Selasa, 14 Desember 2010

Wisata Air Terjun Sumatra Selatan Mulai Digarap

Palembang, Pemerintah Kota Pagar Alam akhirnya mulai membenahi lokasi-lokasi pariwisata alam yang selama ini hanya menjadi kekayaan tersembunyi karena tak pernah digarap serius. Kesadaran dan tekad pemerintah itu salah satunya diwujudkan melalui pengalokasian dana sebesar Rp 51 miliar untuk membangun kawasan wisata alam terpadu seluas 21 hektar yang didukung panorama air terjun, fasilitas arung jeram, jelajah alam, dan pengenalan flora-fauna.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Kota Pagar Alam Syafrudin saat dikonfirmasi dari Palembang, Sabtu (4/12). Menurut dia, Pemkot Pagar Alam sedang gencar membangun kawasan pariwisata alam, khususnya wisata air terjun.
Seiring dengan itu, selama tahun 2010 ini dinas pariwisata setempat juga melaksanakan survei dan penelitian tentang potensi wisata alam di Pagar Alam. Hasilnya, diperoleh data bahwa kota itu memiliki 34 lokasi wisata air terjun yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Dempo Selatan (8 lokasi), Pagar Alam Utara (5 lokasi), Dempo Utara (7 lokasi), Pagar Alam Selatan (8 lokasi), dan Dempo Tengah (6 lokasi).
Dari semua tempat wisata tersebut, saat ini baru tiga lokasi yang sudah tergarap dengan cukup baik, yakni air terjun Lematang, Curup Mangkok, dan Curup Embun. Ketiganya selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, terutama saat libur sekolah dan pergantian tahun.
Berdasarkan data dinas pariwisata, angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kota Pagar Alam pada 2009 mencapai 30.000 orang. Sementara realisasi kunjungan wisatawan hingga Oktober 2010 sekitar 35.000 orang dari target 40.000 orang.
”Karena melihat grafik kunjungan wisatawan yang terus meningkat inilah pemerintah memutuskan untuk menggarap dan membuka lokasi-lokasi wisata air terjun baru, terutama di Kecamatan Dempo Selatan dan Dempo Tengah,” kata Syafrudin.
Di dua kecamatan itu ada tiga obyek wisata air terjun yang akan digarap sebagai tempat wisata terpadu, yakni Besemah, Mandian Putri, dan Batu Harimau. Saat ini ketiga tempat wisata itu belum banyak diketahui dan dikunjungi wisatawan.
Menurut Syafrudin, hal terpenting yang dilakukan pemerintah saat ini adalah membangun jalan setapak ke lokasi terkait. Namun, pembangunan jalan itu butuh waktu lama serta biaya mahal karena kendala geografis. Kendala itu meliputi akses jalan melalui jurang terjal, tebing rawan longsor, dan menembus hutan belantara. Maka, keamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama pemerintah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar