Senin, 11 April 2011

Jalan Rusak Buka Peluang untuk Pungutan Liar

JAMBI,  Jalan rusak yang terjadi di sejumlah kabupaten, terutama di ruas jalan penghubung jalur lintas Sumatra dan jalur lintas timur jadi lokasi pungli oleh warga atau oknum tertentu. 

Rusdi (35) pengemudi angkutan barang, Minggu (27/3/2011) mengatakan, pungli oleh warga atau pihak tertentu dilakukan dengan pura-pura mau menutup lobang dan memandu kendaraan supaya tidak terjebak ke dalam lubang. "Mereka minta imbalan," katanya. 

Tamrin, pengemudi bus antarkota dalam provinsi menyatakan, saat melintasi jalan rusak di jalan penghubung Jalinsum, banyak warga yang mengutip uang di jalan. 

"Mereka beralatkan cangkul, parang dan lainnya seolah-olah mau menimbun lubang di jalan dan ikut memandu kendaran namun jalan yang ditutup tidak pernah tuntas," kata Tamrin. 

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi Warasdi mengatakan, pungutan liar yang dilakukan warga itu kian marak. 

Ia menilai, pungli oleh warga atau pihak tertentu jelas memberatkan pengusaha angkutan dan pemilik barang, dan itu akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan masyarakat. 

"Untuk itu kepolisian atau instansi terkait harus menghentikan pungutan liar tersebut," katanya. 

Kabid Perhubungan Darat Dishub Jambi, Anwar Harminto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas PU untuk mengatasi kerusakan jalan. "Kami akan meningkatkan patroli," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar