Rabu, 15 Mei 2013

PT TBL Masih Diberi Kesempatan

BANDARLAMPUNG – Manajemen PT Trans Bandarlampung (TBL) bisa bernapas lega. Sebab, pemkot masih memberi kesempatan kepada perusahaan itu untuk mengelola bus rapid transit (BRT) di kota ini. Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung sempat men-deadline PT TBL pada pertengahan Maret lalu untuk memperbaiki manajemen keuangannya. Namun kini, pemkot kembali memberikan kesempatan yang kedua.


Wali Kota Bandarlampung Drs. Hi. Herman H.N., M.M. mengatakan, diberikannya kesempatan untuk kali kedua itu lantaran PT TBL memastikan akan mempertahankan keberadaan BRT di kota ini.

’’BRT akan jalan terus. Selagi PT TBL sanggup, kita kasih kesempatan,” ujarnya kemarin.

Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak segan untuk mengganti pengelola BRT dari PT TBL dengan pihak swasta lainnya jika ke depan operasionalnya tidak lancar.

’’Lihat saja kalau masih ngadat-ngadat, saya pasti putuskan memorandum of understanding (MoU) dengan PT TBL,” tegasnya.

Mantan kepala Biro Keuangan Pemprov Lampung itu melanjutkan, meski manajemen keuangan BRT belum kunjung baik, pihaknya tetap tidak menyubsidi BRT.

’’Kalau saya mau subsidi BRT pasti dari awal. Jadi saya tidak akan subsidi BRT. Dari mana anggaran, lebih baik untuk membangun jalan di kota ini yang masih banyak berlubang,” tandasnya.

Sementara, Direktur Utama PT TBL I Gede Jelantik enggan berkomentar terkait pemberian kesempatan kedua oleh Pemkot Bandarlampung terhadap perusahaannya.

Dia mengatakan, pihaknya sudah sepakat dengan pemkot untuk memberikan informasi satu pintu melalui pemkot. ’’Maaf, apa yang disampaikan pemkot sama saja. Kami sudah sepakat,” singkatnya melalui sambungan telepon kemarin.

Sebelumnya, polemik BRT kembali mencuat. Penyebabnya, puluhan armada BRT ditarik diler. Sehingga pemkot khawatir PT TBL tidak dapat mempertahankan keberadaan BRT.

Kekhawatiran itu juga ditunjukkan kalangan DPRD Bandarlampung. Wakil Ketua Komisi C Handrie Kurniawan mengatakan, pihaknya berharap pemkot mengambil tindakan tegas soal PT TBL.

’’Saya pikir PT TBL sebaiknya juga tidak memaksakan diri untuk mengelola BRT, karena yang terpenting adalah pelayanan terhadap transportasi masyarakat,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar