Kamis, 15 September 2011

Produksi Cokelat Anjlok 50%

BANDAR LAMPUNG (Lampost.com): Produksi cokelat Lampung diperkirakan anjlok hingga 50% pada 2011 ini. Hal ini terjadi akibat iklim yang tidak menentu sepanjang tahun 2011 ini.


Bila pada 2010 ekspor kakao 60 ribu ton, tahun ini melorot hingga 30 ribu ton. Sementara itu, produksi kopi Lampung juga terancam gagal bila kemarau terus berlangsung hingga Oktober mendatang.
Ketua Asosiasi Pengusaha Kakao Indonesia Lampung Jojo Herwanta, Rabu (14-9), mengatakan harga kakao saat ini relatif membaik. Namun, produksi kakao jauh menurun. "Bila hingga bulan depan tidak ada hujan, produksi kakao akan jauh menurun," kata Jojo.


Saat ini, kata Jojo, kondisi pohon kakao mulai layu, tetapi belum layu permanen. Petani kakao sangat berharap pada Oktober mendatang terjadi hujan sehingga pohon yang layu tersebut dapat hidup lagi, meskipun terkena sedikit air.


Selain komoditas kakao, produksi kopi juga terancam gagal bila kemarau terus berlangsung. Panen yang diperkirakan berlangsung pada Mei dan Juni 2012 mendatang terancam gagal dan anjlok bila hujan tidak kunjung datang hingga bulan depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar