan kawasan ini.

"Ini merupakan potensi yang luar biasa, karena itu infrastruktur pendukung baik fasilitas umum, jalan, jembatan, listrik, dan sarana komunikasi harus segera dibangun," katanya.

Harapan senada juga disampaikan oleh Kabid Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Yaman Azis, bahwa sudah waktunya Dinas Bina Marga (PU) Lampung segera membangun jalan raya menuju Kelumbayan ini, untuk menindaklanjuti pembukaan jalan tanah dan jalan batu yang baru saja menembus kawasan itu.

"Kawasan ini selain memiliki banyak keunggulan, pantai, laut, lumba-lumma, dan hutan, juga masih meyimpan banyak potensi wisata sejarah yang bisa digali, dikembangkan dan dipasarkan, karena juga memiliki nilai sejarah perdagangan di masa lalu sebagai daerah penghasil tanaman perkebunan seperti lada dan cengkih," katanya.

Kepala Desa Penyandingan, Kelumbayan, Zubaidi mengharapkan Dinas Kehutanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta kalangan Pers yang sudah melihat langsung situasi, kondisi, dan potensi daerah itu dapat membantu mengembangkan kawasan tersebut sehingga agar selain tidak lagi terisolasi, juga bisa segera dilengkapi infrastruktur, baik berupa jalan, jembatan, listrik, sarana komunikasi, dan sarana pendukung lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar