GEDONGTATAAN – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Pesawaran belum mengambil langkah terkait kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di kabupaten itu. Satuan kerja itu baru akan memonitor kelangkaan yang sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.
”Kami akan adakan monitoring dahulu guna mengetahui di mana saja kelangkaan gas elpiji itu,” kata Kadiskoperindag Pesawaran Faturrozi melalui Kabid Perdagangan Halimah Zakaria di ruang kerjanya kemarin.
Terkait rencana operasi pasar (OP), Halimah menyatakan bahwa hal itu belum bisa diputuskan. Sebab, ini masih menunggu hasil monitoring tim di lapangan. ”Itu nanti kalau memang benar-benar gas elpiji tiga kilogram langka. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait OP,” ucapnya.
Menurut Halimah, pihaknya mengalami kendala untuk memantau harga atau kelangkaan gas. Sebab, Diskoperindag tidak memiliki dana monitoring. Sementara diperlukan biaya untuk turun lapangan dan melakukan pengawasan.
”Pada 2014, dana itu akan dimasukkan ke rencana kerja. Mudah-mudahan pembahasan nantinya disetujui oleh DPRD,” ungkapnya.
Diketahui, masyarakat mengeluhkan kelangkaan gas elpiji, khususnya ukuran tiga kilogram. Pasalnya, gas ukuran tiga kilogram menghilang dari pasaran. Hal ini menyebabkan masyarakat kesulitan menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
”Sudah dua minggu ini gas ukuran tiga kilo sulit,” tutur Yanti, warga Kecamatan Kedondong.
Menurut dia, kalaupun ada, gas itu dihargai Rp20 ribu–Rp25 ribu per tabung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar