Minggu, 21 April 2013
Saibi Kecewa Terhadap Kenaikan Tarif PDAM
Saibi warga desa Mulia Agung tampak berang dan kecewa setelah beberapa hari lalu membayar tagihan PDAM, dirinya sangat terkejut ketika biasanya perbulan harus membayar kisaran Rp 50 ribu namun untuk bayar tagihan dibulan Maret harus mencapai 1000 persen lebih.
"Sangat tidak masuk akal bayar tagihan kemarin itu, saya pun kaget ketika petugas memberikan kwitansi yang tertulis di tagihan mencapai Rp 600 ribu. Padahal air itu hanya saya gunakan pada pagi hari saja," ujarnya, Rabu (3/4)
Ia menambahkan, saat menanyakan kepada petugas loket PDAM tidak ada jawaban yang diberikan, mereka juga tidak mengerti kenapa tagihan air sampai membengkak seperti itu.
Bukan hanya dirinya, tetangga-tetangganya pun mengeluhkan akibat kenaikan drastis tersebut, ia pun mengungkapkan kalau tetangganya ada yang membayar sampai Rp 900 ribu hanya untuk bayar air saja.
Hal senada juga dikatakan salah satu pelanggan PDAM lainnya, Munah warga Jalan Teladan Suak Bara Kelurahan Kedondong Raye, mengaku mengalami kenaikan pembayaran PDAM di bulan Maret, yang berbeda dengan bulan sebelumnya.
"Bulan Februari lalu cuma bayar Rp 35 ribu, dan saya terkejut ketika mau bayar bulan Maret, ditagihannya itu capai Rp 400 ribu, saya terkejut, karena tingginya naik drastis seperti itu," urai ibu paruh baya ini
Lanjutnya, dirinyaa terpaksa memakai uang kebutuhan lain untuk membayar tagihan tersebut dan bingung harus berbuat apa karena uang untuk kebutuhan lain terpakai untuk pembayaran itu.
"Kami keberatan sekali, karena sebelumnya tidak mendapatkan pemberitahuan kalau ada kenaikan dari pihak PDAM," katanya
Direktur PDAM Tirta Betuah Bakrie, membantah jika terjadi kenaikan tarif air bersih yang dikeluhkan masyarakat. Ia mengatakan masyarakat hanya dibebani hutang tunggakan pelanggan yang selama ini belum dibayar.
"Ada kesalahan dari meteran yang tidak terbaca hingga mengakibatkan tunggakan dari pelanggan. Dan tunggakan itu harus dibayar pelanggan dengan cara diangsur dengan cara dimasukkan ke dalam tagihan pelanggan," katanya saat dikonfirmasi.
Dirinya berharap masyarakat dapat memaklumi selisih debit air yang belum dibayar, dan dapat mereka angsur sampai kapanpun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar