BATAM- Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kota Batam, Ahmad Hijazi mengatakan bahwa komoditas yang dikhawatirkan akan mengalami kenaikan harga menjelang bulan Ramadan ini antara lain daging, telur, beras, lele, dan ikan segar.
Namun menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi apabila distributor atau pedagang tidak melakukan penimbunan. Dan masyarakat tidak melakukan aksi panic buying atau aksi borong. Karena panic buying akan mengakibatkan peningkatan harga di pasar.
"Tapi yang perlu masyarakat juga ketahui bahwa masalah komoditas ini juga sangat dipengaruhi kebijakan dari pusat. Saat ini stok kita masih aman. Tapi kalau hanya mengandalkan stok nasional masalah di Batam tidak akan bisa diselesaikan," kata Hijazi saat ditemui di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (15/7/2011).
Larangan impor yang merupakan kebijakan pemerintah pusat sangat mempengaruhi stok di Batam. Termasuk untuk komoditas ikan segar yang dilarang impor oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Untuk itu, tim dari Kadin Provinsi Kepri, Kadin Kota Batam, bersama dinas-dinas terkait di jajaran Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam akan mengadakan rapat koordinasi. Rapat rencananya akan diadakan pada Senin (18/7/2011) mendatang.
"Hasil rapat nanti akan menjadi poin-poin yang kita sampaikan ke kementerian sebagai bahan pertimbangan untuk mengizinkan impor. Perlu upaya strategis juga dari Dewan Kawasan untuk bisa menembus kebijakan impor oleh pusat," kata Hijazi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar