Rabu, 15 Mei 2013

Bapak Bacok Anak Kandung

BANDARLAMPUNG – Berlin Hasanal (20) tergolek lemas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandarlampung kemarin. Penyebabnya, ia menderita luka bacok di bagian kepala dan telinga.

Pelaku pembacokan diduga dilakukan oleh ayah kandungnya, Nur Jiswan (55), warga Jl. Tamin Gg. Balai Desa, Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB).

Menurut Berlin, pembacokan itu dilakukan ayahnya sekitar pukul 08.00 WIB kemarin. Penyebabnya, ia menegur ayahnya yang tengah cekcok dengan adiknya, Berti (19).

”Ketika saya tegur, ayah saya langsung keluar rumah. Sesaat kemudian balik lagi dengan membawa golok yang langsung diayunkan ke kepalanya sebanyak tiga kali,” katanya.

Selama ini, lanjut dia, ia bersama adiknya memang sering cekcok dengan ayahnya. Bahkan beberapa kali adiknya pernah dipukuli. ”Dua pekan yang lalu, tangan saya dibacok. Tapi, saya tidak melapor ke polisi. Hanya sebatas buat surat perjanjian dengan ketua RT,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk kasus terakhir ini, ia melapor kepada polisi karena tidak tahan dengan perlakuan ayahnya itu. ”Ayah saya sekarang keberadaannya tidak diketahui. Setelah membacok saya, dia langsung kabur,” katanya.

Terpisah, Berti juga berharap ayahnya segera ditangkap dan masuk penjara. ”Saya saja sudah sering dipukul dan dicekik sama dia,” akunya.

Terpisah, Kapolsekta TkB AKP I Ketut Suryana membenarkan peristiwa itu. ”Kami masih mengumpulkan keterangan dari korban. Informasi sementara, peristiwa itu terjadi karena percekcokan antara ayah dan anak. Penyebab percekcokan akibat anaknya sering diminta uang oleh ayahnya. Tapi, semuanya masih kami dalami,” ungkapnya kemarin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar