Minggu, 21 April 2013

Puluhan Hektar Sawah Diserang Hama 'Tentara'



Ratusan petani yang ada di Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat dibuat bingung dengan serangan ulat berwarna seperti seragam tentara. Hama tersebut datang bak penyusup saat padi sedang berbuah, hingga membuat hasil panen puluhan tekter sawah menyusut drastis. Bahkan ulat tersebut hanya muncul pada malam hari saja, dan sembunyi pada siang hari. Meski sudah disemprot dengan pestisida, namun tetap tidak membuahkan hasil.




Kaluni (73), seorang petani, Minggu (21/4/2013) menjelaskan, hama ulat mulai muncul saat tanaman padinya berbuah. Awalnya jumlahnya sedikit, namun lama kelamaan menjadi banyak dan cepat sekali berkembang biak. Mereka memakan daun tanaman terutama di bagian ujung, bahkan hingga terputus. Sementera daun yang tersisa lama kelamaan berwarna kuning, lalu kemudian layu dan mati.




Ulat yang disebut warga hama tentara karena warnanya seperti baju tentara, lebih serang muncul pada malam hari. Sementera pada siang hari hanya ada beberapa saja yang muncul, sehingga tidak begitu tampak. Seluruh petani berupaya memberantas dengan menyemprotkan pestisida, namun usaha tersebut sia-sia. Hama tersebut seolah kebal, hingga menyebabkan banyak tanaman yang mati.




Akibatnya hasil panen mereka kini anjlok, dan menyebabkan kerugian. Biasanya satu hektar sawah milik Kaluni bisa menghasilkan tiga ton gabah kering, pada satu kali masa panen. Namun kini warga desa Gedung Agung Kecamatan Kota Agung ini hanya bisa membawa kurang dari dua ton gabah, hingga hasil yang didapat pas-pasan. Bila dihitung biaya masa tanam terutama membeli pupuk, pendapan yang diperoleh sangat sedikit.




"Ulat itu seperti tentara sungguhan, datangnya malam hari makan tanaman padi kami. Buah padi jadi tidak ada isinya, alias ampe," keluh Kaluni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar