Jumat, 21 Juni 2013

Pemkab Lamtim Gelar Rakor Dewan Ketahanan Pangan

Pemkab Lamtim Gelar Rakor Dewan Ketahanan Pangan pada Selasa (28/05) di Aula Kantor Bupati Lampung Timur. Turut hadir dalam acara tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Iwan Nurdaya, SH, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Guntur S. Napitupulu, SE, Kepala Dinas se - Lampung Timur, PNS dari beragam golongan dan kepangkatan yang berasal dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) se - Lampung Timur.

Dalam sambutan Bupati Lampung Timur yang dibacakan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Iwan Nurdaya, SH menyampaikan, rakor ini, merupakan forum penting dalam mengevaluasi dan merumuskan program kegiatan Ketahanan Pangan secara bersama, saya tidak ingin pelaksanaan pertemuan seperti ini sebatas seremonial saja, akan tetapi Rapat Koordinasi yang dilaksanakan ini hendaknya dapat mengkoordinasikan, peran SKPD anggota Dewan Ketahanan Pangan, sesuai dengan tugas pokok dan Fungsi masing-masing. Dalam hal ini, SKPD diharapkan Proaktif mengambil bagian dalam mengimplementasikan program dan kegiatan ketahanan pangan yang telah dibahas pada rapat koordinasi sebelumnya, masalah ketahanan pangan adalah masalah yang harus ditangani secara multisektor,”kata Iwan Nurdaya, SH.

Iwan Nurdaya, SH mengatakan, kita juga merasakan belum sempurnanya sistem penyediaan input produksi pangan saat ini, seperti pupuk, benih, benih bibit serta pakan. Disamping itu, saya juga perlu menyampaikan bahwa sampai saat ini penerapan desiminasi hasil penelitian dan produksi, produktivitas, mutu dan nilai tambah produk masih lemah. Oleh karenanya, saya menghimbau agar melalui forum ini, mari kita tindaklanjuti berbagai hasil kajian yang dilakukan, dan kita adopsi teknologinya sesuai dengan potensi serta ketersediaan sumber pembiayaan yang kita miliki. Selain itu, dalam rakor ini perlu diperhatikan juga, bahwa untuk mencapai kondisi yang lebih baik pada masa mendatang, banyak program dan kegiatan yang perlu dipersiapkan, dan banyak pula pertimbangan-pertimbangan yang perlu dicermati. Karenanya melalui forum ini, perlu upaya memformulasikan berbagai program dan kegiatan yang paling prioritas, dengan tetap mengacu pada tujuan pembangunan ketahanan pangan. Permasalahan dan tantangan lainnya, dan perlu menjadi perhatian kita, adalah distribusi harga pangan dan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap bahan pangan yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga. Kerentanan penduduk terhadap rawan pangan, akibat ancaman kegagalan produksi dan terlambatannya distribusi serta lambatnya proses diversifikasi pangan,”kata Iwan Nurdaya, SH.

Iwan Nurdaya, SH mengunkapkan, permasalahan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab kita semua, mengingat bahwa pangan merupakan hak asasi manusia yang paling hakiki dalam kehidupan masyarakat. Beberapa permasalahan ketahanan pangan yang perlu kita upayakan solusi penyelesaiannya di antaranya, situasi iklim yang tidak menentu yang menyebabkan bencana, sehingga menuntut manajamen cadangan pangan yang efektif dan efisien agar dapat mengatasi kerawanan pangan. Banyaknya kejadian darurat akibat cuaca ekstrem sehingga memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pasca bencana, baik yang berasal dari sumber APBN maupun APBD. Dalam hal ini Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Timur perlu menganggarkannya sekaligus juga membangun prasarana gudang untuk penyimpanan cadangan pangan berupa, kornet, dan lain-lain. Untuk cadangan pangan yang bersumber dari APBN kiranya sudah ada di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kelangkaan pupuk bersubsidi dan berkurangnya lahan pertanian (sawah) akibat investasi juga perlu diantisipasi dengan melakukan pengawasan terhadap distribusi pupuk bersubsidi dan penggantian lahan yang mengalami alih fungsi lahan untuk investasi. Terhadap kelangkaan beras yang diproduksi oleh petani Kabupaten Lampung Timur kiranya perlu dilakukan kebijaksanaan tunda jual dan menyimpannya dalam lumbung, sehingga harga beras tidak jatuh dan tidak terjadi kelangkaan. Dan Pemantapan ketahanan pangan tidak akan berjalan sendiri, oleh karenanya perlu adanya peran serta dari sektor-sektor lain dan pihak-pihak lain di samping, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, yaitu pihak Swasta, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah dan masyarakat itu sendiri yang terkoordinasi di dalam wadah Dewan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lampung Timur,”ungkap Iwan Nurdaya, SH.

Iwan Nurdaya, SH mengharapkan, rakor ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi dalam mensukseskan program pembangunan Ketahanan Pangan di Kabupaten Lampung Timur. Segera lakukan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi pangan berbasis Sumber Daya khas daerah menuju kemandirian Pangan yang Aman dan Bermutu serta mengurangi tingkat konsumsi beras 1,5% pertahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar