Massa datang sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan kendaraan baik motor maupun mobil. Setibanya dihalaman gedung dewan langsung melakukan orasi dan meneriakan yel-yel penolakan pemindahan. Selanjutnya, setelah negoisasi, sekitar 10 orang perwakilan pedagang menemui Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani SE dan anggota dewan lainya.
Koordinator Pedagang Sayur Terminal, Yuliansih mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk penolakan pemindahan serta membongkar kios milik pedagang. Selama ini kios itu menjadi tempat untuk mencari nafkah. ”Kita menolak kebijakan itu. Sebab jelas-jelas sangat merugikan pedagang,” ujarnya.
Menurutnya, kios yang disediakan Pemkot dilokasi baru dikawasan Pasar Besemah Pagaralam Selatan, sangat tak layak pakai. Selain bangunannya kecil, letaknya juga didalam. Sehingga dikhawatirkan dagangan yang dijual sepi pembeli. ”Pemerintah seharusnya dapat meninjau kembali kebijakan ini. Jelas-jelas akan membuat rakyat sengsara,” paparnya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Pengelolaan Pasar, Ahmadi Damrah SE MM didampingi Kepala UPTD Pasar Kota Pagaralam, Yahudin SH MM mengatakan, rencana pemindahan dan pembokaran kios sudah sesuai usulan pedagang sayuran yang ada dikawasan terminal.
Jadi mana mungkin kebijakan yang diterapkan tak berpihak pada pedagang. ”Usulan itu murni datang dari pedagang. Jadi kalau sekarang ada yang menolak, perlu dipertanyakan. Sebab usulan ini ditandatangai oleh 42 pedagang dan pemilik kios,” ujarnya.
Menyikapi tudian pedagang bahwa ini kebijakan sepihak, tidak benar. Sebab, sosialiasi sudah dilakukan, bahkan pedagang sudah diberitahu melalui surat pertama 18 April 2013 lalu dan surat kedua 3 Mei 2013 lalu. ”Kita sudah melakukan kebijakan sesuai aturan. Untuk itu, pedagang seharusnya melaksanakan kebijakan tersebut,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani SE mengatakan, aspirasi yang disampikan perdagang akan ditampung. Nantinya, dicarikan solusi melibatkan dinas terkait dan pedagang. ”Dewan akan menjadi medioator dalam pemecahan masalah ini,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar