BANDARLAMPUNG – Rencana renovasi Pasar Smep Bandarlampung terus menuai respons dari pedagang di pasar tersebut. Terakhir, mereka meminta pemkot menunda pembangunannya setelah Idul Fitri tahun ini. Pedagang di pasar itu juga tidak menginginkan pasar tersebut dijadikan pasar tradisional-modern yang dibangun hingga delapan lantai seperti yang diungkapkan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Bandarlampung.
Sekretaris Forum Persatuan Pedagang Pasar Smep (FPPS) Jieng mengatakan, pihaknya tidak menghambat pemkot untuk membangun pasar. Namun karena para pedagang akan diminta membayar sewa kios atau hamparan, maka mereka meminta kebijakan pemkot untuk menunda pembangunan setelah Lebaran.
’’Nggak apa-apa membangun. Tetapi ini mendadak. Kalau bisa kami memohon kepada Pak Wali Kota untuk menunda setelah Lebaran. Dari mana kami uang untuk bayar sewa kios, karena saat bulan puasa itulah masa panen kami. Kalau di tempat penampungan sementara (TPS), pasti kocar-kacir dan dagangan kami tak laku,” kata dia di tokonya kemarin.
Menurut Jieng, jika nanti pemkot enggan bermusyawarah, maka pihaknya akan menggelar unjuk rasa di depan kantor pemkot. ’’Coba seandainya Pemkot Bandarlampung yang seperti kami, pasti merasakan hal yang sama. Tolong dong pikirkan kami rakyat kecil yang memilih mereka,” ungkapnya.
Sementara, belasan anggota Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) cabang Bandarlampung bersama para pedagang Pasar Smep menyambangi Graha Pena Lampung
Kedatangan mereka untuk menyampaikan tuntutannya kepada pemkot . Yaitu untuk menunda pembangunan Pasar Smep setelah Lebaran dan meminta mempertahankan pasar tersebut menjadi pasar tradisional.
Ketua DPK SRMI Bandarlampung Muhtar Ferdi Jaya mengatakan, pihaknya secara tegas mewakili para pedagang menolak pembangunan Pasar Smep dalam waktu dekat ini. Pihaknya meminta pemkot menunda pembangunan setelah Lebaran.
Menurutnya, masih banyak yang dipermasalahkan pedagang. Di antaranya meminta pemkot membangun pasar tersebut hanya dua lantai, dengan peruntukan lantai 1 untuk pedagang dan lantai dua buat parkir. ’’Coba lihat, para pedagang itu pasti memilih jualan di lantai 1, karena akan lebih laku. Kalau mau dibangun dengan konsep tradisional-modern akan menyebabkan sewa kios atau hamparan yang dipatok terlalu mahal,” terangnya.
Dia menerangkan, pihaknya akan mengambil langkah audiensi dengan wali kota Selasa (30/4) dan audiensi dengan DPP Bandarlampung pada Jumat (3/5) mendatang.
’’Kami harap dari audiensi nanti, pemkot dapat mengabulkan permintaan kami untuk menunda pembangunan setelah Lebaran dan membangun Pasar Smep hanya 2 lantai,” tuturnya.
Sementara, pedagang Pasar Smep Puji (39) mengaku keberatan dengan harga sewa kios atau hamparan yang dipatok pengembang terlalu besar. ’’Untuk hamparan ukuran 1,5 x 1,5 meter Rp25 juta, toko yang di basement ukuran 3 x 3 meter Rp300 juta, ukuran 3 x 2 meter Rp150-200 juta, sedangkan kios di lantai 1 Rp400 juta,” terangnya.
Di TPS yang berda di Jl. Batu Sangkar Dua dan Jl. Bukit tinggi, para pekerja sedang mengerjakan TPS dengan bahan yang terbuat dari kayu yang dibentuk seperti kios dan hamparan.
Sementara Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N., M.M. menegaskan, pihaknya tidak akan menunda pembangunan. ’’Saya ingin bagaimana pasar di kota ini dapat lebih bagus. Jadi pembangunan ini lebih cepat terlaksana akan lebih baik. Karena sudah cita-cita saya untuk membangun kota ini. Kan disediakan TPS, jadi pasti tetap laku jualannya,” kata dia, Kamis (25/4).
Diketahui, rencana renovasi Pasar Smep Bandarlampung terus mengalir. Bahkan, pemkot telah menetapkan PT Prabu Artha sebagai pemenang tender untuk merenovasi pasar yang lokasinya berdekatan dengan Pasar BK tersebut.
Komisaris PT Prabu Artha, Feri Sulistio, membenarkan sudah memenangkan tender Pasar Smep. Kini, pihaknya tengah menyediakan TPS untuk para pedagang. Menurut dia, pada 15 Mei mendatang, pihaknya bersama pemkot akan membongkar Pasar Smep.’’Ya, saya memenangkan tender Pasar Smep. Tadinya saya nggak mau ikut, tetapi saya diminta pemkot karena tidak ada pengusaha yang mengikuti tender. Namun karena telah diumumkam sebanyak dua kali dan tidak ada juga pengusaha yang memasukkan tender, jadi saya yang dinyatakan sebagai pemenang. Dan ini tender, bukan penunjukan,” ujar pria yang akrab disapa Alay tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar