Oleh karena itu, Pemprov Sumsel akan berupaya untuk mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan kawasan TAA. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin usai memberikan Apresiasi atas diterimanya Anugerah Pangripta Nusantara di Graha Bina Praja, kemarin.
Dia mengatakan, semua itu merupakan satu kesatuan. Sehingga semuanya akan dikerjakan secara parsial atau bersamaan. “Semua proses khususnya perizinan saat ini sedang kita urus di kementrian, kita akan upayakan lebih cepat lagi penyelesaiannya,” ujarnya.
Alex mengakui, untuk TAA memang masih memerlukan beberapa proses lagi yang harus diselesaikan. “Konsen kita yang paling utama adalah masalahan perizinan yang belum selesai, itu yang akan terus kita upayakan untuk diselesaikan tahun ini juga,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel, Yohanes H Toruan menambahkan, penyelesaian proyek TAA saat ini masih terganjal di beberapa sektor yakni perizinan, pembebasan lahan, dan terakhir kedalaman. “Yang masih menjadi kendala dalam pengembangan kawasan TAA adalah izin dari menteri kehutanan yang belum keluar. Sedangkan untuk masalah dalamnya lautan sudah selesai.Kita akan reklamasi pantai dan membuat pelabuhan di Tanjung Carat,” tandas Yohanes.
Mengenai target penyelesaian kawasan TAA, Yohanes
belum berani memastikan. Kendati demikian, pihaknya berjanji akan mengupayakan proses penyelesaian secepatnya. “Kita terus usahakan semaksimal mungkin, kalau bisa secepatnya,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar