Minggu, 18 November 2012

Ribuan Warga Mengamuk, Plimbang Bergolak

BIREUEN – Ketenangan Gampong Jambo Dalam, Plimbang, Bireuen, terusik oleh perkelahian massal yang dipicu isu penyebaran aliran sesat. Aksi brutal beberapa oknum yang diduga sebagai pengikut aliran sesat pada Jumat (16/11) malam hingga Sabtu (17/11) dini hari menimbulkan korban jiwa. Dalam pertempuran maut itu, tiga orang tewas. Dua orang di antaranya tewas dibakar hidup-hidup, sedangkan 10 lainnya mengalami luka bacok. Peristiwa itu berawal dari tersiarnya ajaran agama yang dituding sesat oleh Teuku Aiyub Syakuban (47), warga Gampong Jambo Dalam, Kecamatan Plimbang. Hal ini memicu kemarahan ribuan warga di daerah setempat. Informasi diperoleh Metro Aceh (grup Radar Lampung) menyebutkan, pada pukul 22.00 WIB, sekitar 500 massa bergerak menuju kediaman Aiyub untuk meminta pertanggungjawabannya.

Namun, ketika massa sampai di lokasi, kondisi terlihat gelap gulita karena lampu telah dipadamkan pemiliknya. Tanpa disangka-sangka, dari arah belakang kerumunan muncul orang yang menenteng parang. Lalu, membacok warga secara membabi-buta sehingga massa kocar-kacir dan beberapa orang jatuh serta terluka kena sabetan senjata tajam.

Akibat aksi sporadis pelaku yang belakangan diketahui Aiyub Syakuban cs, satu orang tewas dengan kondisi luka mengenaskan. Sepuluh lainnya mengalami luka bacokan bahkan beberapa di antaranya kritis dan harus dirawat intensif di Puskesmas Plimbang, Puskesmas Jeunib, serta dirujuk ke RSU dr. Fauziah Bireuen. Di antaranya Azhari (25), warga Desa Panton Pandrah; Sukri Ahmad (40), warga Desa Nase Mee, Kecamatan Pandrah; dan Saiful Bahri (20), warga Desa Seuneubok Punti, Plimbang. Selanjutnya, mereka dirujuk ke RSU dr. Fauziah bersama Misbahuddin (18), warga Desa Balee Daka, dan Bahani Hasan (60), warga Desa Jambo Dalam, yang luka robek tak beraturan di bagian kepala. Kemudian M. Rizal (23), warga Matang Kule, mengalami luka robek paha kiri dan jempol kiri; Iskandar (37), warga Desa Seneubok Aceh, yang menderita luka robek pinggang; T. Ful Iqbal (26), warga Desa Teupin Panah, terluka pada lutut kiri; Samsul Bahri (26), warga Desa Lancok Bungong, robek lengan kiri; serta Irwan (37), warga Desa Seuneubok Aceh, luka sobek bahu kiri. Selain itu, yang dievakuasi ke Puskesmas Jeunib adalah Mansur (35), warga Desa Lancok Bungong, yang akhirnya tidak dapat tertolong lagi akibat luka sobek cukup parah di bagian punggungnya. Mendapat reaksi perlawanan yang beringas sehingga menyebabkan korban berjatuhan, emosi warga pun kian memuncak. Sebentar saja, jumlah massa semakin banyak.

 Mereka berusaha membalas kebiadaban Aiyub cs dengan menyerang balik. Kendati polisi dari Pospol Plimbang, Polsek Jeunib, dan Polres Bireuen tiba di TKP, petugas tak mampu membendung kemarahan massa yang sudah memuncak. Warga kembali mendatangi rumah Aiyub. Pimpinan sekte sesat itu kembali menghunuskan parang dengan beringas ingin menyerang warga. Bahkan petugas juga nyaris jadi sasaran pembacokan pelaku yang mengamuk. Kondisi itu memaksa polisi melepaskan timah panas ke paha kanan guna menghentikan aksi brutal itu. Aiyub Syakuban dan Muntasir (26), warga Desa Puuk, akhirnya bertekuk lutut. Mereka lalu diamankan oleh petugas di lokasi kejadian. Sementara ribuan massa terus berteriak ingin melampiaskan amarah mereka dengan niat membakar rumah beserta pemiliknya yang biadab itu. Namun, petugas berusaha keras mencegah aksi anarkis itu. Karena jumlah petugas yang tidak sebanding, personel kepolisian dan TNI di lokasi meminta bantuan Brimob Jeulikat dari Lhokseumawe yang tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WIB. Membludaknya massa yang beringas sepanjang ratusan meter membuat aparat kesulitan menembus ke TKP. Menjelang pukul 03.00 WIB, warga tidak lagi mampu membendung kemarahan, lalu beramai-ramai memukuli Aiyub dan Muntasir hingga tak berkutik.

Dalam kondisi tak berdaya itu, kedua orang yang dituding sebagai penyebar aliran menyesatkan ini akhirnya dibakar massa hingga tewas. Massa yang terlanjur marah juga membakar rumah Aiyub serta satu unit mobil Kijang Innova BL 458 AM dan sepeda motor yang diparkir di lokasi. Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan mengatakan, situasi di Bireuen pasca bentrokan berdarah antara warga dengan sebuah kelompok yang diduga aliran sesat pimpinan Teuku Ayub sudah kondusif. ’’Situasi sudah kondusif dan saya sudah perintahkan aparat terus berjaga di kawasan itu," ujar Kapolda melalui Kabid Humas Kombes Gustav Leo kepada wartawan kemarin. Disebutkan, aparat Polres Bireuen dan Brimob di-backup TNI sedang melakukan olah TKP untuk mengetahui kronologis kejadian dan penyidikan perkara. "Kita mengimbau kepada kedua belah pihak agar bersabar dan tidak mengulangi lagi kejadian ini karena yang rugi adalah kita juga," pinta Kapolda seraya menambahkan, kasus ini akan dimusyawarahkan bersama pimpinan daerah setempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar