Minggu, 21 April 2013

Parahnya Kerusakan Jalan, Kendaraan Double Gardan pun Susah Lewat

Warga Desa Pauh I dan Desa Pauh Kecamatan Rawasilir sejak beberapa bulan terakhir sulit untuk bepergian keluar daerah. Sebab, kondisi jalan penghubung di desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga sulit untuk dilewati. Meski lokasi jalan yang rusak tidak terlalu panjang, tapi karena cukup parah, terutama disaat curah hujan cukup tinggi seperti sekarang ini, maka hanya kendaraan double gardan saja yang bisa lewat.




“Itupun kadang mobil double gardan juga sulit untuk lewat dan terpaksa ditarik pakai kendaraan lain, karena terbenam lumpur jalan yang cukup parah. Apalagi mobil biasa sudah dipastikan tak bisa lewat. Warga berharap jalan ini secepatnya diperbaiki, supaya aktifitas warga bisa berjalan normal” ungkap Iwan, salah seorang warga setempat



Dikatakan, jalan yang rusak tersebut merupakan jalan poros utama yang menghubungkan Desa Pauh I dan Desa Pauh dengan daerah lain. Jalan tersebut merupakan urat nadi masyarakat untuk mengangkut hasil bumi, pergi ke ladang atau kebun dan juga termasuk jalan utama penghubung keluar daerah seperti ke Lubuklinggau.




“Bisa melewati jalan lain, dengan cara memintas lewat jalan dalam kebun karet milik warga. Tapi untuk melewati jalan alternatif tersebut, ada biaya yang harus dikeluarkan kepada pemilik kebun. Untuk kendaraan roda dua, tiap kali lewat ditarik biaya sebesar Rp 5 ribu. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, tanpa terkecuali dipungut biaya sebesar Rp 50 ribu per mobil” katanya.




Kondisi seperti itu kata Iwan, tentunya sangat menyusahkan masyarakat. Karena, harus mengeluarkan biaya cukup besar jika ingin keluar desa. Sedangkan jika melewati jalan poros kondisinya rusak parah dan juga sulit dilalui. “Jadi masyarakat ini serba salah, mau lewat jalan utama kondisinya rusak. Memang hanya sekitar 300 meter yang rusak, tapi kalau tidak diperbaiki, tetap tak bisa keluar. Sedangkan lewat jalan alternatif itu bayar kepada pemilik kebun” katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar