Selasa, 07 Mei 2013

King Yuwono Terpilih Sebagai Mawapres

Setelah dua hari ikut dalam ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Sumbagsel 2013 di Hotel Grand Duta, kemarin (06/05), akhirnya King Yuwono mahasiswa STIE Musi Palembang berhasil terpilih sebagai Mawapres.
Sedikitnya 11 mahasiswa dari 11 PTS yang berasal dari Sumsel, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa ini merupakan mahasiswa pilihan berprestasi dari PTS asal masing-masing. Baik akademik maupun non akademik, seperti Bahasa Inggris, karya tulis ilmiyah, kepribadian dan prestasi ekstrakulikuler (Ekskul).
Sementara posisi kedua diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) atas nama Kgs Aidil Firmansyah dan juara ketiga yakni Dio Alif Saputra dari STBA Teknokrat Bandar Lampung. Pemenang lainnya yakni juara harapan I diraih oleh Latifa Ningrum asal STKIP Muhammadiyah Prinsewu Lampung.
Selanjutnya juara harapan II yakni Moh Fikri Rohim asal Universitas Bina Darma Palembang dan juara harapan III yakni Badariyah Ulfah asal Universitas PGRI Palembang. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan mahasiswa terbaik pada masing-masing daerah dan dipersiapkan untuk ajang serupa pada tingkat nasional,”ungkap koordinator Kopertis Wilayah II Sumbagsel, Diah Natalisa didampingi Ketua Pelaksana Suhardan, kemarin (6/5).
Dikatakan Suhardan, prestasi para pemuda khususnya mahasiswa saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hal tersebut terlihat dari hasil prestasi dan bersaing antar sesama mahasiswa dengan ilmu yang dimiliki.
Dalam ajang pemilihan yang berlangsung selama dua hari tersebut (5-6/5) para finalis harus memaparkan hasil karya ilmiyah dihadapin dewan juri dan sesama finalis lainnya. Para finalis yang berhasil terpilih, akan diikutsertakan pada ajang serupa untuk tingkat nasional pada pertengahan Mei mendatang.
“Kita harapkan prestasi mahasiswa akan semakin baik, selain itu juga diperlukan sosialisasi yang lebih banyak. Mengingat masih banyaknya karya tulis yang kurang baik,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar