Aksi Beli Serbu Bank-Bank Syariah
BANDARLAMPUNG – Kestabilan harga emas pada 2 Mei 2013 tidak bertahan lama. Pasalnya, harga salah satu jenis logam mulia itu kembali mengalami penurunan. Harga emas batangan di logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) melorot pada Rabu (8/5). Harga emas untuk harga jual dan buyback kompak turun Rp2 ribu/gram dibanding sehari sebelumnya.
Daftar harga yang dirilis BUMN tambang itu pukul 09.23 WIB menyebutkan harga emas dipatok Rp490 ribu sampai Rp529 ribu/gram. Level harga Rp490 ribu untuk pembelian emas batangan berukuran 250 gram, sedangkan Rp529 ribu lempengan emas terkecil ukuran 1 gram.
Turunnya harga emas itu mendorong masyarakat Lampung melakukan aksi beli emas sebagai alat investasi. Alhasil, pembiayaan seperti perbankan maupun pegadaian mendapatkan impact (dampak)-nya. Terlebih, masing-masing memiliki program kepemilikan emas, baik jual maupun gadai.
”Ya, setiap kali harga emas mengalami penurunan, maka BRI Syariah Tanjungkarang mengalami peningkatan sebesar 10 persen,” ujar Pimpinan Cabang BRI Syariah Tanjungkarang Ciknan Sawak kemarin.
Jadi, sambung dia, meski tingginya animo masyarakat Lampung, khususnya nasabah BRI Syariah, untuk melakukan gadai emas di sini tidak membuat kewalahan. Sebab, pihaknya memiliki tenaga yang cukup banyak. ”Kami sudah pernah melayani hingga seribu nasabah, tapi itu memang ada yang ngantre,” ucapnya.
Namun, kata Ciknan, ketidakstabilan harga emas sejak Februari–Mei membuat orang takut untuk menjualnya. ”Itu wajar karena tiga bulan terakhir ini harga emas kadang naik, kadang turun. Mereka menyimpan dahulu hingga benar-benar stabil,” katanya seraya menambahkan, pihaknya memiliki produk qord beragun emas.
Senada yang diungkapkan Area Manager Bank Danamon Syariah Sumbagsel Arlyna Nofira. Setiap kali ada penurunan harga emas, bank yang dipimpinnya selalu mengalami kenaikan. Bahkan pernah terjadi kenaikan hingga 50–80 persen.
”Animo warga yang ingin berinvestasi emas di wilayah Sumbagsel, khususnya Lampung, cukup tinggi. Sebab, beberapa bulan terakhir naik 80–50 persen,” sebut Diad
Adapun produk Danamon Syariah adalah Solusi Emas Murni. Di mana, produk keluaran Danamon ini memiliki tiga jenis emas yang akan diberikan pembiayaan kepemilikan. Yakni emas lantakan produksi Antam atau non-Antam, perhiasan, dan koin emas.
Kepemilikan emas yang diperuntukkan sebagai tabungan ini dapat dijadikan sebagai sumber dana berbagai kebutuhan untuk jangka panjang, seperti persiapan dana pendidikan, dana ibadah haji maupun umrah, dan sebagai persiapan dana pensiun atau kebutuhan lainnya pada masa mendatang. ”Karena itu, waktunya beli emas di Bank Danamon Syariah,” ujarnya.
Jadi, sambung dia, Solusi Emas Murni Danamon Syariah ini menawarkan keleluasaan bagi calon nasabah untuk menentukan jenis dan memilih sendiri supplier emas atau toko emas yang diinginkan.
Tak hanya itu. Kemudahan lainnya, calon nasabah dapat memiliki emas dengan jangka waktu angsuran yang fleksibel hingga 5 tahun dengan proses transaksi yang mudah karena cukup mengisi formulir aplikasi dan membayar uang muka. ”Cicilan juga cukup terjangkau karena nasabah seperti menabung Rp200 ribu,” ungkapnya. Sementara penyedia dana SCO BNI Syariah Tanjungkarang, Andri Dananjaya, mengatakan, dengan penurunan emas, tentu BNI Syariah juga mengalami peningkatan. Apalagi, BNI Syariah memiliki produk dan jasa sangat beragam. Salah satunya yang sangat diminati masyarakat sekarang ini yaitu pembiayaan emas iB Hasanah.’’BNI Syariah punya program yang lengkap dengan margin yang kompetitif,” ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar