Senin, 13 Desember 2010

Keluhan Jalan Rusak Meluas Di Sumatera Selatan

Buruknya kualitas cor jalan dikeluhkan masyarakat Desa Sukarame dan Tanah Pilih, Kecamatan Gumay Talang, Lahat. Keluhan ini terkait kerusakan yang terjadi di jalan lingkar desa setelah diperbaiki kurang dari sebulan oleh kontraktor rekanan pemerintah setempat.
Menurut Emisa Perdana, warga Desa Tanah Pilih yang dikonfirmasi dari Kota Palembang, Rabu (1/12), jalan yang diperbaiki dengan cara dicor itu merupakan jalan lingkar yang dikerjakan kontraktor rekanan pemerintah kabupaten. Posisi jalan lingkar itu sendiri berada sisi timur Lahat serta melintasi Desa Tanah Pilih, Sukarame, dan Batai.
Emisa menambahkan, pengecoran jalan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pertengahan Oktober 2010, dengan panjang sekitar 500 meter. Saat ini, panjang ruas jalan yang sudah selesai dicor sekitar 100 meter, sedangkan sisanya masih dalam tahap pengerjaan.
”Sejak awal dibangun, sejumlah warga desa, termasuk saya, memang mengikuti proses pembangunan jalan tersebut. Setiap menjelang sore, kami sering bertemu dengan mandor dan beberapa pekerja. Dari mereka, kami mendapatkan informasi tentang campuran material yang tak sesuai standar,” katanya.
Selain itu, pengawasan dari instansi terkait pun sangat lemah. Kontraktor dibiarkan kerja tanpa kontrol yang ketat.
Merasa kecewa
Emisa mengaku pernah menyampaikan hal itu kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Lahat, tetapi hingga kini belum ditanggapi.
”Yang mengecewakan warga adalah penggunaan campuran semen dan pasir yang tidak sesuai standar, yakni 1:5. Padahal, untuk jalan lingkar dengan frekuensi kendaraan tinggi dan bermuatan banyak, campuran semen dan pasir seharusnya 1:3,” kata Emisa, yang juga seorang kontraktor.
Keluhan resmi
Kepala Desa Sukarame Amilin berpendapat senada. Dia juga pernah menerima keluhan lisan dari warga desa terkait dengan kerusakan bahu jalan lingkar kabupaten. Padahal, bahu jalan tersebut baru selesai dibangun kurang dari sebulan. Kerusakan bahu jalan dikeluhkan karena berada di antara perlintasan jalan desa dan jalan raya.
”Saya selaku kepala desa sudah menyampaikan keluhan warga secara tertulis kepada dinas pekerjaan umum setempat. Keluhan yang disampaikan ini terkait pengerjaan jalan yang asal-asalan karena diduga menggunakan campuran semen dan pasir yang tidak sesuai standar dan kerusakan bahu jalan,” katanya.
Terkait kerusakan bahu jalan itu, pihaknya juga meminta dinas terkait agar menginstruksikan pengecoran ulang. Namun, surat yang sudah dikirimkan sejak tujuh hari lalu belum ditanggapi oleh dinas. Menurut Amilin, warga setempat menghargai upaya pemerintah daerah memperbaiki jalan lingkar itu. Namun, hal tersebut bukan berarti perbaikan hanya dikerjakan asal-asalan dan tidak mementingkan kualitas.
Kepala Desa Tanah Pilih Dharmawan juga menyayangkan pengecoran jalan yang mengabaikan kualitas. Senada dengan harapan warga Sukarame, dia berharap jalan yang rusak diperbaiki kembali. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Lodik Sitompul mengaku belum pernah menerima surat keluhan dari warga desa tersebut. Namun, dia tetap akan memerhatikan keluhan itu.
”Saya perintahkan tim untuk mengecek kondisi di lapangan. Kalau benar (pengerjaan buruk), kontraktor wajib memperbaikinya karena terikat kontrak,” kata Sitompul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar