Bandarlampung - Perum Bulog Divisi Regional Lampung mengaku belum menerima pengembalian beras rusak sebanyak 70 ton yang terdistribusi ke tengah masyarakat miskin di Lampung Utara.
"Memang itu kesalahan kami karena kehilangan kontrol pada beras rusak yang kemudian terdistribusi ke masyarakat miskin," kata Humas Bulog Divre Lampung Susana saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Jumat.
Menurut dia, dari 70 ton yang terdistribusi, pihak Bulog sendiri belum mengetahui secara pasti jumlah beras yang rusak.
"Meski demikian, sesuai dengan aturan yang berlaku setiap beras rusak yang terdistribusi, boleh dikembalikan kepada Bulog dan kami akan menggantinya dengan beras yang layak," ujarnya.
Ia mengatakan bahwa peredaran beras rusak sejak akhir 2012 sampai 2013 relatif kecil. Temuan sebelumnya di Kabupaten Pesawaran hanya sebesar 300 kilogram.
"Saat ini, kabarnya ada 70 ton, tetapi kami juga belum menerima pengembalian beras rusak dari masyarakat," katanya.
Susana mengatakan bahwa pendistribusian beras miskin di Lampung setiap bulannya mencapai 8.609.310 kg dengan target penerima 573.954 rumah tangga miskin (RTS).
"Pemenuhan beras tersebut berasal dari penyerapan beras lokal dan pasokan dari Jawa Timur," kata dia.
Pada tahun 2013, prognosa penyerapan beras petani di Lampung mencapai 100.000 ton. Hingga saat ini, penyerapan Bulog baru mencapai 70.000 ton.
"Angka itu sudah mendekati pencapaian target penyerapan Bulog terhadap beras petani lokal," ujar dia menambahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar