Minggu, 16 Juni 2013

Dana UPTD Muaradua OKU Selatan Minim

MUARADUA - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) bidang pendidikan Kecamatan Muaradua OKU Selatan mengeluhkan minimnya dana operasional yang diterima dari Dinas Pendidikan OKU Selatan.


Dengan dana yang diterima senilai Rp 1 juta dalam periode tiga bulan sekali, UPTD Muaradua mengaku sulit menggerakkan sistem pendidikan secara optimal.


Dikatakan Kepala UPTD Muaradua, Nungcik, pihaknya sudah berulang kali meminta penambahan dana operasional untuk pendidikan di Muaradua ke Dinas Pendidikan OKU Selatan. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan dari dinas untuk menyikapi permintaan tersebut.


"Jujur, dengan dana Rp 1 juta yang diterima tiga bulan sekali, kami kesulitan menggerakkan pendidikan secara optimal. Kami sangat berharap, kepala Dinas Pendidikan bisa tanggap dengan kesulitan kami ini," kata Nungcik, belum lama ini.


Padahal lanjut Nungcik, sudah cukup banyak kegiatan pendidikan yang sudah direncakan oleh UPTD Muaradua. Namun, dengan dana operasional yang minim, Nungcik sedikit pesimis untu melanjutkan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan, diakuinya, tak jarang, pihaknya terpaksa merogohkocek pribadi untuk menutupi kekurangan dana.


Minimnya dana operasional untuk 19 kecamatan di OKU Selatan, termasuk Kecamatan Muaradua, diakui oleh Bahdozen Hanan Spd Msi, Kepala Dinas OKU Selatan. Menurutnya, anggaran dana yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan OKU Selatan untuk disalurkan kepada seluruh UPTD se OKU Selatan sangatlah minim. Sebab itu, hingga saat ini, dana yang bisa dianggarkan baru sejumlah Rp 1 juta. Itu pun disalurkan tiga bulan sekali.


”Kita akan berupaya untuk mengusulkan hal ini kepada pihak provinsi. Selain itu, fasiltas bagi tenaga pihak UPTD akan kita usulkan juga,” kata Bahdozen, Minggu (16/5/2013).


Dilanjutkan Bahdozen, meski dengan dana seadanya, pihaknya sudah memberikan beberapa fasilitas kepada sejumlah sekolah yang ada di OKU Selatan. Mulai dari laptop, komputer, hingga proyektor sudah disalurkan.


Namun, ia merasa beberapa sekolah belum menggunakan faslitas tersebut dengan optimal. Padahal, seluruh fasilitas tersebut diberikan untuk dimanfaatkan, bukan untuk menjadi pajangan semata.


"Kalau dimanfaatkan, bisa digunakan untuk kemajuan sistem pendidikan di OKU Selatan. Kami juga tak merasa kecewa menyalurkan fasilitas-fasilitas tersebut," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar