Hujan deras disertai petir dan angin kencang mengguyur Kecamatan Rambang Dangku, Muaraenim. Setidaknya tiga desa, yakni Desa Baturaja, Desa Dangku dan Desa Siku, porak-poranda dilanda puting beliung, Minggu (16/6/2013).
Dari pantauan di lapangan, hampir sepanjang jalan dari Desa Baturaja menuju Desa siku yang menyisir Sungai Lematang terlihat puluhan pohon-pohon besar bertumbangan. Selain itu tampak warga sibuk memperbaiki rumah karena atapnya banyak beterbangan dan membersihkan pohon-pohon bertumbangan.
Menurut Sekdes Dangku Karman, kejadiannya pada malam Minggu kemarin. Sedangkan Minggu pagi harinya warga secara gotong royong sudah membersihkan pohon-pohon yang tumbang sebab menganggu lalulintas kendaraan.
Di desanya, sedikitnya 30 rumah warga atapnya melayang. Meskipun tidak ada yang parah, namun kerusakan tersebut memaksa warga menghentikan aktivitas berkebun. Rata-rata warga bergotong royong memperbaiki atap rumahnya.
Sementara di Desa Siku, puluhan rumah dan kebun karet mengalami kerusakan. Selain itu juga merobuhkan belasan tiang PLN di tiga lokasi berbeda sehingga listrik padam. Akibatnya listrik di tiga kecamatan yakni Kecamatan Belimbing, Rambang Dangku dan Tanah Abang, padam total.
Hal senada dikatakan Ramsirun, Kades Baturaja. Selain trafo PLN yag rusak, puting beliung membuat 56 rumah rusak ringan, 22 rumah rusak berat dan dua rumah hancur.
Salah satu rumah yang hancur adalah rumas dinas di Komplek SMPN 4 Rambang Dangku yang dihuni Medi Heriyanto, penjaga sekolah. Rumah tersebut terbelah menjadi dua setelah pohon kapuk disebelah rumahnya roboh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar