Ketua Panwas Tanjung Jabung Timur Ribut Sumarsono mengatakan, delapan titik rawan itu ada di Kecamatan Sadu tiga titik, Kecamatan Mendahara tiga titik, dan Mendahara Ulu dua titik. ”Seluruh titik rawan ini sebagian besar terletak di wilayah perairan,” ujar Ribut, Selasa (14/12).
Ribut menjelaskan, di wilayah perairan berpotensi terjadi kecurangan dalam pendistribusian hasil penghitungan suara. Selain itu, upaya politik uang dan kecurangan lain yang dilakukan kalangan tertentu juga menjadi lebih sulit diawasi.
Di Mendahara Ulu dinyatakan rawan terjadi eksodus penduduk asal kabupaten tetangga, seperti Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat. ”Bisa terjadi eksodus besar-besaran dari wilayah tetangga ke Kecamatan Mendahara Ulu, untuk kepentingan memenangkan salah satu pasangan. Ini harus kami waspadai,” ujarnya.
Untuk itu, Panwas bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga ketertiban jalannya pilkada. Aparat polisi dan Panwas akan diterjunkan mengawasi wilayah-wilayah tersebut. Bahkan, akan ditempatkan secara khusus pengawas di Pulau Berhala. ”Ada satu TPS (tempat pemungutan suara) di Pulau Berhala yang juga masuk kategori rawan,” katanya.
Tanjung Jabung Timur akan menggelar pemilihan bupati dan wakil bupati pada 10 Februari 2011. Komisi Pemilihan Umum tengah melakukan verifikasi terhadap semua pasangan calon. Tiga pasangan yang telah mendaftar adalah H Saipudin-Kaharudin, Zumi Zola Zulkifli-Ambo Tang, dan M Juber-Isroni.
Pasangan H Saipudin-Kaharudin diusung Partai Hanura yang memiliki tiga kursi di DPRD dan 13 parpol nonparlemen. Pasangan Zumi Zola Zulkifli-Ambo Tang diusung PAN, PDI-P, PDK, PBB, dan PKPB, serta pasangan Juber-Isroni diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PKS.
Menurut Ribut, proses verifikasi berkas pasangan calon dilakukan dengan teliti guna mengantisipasi terjadi pemalsuan dokumen. Selain itu, juga diawasi ketat faktualisasi calon pemilih dalam daftar pemilih sementara (DPS). ”Kami akan ikut teliti kemungkinan adanya calon pemilih ganda, belum cukup umur, berstatus anggota Polri, atau telah meninggal yang masuk daftar,” ujarnya.
Hasil penelitian itu selesai dalam lima hari ke depan. Masukan kepada KPU disampaikan sebelum pengumuman daftar pemilih tetap (DPT). Saat ini jumlah DPS mencapai 153 521.
Ketua KPU Tanjung Jabung Timur Mustaqim menyatakan masih memverifikasi calon. Hasil verifikasi akan ditetapkan 20 Desember 2010 dan diumumkan dua hari berikutnya. ”Para calon akan kami umumkan pekan depan bersamaan dengan pengambilan nomor urut pasangan,” ujar Mustaqim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar