Palembang, Enam seniman Sumatera Selatan menerima anugerah seni Batanghari Sembilan dari Dewan Kesenian Sumatera Selatan. Anugerah seni diberikan dalam acara Refleksi Seni 2010 di kompleks Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Selasa (14/12).
Penerima anugerah seni Batanghari Sembilan adalah Suharno Manap (kategori seni rupa), Z Kusni Karana (kategori tari), Taufik Wijaya (kategori sastra), Evfhan Fadjrullah (kategori teater), Indrawazie Basroni (kategori film/televisi), dan Japilus Mursalin (kategori musik).
Penerima anugerah seni untuk kategori jurnalistik adalah Imron Supriyadi dari Dapunta.com dengan meraih uang pembinaan Rp 5 juta, Sahrul Hidayat dari Sriwijaya Post menerima Rp 3 juta, dan Wiwin Kurniawan dari Sumatera Ekspres Minggu menerima Rp 2 juta.
Adapun penerima anugerah seni Batanghari Sembilan untuk pembina seni diberikan kepada Ismail Djalili dan untuk pengabdian terhadap seni diberikan kepada Ismi Rihadi. Para peraih anugerah seni juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 10 juta.
Sebelum ditentukan pemenangnya, dewan juri memilih nominator sebanyak 22 orang. Dewan juri terdiri atas 19 orang. Setiap kategori dinilai oleh dua sampai tiga juri.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam orasi seni mengatakan, seniman Sumsel harus tampil setiap hari selama SEA Games 2011. ”Seperti di Bangkok, setiap hari wisatawan bisa menonton pertunjukan seni sambil makan,” kata Alex.
Menurut Alex, pada saat SEA Games nanti akan dibangun dua panggung kesenian. Panggung pertama di dalam kompleks wisma atlet yang khusus bagi atlet dan panggung kedua di kompleks Dekranasda, Jakabaring, untuk masyarakat umum.
”Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel harus bermitra dengan para seniman Sumsel. Dengarkan keinginan dan kebutuhan para seniman,” ujar Alex.
Alex juga meminta Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS) agar merumuskan rencana DKSS ke depan. Rencana kegiatan itu tidak hanya untuk dipentaskan selama SEA Games.
Kepada para seniman, Alex berjanji akan membangunkan gedung pertunjukan yang lebih layak dibandingkan dengan gedung yang saat ini ada di Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring. Namun, dia tidak memastikan kapan gedung itu dibangun dan dimanfaatkan.
Ketua DKSS Zulkhair Ali mengaku telah menyiapkan sejumlah program selama SEA Games 2011, yaitu pentas teater, tari, musik, dan sebagainya di Jakabaring. ”Kami akan lakukan banyak kegiatan saat itu di Jakabaring untuk ditonton masyarakat,” ujarnya.
Dia mengakui, lokasi pertunjukan di Jakabaring memang jauh dari permukiman warga. Namun, dia berharap jarak tersebut tidak dijadikan sebagai penghalang.
Mengenai kondisi gedung pertunjukan di Jakabaring, Zulkhair mengakui bahwa kondisi gedung kurang layak. Namun, gedung tersebut masih layak digunakan untuk pertunjukan yang tidak terlalu besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar