Sabtu, 25 Desember 2010

Titik Kerusakan Bertambah

Palembang, Titik kerusakan jalan lintas timur Sumatera terus bertambah. Itu disebabkan oleh minimnya perawatan yang dilakukan satuan kerja pemerintah pusat. Kondisi tersebut mengakibatkan bertambahnya kasus kecelakaan di sepanjang jalur lintas timur, khususnya di ruas Palembang-Betung-Jambi.
Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor Banyuasin Ajun Komisaris Besar Ahmad Zaenuddin dan Kepala Satuan Lalu Lintas Ajun Komisaris Hardiman di Pangkalan Balai, Selasa (14/12). Menurut dia, beberapa waktu lalu Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banyuasin menggelar survei kelayakan jalan di ruas Palembang-Betung.
”Hasilnya, di ruas jalan negara itu terdapat sekitar 50 titik lubang besar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Ini karena di titik-titik itu menjadi jebakan bagi para pengendara yang tidak waspada,” kata Hardiman.
Ironisnya, menurut Hardiman, sebagian titik kerusakan jalan negara ini justru berada di ruas yang baru dilebarkan pemerintah pusat. Kondisi ini sungguh memprihatinkan karena menunjukkan lemahnya kontrol pemerintah pusat terhadap rekanan proyek jalan selama pengerjaan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah titik kerusakan jalan negara antara lain terdapat di depan Kantor BRI Pangkalan Balai. Di sini terdapat tiga lubang jalan dengan kedalaman berkisar 10 sentimeter.
Kerusakan lainnya terdapat di depan pasar Pangkalan Balai, di mana ada tiga titik lubang. Lubang berikutnya berada di depan gerbang Pondok Pesantren Sabilulhasanah Purwosari (Kilometer 19) dan di sepanjang Pasar Betung hingga perbatasan Kota Palembang.
”Kerusakan juga terdapat di jalan lingkar kabupaten mulai dari Kayuarakuning menuju ke Seterio. Di kawasan ini ada sekitar 30 titik lubang di badan jalan, sedangkan kerusakan skala kecil terdapat di trans-Pulau Rimau dari Simpang Lubuk Lancang (Betung) hingga Polsek Pulau Rimau dan jalan lintas Mariana,” katanya.
Wantjik Nurhandi (38), pengemudi asal Jambi, mengeluhkan kondisi kerusakan tersebut. Dia mengaku hampir mengalami kecelakaan lalu lintas saat melintasi kecamatan Pangkalan Balai.
”Di depan Kantor BRI, saat jalan menikung, saya kaget karena di depan ada tiga lubang berurutan. Saya kemudian menghindari lubang ke kanan. Eh, lebih kaget lagi karena di depan ada mobil travel melaju cukup kencang. Untung tidak adu kambing (saling berhadapan) karena saya langsung banting setir ke kiri lagi,” kata Wantjik.
Kecelakaan meningkat
Hardiman menegaskan, sepanjang tahun 2010 terjadi peningkatan kasus kecelakaan di ruas Palembang-Betung. Hingga November, ada 204 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 90 orang, luka berat 155 orang, dan luka ringan 191 orang. Kerugian ditaksir Rp 1,5 miliar. Padahal, sepanjang tahun 2009 hanya ada 159 kasus kecelakaan.
Kepala Polres Ahmad Zaenuddin mengingatkan, pemerintah pusat bisa dituntut denda atas kecelakaan yang terjadi akibat kerusakan jalan raya. Hal itu sudah diatur dalam UU No 22/2009 tentang Jalan Negara. Karena itu, sebelum ada korban jiwa lagi, Kapolres mendesak pemerintah pusat melalui satuan kerja agar segera memperbaiki kerusakan di jalintim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar