Minggu, 21 April 2013
Transaksi mobil bekas di Palembang masih lesu
Transaksi perdagangan mobil bekas di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada 2013 ini masih lesu atau belum normal, karena realisasi penjualan setiap bulannya tidak sesuai dengan target yang diharapkan para pedagang.
"Realisasi transaksi penjualan mobil sekarang ini berkisar tiga hingga lima unit setiap bulannya padahal biasanya paling sedikit 10 unit per bulan," kata pimpinan Cipto Motor, Ismail di Palembang, Rabu.
Dijelaskannya, sepinya transaksi perdagangan mobil bekas karena pengaruh kondisi harga komoditas hasil perkebunan rakyat seperti karet, kopi, dan kelapa sawit sekarang ini belum menunjukkan pergerakan pada posisi harga tinggi.
Selain itu juga dipengaruhi ketentuan pemerintah yang mengharuskan lembaga pembiayaan mengenakan uang muka untuk pembelian kendaraan secara kredit minimal sebesar 20 persen dari harga jual.
Dalam kondisi sulit sekarang ini, pihaknya berupaya bertahan menjalani bisnis yang ditekuni sejak lima tahun terakhir itu dengan memangkas harga jual bahkan sering menjual dengan harga di bawah modal.
Melalui upaya tersebut, setiap bulan masih ada mobil yang bisa terjual sehingga dapat menutupi biaya operasional serta gaji karyawan, ujar dia.
Menurutnya, kelesuan perdagangan mobil bekas tersebut diharapkan bisa segera berakhir, mengingat sekarang ini harga hasil kebun seperti karet dan kelapa sawit yang menjadi sumber penghasilan utama mayoritas pelanggannya mulai bergerak naik.
Berdasarkan pengalaman biasanya ketika harga hasil perkebunan rakyat itu mengalami peningkatan, pembeli mulai ramai kembali, kata pedagang mobil bekas itu berharap.
Semenetara pengelola "show room" mobil bekas Nadia Maju Motor, Andi mengatakan, penjualan mobil sekarang ini masih "lesu", sejak awal hingga pertengahan April ini belum ada satupun yang laku.
Sepinya penjualan akhir-akhir ini membuat pihaknya tidak bisa menetapkan harga jual tinggi.
Harga jual mobil bekas, sementara masih tetap seperti tahun lalu yakni untuk mobil Avanza keluaran tahun 2004 ditawarkan Rp123 juta, Inova tipe G tahun 2005 Rp165 juta, Xenia L.i Sporty 1.0 tahun 2007 Rp125 juta, Terios TX 2007 Rp165 juta dan sedan Yarris tipe E transmisi manual tahun 2006 ditawarkan Rp128 juta per unit, kata Andi pula.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar