Ironisnya lagi, tak satupun petunjuk agar sopir mobil mengetahui bila jalan yang akan mereka lintasi, rusak berat. Kerusakan badan jalan yang telah menimbulkan lubang besar di beberapa titik, yang telah ditimbun menggunakan krokos.
Keadaan lubang yang terus membesar akibat gilasan angkutan tonase berat, membuat badan jalan remuk. Saat musim panas, debu bertebaran, hujan turun lubang yang telah memutus badan jalan menimbulkan genangan air, membuat jebakan.
Pantauan Palembang Pos, saat ini hanya kendaraan angkutan barang yang masih nekat melintasi jalan yang mulai beroperasi awal 2012 lalu itu. Sebab, sebagian besar sopir angkutan penumpang khawatir mobil terjebak dalam lubang.
Walaupun harus main kucing-kucingan dengan aparat, sopir angkutan penumbang tetap nekat melintas dalam Kota Lahat. Kekhawatiran sopir juga menjadi-jadi saat kerusakan jalan tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk meminta sejumlah uang, bila ingin melintas pada malam hari.
Yudi Ismanto (33), warga Talang Jawa Selatan menilai, pemerintah tak serius mengalihkan jalur angkutan barang dan penumpang dari dalam Kota Lahat. Sebab, badan Jalinsum yang dilintasi tak mampu menahan beban kendaraan, hingga mengalami kerusakan berat.
“Harusnya aparat memberitahu jalan ada jalan rusak. Sehingga bus yang melintas tak terjebak. Ini sepertinya sengaja dibiarkan masuk kota, saat bus masuk baru distop lalu ditilang,” tegas, warga yang bermukim di pinggir Jalinsum ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar