Roda kehidupan seperti roda pedati, kadang di atas, kadang di bawah. Ungkapan itu sepertinya sedang dirasakan oleh mantan Wakil Bupati Batanghari Ardian Faisal, yang kini mendapat jabatan baru sebagai Kepala Bagian Tata Usaha sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Dukcapil Batanghari Jambi.
Senyum senantiasa tersungging di bibir Ardian Faisal ketika mendapat ucapan selamat seusai pelantikan pejabat dilingkungan pemerintahan kabupaten Batanghari Jambi, Rabu (2/3).
Pembicaraan pun mulai mengalir, mulai dari perasaannya mendapatkan jabatan yang di bawah jabatan sebelumnya, hingga rencana- rencananya ke depan. Beberapa kali ia memperbaiki posisi jas hitam yang dipadu dasi merah, yang dikenakannya pada saat pelantikannya bersama 61 orang lainnya itu.
Sesaat kemudian ia minta waktu untuk menandatangani sebuah dokumen, yang juga ditandatangani oleh pejabat lain yang dilantik hari itu. Saya harus siap ditempatkan dimana saja, dan untuk posisi apapun, sebab saya ini seorang PNS, seorang abdi negara,” kata Ardian.
Usai pelantikan itu, Ardian langsung bergegas menuju kantornya yang baru, yang berada di samping rumah sakit HAMBA Muara Bulian. Anak mantan Bupati Batanghari Saman Chatib itu tak sendirian. Kepala Dinas Dukcapil yang digantikannya, Hadramin Nida bersamanya menuju kantor itu.
Layaknya pimpinan SKPD yang baru, Hadra memperkenalkannya kepada seluruh staf yang ada di sana, dan Ardian juga yang sebenarnya sudah dikenal oleh semua staf itu memperkenalkan dirinya. Pada kesempatan itu, tidak ada pembicaraan yang serius, mereka hanya mengobrol biasa untuk mencairkan suasana.
Hadra pun mohon pamit kepada semua staf yang pernah dipimpinnya itu. Pada hari pertama itu hanya sebatas perkenalan biasa dan sekaligus pisah sambut di antara kami,” kata Hadramin Nida, Jumat (4/3). Sedangkan Staf di Dinas Dukcapil menyebut Ardian Faisal sempat berkeliling melihat beberapa ruangan kerja yang ada di sana, sembari bertegur sapa dengan semua pegawai di dinas itu.
Pada hari kedua, mantan wabup itu masuk ke kantornya, dan melakukan beberapa pembicaraan dengan pegawai di sana. Namun pembicaraan itu tidak terlalu lama. Pak Ardian mohon pamit, dan izin juga untuk hari ini (kemarin) karena ada urusannya. Pak Ardian bilang hari Senin baru masuk kantor lagi,” kata staf itu seraya menyarankan bila ingin bertemu supaya datang hari Senin.
Ia tidak tahu persis pekerjaan yang sedang dilakukan Ardian hingga terpaksa tak masuk kantor kemarin. Namun menurutnya hal itu karena ada tugas yang memang tak bisa ditinggalkannya. Menurut saya memang karena ada urusan penting, bukan karena hal lain,” katanya.
Hadra menyebut Ardian terlihat tidak terlalu canggung ataupun minder dengan jabatan barunya yang sekarang. Menurutnya, Ardian termasuk orang yang bisa memahami tentang kapasitasnya sebagai PNS. Buktinya hari pertama itu ia langsung berinisiatif ke kantor untuk melihat kondisi disana dan kenalan dengan semua pegawai di kantor,” katanya.
Namun, pegawai di dinas itu merasa agak sungkan untuk berbicara dan bercanda dengan Ardian. Hal itu karena bayangan mereka tentang Ardian sebagai seorang wakil bupati masih belum terlupakan.
Sampai sekarang saya masih memandangnya pada posisi wakil bupati, walaupun beliau sebenarnya tak memposisikan dirinya sebagai wakil bupati lagi. Waktu perkenalan itu beliau bicara biasa-biasa saja, dan meminta kami supaya memposisikannya tak lagi sebagai wakil bupati” kata staf lainnya tersenyum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar